Muh. rahmat

  • View
    378

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Muh. rahmat

  • Rancangan Strategi Peningkatan Pemasaran Usaha Keripik Dangke Di Kabupaten EnrekangMuhammad RahmatProf. Dr. Ir. MulyatiTahir, MSDr. Ir. Jumriah Langkong, MP

  • Latar BelakangStrategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan.

    Dangke adalah makanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dangke terbuat dari fermentasi susu kerbau yang diolah secara tradisional. Dangke memiliki tekstur seperti tahu dan memiliki rasa yang mirip dengan keju.

    Mengembangkan startegi pemasaran produksi susu untuk mendukung kegiatan pengolahan Keripik dangke yang merupakan makanan khas Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Enrekang.

  • Bagaimana strategi pemasaran produk Keripik Dangke sebagai makanan tradisional di Kabupaten Enrekang ?

    2. Apa faktor kendala pemasaran produk Keripik Dangke di Kabupaten Enrekang ?Rumusan Masalah

  • Tinjauan PustakaStrategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya. Sehingga dalam menjalankan usaha diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya.

    Menurut The American Marketing Association, pemasaran didefinisikan sebagai proses perencanaan dan eksekusi konsep, penentuan harga (pricing), promosi (promotion), dan pendistribusian ide (distribution ideas) barang dan jasa untukmenciptakan pertukaran yang dapat memuaskan pelanggan dan tujuan perusahaan.

    Faktor yang mempengaruhi pemasaran :Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakatFaktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.

    STRATEGI PEMASARAN

  • ANALISIS SWOT(Strengths) / Kekuatan(Weaknes) / Kelemahan(Opportunities) / Peluang(Threats) / Ancaman

  • TINJAUAN UMUM DANGKEDangke terbuat dari fermentasi susu sapi yang diolah secara tradisional dengan nilai gizi yang tinggi karena di dalamnya terkandung zat-zat gizi seperti protein, lemak, vitamin dan mineral. Makanan khas dari Kabupaten Enrekang itu diolah dari susu sapi, kerbau atau kambingdengan penambahan getah papaya (enzim papain) melalui proses pemanasan sederhana

    Produksi dangke Enrekang mampu memenuhi permintaan konsumen yang peminatnya tersebar di Makassar, Kalimantan, Papua, Jakarta hingga Malaysia. Dengan harga jual antara Rp 8 - 15 ribu per potongnya, peternak bisa mendapat keuntungan antara Rp 6 - 8 juta untuk setiap ekor sapi .

  • KABUPATEN ENREKANGKUANTITATIF, KUALITATIF DESKRIPTIF ANALISISANALISA SWOTDATA PRIMERDATA SEKUNDEROBSERVASIWAWANCARADOKUMEN/ARSIPREDUKSI, SAJIAN DATA, PENARIKAN KESIMPULANMETODE PENELITIANLokasi Penelitian : Tipe dan Dasar Penelitian :Sumber Data : Teknik Pengumpulan Data: Teknik Analisa Data:

  • Analisis SWOTStrength (Kekuatan)Weakness (Kelemahan)Opportunities (Peluang)Threat (Ancaman)STRATEGI PEMASARANKERIPIK DANGKEProductPricePlacePromotion

    Kerangka Pikir

  • HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Strategi Pemasaran Keripik Dangke dengan Product, Price, Place, dan Promotion 1. ProductKinerja produk sebagai salah satu dimensi persepsi kualitas, seringkali disikapi secara berbeda oleh konsumen masing-masing produk karena faktor kepentingan konsumen yang berbeda satu sama lain, yang juga akan memberikan pengaruh pada jumlah konsumen yang mengkonsumsi produk tersebut.

    Susu sebagai bahan baku pembuatan keripik dangke diperoleh dari sapi perah laktasi. Ternak sapi perah banyak dijumpai di Kabupaten Enrekang, seperti di Kecamatan Cendana, Enrekang, Anggeraja, Alla dan Baraka

    Populasi ternak sapi perah di sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang sebanyak 1.413 ekor. Dari populasi tersebut mampu memproduksi susu murni sebesar 7.065 liter per hari (rata-rata sapi perah menghasil 5 liter/ekor/hari). Artinya produk dangke yang dihasilkan setiap harinya di Kabupaten Enrekang sebanyak 7.710 biji (1 biji dangke diproduksi dari 1,5 liter susu)

  • Pada pembuatan keripik dangke, bahan utama yang digunakan adalah dangke. Dangke dapat diperoleh di daerah Kabupaten Enrekang karena sebagian besar masyarakat yang memiliki sapi perah mengolah susu sapinya menjadi dangke. Tidak sulit memperoleh dangke untuk memproduksi keripik dangke karena usaha Resky tersebut juga memproduksi dangke sehingga kesinambungan produk keripikAlatBerat KemasanJumlah ProduksiBahan

    NoAlatJumlahMasa Pakai(Bulan)1Basok1242Blender1363Cetakan 3484Kompor gas2605Lemari kaca11206Mesin pengaduk1607Mesin press1608Panci besar41209Penjepit24810Penyaring24811Sendok kayu16012Sendok kerupuk312013Timbangan26014Wajan2120

    NoWaktuProduksi (Kg)Jumlah produksi( bungkus)1perHari201452perMinggu604353perBulan2401740

    NoJumlah Produksi ( Bungkus)Harga satuan (Rp)Total (Rp)1900 5.000 4.500.000 2600 10.0006.000.000 3245 20.000 4.900.000 Jumlah 15.400.000

    NoBahanKebutuhanHarga Satuan(Rp)1Dangke5 buah 17.000 2Tepung ketan putih20 kg 6.000 3Telur35 butir 1.000 4Gula pasir3 1/2 liter 10.000 5Masako250 g 8.000 6Susu segar3 liter 6.000 7Minyak goring20 liter 13.000

  • 2. PriceAnalisis kelayakan finansial adalah suatu metode menentukan kelayakan usaha dari aspek keuangan mulai dari penggunaan dana pra investasi sampai mendapatkan keuntungan melakukan suatu kajian secara finansial dalam usaha keripik dangke sangat perlu sebab penentuan kelayakan suatu usaha harus dilakukan melalui analisa financial yaitu dengan menghitung semua unsur biaya masukan dan semua unsur pemasukan.

