9
"MANAJEMEN WAKTU" One of the best lessons that anyone can learn in life is how to use time wisely - William A. Irwin - Apa pendapat anda tentang "waktu", suatu anugerah atau justru pengekang hidup? Allah menganugerahi waktu 24 jam sehari bagi setiap orang untuk beraktivitas dan menikmati hidup. Sudah cukupkah? Apakah kita sering merasa kekurangan waktu, bahkan seolah-olah hidup kita begitu dikendalikan oleh waktu? Ketika jam weker berbunyi, kita harus segera bangun dan bersiap ke sekolah, jika tidak, kita akan terlambat, padahal mata masih terasa berat dan tubuh masih ingin menikmati kasur yang empuk. Kita harus bekerja keras untuk menyelesaikan setumpuk tugas-tugas, karena deadline waktu yang tidak boleh kita langgar. Kita harus menghafal banyak bahan pelajaran karena tiba waktu untuk ulangan. Bahkan kita harus mulai kuliah, kerja, menikah, pensiun, dan sebagainya, karena sudah tiba waktu untuk semua itu. Jadi sebenarnya seberapa 'berkuasanya' waktu itu? Waktu dapat menjadi pengekang hidup, jika kita membiarkan diri dikendalikan olehnya, tapi waktu menjadi suatu anugerah, jika kita mampu mengendalikan dan mengelolanya dengan bijaksana serta melihatnya sebagai kesempatan untuk mengalami

Manajemen Waktu

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Manajemen Waktu

"MANAJEMEN WAKTU"

One of the best lessons that anyone can learn in life is how to use time wisely

- William A. Irwin -

 

Apa pendapat anda tentang "waktu", suatu anugerah atau justru pengekang hidup?

Allah menganugerahi waktu 24 jam sehari bagi setiap orang untuk beraktivitas dan

menikmati hidup. Sudah cukupkah? Apakah kita sering merasa kekurangan waktu, bahkan

seolah-olah hidup kita begitu dikendalikan oleh waktu?

Ketika jam weker berbunyi, kita harus segera bangun dan bersiap ke sekolah, jika

tidak, kita akan terlambat, padahal mata masih terasa berat dan tubuh masih ingin menikmati

kasur yang empuk. Kita harus bekerja keras untuk menyelesaikan setumpuk tugas-tugas,

karena deadline waktu yang tidak boleh kita langgar. Kita harus menghafal banyak bahan

pelajaran karena tiba waktu untuk ulangan. Bahkan kita harus mulai kuliah, kerja, menikah,

pensiun, dan sebagainya, karena sudah tiba waktu untuk semua itu. Jadi sebenarnya seberapa

'berkuasanya' waktu itu?

Waktu dapat menjadi pengekang hidup, jika kita membiarkan diri dikendalikan

olehnya, tapi waktu menjadi suatu anugerah, jika kita mampu mengendalikan dan

mengelolanya dengan bijaksana serta melihatnya sebagai kesempatan untuk mengalami hal-

hal yang bermakna. Jadi, kita yang memegang kendali atas waktu, bukan waktu yang

mengendalikan kita.

Sudahkah anda membuat waktu anda bermakna?

Sebelum membahas lebih jauh tentang manajemen waktu, kita perlu memahami dua

pengertian tentang waktu, yaitu sebagai kronos dan kairos. Kronos adalah waktu-waktu yang

kita jalani, misalnya Senin, Selasa, sehari, sebulan, setahun. Seringkali kita

menggunakannya pada istilah kronologis. Sedangkan kairos adalah waktu yang bermakna

bagi kita. Dari usia 0 tahun hingga 17 tahun kita menjalani kronos, tapi dalam kurun waktu

itu pasti ada saat-saat penting yang membawa kesan tersendiri bagi kita, misalnya saat

pertama masuk sekolah, saat bertengkar dengan sahabat, saat pertama kali jatuh cinta, saat

gagal di ujian, saat menjadi juara di pertandingan olahraga. Bagaimana reaksi kita pada saat

Page 2: Manajemen Waktu

itu dan bagaimana kita menghadapinya? Pelajaran apa yang kita peroleh dari peristiwa itu?

Itulah kairos, saat-saat bermakna dalam perjalanan hidup yang membentuk karakter diri kita.

Kairos tidak harus berupa peristiwa besar, mungkin hanya peristiwa kecil/sepele,

tapi yang penting kita bisa belajar sesuatu dari peristiwa itu. Intinya, marilah kita belajar

peka untuk melihat makna dibalik peristiwa. Ada perbedaan besar antara orang yang hanya

sekedar menjalani kronos dengan orang yang mampu melihat kairos-kairos dalam hidupnya.

