48
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan dinilai bermutu dan efisien jika benar- benar memiliki manfaat bagi kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Pendidikan seharusnya mampu menghasilkan SDM yang tidak menjadi beban, tetapi sebaliknya menjadi kekuatan penggerak bagi seluruh proses pembangunan (Depdiknas, 2003:5) Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka berbagai upaya perlu terus dilakukan antara lain meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para pendidik, menyediakan sarana dan prasarana belajar mengajar serta menyempurnakan kurikulum yang disesuaikan dengan kemajuan IPTEK. Berbagai upaya di atas dapat meningkatkan daya serap materi serta pemahamannya bagi siswa sehingga prestasi belajar tentu akan lebih baik pada setiap jenjang pendidikan. Tingkat pemahaman siswa 1

LPKP UT BAB I - BAB V

  • Upload
    eman-sy

  • View
    176

  • Download
    8

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: LPKP UT BAB I - BAB V

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan dinilai bermutu dan efisien jika benar-benar memiliki manfaat

bagi kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Pendidikan seharusnya mampu

menghasilkan SDM yang tidak menjadi beban, tetapi sebaliknya menjadi kekuatan

penggerak bagi seluruh proses pembangunan (Depdiknas, 2003:5)

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang sejalan dengan

kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka berbagai upaya perlu terus

dilakukan antara lain meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para pendidik,

menyediakan sarana dan prasarana belajar mengajar serta menyempurnakan

kurikulum yang disesuaikan dengan kemajuan IPTEK. Berbagai upaya di atas

dapat meningkatkan daya serap materi serta pemahamannya bagi siswa sehingga

prestasi belajar tentu akan lebih baik pada setiap jenjang pendidikan. Tingkat

pemahaman siswa yang dimaksud adalah suatu keadaan yang merupakan cita-cita

bersama dari seluruh komponen pendidikan di semua jenjang setelah mengikuti

kegiatan belajar mengajar.

Tujuan dari kegiatan proses belajar mengajar pada umumnya adalah bahwa

materi yang telah dipelajari dapat dipahami dan benar-benar dipahami oleh siswa.

Sebagai petunjuk bahwa siswa telah berhasil apabila daya serap dan pemahaman

materi pelajaran mencapai ketuntasan belajar yang maksimal secara individu.

1

Page 2: LPKP UT BAB I - BAB V

Para guru dan siswa serta semua pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan

hendaknya menyadari tugas untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang

dimaksud agar siswa memahami materi pembelajaran. Berbagai cara dapat di tempuh

oleh guru termasuk pengguna metode mengajar, pertimbangan pokok dalam

menentukan metode terletak pada keefektifan proses belajar mengajar, tentu saja

orientasinya adalah pada siswa belajar. Untuk itu siswa harus dibimbing dan dilatih

untuk dapat menemukan masalah dan mampu untuk menjawab masalah tersebut.

Kebanyakan siswa mempelajari IPA secara pasif, bersikap sebagai konsumen

ilmu pengetahuan saja. Keadaan seperti ini, sebenarnya merupakan akibat dari cara

mengajar IPA yang kurang menarik atau membosankan.

Hal ini termaksud untuk mengupayakan terciptanya lingkungan, baik dilakukan

guru maupun siswa agar terjadi proses belajar. Oleh sebab itu kemampuan seorang

guru meliputi juga kemampuan memiliki suatu model mengajar. Untuk dapat

mencapai maksud tersebut guru terlebih dahulu harus memahami berbagai model

mengajar secara teoritis, untuk selanjutnya dapat memilih model-model tertentu yang

sesuai dengan tujuan yang dicapai oleh siswa dalam meraih prestasi belajar.

Dalam kenyataannya, setiap anak didik memiliki kemampuan daya serap

dan tingkat pemahaman berbeda-beda. Untuk mengurangi kenyataan tingkat

pemahaman yang berbeda maka guru sebagai pendidik memiliki peran besar dalam

menggunakan metode yang tepat.

Di SD Negeri 007 Pamak menetapkan nilai KKM untuk mata pelajaran IPA

adalah 60. Hal ini mengingat mata pelajaran IPA cukup sulit dipelajari siswa.

Walaupun demikian, masih ada siswa yang belum mencapai nilai KKM. Sehingga

penulis berkeinginan melakukan penelitian di sekolah tersebut.