    Modal awal dalam usaha kerupuk dangke adalah modal sendiri sehingga pengusaha tidak perlu mengembalikan keuntungan kepada orang lain. Sebagai usaha berskala kecil/rumah tangga, keripik dangke menggunakan modal sedikit. Harga perkemasan keripik dangke Rp 10.000.- / kemasan, produksiperbulan 40-50 kg / bulan, pendapatan per bulanRp 3 jt-Rp 5 jt/bulan dengan sapi perah 7 ekor.

    Dalam hal pengelolaan dana meurut data yang didapat, belum adanya sistem pencatatan pengakuntansian yang baik dalam menjalankan usaha keripik dangke sehingga tingkat pendapatan dari hasil keripik dangke masih bersifat relatif.

  • Biaya InvestasiBiaya Operasional Biaya tetap ( Fix Cost )Penyusutan barang investasi = Rp 302.343 x 1 bulan = Rp 302.343,-Jadi biaya penyusutan barang investasi dalam satu bulan Rp 302.343,-

    NoAlatJumlahMasa Pakai(Bulan)HargaSatuan (Rp)Biaya(Rp)BiayaPenyusutan (Rp)1Baskon124 20.000 20.000 833 2Blender136 350.000 350.000 9.722 3Cetakan 348 40.000 120.000 2.500 4Kompor gas260400.000 800.000 13.333 5Lemari kaca1120 2.000.000 2.000.000 16.666 6Mesin pengaduk160 10.000.000 10.000.000 166.666 7Mesin press160 5.000.000 5.000.000 83.333 8Panci besar4120100.000 400.000 3.333 9Penjepit248 7.000 14.000 291 10Penyaring24815.000 30.000 625 11Sendok kayu160 10.000 10.000 166 12Sendok kerupuk3120 15.000 45.000 375 13Timbangan260 75.000 150.000 2.000 14Wajan2120 120.000 240.000 2.500 Total penyusutan302.343

  • Biaya Variabel per bulanJadi total biaya variabel dalam satu bulan = Rp 11.723.000,-Total biaya operasional ( operational cost )Biaya tetap + Biaya variable= Rp 302.343 + Rp 11.723.000= Rp 12.025.343,-Berdasarkan tabel variable cost diperoleh total biaya operasional Rp 12.025.343,-

    NoBahanKebutuhan Harga satuan (Rp) Biaya (Rp)Biaya/bulan12 x produksi (Rp)1Bumbu balado1 kg40.000 40.000 480.000 2Dangke5 buah17.000 85.000 1.020.000 3Gula pasir3 1/2 liter10.000 35.000 420.000 4Masako250 g8.000 8.000 96.000 5Minyak goring20 liter 13.000 260.000 3.120.000 6Pewarna cokelat2 botol15.000 30.000 360.000 7Susu sapi3 liter6.000 18.000 216.000 8Gas ( 3kg)2 tabung gas17.000 34.000 408.000 9Telur35 butir 1.000 35.000 420.000 10Tepung ketan putih10 kg 12.000 120.000 1.440.000 11Garam halus1 bungkus 3.000 3.000 3.00012Kemasan 2.500.000 2.500.00013Stiker kemasan 500.000 500.00014Gaji 2 orang 30.000 60.000 720.00015Tranportasi 20.000Total 3.728.000 11.723.000

  • Biaya penjualan per bulan18 November -28 Desember 2014Berdasarkan penjualan yang diperoleh selama satu bulan = Rp 15.300.000,-Penjualan = hasil produksi (bungkus) x harga (Rp) x masa produksi

    Keuntungan

    Keuntungan yang diperoleh dalam satu bulan = Rp 3.274.657,-BEP ( Break Event Point)

    NoProdukHasil Produksi / hari (bungkus)Harga (Rp)Masa produksi/bulanJumlah (Rp)1 harga Rp 5.000 75 5.000 12 kali 4.500.000 2 harga Rp 10.000 50 10.000 12 kali 6.000.000 3 harga Rp 20.000 20 20.000 12 kali 4.800.000 Total penjualan 15.300.000

  • Berdasarkan BEP produksi keripik dangke Resky diperoleh titik impas pada produksi 343 bungkus.

    BCR (Benefit Cost Ratio)

    Nilai BCR dari hasil di atas 1,27 maka keripik dangke Resky layak untuk dikembangkan.

  • 2. PriceMarakat Kabupaten Enrekang melakukan penyaluran produk kepasar- pasar terdekat yang mudah dijangkau, pasar modern serta penjual makanan tradisional maupun kios-kios terdekat. Bahkan ada beberapa produsen kerupuk dangke menurut informasi responden, produk keripik dangke telah menyebar ke berbagai tempat di Sulawesi Selatan dan telah menjangkau minimarket untuk wilayah pemasarannya.

    Pasar tradisional merupakan tempat pembelian keripik dangke yang paling banyak didatang