Click here to load reader

Perdarahan postpartum

  • View
    22.494

  • Download
    44

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Perdarahan post partum adalah perdarahan melebihi 500 ml yang terjadi setelah bayi lahir

Text of Perdarahan postpartum

  • 1. PERDARAHAN POSTPARTUM OLEH : HIDAYATI NIM PO 62.24.2.10.137

2. Perdarahan post partum

  • Perdarahan post partum adalah perdarahan melebihi 500 ml yang terjadi setelah bayi lahir.
  • Klasifikasi perdarahan postpartum :
  • Perdarahan post partum primer / dini (early postpartum hemarrhage), yaitu perdarahan yang terjadi dalam24 jam pertama . Penyebab utamanya adalahatonia uteri, retention plasenta, sisa plasenta dan robekan jalan lahir . Banyaknya terjadi pada 2 jam pertama
  • Perdarahan Post Partum Sekunder / lambat(late postpartum hemorrhage), yaitu-perdarahan yang terjadisetelah 24 jam pertama.

3. Syok Bekukan darah pada serviks atau posis terlentang akan menghambat aliran darah ke luarUterus tidak berkontraksi dan lembek Perdarahan segera setelah anak lahirmiometrium tidak berkontraksiAtonia uteriTanda Dan Gejala LainGejala dan tandaPengertiannya Perdarahan Post Partum 4. Lanjutan..

  • Pucat
  • Lemah
  • Menggigil
  • Darah segar yang mengalir segera setelah bayi lahir
  • Uterus kontraksi dan keras
  • Plasenta lengkap

Perdarahan dalam keadaan di mana plasenta telah lahir lengkap dan kontraksi rahim baik, dapat dipastikan bahwa perdarahan tersebut berasal dari perlukaan jalan lahir.Robekan jalan lahir 5. Lanjutan..

  • Tali pusat putus akibat traksi berlebihan
  • Inversio uteri akibat tarikan
  • Perdarahan lanjutan
  • Plasenta belum lahir setelah 30 menit
  • Perdarahan segera (P3)
  • Uterus berkontraksi dan keras

Plasenta yang belum lahir dalam setengah jam setelah janin lahirRetensio plasenta 6. Lanjutan..

  • Uterus berkontraksi tetapi tinggi fundus tidak berkurang
  • Plasenta atau sebagian selaput (mengandung pembuluh darah) tidak lengkap
  • Perdarahan segera (P3)

Sisa plasenta dan ketuban yang masih tertinggal dalam rongga rahim dapat menimbulkan perdarahan postpartum dini atau perdarahan pospartum lambat (biasanya terjadi dalam 6 10 hari pasca persalinan)Sisa plasenta atau ketuban 7. PENGELOLAAN UMUM

    • Selalu siapkan tindakan gawat darurat
    • Tata laksana persalinan kala III secara aktif
    • Minta pertolongan pada petugas lain untuk membantu bila dimungkinkan
    • Lakukan penilaian cepat keadaan umum ibu meliputi kesadaran nadi, tekanan darah, pernafasan dan suhu
    • Jika terdapat syok lakukan segera penanganan
    • Periksa kandung kemih, bila penuh kosongkan
    • Cari penyebab perdarahan dan lakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab perdarahan

8. PENGELOLAAN KHUSUS

  • Penanganan kala tiga secara aktif, yaitu:
  • Menyuntikan Oksitosin
  • Peregangan Tali Pusat Terkendali
  • Mengeluarkan plasenta
  • Setelah plasenta tampak pada vulva, teruskan melahirkan plasenta dengan hati-hati dan sabar untuk mencegah robeknya selaput ketuban.
  • Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada fundus uteri
  • Memeriksa kemungkinan adanya perdarahan pasca persalinan
    • - Kelengkapan plasenta dan ketuban
    • - Kontraksi uterus
    • - Perlukaan jalan lahir
  • Atonia Uteri

9. Lanjutan..

  • a. Episiotomi, robekan perineum, dan robekan vulva :Ketiga jenis perlukaan tersebut harus dijahit.
  • b.Hematoma vulva :
  • Pada hematoma yang kecil, tidak perlu tindakan operatif, cukup dilakukan kompres.
  • Pada hematoma yang besar lebih-lebih disertai dengan anemia dan presyok, perlu segera dilakukan pengosongan hematoma tersebut.
  • c.Robekan dinding vagina :
  • Robekan dinding vagina harus dijahit.
  • Kasus kolporeksis dan fistula visikovaginal harus dirujuk ke rumah sakit.
  • d.Robekan serviks:
  • Robekan serviks harus di jahit

2. Robekan jalan lahir 10. Lanjutan..

  • Lakukan plasenta manual
  • Setelah plasenta dilahirkan dan diperiksa bahwa plasenta lengkap, segera dilakukankompresi bimanual uterusdan disuntikkan Ergometrin 0.2 mg IM atau IV sampai kontraksi uterus baik.
  • Apabila kontraksi rahim tetap buruk, dilanjutkan dengan tindakan sesuai prosedur tindakan pada atonia uteri.
  • Plasenta akretaditangani dengan histerektomi oleh karena itu harus dirujuk ke rumah sakit.

3. Retensio plasenta 11. Lanjutan..

  • Sisa plasenta dilakukan dengankuretase . Apabila memungkinkan, sisa plasenta dapat dikeluarkan secara manual. Kuretase harus dilakukan di rumah sakit dengan hati-hati karena dinding rahim relatif tipis dibandingkan dengan kuretase pada abortus.
  • Setelah selesai tindakan pengeluaran sisa plasenta, dilanjutkan dengan pemberian obat uterotonika melalui suntikan atau per oral.
  • Antibiotika dalam dosis pencegahan sebaiknya diberikan.

4.Sisa plasenta atau ketuban 12.

Search related