2

Page 3: LPKP UT BAB I - BAB V

Berdasarkan hasil pengamatan penulis di SD Negeri 007 Pamak bahwa

masih ada siswa yang belum mencapai nilai KKM pada mata pelajaran IPA.

Belum mencapai nilai 60 seperti yang ditetapkan sekolah dipengaruhi oleh

berbagai faktor, antara lain :

Penyajian materi dari guru yang mengajar IPA belum maksimal.

Minat belajar siswa yang masih rendah.

Motivasi belajar siswa yang kurang memadai.

Lingkungan belajar siswa kurang mendukung

Pemilihan metode mengajar yang kurang sesuai dengan materi yang

disajikan

Sarana dan prasarana belajar yang masih terbatas.

Dengan melihat hasil pembelajaran siswa di SDN 007 Pamak yang belum

maksimal dan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar IPA,

penulis lebih tertarik pada satu faktor saja. Penulis memusatkan perhatian pada

pemilihan metode mengajar dengan menyesuaikan materi pelajaran. Menyadari

dalam pelaksanaan pembelajaran setiap metode mengajar memiliki kekurangan

dan kelebihan masing-masing. Penggunaan metode mengajar tersebut hendaknya

disesuaikan dengan materi pembelajaran.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis terdorong untuk mengadakan

penelitian dengan judul “Meningkatkan Pemahaman Materi Menggolongkan

Hewan dengan Menggunakan Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas IV SDN

007 Pamak”.

3

Page 4: LPKP UT BAB I - BAB V

1.2 Rumusan Masalah

Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah; Apakah pemahaman siswa

kelas IV SD Negeri 007 Pamak pada materi penggolongan hewan akan lebih

ditingkatkan dengan menggunakan metode demonstrasi ?

1.3 Rencana Pemecahan

Dari perumasan masalah diatas, maka masalah-masalah tersebut dibatasi pada:

Hasil belajar siswa Kelas IV setelah mengikuti pembelajaran dengan

menggunakan metode demonstrasi.

a) Aktivitas siswa dan guru selama kegiatan pembelajaran dengan

menggunakan metode demonstrasi.

b) Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan

menggunakan metode demonstrasi.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, menemukan dan menganalisis

apakah pemahaman siswa dalam pembelajaran IPA akan lebih efektif apabila guru

menggunakan metode demonstrasi dalam proses pembelajaran.

1.5 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :

1. Siswa, dapat meningkatkan pemahaman konsep materi sehingga dapat

meningkatkan prestasi belajar.

4

Page 5: LPKP UT BAB I - BAB V

2. Guru, sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran pada proses

kegiatan belajar mengajar.

3. Sekolah, dapat memberikan informasi kepada pihak sekolah tentang

metode demonstrasi yang dapat dijadikan masukan serta bahan

pertimbangan untuk merumuskan strategi pembelajaran selanjutnya.

4. Peneliti, untuk menambah dan meningkatkan kualitas pengetahuan peneliti

tentang ilmu pendidikan yang dapat digunakan di kemudian hari. Terutama

dalam pemilihan metode, model dan media yang akan digunakan dalam

proses belajar mengajar.

5

Page 6: LPKP UT BAB I - BAB V

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Metode Demonstrasi

Seiring dengan perkembangan jaman, manusia dituntut agar semakin

dinamis dan peka terhadap perkembangan tersebut. Untuk meningkatkan

kepekaan dan kedinamisannya, manusia mulai berpikir dan mencoba untuk

membuat suatu terobosan diberbagai bidang. Sehingga pada akhirnya manusia

tidak menjadi korban perubahan jaman, tetapi mampu mengendalikan perubahan

tersebut untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Dan semua itu hanya

dapat dilakukan jika mempunyai bekal pendidikan dan pengetahuan.

Salah satu terobosan tersebut adalah dibidang pendidikan. Agar

kedepannya proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan memberi banyak

manfaat bagi kehidupan manusia, maka mulai muncul dan berkembang berbagai

metode Pembelajaran yang dikatakan dapat mempercepat penerimaan dan

pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan. Metode-metode

tersebut antara lain : metode demonstrasi

1. Pengertian Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu

peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan

agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau

tiruannya (Syaiful, 2008:210).

6

Page 7: LPKP UT BAB I - BAB V

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan

barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara

langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan

pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan” (Muhibbin Syah, 2000:22).

Sementara menurut Syaiful Bahri Djamarah, (2000:2) bahwa “metode

demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu

proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran”.

