Makalah sistem informasi akuntansi spsdp (studi kasus pt. surabaya wire) kel. 3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Text of Makalah sistem informasi akuntansi spsdp (studi kasus pt. surabaya wire) kel. 3

  • 1. Sistem Perencanaan Sumber Daya PT. SURABAYA WIRE 2011 BAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG Kebanyakan organisasi-organisasi yang berukuran besar dan sedang memiliki sisteminformasi yang dirancang dan diprogram menurut pesanan (kebutuhan ) mereka. Praktik inimenghasilkan lapisan-lapisan sistem yang berdiri sendiri dan dirancang untuk memenuhikebutuhan unik dari para pemakai spesifik. Walaupun sistem-sistem ini melakukan pekerjaanmereka secara efisien,mereka tidak mendukung keputusan-keputusan strategis Pada tingkatperusahaan karena kurangnya integrasi yang diperlukan untuk transfer informasi lintas batas-batas organisasi. Saat ini, trend sistem informasi adalah menuju implementasi sistem ber-orientasi-perusahaan dengan tingkat integratif tinggi. Sistem ini bukan paket-paket pesanan yangdirancang untuk organisasi tertentu.Karakteristik organisasi-organisasi yang beraneka ragamturut membentuk komponen-komponen perangkatlunak menjadi sebuah sistem perencanaansumber claya perusahaan (enterprisere source planning, selanjutnya disingkat ERP) yang terbaikdalam memenuhikebutuhan bisnis mereka.lni berarti bahwa organisasi perlu mengubah caramerekamelakukan bisnis untuk dapat sepenuhnya memanfaatkan ERP.1.2 RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang diatas maka dapat diambil suatu rumusan permasalahan yaitubagaimana penerapan ERP ( Enterprise resource planning ) pada PT. SURABAYA WIRE1.3 TUJUAN PENULISAN MAKALAH Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Secara umum, untuk mengetahui konsep dan teori Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP- Enterprise Resource Planning). 2. Secara khusus, untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi mengenai Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP- Enterprise ResourceKELOMPOK 3 Page 1
  • 2. Sistem Perencanaan Sumber Daya PT. SURABAYA WIRE 2011 Planning) dan mengetahui bagaimana sebenarnya penerapan ERP ( Enterprise resource planning ) pada PT. SURABAYA WIRE1.4 MANFAAT PENULISAN Manfaat penulisan makalah ini secara akademis diharapkan dapat menambah wawasandan pengetahuan mengenai Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP- EnterpriseResource Planning) dan dapat mengetahui penerapan ERP ( Enterprise resource planning ) padaPT. SURABAYA WIREKELOMPOK 3 Page 2
  • 3. Sistem Perencanaan Sumber Daya PT. SURABAYA WIRE 2011 BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 DEFINISI ERP ( Enterprise Resource Planning ) Definisi : alat pendukung keputusan yang memberikan pihak manajemen informasi secara real time , hingga memungkinkan adanya keputusan secara tepat waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja serta mencapai keunggulan bersaing Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan. Sistem ERP merupakan paket piranti lunak bermodul yang berevolusi dari system perencanaan sumber daya perusahaan tradisional (manufacturing resource planning MRP II)2.2 APLIKASI INTI ERP a. Aplikasi inti ( core application ) adalah aplikasi yang secara operasional mendukung aktivitas rutin perusahaan. ( ex : penjualan dan distribusi , perencanaan bisnis , ,perencanaan produksi , pengendalian pabrik , dan logistik ).Disebut juga dengan aplikasi pemrosesan transaksi online ( online transaction processing OLTP ).Modul MRP berisi informasi : laporan pengecualian , kebutuhan bahan baku , dan permintaan persediaan . b. Pemrosesan Analitis On line ( On-line Analytical Processing - OLAP ) meliputi pendukung keputusan , pemodelan , penarikan informasi , analisis / laporan khusus , dan analisis bagaimana jika (what if).Gudang data ( data warehouse ) adalah basis data yang dibuat untuk dapat melayani pencarian secara cepat , penarikan , permintaan khusus , dan kemudahan dalam penggunaan .KELOMPOK 3 Page 3
