of 33 /33
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH TAHUN 2008-2012 Oleh Kelompok III Afrisa Ayu Ira Riska Fitri Nur Ahmidati Niczen Henry Lolowang Rofiqoh Muthia Anggraini

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tahun 2008-2012

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tahun 2008-2012

Text of Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tahun...

  • 1. PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAHDAN DANA PERIMBANGAN TERHADAPPERTUMBUHAN EKONOMI DAERAHTAHUN 2008-2012Oleh Kelompok IIIAfrisa Ayu Ira RiskaFitri Nur AhmidatiNiczen Henry LolowangRofiqoh Muthia Anggraini

2. PENDAHULUAN 3. Latar BelakangDesentralisasi fiskal merupakan salah satu implementasi dari paradigma hubunganpemerintah pusat dan daerah.Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu sumber penerimaan daerahyang juga merupakan modal dasar pemerintah daerah dalam mendapatkan danapembangunan dan memenuhi belanja daerah. Indikator penting keberhasilankemampuan keuangan daerah tercermin dalam kemampuan suatu daerah dalammenggali pendapatan asli daerah (PAD)Sejak desentralisasi fiskal mulai dilaksanakan pada tahun 2001, dana perimbanganmerupakan komponen terbesar dalam alokasi transfer ke daerah sehingga memilikiperanan yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi fiskal.Dari kompenen-komponen pendukung desentralisasi fiskal ini, penulis tertarik untukmeneliti pengaruh PAD dan dana perimbangan yang terdiri dari DBH, DAU, dan DAKbaik secara individu maupun bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomidaerah. 4. Desentralisasi FiskalPAD+ DanaPerimbanganDAUDBH DAK 5. Penelitian TerdahuluNo Judul Penulis Kesimpulan1 Analisis Pengaruh DanaPerimbangan dan PAD terhadappertumbuhan ekonomi daerah(studi kasus seluruh kabupaten/kotadi pulau jawa tahun 2001-2009)Pipin Prasetyono2011DBH, DAU dan PAD berpengaruh signifikan dan positif terhadappertumbuhan ekonomi sedangkan DAK berpengaruh tidaksignifikan dan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.Signifikannya pengaruh PAD dengan arah positif disebabkankeleluasaan yang dimiliki untuk membelanjakan PAD danmengelola dana perimbangan serta pemberian taxing powermemberikan insentif bagi investasi di daerah sehingga dapatmendorong pertumbuhan ekonomi.2 Analisis Pengaruh Pendapatan AsliDaerah, Dana Perimbangan DanBelanja Modal Pemerintah DaerahTerhadap Pertumbuhan Ekonomi(Studi Kasus Kabupaten/Kota Se-Jawa Bali Tahun 2006-2009)Wawan Presetya2011PAD, DAU, DBH dan Belanja Modal berpengaruh signifikan danposistif terhadap pertumbuhan ekonomi sedangkan DAKberpengaruh tidak signifikan dan negatif terhadappertumbuhan ekonomi. Variabel independen PAD, DBH, DAU,DAK, serta Belanja Modal secara bersama-sama berpengaruhsignifikan terhadap variabel dependen pertumbuhan ekonomi. 6. Penelitian Terdahulu3 Decentralisation and EconomicGrowth Revisited : An EmpiricalNoteAtsushi Iimi2004Terdapat Hubungan positif yang signifikan antaradesentralisasi fiskal dengan pertumbuhanpendapatan per kapita4 Pengaruh Pendapatan Asli Daerah,Dana Alokasi Umum, Dana AlokasiKhusus, dan Belanja Modalterhadap pertumbuhan ekonomi(Studi Kasus Kabupaten/KotaProvinsi Sumatera 2004-2007)Friska Sihite2010PAD, DAU, DAK berpengaruh positif dan signifikanterhadap pertumbuhan ekonomi sedangkan BelanjaModal tidak berpengaruh terhadap pertumbuhanekonomi 7. Gambaran Umum ObjekObjek yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah PendapatanAsli Daerah (PAD) dan dan perimbangan yang terdiri dari DanaBagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DBU), dan Dana AlokasiKhusus (DAK).Periode : 2008 - 2012. 