Orang yang mampu memahami waktu sebagai kairos, melihat hidup sebagai

kesempatan, bukan sekedar hidup yang dijalani begitu saja tanpa makna. Kesempatan untuk

mengalami suka dan duka, sukses dan gagal, yang memproses diri kita menjadi pribadi yang

matang dan tangguh. Kesempatan untuk mengisi hidup ini dengan banyak hal yang

bermakna...

Kita masuk perguruan tinggi selama 4 atau 5 tahun, apakah hanya untuk mendapat

gelar sarjana ? Harus lebih dari itu, waktu-waktu itu akan menjadi kesempatan untuk meraih

kairos-kairos. Kesulitan ketika belajar, kegagalan di ujian, pertemuan dengan orang serta

lingkungan yang baru adalah kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih ulet,

lebih punya kontrol diri, lebih mampu menyesuaikan diri dan sebagainya. Sudahkah anda

mengubah kronos menjadi kairos?

Memanajemen waktu dengan tepat

Jika kita memahami waktu sebagai kairos, kita akan menyadari bahwa waktu itu

begitu berharga. Mungkin ada banyak hal yang ingin kita lakukan dan kita alami dalam

hidup ini, bagaimana cara mengaturnya?

Ada 3 hal yang harus kita miliki: a goal - a plan - take action

1. A goal (tujuan)

Apa tujuan yang ingin kita capai dalam hidup ini? Mengapa kita ingin mencapai

tujuan itu? Masing-masing orang tentu berbeda, tapi setiap orang harus punya. Ini penting,

karena banyak orang yang menjalani hari-hari hidupnya tanpa tahu untuk apa ia hidup, mau

ke mana ia menuju. Hidup menjadi seperti petualangan tanpa arah atau hanya sebuah

rutinitas. Padahal hidup adalah sebuah perjalanan yang perlu direncanakan dengan baik. Jika

anda belum menemukan tujuan hidup anda, ambillah waktu untuk merenungkan hal itu. Bila

perlu mintalah bantuan pada orang yang mampu membimbing anda. Ini adalah langkah awal

Page 3: Manajemen Waktu

yang penting. Jangan di hari tua kita baru menyesal "Mengapa aku tidak menata hidupku

sejak muda" atau kita baru menyadari " Mengapa hidupku jadi begini?" Tentu di saat itu

semuanya sudah terlambat.

Setelah kita tahu apa yang ingin kita capai dalam hidup (ini adalah tujuan jangka

panjang), kita dapat melanjutkannya dengan membuat tujuan-tujuan atau target-target

jangka pendek, sebagai langkah untuk mencapai tujuan akhir. Target untuk 5 tahun

mendatang, target tahun ini, target semester ini, bahkan target hari ini. Tujuan/target bisa

lebih dari satu, misalnya target dalam bidang studi, pekerjaan, spiritual, dan sebagainya.

Buatlah target yang realistis (sesuai kemampuan) dan konkrit. Bila perlu tulislah pada

kertas/buku catatan anda.

2. A plan (rencana)

" If you fail to plan, you plan to fail." Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya

sebuah perencanaan. Jika kita sudah punya tujuan/target yang jelas, kita dapat merencanakan

langkah dan cara untuk mencapai tujuan itu.

Beberapa langkah yang dapat kita lakukan adalah:

a. Mengatur aktivitas

Evaluasi kembali aktivitas-aktivitas yang biasa kita lakukan selama ini. Dari sekian

banyak aktivitas yang ada, pilihlah mana yang perlu dilakukan, mana yang tidak. Apa

aktivitas yang lebih baik kita lakukan di waktu luang, misalnya: apakah kita sering

memboroskan waktu untuk nonton VCD atau jalan-jalan ke Mall? Apakah ada kegiatan

yang lebih bermanfaat yang dapat kita lakukan? Mungkin belajar bahasa Inggris, jika

ternyata kita punya tujuan menjadi ahli komputer sedangkan kemampuan bahasa Inggris kita

masih kurang. Jadi kita men-seleksi aktivitas dalam rangka mencapai tujuan yang sudah kita

targetkan.

b. Menentukan prioritas

Dari sekian banyak aktivitas yang sudah kita seleksi, terkadang kita masih ingin

melakukan banyak hal: kuliah, les bahasa Inggris, les musik, olahraga, kumpul dengan

teman-teman, ikut organisasi atau pelayanan, bekerja paruh waktu, dan sebagainya. Jika kita

ingin melakukan semuanya, mungkin bisa, tapi hasilnya belum tentu optimal, dan bisa jadi

