28
RUMAH BETANG : -Christopher Susanto / 2013420007 -Renate Arlene /2013420017 -Livie Tamariska /2013420022 -Waisaka Febri /2013420111 -Clarissa Sandrina / 2013420117

Rumah betang (2)

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Rumah betang (2)

RUMAH BETANG

:

-Christopher Susanto / 2013420007

-Renate Arlene /2013420017

-Livie Tamariska /2013420022

-Waisaka Febri /2013420111

-Clarissa Sandrina / 2013420117

Page 2: Rumah betang (2)

Karakteristik Wilayah

Alam Kalimantan Tengah umumnya berupa hutan lebat

Sungai berfungsi sebagai jalur komunikasi dan transportasi (karena jalur darat melalui hutan dianggap lebih berbahaya) maka perkampungan menurut pola aliran sungai

Daerah pemukiman didirikan di tepi sungai secara linear

Di belakang rumah ditanami tanaman pohon buah (kelapa, rambutan, durian, dll) dan pohon karet sumber penghasilan

Page 3: Rumah betang (2)

Contoh Perkampungan

sungai

rumah

Hutan rimbabelukar

Kebun karet/ buah

sawah

Kebun ubi kayu

Page 4: Rumah betang (2)

Latar Belakang Kebudayaan

Masyarakat Dayak (ngaju) tergolong mudah menyerap kebudayaan lain)

Budaya yang mempengaruhi kehidupan mereka yaitu pengaruh Hindu, Islam, bangsa Barat, dan terbentuknya NKRI)

Mata pencaharian umumnya pertanian, berladang dan mencari hasil hutan

Page 5: Rumah betang (2)

Karakteristik Betang

Panjang 30-150 m, lebar 10-30 kaki, tinggi tiap lantai 3-5 m

Material utama : kayu besi Orientasi terhadap sungai (Katingan) Berbentuk rumah panggungTujuan : - Simbolik

(ada 3 tingkatan kehidupan : bawah neraka, tengah tempat manusida beraktivitas, atas nirwana) - Menghindari musuh hewan buas - Menghindari Banjir - Agar dapat bekerja leluasa di bawah Betang , misal menumbuk padi, mengelola hasil hutan) - Agar kalau ada serangan musuh, dengan mudah dapat dibasmi dari atas

Page 6: Rumah betang (2)

Maksud dari panjangnya rumah betang : agar seluruh sanak saudara dan famili dapat berkumpul di satu tempat, sehingga serangan dapat dihadapi bersama-sama

Ruangan-ruangan yang ada : kamar tidur, ruang los tempat tamu menginap, dapur, karayan sebagai tempat menyimpan sementara atau beristirahatdapur digunakan bergantian

Material utama bangunan yaitu kayu, terutama tabalien/ besi karena kekuatannya dan ketersediaan di alam sekitar

Page 7: Rumah betang (2)

Karayan : tempat menyimpan hasil buruan dan hewan peliharaanDapur : digunakan bersamaKamar tidur : dipisahkan sekat/ partisiRuang los :tempat tamu menginap

Page 8: Rumah betang (2)

Tampak A ( memanjang )

Penutup atap sirapDinding papan kayu

Kolom kayu

Jendela (sesuai jumlah ruang)Pintu masuk

Page 9: Rumah betang (2)

Tampak B ( Memendek )

Dapur dan karayan

Wilayah peralihan (terbuka)

Bangunan utama

Page 10: Rumah betang (2)

Potongan B ( Memanjang )

Page 11: Rumah betang (2)

Potongan A ( memendek )

Kolom (jihi) ditanam 1.7 sampai 2 m ke dalam tanah

Page 12: Rumah betang (2)

Elemen Struktural

Page 13: Rumah betang (2)

Jihi (kolom utama, sekaligus penopang atap)

Tungket (kolom penunjang)

Bahat (serupa fungsinya dengan balok induk)

Gahagan (serupa fungsi dengan balok anak)

Penutup lantai papan kayu

Page 14: Rumah betang (2)

Guntung (penyangga dinding)

Dinding papan kayu

Handaran. morplat

Bapahan / balok tarik

Habantang dinding

Babungan/ kuda-kuda

gording

wuwungkasoreng

Atap sirap

Page 15: Rumah betang (2)

Elemen Arsitektural

Ukir dawen pangiter Dawen = daun, pangiter = penghindar Filosofi : dibuat untuk menghindar sifat

iri, dengki, guna-guna, dll Biasa terdapat berupa ukiran di ujung

pasak

Page 16: Rumah betang (2)

Ukir Pating Antang Antang : burung elang, pemakan

ayam, dan ahli dalam mengintai Berbentuk relief di rumah bagian atas Fungsinya yaitu untuk tujuan estetis

memperindah bangunan

Page 17: Rumah betang (2)

Ukir Hampatung Haramaung Hampatung = patung. Haramaung =

harimau Berbentuk ukiran harimau utuh, diukir

langusng di atas tiang besar Filosofi : harimau sebagai lambang

keberanian dan siap menghadapi mangsa dan ditempatkan di garis terdepan (di tiang utama depan)

Page 18: Rumah betang (2)

Penyaluran Beban

Beban disalurkan melalui elemen struktural. Secara berurutan : (reng , kaso, gording, bapahan, guntung, gahagan, bahat, tungket, jihi)

Page 19: Rumah betang (2)

Bagian-bagian rumah

Page 20: Rumah betang (2)

tangga

terbuat dari kayu bulat dan di buat beruas-ruas

Biasanya berjumlah ganjil (filosofis: ketika memasuki rumah adalah langkah genap akan berdampak baik)

Terdapat patung / anak tangga bergambar wajah (filosofis: penghalau roh jahat)

Page 21: Rumah betang (2)

Lantai

Material papan kayu berukuran 6 m x 30cm dengan pengolahannya sederhana

Sistem penyusunan konstruksi lantai :

Pemasangan setelah bangunan berdiri. Sistem sendi mudah perbaikan ketika terjadi kerusakan

Page 22: Rumah betang (2)

dinding

Material dua lapis yaitu bagian dalam dengan kayu ulin dan bagian luar menggunakan kulit kayu

Dinding bagian dalam berupa partisi

Adanya guntung (setiap 1 m) dan habantang dinding (horizontal) sebagai “rangka” dinding

Page 23: Rumah betang (2)

kolom

Material kayu besi kuat Ukuran kolom tidak sama Secara umum, ada 2 jenis kolom : jihi

(Lebih besar dan ikut menahan balok tarik atap) dan tungket (lebih kecil, lebih banyak, hanya menahan lantai dasar)

jihi

tungket

Page 24: Rumah betang (2)

= jihi

=tungket

Page 25: Rumah betang (2)

Sistem sendi

Sistem sendi(pen dan lubang)

Page 26: Rumah betang (2)

Pintu dan Jendela

Pintu 1, di tengah Jendela 1 tiap bilik Ukuran pintu : wanita sebagai tolok ukur

(tinggi pintu wanita berdiri dan mengangkat tangan, lebar pintu wanita berselonjor)

Page 27: Rumah betang (2)

atap

Sistem kuda-kuda dan struktur diekspos (3 gording, 1 wuwung)

Penutup atap sirap

Page 28: Rumah betang (2)