8. LANDASAN TEORIDesentralisasi Fiskal Aturan : UU No 22 Tahun 1999 dan UU No 25 Tahun 1999 yang kemudiandirevisi dengan UU No 32 Tahun 2004 dan UU No 33 Tahun 2004 Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan olehPemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusanpemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Prinsip Desentralisasi : money follow function 9. LANDASAN TEORISumber Pendanaan Kegiatan Pemerintah Daerah Pendapatan Asli Daerah (PAD), terdiri dari :a) pajak daerah, b) retribusi daerah, c) hasil pengelolaan kekayaandaerah yang dipisahkan, dan d) lain-lain PAD yang sah. Dana Perimbangan, terdiri dari :a) Dana Bagi Hasil (DBH), b) Dana Alokasi Umum (DAU), dan c) DanaAlokasi Khusus (DAK) Lain-lain Pendapatan yang sah 10. LANDASAN TEORIPertumbuhan EkonomiSukirno (2008, 9)Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatandalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasayang diproduksikan dalam masyarakat bertambah. Indikator pertumbuhan ekonomi daerah atau regional dari suatunegara adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagaicermin dari pendapatan regional. 11. Hipotesis H01 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara PAD terhadappertumbuhan ekonomi. HA1 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara PAD terhadap pertumbuhanekonomi. H02 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara DBH terhadappertumbuhan ekonomi. HA2 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara DBH terhadap pertumbuhanekonomi. 12. Hipotesis H03 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara DAU terhadappertumbuhan ekonomi. HA3 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara DAU terhadap pertumbuhanekonomi. H04 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara DAK terhadappertumbuhan ekonomi. HA4 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara DAK terhadap pertumbuhanekonomi. H05 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara PAD dan DanaPerimbangan terhadap pertumbuhan ekonomi. HA5 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara PAD dan Dana Perimbanganterhadap pertumbuhan ekonomi. 13. METODE PENELITIAN 14. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam uji regresi linier berganda adalah datadari 33 provinsi serta dalam periode 2008 sampai dengan 2012 Data Dana Perimbangan merupakan data sekunder yang diperolehdari data Realisasi APBD tahun 2008 sampai dengan 2012 bersumberdari publikasi Direktorat Jenderal Perimbangan KeuanganKementerian Keuangan. Data Pendapatan Daerah Regional Bruto tahun 2008 sampai dengantahun 2012 merpakan data sekunder yang bersumber dari publikasiBadan Pusat Statistik. 15. Analisis Regresi Linier BergandaModel umum persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:Y1 = + 1.X1i + + pXpi + eModel regresi berganda yang diterapkan dalam penelitian ini dinotasikan sebagai berikut :PDRB = + + + + + Dimana: = konstanta; = intersep/slope/koefisiean regresi variabel independenYct = Pertumbuhan ekonomi;PAD = Pendapatan Asli DaerahDBH = Dana Bagi HasilDAU = Dana Alokasi UmumDAK = Dana Alokasi Khususit = periodec = cross-section Provinsie = error 16. HASIL PENELITIAN 17. Dependent Variable: PDRBMethod: Least SquaresDate: 08/20/14 Time: 16:20Sample: 1 155Included observations: 155Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.PAD 15.80956 1.621408 9.750511 0.0000DBH 3.361394 0.655798 5.125652 0.0000DAU 7.452306 1.611128 4.625521 0.0000DAK -30.98458 11.53424 -2.686314 0.0080C -14178.85 3760.350 -3.770619 0.0002R-squared 0.923965 Mean dependent var 58284.65Adjusted R-squared 0.921938 S.D. dependent var 84032.37S.E. of regression 23478.35 Akaike info criterion 22.99727Sum squared resid 8.27E+10 Schwarz criterion 23.09545Log likelihood -1777.289 Hannan-Quinn criter. 23.03715F-statistic 455.6951 Durbin-Watson stat 2.140748Prob(F-statistic) 0.000000 18. Uji Pelanggaran Asumsi KlasikBerdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai DWsebesar 2.140748. Sedangkan berdasarkan tabelDurbin Watson, nilai du yaitu sebesar 1.6848 dandL sebesar 1.7906. Oleh karena nilai DW2.140748 lebih besar dari du, maka dapatdisimpulkan bahwa model regresi tersebut tidakmempunyai autokorelasi. 19. Koefisien Determinasi (R2)Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkanbahwa nilai koefisien determinan (R2) diperolehsebesar 0.923965 atau 92,40%. Hal inimenunjukkan bahwa 92,40% PDRB dipengaruhioleh variabel PAD, DBH, DAK, dan DAU. Sedangkansisanya sebesar 7,60% dijelaskan oleh variabellain. 