MIS BAB 1 - Pengantar Sistem Informasi Berbasis Komputer

  • View
    117

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of MIS BAB 1 - Pengantar Sistem Informasi Berbasis Komputer

e-Health

BAB 1 MIS

FACULTYRiza Muhammad NurmanMANAGEMENT INFORMATION SYSTEMPengantar Sistem Informasi Berbasis Komputer

Twitter : https://twitter.com/rhyzoneSlideShare : https://slideshare.net/rizaman

Riza Muhammad Nurman 4SCClick to edit Master title style

CONTENTKonsep Manajemen Informasi Tingkatan dan KeterampilanKonsep Sistem Elemen dan KlasifikasiKonsep Data dan Informasi Sumber, Kualitas, dan NilaiKonsep Sistem Informasi Kemampuan, Komponen, dan ArsitekturKomputer Sebagai Elemen Dalam Sistem Informasi Era Komputerisasi, Teknologi Informasi, dan Globalisasi InformasiEvolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

Riza Muhammad Nurman 4SCClick to edit Master title style

Konsep Manajemen informasiManajemen : suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya (George R. Terry)

Riza Muhammad Nurman 4SCClick to edit Master title style

a)Planning (Perencanaan)perencanaan adalah menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu.[2].2Harold Koonts and Cyril ODonnel, Perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan memilih tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-prosedur, dan program-program dari alternatif yang ada.Jadi masalah perencanaan adalah masalah memilih yang terbaik dari beberapa alternatif yang ada.[3].2Perencanaan harus mampu menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan, memprediksi apa yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang sesuai prakiraan atau analisis yang dilakukan yang dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi penjelas dari tahap-tahap yang dikehendaki dengan melibatkan sumber daya pendidikan dalam pembuaan keputusan.Banghart dan Trull menjelaskan bahwa perencanaan dalam institusi pendidikan merupakan kegiatan penyeleksi kebutuhan dana, memilih dan melatih tenaga dan menilaiperformance(unjuk kerja) organisasi untuk memenuhi tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Dengan demikian perencanaan adalah proses menentukan sasaran, alat, tuntutan-tuntutan, taksiran, pos-pos tujuan, pedoman dan kesepakatan (comitment) yang menghasilkan program pendidikan yang terus berkembang.[4].2b)Organizing (Pengorganisasian)Terry menjelaskan bahwa pengorganisasian merupakan kegiatan dasar manajemen. Pengorganisasian dilakukan untuk menghimpun dan menyusun semua sumber yang disyaratkan dalam rencana, terutama sumber daya manusia.sedemikian rupa sehingga kegiatan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif. Dengan pengorganisasian, orang-orang dapat disatukan dalam satu kelompok atau lebih untuk melakukan berbagai tugas. Tujuan pengorganisasian adalah membantu orang-orang untuk bekerjasama secara efektif dalam wadah organisasi atau lembaga.[5].2Pengaplikasian organisasi ke ranah pendidikan karena adanya hubungan antara keduanya. Dalam organisasi sekolah (pendidikan) yang besar, hubungan-hubungan itu secara garis besar mencakup aspek sasaran, fungsi atau perangkat tugas, tanggung jawab, wewenang, dan akuntabilitasnya.Misalnya seperti adanya hubungan garis (vertikal), hubungan staff, hubungan konsultatif, hubungan koordinatif.[6].2c)Actuating (Menggerakkan)Actuatingdiartikan sebagai penggerakan adalah manajemen untuk membuat orang lain suka dan dapat bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk bekerjasama dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi sesuai dengan rencana dan pengorganisasian.G.R Terry mengatakan bahwa penggerakan merupakan kegiatan yang berkaitan erat dengan manusia dan merupakan masalah yang sangat kompleks serta yang paling sulit dilakukan dari semua fungsi manajemen.Tingkah laku pimpinan yang menggerakkan organisasi secara efektif adalah melakukan peran aktif dalam kegiatan pengembangan staf, memperbaiki unjuk kerja, melakukan kepemimpinan pengajaran langsung, meyakinkan bahwa unjuk kerja para pengajar di kelas harus di evaluasi dan guru adalah merupakan model tokoh yang efektif.Dalam institusi sekolah, semua ini dapat dilihat dari kwalitas manajemen sekolah dan manajemen instruksional, sehingga pelayanan belajar dan evaluasi kemajuan belajar dapat dilaksanakan memenuhi standar kwalitas yang kompetitif.[7].2d)Controlling (Mengawasi).Yaitu mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab penyimpangan-penyimpangan dan mengambil tindakan-tindakan korektif dimana perlu.[8].2Suatu hal yang sangat penting dalam pengelolaan pendidikan, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta adalah bagaimana manajemennya dilaksanakan secara berkwalitas.Pengawasan dilingkungan pendidikan sering juga diartikan sebagai evaluasi ada juga yang menyebut dengan istilah supervisi.Baik pengawasan, evaluasi maupun supervisi memeiliki arti yang sama, yaitu menilai hasil kerja. Pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh pihak-pihak yang kedudukannya lebih senior dari yang melaksanakan pekerjaan atau tugas.Demikian di lingkungan pendidikan dikenal petugas-petugas pengawas pendidikan. Dari pengawas tingkat kelkolah Taman Kanak-kanak sampai skolah menengah atas. Mereka adalah pejabat-pejabat fungsional yang bertugas untuk melaksanakan pengawasan di lingkungan sekolah.[9]3