  • 4. Sistem Perencanaan Sumber Daya PT. SURABAYA WIRE 20112.3 Konfigurasi Sistem ERP 1. Konfigurasi Server ,model klien server (client server model ) merupakan bentuk topologi jaringan , di mana computer atau terminal pengguna ( klien ) mengakses berbagai program ERP dan data melalui computer host ( server ). Arsitektur dasarnya yaitu : a. Model dua tingkat( two - tier model ) , server yang menangani pekerjaan aplikasi dan basis data , digunakan untuk aplikasi local area network (LAN). b. Model tiga tingkat( three tier model ), digunakan dalam system ERP yang besar dan menggunakan WAN ( wide area network ) . 2. Server OLTP vs OLAP OLTP terdiri atas sejumlah besar transaksi yang relative sederhana seperti pembaruan record akuntansi ( ex : system entri pesanan menarik semua data yang berkaitan dengan pelanggan tertentu untuk memproses sebuah transaksi penjualan.OLAP dikarakterisasikan sebagai transaksi on-line yang : a. Mengakses data dalam jumlah yang sangat besar. b. Menganalisis hubungan antar berbagai jenis elemen bisnis ( penjualan , produk dst ) c. Melibatkan data teragregasi seperti volume penjualan ,anggaran , dan dana yang dikeluarkan. d. Membandingkan berbagai data teragegrasi dalam beberapa periode waktu hierarkhis (ex : bulanan , triwulanan ,tahunan ) e. Menyajikan data dalam berbagai perspektif yang berbeda ( ex : penjualan berdasarkan wilayah , saluran distribusi , atau produk ) f. Melibatkan perhitungan yang rumit antar berbagai elemen data , seperti perkiraan laba sebagai fungsi dari pendapatan penjualan. g. Merespon dengan cepat permintaan pengguna.KELOMPOK 3 Page 4
  • 5. Sistem Perencanaan Sumber Daya PT. SURABAYA WIRE 2011 3. Konfigurasi Basis Data ,yaituSistem ERP terdiri atas ribuan tabel basis data dimana tiap tabel dihubungkan dengan berbagai proses bisnis yang dikodekan ke dalam ERP. 4. Peranti Lunak Khusus ( bolt on software ) yang direkomendasikan oleh pemasok ERP. 5. Manajemen Rantai Pasokan( suplly chain management SCM ) , contoh dari konvergensi yang cepat antara ERP dengan fungsionalitas peranti lunak khusus .2.4 PENGGUDANGAN DATA Merupakan salah satu isu IT yang paling cepat berkembang sebelum bisnis itu sendirisaat ini . Ketika gudang data diatur untuk sebuah departemen atau fungsi , maka gudang datasering disebut dengan data mart . Tahapan dasar proses penggudangan data : 1. Pemodelan Data untuk Gudang Data. Gudang Data yang berisi data yang didernomalisasi. 2. Mengekstrasi data dari basis data operasional . Ekstraksi data : proses pengumpulan data dari berbagai jenis data operasional , file datar , arsip , dan berbagai sumber data eksternal. Teknik penangkapan data yang berubah ( changed data capture ) yang dapat mengurangi waktu ekstrasi secara dramatis dengan hanya menangkap data yang baru diubah . Pembersihan data yang diekstrasi , melibatkan penyaringan atau perbaikan data datayang tidak valid melalui transformasi ke dalam istilah bisnis yang standar agar integritas dalamgudang data terbangun. 1. Transformasi data ke dalam model gudang , yang berisi rincian atau ringkasan data 2. Pemindahan data ke dalam basis data gudang data , dengan alas an sebagai berkut : a. Efisiensi internal b. Integrasi system warisan c. Konsolidasi data globalKELOMPOK 3 Page 5
  • 6. Sistem Perencanaan Sumber Daya PT. SURABAYA WIRE 20112.5 BERBAGAI RESIKO YANG BERKAITAN DENGAN IMPLEMENTASI ERP Implementasi Big Bang versus Bertahap Metode Big Bang adalah metode paling ambisius dan beresiko , system kerja denagan mengubah cara operasi dari system warisan lama ke system baru sekaliagus mengimplementasikan ERP di seluruh perusahaan. Metode pengenalan ( phase-in ) sesuai untuk perusahaan terdiversifikasi dengan berbagai unitnya tidak berbagi proses dan data yang sama ( dapat juga menggunakan pendekatan bertahap , dimana implementasinya dimulai dengan satu atau lebih proses pengetikan , seperti entri pesanan ). 1. Penolakan perubahan buda