20. Pengujian TerhadapKoefisienRegresiSecara Parsial (Uji t) Pendapatan Asli Daerah (X1) Berdasarkan hasil perhitungan datamenggunakan program Eview 7, diperoleh hasilbahwa nilai signifikansi sebesar 0,0000. Iniberarti keputusan terima H1dan tolak H0, artinyaPAD berpengaruh signifikan terhadappertumbuhan ekonomi karena nilai signifikansilebih kecil dari 0,05 dengan arah hubunganpositif. 21. Pengujian TerhadapKoefisienRegresiSecara Parsial (Uji t) Dana Bagi Hasil (X2) Berdasarkan hasil perhitungan datamenggunakan program Eviews7. diperoleh hasilbahwa nilai signifikansi sebesar 0,000. Ini berartikeputusan tolak H0 dan terima H2, artinya DBHberpengaruh signifikan terhadap pertumbuhanekonomi karena nilai signifikansi lebih kecil dari0,05 dengan arah hubungan positif. 22. Pengujian TerhadapKoefisienRegresiSecara Parsial (Uji t) Dana Alokasi Umum (X3) Berdasarkan hasil perhitungan datamenggunakan program Eview 7. diperoleh hasilbahwa nilai signifikansi sebesar 0.000. Ini berartikeputusan yang diambil adalah terima H3 dantolak H0 artinya DAU berpengaruh signifikanpositif terhadap pertumbuhan ekonomi karenanilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dengan arahhubungan positif. 23. Pengujian TerhadapKoefisienRegresiSecara Parsial (Uji t) Dana Alokasi Khusus (X4) Berdasarkan hasil perhitungan datamenggunakan program Eview 7. diperoleh hasilbahwa nilai signifikansi sebesar 0.0080. Iniberarti keputusan yang diambil adalah terima H4dan tolak H0 artinya DAK berpengaruh signifikanpositif terhadap pertumbuhan ekonomi karenanilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 dengan arahhubungan negatif. 24. Pengujian Terhadap Koefisien Regresi SecaraSimultan (uji F) Berdasarkan hasil uji F (uji Simultan) variabelbebas PAD, DBH, DAU, dan DAK berpengaruhsecara signifikan terhadap variabel dependenpertumbuhan ekonomi (PDRB) dengan nilaiprobabilitasnya 0,00 yang berarti sangatsignifikan dengan alpha sebesar 5%. Dengandemikian Hipotesis kelima dalam penelitian inidapat diterima. 25. Regresi Linier Berganda Pendapatan Asli Daerah Koefisien regresi PAD adalah sebesar 15.8 yangberarti bahwa setiap peningkatan PAD sebesar1% akan menaikan PDRB sebanyak 15.8%dengan asumsi variabel lain konstan, begitu jugasebaliknya. 26. Regresi Linier Berganda Dana Bagi Hasil Koefisien regresi DBH adalah sebesar 3.36 yangberarti bahwa setiap peningkatan DBH sebesar1% akan menurunkan besarnya PDRB sebanyak3.36% dengan asumsi variabel lain konstan,begitu juga sebaliknya. 27. Regresi Linier Berganda Dana Alokasi Umum Koefisien regresi DAU adalah sebesar 7.45 yangberarti bahwa setiap peningkatan DAU sebesar1% akan menurunkan PDRB sebanyak 7.45%dengan asumsi variabel lain konstan, begitu jugasebaliknya. 28. Regresi Linier Berganda Dana Alokasi Khusus Koefisien regresi DAK adalah sebesar -30.98 yangberarti bahwa setiap peingkatan DAK sebesar 1%akan menurunkan PDRB sebanyak 30.98%dengan asumsi variable lain konstan, begitu jugasebaliknya. 29. KESIMPULAN 30. KESIMPULANPendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH),Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh signifikandan positif terhadap pertumbuhan ekonomi. DBHdan DAU dikategorikan sebagai block grant yaitukewenangan penggunaannya diserahkan sepenuhnyakepada pemerintah daerah. Oleh karena itu,Pemerintah daerah dapat mengoptimalkanpenggunaan PAD, DBH dan DAU untuk membiayaikegiatan pemerintah daerah yang sesuai dengankebutuhan daerah. 31. KESIMPULANDana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh signifikanakan tetapi korelasinya negatif terhadappertumbuhan ekonomi. Hal ini kemungkinan besardisebabkan sifat dari DAK yaitu sebagai specificgrants. Penggunaan DAK ditentukan oleh pemerintahpusat dan pemerintah daerah wajib menyediakandana pendamping sebesar 10%. Pemberian DAKsebagian besar untuk pembangunan infrastrukturdaerah yang belum tentu menjadi prioritaspemerintah daerah tersebut pada tahun anggaranberjalan 32. TERIMA KASIH