Rancangan design gtr

  • View
    2.126

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Materi ini membahas rancangan irigasi curah

Text of Rancangan design gtr

  • 1. tahapan desain prosedur irigasi sprinkler.1. pengertian dan komponen irigasi curah,2. uniformity dan efisiensi irigasi curah, serta3. merancang irigasi curah GUSTI RUSMAYADI PS. Agroekoteknologi Faperta Unlam 05117431881
  • 2. SprinklerTabel 1. Klasifikasi head sprinkler berputar, karakteristik dan kesesuaiannya
  • 3. Debit Laju aplikasi Laju siraman dari sekelompok sprinkler disebut laju aplikasi (application rate), satuan mm/jam. Laju aplikasi tergantung pada ukuran nozzle, tekanan operasional, spasi antar sprinkler, dan arah serta kecepatan angin. Kecepatan aliran dalam pipa, m/det. Debit aliran (m3/det) = luas Laju aplikasi harus lebih kecil dari laju infiltrasi tanah, sehingga limpasan (run off) dan erosi penampang aliran (m2) x kecepatan percik dapat dicegah. (m/det). Sprinkler yang kecil, m3/jam. Tabel 2. Tipikal karakteristik sprinkler Pengukuran debit dari nozzle putar dengan menyambung nozzle dengan slang plastik dan air ditampung dalam wadah. Debit = volume wadah x waktu untuk memenuhi wadah
  • 4. unjuk kerja dari sprinkler bernozle tunggal dan ganda yang menunjukkan spasi optimum sprinkler disajikan pada Tabel 5a dan Tabel 5bTabel 5a. Spasi optimum (persegi empat) sprinkler ber nozle tunggal Tabel 5b. Spasing optimum (persegi empat atau persegi tiga) sprinkler ber nozle ganda
  • 5. Sebaran airGambar 1. Pembasahan dan pola sebaran air dari satu beberapa sprinkler
  • 6. Koefisien Keseragaman, CU keseragaman sebaran air darisprinkler diukur di lapang dengan memasang beberapa wadah penampung air dalam suatu grid dengan jarak tertentu Nilai keseragaman sebaran air dinyatakan dengan suatu parameter yang disebut: koefisien keseragaman (uniformity coefficient, Cu). Gambar 2. Tata-letak wadah untuk satu sprinkler (a), satu pipa lateral (b) dan diantara beberapa sprinkler (c) X : nilai rata-rata pengamatan (mm); n : jumlah total pengamatan; Xi : nilai masing-masing pengamatan(mm).
  • 7. Contoh perhitungan CU Contoh 1: Tentukan nilai CU dari suatu percobaan di lapang dimana plot segi-empat dikelilingi oleh 4 buah sprinkler. Tipe sprinkler : 4,365 x 2,381 mm nozzle, dengan tekanan 2,8 kg/cm2. Spasi: 24 m x 24 m. Angin : 3,5 km/jam, arah Selatan - Barat. Kelembaban nisbi udara : 42%. Gambar 34. Pengukuran koefisien keseragaman Waktu pengamatan : 1 jam. Hasil pengamatan seperti pada Gambar 3.
  • 8. Tabel 1. Perhitungan koefisien keseragamanX : nilai rata-rata pengamatan (mm); n : jumlah totalpengamatan; Xi : nilai masing-masing pengamatan(mm).
  • 9. Latihan 1. Lateral 1 Lateral 2 Lateral 3 Lateral 4 Lateral 5 Lateral 6 Lateral 7 Lateral 8 Lateral 9 Lateral 10Sprinkler 1 3 23 9.4 23.7 10.3 23.9 3.1 17.7 20.5 20.2Sprinkler 2 12 8 10.9 2.6 17.9 15.0 14.5 3.1 14.2 14.8Sprinkler 3 4 12 13.0 16.7 15.1 8.2 9.7 8.4 8.1 3.3Sprinkler 4 14 13 3.3 4.2 16.1 19.9 19.7 6.7 17.5 8.8Sprinkler 5 18 16 5.9 9.1 15.0 6.1 19.0 16.5 23.9 16.1Sprinkler 6 7 21 20.5 3.4 14.6 15.1 9.6 17.8 0.5 22.4Sprinkler 7 7 19 9.2 7.9 8.2 2.9 10.0 24.0 0.5 17.7Sprinkler 8 25 6 14.3 2.5 4.4 16.6 5.6 3.5 3.5 0.6Sprinkler 9 3 12 2.4 11.6 5.3 2.3 10.0 18.6 22.7 12.8Sprinkler 10 8 24 17.4 1.7 7.6 16.8 4.7 13.5 23.1 7.2Sprinkler 11 24 10 4.8 13.2 18.0 1.0 19.5 12.4 12.9 22.1Sprinkler 12 19 19 23.1 7.3 5.6 4.9 1.0 1.9 14.9 8.5Sprinkler 13 21 0 16.1 13.6 9.0 7.5 1.4 9.8 15.7 13.4Sprinkler 14 23 19 18.0 21.3 14.1 18.3 17.4 7.3 24.2 12.3Sprinkler 15 21 9 18.9 0.7 16.8 15.4 15.5 4.2 16.8 1.9Sprinkler 16 17 8 20.1 13.8 18.1 22.0 20.9 22.1 17.0 24.0Sprinkler 17 9 5 7.3 14.4 18.1 3.2 3.7 6.4 22.8 0.7Sprinkler 18 16 9 2.4 3.5 0.1 3.5 11.8 13.0 8.7 22.7Sprinkler 19 22 17 15.8 18.0 2.2 10.8 0.6 21.7 24.2 21.0Sprinkler 20 19 13 10.9 10.8 19.4 2.6 12.7 6.5 4.4 23.9Tentukan nilai CU Tentukan nilai CU !. NIM Ganjil/Genap
  • 10. Contoh Assesment Alternative
  • 11. Set time set merujuk pada suatu Contoh 2: areal lahan yang diari oleh Suatu sistim sprinkler sebuah atau grup sprinkler. digunakan pada laju aplikasi 10 Set-time adalah waktu yang mm/jam mengairi suatu areal digunakan sprinkler tersebut lapangan sejumlah 90 mm. untuk menyelesaikan irigasi Berapa set-time? nya (pemberian sejumlah air) Penyelesaian pada satu posisi. Set-time = Air irigasi yang Set-time tergantung pada laju diperlukan/Laju aplikasi = aplikasi dan jumlah air irigasi 90/10 = 9 jam yang diperlukan Latihan 2: Jika air irigasi yang diperlukan hanya 60 mm pada awal musim, maka berapakah set- time nya ?
  • 12. Kebutuhan air Air irigasi yang diberikan berdasarkan kapasitas memegang air tanah yang menunjukkan jumlah air tanah tersedia serta penyerapan air oleh tanaman. Air tanah tersedia (AW) = kapasitas lapang (FC) - titik Tabel 2. Jumlah air tanah tersedia layu permanent WP), Tabel 2 dan Gambar 1.Air irigasi segera diberikan sebelum kadar airtanah mencapai titik layu permanent,defisit air dibolehkan (MAD, managementallowed deficit) Tabel 3. Tabel 3. MAD
  • 13. Tabel 4. Kedalaman akar efektif beberapa jenis tanaman Kedalaman maksimum air irigasi (mm) yang diberikan per irigasi, dx, adalah: 1 Wa : air tanah tersedia (mm/m) dan Z : kedalaman perakaran (m).