of 35 /35
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PHYTAGORAS DIKELAS VIII SMP MAKALAH Diajukkan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Metodelogi Pembelajaran Matematika Oleh : Zulfatul Karomah (152151073) 2015 A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SILIWANGI

makalah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran matematika materi phytagoras kelas VIII SMP

Embed Size (px)

Text of makalah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran matematika materi phytagoras kelas...

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PHYTAGORAS DIKELAS VIII SMPMAKALAHDiajukkan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Metodelogi Pembelajaran Matematika

Oleh :Zulfatul Karomah (152151073)2015 A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SILIWANGI2016

iv

RINGKASANRendahnya pemahaman matematik kemungkinan ada kaitannya dengan pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru. Pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional kurang membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran hendaknya guru berinovasi dalam pembelajaran salah satunya melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Model pembelajaran koopetif tipe jigsaw ini membagi siswa menjadi beberapa kelompok supaya siswa aktif dalam mempelajari suatu materi. Materi yang digunakan salah satunya adalah materi pytagoras. Kata kunci: model, kooperatif,jigsaw,pythagoras.

KATA PENGANTARPuji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Metodelogi Pembelajaran Matematika dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Pembelajaran Matematika Materi Phytagoras Dikelas VIII SMP.Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing atas bimbingan yang telah diberikan kepada penulis dan semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna baik dari segi penyajian maupun materi. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat penulis perlukan, demi kesempurnaan makalah ini.

Penulis

DAFTAR ISICOVER..................................................................................................................iRINGKASAN.......................................................................................................iiKATA PENGANTAR.........................................................................................iiiDAFTAR ISI........................................................................................................ivDAFTAR TABEL.................................................................................................9BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1LATAR BELAKANG MASALAH.........................................................1RUMUSAN MASALAH..........................................................................2TUJUAN PENULISANMAKALAH......................................................3MANFAAT PENULISAN MAKALAH.................................................3BAB II MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA...................................4PENGERTIAN.........................................................................................4LANGKAH-LANGKAH.........................................................................8KELEBIHAN DAN KELEMAHAN....................................................11BAB III PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA...............................................................12TEORI BELAJAR MENGAJAR.........................................................12PENERAPAN.........................................................................................13BAB IV SIMPULAN DAN SARAN.................................................................15SIMPULAN.............................................................................................15SARAN....................................................................................................15DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG MASALAHPendidikanadalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasanabelajardan prosespembelajaranagarpeserta didiksecara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, sertaketerampilanyang diperlukan dirinya danmasyarakat. Sehingga pendidikan sangat penting bagi anak supaya memiliki bekal ilmu untuk kepentingan hidup dimasa depan seperti . Oleh karena itu pendidikan di Indonesia harusbisa ditingkatkan kualitasnya salah satunya dengan memperbaiki sistem pembelajaran dikelas menjadi berkualitas khususnya pada pelajaran matematika. Karena matematika sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Disetiap sudut kehidupan ini kita selalu menemukan hal yang berkaitan dengan matematika, maka dari itu sebagai pendidik kita harus bisa meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dengan cara mengubah strategi belajar mengajar matematika di kelas agar menyenangkan. Karena pada dasarnya matematika sangat ditakuti oleh banyak siswa. Padahal masalah-masalah kehidupan sehari-hari selalu berkaitan dengan matematika, jika pembelajaran matematika ini kualitasnya bagus maka masalah kehidupan sehari-hari ini mampu terpecahkan dalam waktu yang singkat. Namun untuk mewujudkan

kualitas pembelajaran ini ada banyak hambatannya, salah satunya yaitu adanya kesulitan belajar bagi siswa. Kesulitan belajar merupakan masalah yang hampir dialami oleh semua siswa. Kesulitan belajar dapat diartikan suatu kondisi dalam suatu proses belajar yang ditandai adanya hambatan-hambatan tertentu untuk menggapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya. Kesulitan belajar yang sering dialami siswa adalah malas belajar karena biasanya metode pembelajaran yang disampaikan guru membosankan sehingga siswa tidak bersemangat untuk belajar. Biasanya guru menggunakan metode pembelajaran ceramah yang memberikan efek mengantuk dan membosankan bagi siswa yang mendengarkannya. Maka dari itu pendidik harus mengubah metode pembelajaran matematika ceramah dengan metode lain. Salah satu alternatif pemecahan masalah ini yaitu menggunakan model kooperatif tipe jigsaw. Untuk makalah ini hanya akan membahas model kooperatif tipe jigsawa pada materi phytagoras dikelas VIII SMP. B. RUMUSAN MASALAHBerdasarkan latar belakang masalah sebagaimana tersebut diatas maka rumusan masalah pada kajian ini1. Bagaimanakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw itu?2. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw itu pada materi pytagoras? C. TUJUAN PENULISAN MAKALAHBerdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penulisan makalah ini1. Untuk mengetahui, mengkaji, dan menganalisis mengenai model pembelajaran matematika kooperatif tipe jigsaw2. Untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisis penerapan model pembelajaran matematika kooperatif tipe jigsaw