SUMBER DAYA MANAJEMEN INFORMASISumber daya fisik (terbatas dan bisa habis atau punah): ManusiaMaterialMesin (termasuk fasilitas dan energi)UangSumber daya konseptual (bersifat tidak akan pernah habis), yaitu informasiDISUSUNDIMANFAATKANDIPERBAHARUI

Riza Muhammad Nurman 4SCClick to edit Master title style

Manajer sebagai pengambil keputusan sangatlah memerlukan informasi, karena adanya perbedaan tugas maka informasi yang diperlukan juga akan berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya periode waktu, tingkat ketidakpastian, tipe informasi, dasar kebutuhan informasi dan bentuk pelaporan. Sehingga dapat dikategorikan bahwa informasi adalah salah satu jenis sumberdaya utama, dan termasuk dalam kategori sumberdaya konseptual. Secara umum sumber daya manajemen informasi antara lain:

4

PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERUSAHAANManajemen informasi : pengelolaan data dimana didalamnya mencakup proses mencari, menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.

Riza Muhammad Nurman 4SCClick to edit Master title style

McLeod mendefinisikan seluruh aktivitas tersebut (memperoleh informasi, menggunakannya seefektif mungkin dan membuangnya pada saat yang tepat) sebagai manajemen informasi. Sedangkan Ebert dan Griffin mendefinisikan manajemen informasi sebagai operasi-operasi internal yang mengatur sumber daya informasi dalam perusahaan untuk mendukung kinerja dan hasil bisnis.

Pada dasarnya, strategi pengolahan sumber daya berhubungan dengan bagaimana mengatur dan mengelola sumber daya-sumber daya yang dimiliki perusahaan, baik yang bersifat tangible (uang, waktu, manusia, ruangan, mesin, infrastruktur, kertas, listrik, dan sebagainya) maupun yang intangible (informasi, kesempatan, manajemen, struktur organisasi, dan sebagainya). Dua buah perusahaan yang memiliki komposisi sumber daya serupa belum tentu memiliki kinerja yang sama, karena masing-masing memiliki cara pengelolaan yang berbeda. Sehingga dapat disimpulkan, untuk dapat menghasilkan suatu produk atau jasa yang cheaper, better, dan faster, maka pengelolaan sumber daya di dalam perusahaan harus pula cheaper, better, dan faster dibandingkan dengan kompetitor lain 5

PENTINGNYA MANAJEMEN INFORMASIPeningkatan kompleksitas kegiatan bisnisPeningkatan kemampuan komputer dan komunikasiPengaruh ekonomi internasionalPersaingan tingkat dunia (globalisasi)Peningkatan kompleksitas teknologiWaktu yang terbatasKendala sosialTerjadi pergeseran model pengolahan dataBerdasarkan asal data yang akan diolahPengolahan data dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan sehingga menghasilkan informasi. Penyebaran dan sumber informasi InfrastrukturKonsep JaringanMedia Komunikasi

Riza Muhammad Nurman 4SCClick to edit Master title style

Peningkatan kompleksitas kegiatan bisnisPengaruh ekonomi internasionalPerusahaan-perusahan besar/kecil semua terkena pengaruh ekonomi yang dapat bersumber dari belahan dunia manapun. Pengaruhtersebut terlihat pada nilai relatif mata uang tiap negara.Persaingan tingkat dunia (globalisasi)Persaingan tidak lagi terjadi dalam wilayah geografisnya, nampak pada nilai impor dari luar negeri. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya perjanjian antar negara berupa APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation), AFTA (ASEAN Free Trade Area), WTO (World Trade Organization), dan lain-lain.Peningkatan kompleksitas teknologiBerbagai macam teknologi dalam kehidupan ini telah banyak diterapkan bar code scanners di pasar swalayan, sistem pemesanan tiket penerbangan, automated teller machine (ATM), closed circuit television (CCTV) di gedung-gedung parkir dan perkantoran dan lain-lain.Waktu yang terbatasSemua tahap operasi bisnis saat ini dilaksanakan dengan lebih cepat daripada sebelumnya. Sehingga muncul aktivitas pemasaran secara jarak jauh melalui telepon (telemarketing) maupun internet (e-commerce). Selain itu dijumpai pula penjadwalan pengiriman material produksi agar tiba tepat waktu (just in time).Kendala sosialPada kenyataan terdapat produk dan jasa yang tidak diinginkan oleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh adanya keputusan bisnis yang hanya didasarkan pada faktor-faktor ekonomis dengan mengabaikan perhatian atau pertimbangan terhadap keuntungan dan biaya sosial. Misalnya aktivitas perluasan pabrik, pembuatan produk baru, tempat penjualan baru, dan aktivitas serupa lainnya harus juga mempe