Page 4: Manajemen Waktu

yang terpenting justru terabaikan. Misalnya: karena terlalu asyik berorganisasi, kuliah jadi

terlantar. Kita harus menentukan aktivitas-aktivitas yang harus mendapat prioritas utama,

dan aktivitas-aktivitas yang boleh kita lakukan, namun pada porsi yang tepat. Sebagai

contoh: olahraga itu penting, kita perlu menyediakan waktu untuk itu, tapi tidak perlu

menjadi prioritas utama, jika tujuan kita bukan untuk menjadi seorang atlit. Jika suatu saat

kita dihadapkan pada dua pilihan, misalnya sore ini harus kerja kelompok padahal

bersamaan dengan jadwal main basket dengan teman-teman. Kita bisa menentukan mana

yang harus kita dahulukan, karena kita tahu persis yang mana yang harus kita prioritaskan.

c. Membuat rencana yang realistis

Jika kita sudah menentukan target yang realistis, maka kita juga perlu membuat

rencana yang realistis.

Misalkan: dalam semester pertama kita punya target untuk mencapai IP di atas 2,5,

kita membuat rencana agar target itu tercapai. Kita membuat jadwal belajar secara teratur,

berapa jam sehari, kapan waktu yang terbaik, dan sebagainya. Buatlah semua itu secara

realistis, sehingga kita dapat sungguh-sungguh melaksanakannya.

d. Melaksanakan rencana secara fleksibel

Terkadang rencana yang sudah kita buat, terganggu oleh hal-hal yang tidak terduga.

Misalkan: nanti malam adalah jadwal kita belajar, tapi ternyata ada acara penting

yang harus kita hadiri. Jika acara itu memang penting dan tidak dapat ditunda, batalkan

jadwal belajar dan carilah waktu pengganti. Tapi perlu diwaspadai, jangan suka mengubah

rencana karena tergoda dengan hal-hal yang kurang penting. Jika ada kegiatan di luar

rencana yang ingin kita lakukan, aturlah waktu sehingga hal yang penting tetap dapat kita

laksanakan.

e. Membuat agenda harian

Mempunyai jadwal kegiatan harian akan sangat membantu kita untuk memanajemen

waktu yang kita miliki setiap hari, namun tidak semua orang mau membuatnya secara detil.

Paling tidak kita harus mencatat hal-hal penting yang harus kita lakukan di agenda harian,

sehingga di pagi hari kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan pada hari itu dan

Page 5: Manajemen Waktu

bagaimana cara kita mengatur waktu untuk menyelesaikan semuanya. Target jangka panjang

akan tercapai jika kita mampu mendisiplinkan diri untuk menyelesaikan target-target harian.

3. Take action (bertindak)

Lakukan apa yang sudah direncanakan! Jika tidak, semua target dan rencana yang

kita buat tidak punya arti apa-apa.

Beberapa hal yang harus kita waspadai:

a. Jika 'penyakit' malas menyerang

 " Saya lagi nggak mood "; " Waktunya nggak pas buat belajar " dan sebagainya.

b. Kebiasaan menunda pekerjaan

 "Besok masih ada waktu kok"; "Sebentar lagi ah"; "Ujiannya kan masih minggu depan"

c. Tidak mampu mendisiplin diri sendiri

 Kalau sudah terlanjur nonton televisi atau main game, lupa segalanya

d. Tidak berani berkata "tidak"

Sungkan' menolak teman yang tiba-tiba mengajak keluar atau ngobrol lewat telepon.

 

Kemampuan memanajemen waktu berkaitan erat dengan kebiasaan kita sehari-hari.

Jika kita sudah terbiasa hidup tanpa planning, atau terbiasa menunda-nunda sesuatu, akan

sangat sulit mendisiplinkan diri dengan  jadwal waktu yang terencana. Mengubah kebiasaan

adalah hal yang sulit, namun kesuksesan diraih dengan kemauan dan keberanian untuk

berubah. Berubah ke arah yang lebih baik dari hari ke hari, terutama dalam hal manajemen

waktu.

There never has been, and cannot be, a good life without self control

- Leo Tolstoy -

Page 6: Manajemen Waktu

Referensi:

Pauk, Walter. 1984. How to Study in College, Boston : Houghton Mifflin Company.

Tong, Stephen. 1996. Pemuda dan Krisis Zaman, Jakarta : Stephen Tong Evangelistic

Ministries International.