D. MANFAAT PENULISAN MAKALAHSesuai dengan tujuan tersebut maka manfaat bagi penulisan ini :1. Sebagai referensi pendidik dalam kegiatan belajar mengajar khususnya matematika disekolah kepada peserta didiknya2. Meningkatkan kualitas belajar mengajar matematika pada materi phytagoras dengan meng gunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw3. Memperdalam ilmu pengetahuan tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran matematika

3

BAB II MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKAA. PENGERTIAN

Model pembelajaran sebagai alat untuk menciptakan proses pembelajaran (Sudjana,2006:76). Jadi model pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran. Sebuah model pembelajaran adalah suatu pola yang dapat kita gunakan untuk merancang pembelajaran tatap muka di dalam kertas. Pembelajaran yang aktif dan inovatif merupakan pembelajaran yang mampu mengembangkan aktivitas anak untuk maju dan berkembang bersama. Hal itu dimaksudkan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Anwar Dede(2000-39) mengemukakan bahwa hubungan sosial antara peserta didik dan peserta didik lainnya maupun antara peserta didik dan tenaga kependidikannya menentukan makna dan efektivitas dalam belajar. Dengan demikan, perlu dikembangkan suatu model pembelajaran yang dapat menciptakan iklim kondusif dalam bekerja sama sehingga para peserta didik diharapkan dapat saling berbagi informasi ataupun pengetahuan. Sriyono (rahmianingsih, Mia, 2005:10) berpendapat, salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan mengaktifkan siswa dalam belajar, dan proporsi aktivitas siswa dalam belajar akan lebih produktif apabila siswa belajar dalam kelompok. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk 4

menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain.Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.Model pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) merupakan salah satu model pembelajaran yang mendukung pembelajaran kontekstual. Sistem pengajaran Cooperative Learning dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/ belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.Model pembelajaran jigsaw atau yang disebut juga model TIM ahli adalah teknik pelajaran yang memusatkan perhatian pada kemampuan penguasaan materi pelajaran tertentu secara spesifik. Pada level awal, tiap siswa (dan kelompok siswa) diharuskan menguasai tema materi pelajaran yang berbeda-beda satu sama lain . Pada level berikutnya tiap siswa (dan kelompok siswa) mempresentasikan tema materi pelajaran khusus yang telah dikuasainya didepan kelas. Dia berperan sebagai guru sekaligus narasumber utama untuk materi tersebut bagi siswa lainnya. Posisi guru adalah sebagai pendamping dan pembimbing tugasnya adalah meluruskan pengetahuan siswa yang tidak benar. Memberikan masukan baru yang sekiranya diperlukan untuk diketahui siswa sekaligus memastikan semua siswa paham dan mengerti benar mengenai tema pelajaran yang harus dikuasai siswa sesuai dengan kurikulum yang berlaku.Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang membentuk siswa menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari kelompok ahli dna kelompok asal. wardani, sari (2002:20) berpendapat, pembelajaran kooperatif jigsaw adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untulk mencapai prestasi yang maksimal. Kegiatan kooperatif tipe jigsaw yang diungkapkan oleh Lie, Anita (2005:69) adalah teknik mengajari cooperativae learning menggabungkan kegiatan membaca, menulis,mendengarkan dan berbicara. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yaitu hasil belajar akademik penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan keterampilan sosial (Rusman, 2014:29)Menurut johnson & john tujuan pokok belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akan pemahaman, baik secara individu maupun kelompok (Trianto 2008: 56-57)Pernyataan ini digunakan oeleh slavin, yang menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligusdapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain serta dapat meningkatkan harga diri (wina sanjaya:2420).Tujuan penting lain dari pembelajaran kooperatif adalah untuk mengajarkan kepada siswa keterampilan kerja sama dan kolaborasi (Rusman, 210)Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki didalam masyarakat. Dalam pembelajaran kooperatif siswa tidak hanya mempelajari materi saja namun juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan khusus yang dibangun dengan mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antar anggota kelompok selama kegiatan.Jhonson dan jhonson (dalam Teti sobari 2006:31) melakukan penelitian tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang hasilnya menunjukan bahwa interaksi kooperatif memiliki berbagai pengaruh positif terhadap perkembangan anak. Pembelajaran model jigsaw ini dikenal juga dengan kooperatif para ahli. Karena anggota setiap kelompok dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. Tetapi permasalahan yang dihadapi setiap kelompok sama, setiap utusan dalam kelompok yang berbeda membahas materi yang sama. Kita sebut sebagai tim ahli yang bertugas membahas permasalahan yang dihadapi, selanjutnya hasil pembahasan itu dibawa ke kelompok asal dan disampaikan pada anggota kelompoknya.B. Langkah-Langkah Sintaks model pembelajaran kooperatif terdiri dari 6(enam) faseFase-FasePerilaku Guru

