Penyiar dan pembawa acara

  • View
    3.104

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of Penyiar dan pembawa acara

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    TEKNIK PENYIARAN

    PENYIAR DAN PEMBAWA ACARA

    DISUSUN OLEH : ZAINUL ARIFIN, S. Kom

    = TEKNIK BROADCASTING =

    PAKET KEAHLIAN

    TEKNIK PRODUKSI DAN PENYIARAN PROGRAM PERTELEVISIAN

    BIDANG KEAHLIAN TEKNIK INFORMASI DAN KOMUNIKASI

    DINAS PENDIDIKAN. KAB. MOJOKERTO

    SMK NEGERI 1 PUNGGING

    2013/2014

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    A. PRINSIP KOMUNIKASI EFEKTIF

    Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pikiran dan perasaan melalui

    bahasa, baik verbal maupun non-verbal, mendengar, berbicara, gerak tubuh, dan

    ungkapan emosi. Stephen Covey, bahkan mengatakan bahwa komunikasi merupakan

    keterampilan yang paling penting dalam kehidupan. Ia mengibaratkan komunikasi itu

    layaknya bernapas yang sudah secara otomatis dilakukan setiap hari.

    Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris communication),secara

    etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan

    perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki

    makna berbagi atau menjadi milik bersama yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan

    untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Komunikasi berlangsung apabila terjadi

    kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Dengan kata lain ,

    komunikasi adalah proses membuat pesan yang setara bagi komunikator dan

    komunikan.

    Yang dimaksudkan dengan Komunikasi efektif menurut Steward L Tubbs dan

    Sylvia Moss meliputi :

    a) pengertian : adalah penerimaan yang cermat dari isi stimuli seperti yang

    dimaksudkan oleh komunikator.

    b) Kesenangan pada dasarnya komunikasi bukan sekedar penyampaian informasi

    saja dan membentuk adanya saling pengertian, namun komunikasi juga ditujukan

    untuk mendapatkan kehangatan dalam interaksi dengan informasi atau pesan yang

    menyenangkan orang lain.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    c) Mempengaruhi sikap : domain utama proses komunikasi sesungguhnya adalah

    mempengarhi sikap orang lain, untuk dapat mempengaruhi orang lain maka

    diperlukan suatu pendekatan psikologis berupa emotional appeals, ini bisa

    dilakukan apabila dalam komunikasi melakukan pendekatan psikologis.

    d) Hubungan sosial yg baik : komunikasi ditujukan untuk mencipatakan hubungan

    sosial yang terbina dengan baik. Pada konteks berserikat dan berasosiasi

    (inclusion) maka diperlukan komunikasi untuk bisa meneguhkan hubungan antar

    anggota kelompok. Pada konteks ingin menguasai dan dikuasai (control) maka

    dinbutuhkan pula komunikasi anak ingin dikontrol dan dikendalikan oleh orang

    tuannya dan orang tua ingin mengenadlikan ankanya ini bida terwujud melalui

    komunikasi. Sementara itu pada konteks affection yaitu ingin dicintai dan

    mencintai perlu mutlak komunikasi agar kebutuhan tersebut dapat terungkapkan.

    e) Tindakan : mempengaruhi orang lain dapat berhasil apabila orang tersebut

    melakukan tindakan nyata seperti apa yang di inginkan dan ini merupakan

    indikator terkahir selain empat item terurai di atas. Tindakan merupakan

    akumulasi dari rsoses komunikasi dan ini memerlukan pengetahuan mekanisme

    faktor-faktor psikologi yang mempengaruhi tindakan seseorang.

    Agar dapat melakukan komunikasi yang efektif maka perlu memperhatikan

    Hukum komunikasi efektif . Ada lima hukum komunikasi efektif yang terangkum

    dalam kata REACH

    Hukum 1: Respect

    Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap

    menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa

    hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam berkomunikasi

    dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan

    dianggap penting. Jika harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan

    penuh respek terhadap harga diri seseorang. Jika membangun komunikasi dengan rasa

    dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka dapat membangun kerjasama

    yang akan menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja baik

    sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim, bahkan menurut

    mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya how to win friends and influence

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    people, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan

    dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang tulus dan jujur.

    Seorang ahli psiklogi yang sangat terkenal William James juga mengatakan

    Prinisip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai. Dia

    mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa

    ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang herus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar

    manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan

    bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam

    orang dalam telapak tangannya. Charles Schwabb, salah seorang pertama dalam

    sejarah perusahaan Amerika yang mendapatkan gaji lebih tinggi dari satu juta dolar

    setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuannya

    dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan

    antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-hal terbaik adalah dengan

    memberi penghargaan yang tulus.

    Hukum 2: Emphaty

    Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi

    yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati

    adalah kemampuan untuk mendengar atau mengerti terlebih dahulu sebelum

    didengarkan atau dimenegerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh

    kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang

    sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti ; Seek

    first to understand- understand then be understood to build the skills of emphatetic

    listening that inspires openness and trust,. Kata Covey inilah yang disebutnya dengan

    komunikasi empatic. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu,

    dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang diperlukan dalam membangun

    kerjasama atau sinergi dengan orang lain.

    Rasa empati akan memampukan untuk dapat menyampaikan pesan dengan

    cara dan sikap yang memudahkan penerima pesan menerimanya. Oleh karena itu

    dalam ilmu pemasaran memahami perilaku konsumen merupakan keharusan. Dengan

    memahami perilaku konsumen maka dapat empati dengan apa yang menjadi

    kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian

    halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun

    kerjasama tim. Manusia perlu saling memahami dan mengerti keberadaaan orang lain

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa

    respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam

    membangun teamwork.

    Jadi sebelum membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, perlu mengerti

    dan memahami dengan empatik calon penerima pesan, sehingga nantinya pesan akan

    dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.

    Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perspektif atau

    siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif.

    Banyak sekali dari yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari

    orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu

    arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feed back) yang merupakan

    arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran

    above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar

    dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.

    Hukum 3: Audible

    Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan

    baik. Jika empati berarti harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima

    umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang disampaikan dapat

    diterima oleh orang lain dengan baik. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus

    disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima

    dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk

    menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat Bantu audio visual yang

    akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.

    Dalam komunikasi personal, hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara

    atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.

    Hukum 4: Clarity

    Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat

    yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan tersebut, sehingga tidak

    menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat

    pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi perlu

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20