Fase 1: present goals and setMenyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didikMenjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik siap belajar

Fase 2: present informationMenyajikan informasiMempresentasikan informasi kepada peserta didik secara verbal

Fase 3: organize students into learning teamsMengorganisir pesert didik ke dalam tim-tim belajarMemberikan penjelaskan kepada peserta didik tentang tata cara pembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi yang efisien

Fase 4: assist team work and study Membantu kerja tim dan belajarMembantu tim-timm belajar selama peserta didik mengerjakan tugasnya

Fase 5: test on the materials mengevaluasiMenguji pengetahuan peserta didik mengenai berbagai materi pembelajaran atau kelompok-kelompok mempresentasikan hasil kerjanya

Fase 6: provide recognition Memberikan pengakuan atau penghargaanMempersiapkan cara untuk mengakui usaha dan prestasi individu maupun kelompok

Model pembelajarn kooperatif tipe jigsaw memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan kerjasama dengan anggota kelompoknya dalam menghadapi segala persoalan.. dalam pembelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana untuk mengelola informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh slavin, R.E.(1995) tentang aktivitas-aktivitas pada pembelajaran kooperatif tipe jigsaw maka langkah-langkah pembelajran kooperatif tipe jigsaw sebagai berikut:a. Guru mengelompokan peserta didik kedalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Pembentukan kelompok-kelompok tersebut dilakukan oleh guru berdasarkan pertimbangan kemampuan akademis. Jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang yang menjadi kelompok asalnya, kemudian peserta didik berdiskusi di kelompok asalnya.b. Setiap anggota kelompok diberi tugas untuk mempelajari suatu materi tertentu. Kemudian perwakilan dari kelompok masing-masing yang mempelajari materi yang sama bertemu dengan anggota dari kelompok lain dalam kelompok ahli. Materi tersebut didiskusikan sehingga masing-masing perwakilan dapat memahami dan menguasai materi tersebut.c. Masing-masing perwakilan kelompok kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskna kepada anggota kelompoknya mengenai materi yang didiskusikan pada kelompok ahli, sehingga semua anggota kelompoknya dapat memahami materi yang ditugaskan oleh guru.d. Peserta didik diberi tes/kuis oleh guru dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam memahami materi dengan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw.e. Melakukan perhitungan skor perkembangan individu dan skor kelompok serta menentukan tingkat penghargaan pada kelompok.Berdasarkan uraian diatas, secara umum pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat melibatkan peserta didik secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam suasana belajar-mengajar yang bersifat terbuka dan demokratis. Hal yang menarik dari adanya model pembelajaran tipe jigsaw ini adalah adanya diskusi di tim asal dan tim ahli. Menurut marliani, yuni (2009:18) kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagi berikut:a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan berlatih komunikasib. Adanya interaksi sosial yang baik dalam kelompokc. Membuat siswa lebih aktif dan kreatifd. Dengan adanya penghargaan yang diberikan pada kelompok mencapai prestasi yang baik.C. Kelebihan dan Kelemahan kooperatif tipe jigsawAdapun kelebihan dari model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini yaitu:1. Pengetahuan yang diperoleh siswa bersifat spesifik dan mendalam terutama yang berhubungan dengan tema pelajaran yang harus dikuasainya2. Melatih kemampuan dan rasa percaya diri siswa untuk tampil didepan kelas mempresentasikan tema pelajaran yang telah dikuasai3. Melatih kemampuan dialektika siswa didepan publikAdapun kelemahan dari model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini yaitu :1. Membutuhkan proses dan waktu yang relatif lebih lama2. Pengetahuan yang diperoleh siswa dalam kelas tidak merata3. Terlalu mengandalkan kemampuan dialektika(lisan)4. Biasanya pengetahuan yang diperoleh tidak terfokus karena kurangnya bimbingan5. terstruktur guru6. Terlalu mengandalkan proses belajar mandiri siswa

11

BAB IIIPENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

a. Teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yaitu :1. Teori VygotskyVygotsky(ramianingsih, mia, 2005:8) mengungkapkan bahwa pembentukan dan pengembangan pengetahuan terjadi melalui interaksi sosial. Ketika berlangsungnya kegiatan pembelajaran disekolah, terjadi interaksi antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan gurunya yang mempengaruhi pembentukan pengetahuan siswa. Faresnawati, nita(2003:23) mengemukakan, vygosky menekankan pada interaksi sosial dan melakukan konstruksi pengetahuan dari lingkungan sosial.2. Teori Piaget 12

Teori belajar Piaget terkenal dengan teori perkembangan mental manusia. Yang dimaksud dengan mental dalam teorinya adalah intelektual atau kognitifnya. Menurut piaget (ruseffendi, E.T.1991:1330, belajar matematika pada dasarnya adlah mengubah struktur kognitif dengan melalui asimilasi dan akomodasi. Asimilasi terjadi apabila adnaya informasi baru dalam pikiran, sedangkan 12

akomodasi berlangsung apabila ada ketidakseimbangan antara informasi baru dengan struktu yang dimiliki siswa, sehingga siswa perlu melakukan modifikasi agar terjadi keseimbangan baru dalam pikiran siswa (farenawati, nita, 2003:22).b. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi pytagoras1. Guru mengelompokan peserta didik kedalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Pembentukan kelompok-kelompok tersebut dilakukan oleh guru berdasarkan pertimbangan kemampuan akademis. Jika jumlah siswa terdiri dari 35 Jumlah anggota tiap kelompok 5 orang yang menjadi kelompok asalnya, kemudian peserta didik berdiskusi di kelompok asalnya.2. Setiap anggota kelompok diberi bahan ajar oleh guru dalam bentuk soal-soal dan materi, misalnya materi tentang pytagoras. Kemudian perwakilan dari kelompok masing-masing yang mempelajari materi yang sama bertemu dengan anggota dari kelompok lain dalam kelompok ahli. Materi tersebut didiskusikan sehingga masing-masing perwakilan dapat memahami dan menguasai materi tersebut. 3. Masing-masing perwakilan kelompok kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskannya kepada anggota kelompoknya mengenai materi pytagoras yang didiskusikan pada kelompok ahli, sehingga semua anggota kelompoknya dapat memahami materi yang ditugaskan oleh guru. Dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitator, mediator,director-motivator dan evaluator4. Peserta didik diberi tes/kuis oleh guru dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam memahami materi pytagoras dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang telah diterapkan tadi.5. Melakukan perhitungan skor perkembangan individu dan skor kelompok serta menentukan tingkat penghargaan pada kelompok.

14

BAB IIIPENUTUPA. KESIMPULANPembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekan pada sikap atau perilaku bersama dalam belajar atau membantu diantara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih. Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw ini pada kelas siswa dibagi kelompok sehingga terdapat rasa saling membutuhkan dan harus berkerjasama secara cooperative untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Keuntungan mengembangkan kerja tim, ketrampilan belajar kooperatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian. Sementara untuk kerugiannya ada beberapa yaitu keadaan kondisi kelas yang ramai, siswa yang lemah dimungkinkan menggantungkan pada siswa yang pandai serta membutuhkan waktu yang lebih lama apabila bila ada pernataan ruang belum terkondisi dengan baik.B. SARANModel pembelajaran kooperatif tipejigsaw perlu digunakan atau diterapkan karena suasana positif yang timbul akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencintai pelajaran dan sekolah atau guru, selain itu siswa akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan berpikir serta meningkatkan keaktifan.

15

DAFTAR PUSTAKA

Muliawan, Jasa Ungguh.(2016).45 model pembelajaran spektakuler. yogyakarta: Ar-ruzz mediaMutakin, Zenal.2012.Penggunaaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi phytagoras dalam upaya meningkatkan pemahaman matematik peserta didik. FKIP Universitas siliwangi tasikmalaya:tidak diterbitkan.Nurdin, syafrudin. Adriantoni.(2016).kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: rajagrafindo persadaRusman.(2014). Model-model pembelajaran.Jakarta:rajagrafindo persadaSuprijono,agus. (2009).cooperatif learning.yogyakarta: Pustaka pelajar