Menurut Syaiful (2008:210) metode demonstrasi ini lebih sesuai untuk

mengajarkan bahan-bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan-gerakan,

suatu proses maupun hal-hal yang bersifat rutin. Dengan metode demonstrasi

peserta didik berkesempatan mengembangkan kemampuan mengamati segala

benda yang sedang terlibat dalam proses serta dapat mengambil kesimpulan-

kesimpulan yang diharapkan.

Metode ini dilakukan oleh seorang guru. Akan lebih baik jika siswa ikut

berperan aktif dalam demonstrasi yang sedang berlangsung. Keefektifan

belajar dengan melakukan dan mencoba sendiri telah diakui orang sejak

zaman dahulu.

Terbatasnya waktu sekolah dan kemampuan masing-masing siswa

berbeda, tidak semua siswa dapat melakukannya sendiri. Oleh karena itu,

maka Metode Demonstrasi masih merupakan metode utama dalam proses

belajar-mengajar. Metode Demonstrasi biasanya dilakukan oleh guru dalam

hal berikut ini.

7

Page 8: LPKP UT BAB I - BAB V

Alat-alat yang digunakan adalah alat-alat yang rumit sehingga sulit bagi

siswa menggunakannya, memanipulasinya atau karena memakan waktu

yang terlampau lama.

Alat yang digunakan mudah rusak.

Alat yang akan digunakan jumlahnya lebih sedikit di-bandingkan jumlah

siswanya.

Percobaan yang akan dilakukan itu memerlukan ketelitian yang cukup

tinggi.

Ingin mengulangi prinsip-prinsip yang sudah diajarkan secara cepat.

Mengembangkan suatu pengertian yang berhubungan dan serangkaian

percobaan yang terkait satu sama lainnya.Percobaan yang tidak dapat atau

sukar untuk dipisah-pisahkan.

Demonstrasi tidak selalu harus dilakukan oleh guru. Siswa juga perlu

melakukannya sendiri, terutama percobaan yang mudah dan tidak memerlukan

suatu keterampilan yang tinggi dan khusus. Kegiatan ini sebaiknya harus

dalam pengawasan guru yang bersangkutan.

Metode ini juga dapat dilakukan secara bergantian antar siswa. Terutama,

bila dalam percobaan itu ada data-data yang harus diamati atau ada

pengukuran-pengukuran yang harus dilakukan. Guru menuliskan hasil

pegamatan itu di papan tulis, dan siswa dapat mengambil satu kesimpulan dari

hasil pengamatan tadi.

8

Page 9: LPKP UT BAB I - BAB V

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru sebelum dan

pada saat akan mengadakan demonstrasi.Demonstrasi itu harus dicoba terlebih

dulu sebelum dilakukan di depan kelas.

Jangan terlalu percaya kepada percobaan-percobaan demonstrasi yang

dituliskan dalam buku. Sering percobaan yang ditulis tidak sesuai dengan apa

yang dihasilkan apabila kita melakukannya sendiri. Oleh sebab itu, guru perlu

sekali untuk mencoba lebih dulu sebelum mendemonstrasikannya di depan

kelas.

Selain itu, mencoba terlebih dulu memberikan kesempatan bagi guru untuk

mengecek perlengkapan dan waktu yang diperlukan. Guru harus dapat

membuat para siswanya nyaman sehingga pada saat dilakukan percobaan

siswa dapat memahami proses percobaan dan cara menyusun data.

2. Langkah-langkah Metode Demonstrasi

Langkah-langkah metode demonstrasi adalah sebagai berikut :

1) Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukanRumuskan

tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi

berakhir.

Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan

dilakukan

Lakukan uji coba demonstrasi

9

Page 10: LPKP UT BAB I - BAB V

2) Tahap Pelaksanaan

a) langkah pembukaan. Sebelum demonstrasi dilakukan ada

beberapa hal yang harus dilakukan, di antaranya:

Aturlah tempat  duduk yang memungkinkan semua

siswa  dapat memperhatikan dengan jelas apa yang

didemonstrasikan.

Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh

siswa.

Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan

oleh siswa.

b) Langkah pelaksanaan demonstrasi:

Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan

yang merangsang siswa untuk berfikir,misalnya

melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung

teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik

memperhatikan demonstrasi.

Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan

menghindari suasana yang menegangkan.

Yakinkan bahwa semua  siswa mengikuti jalannya

demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh

siswa.

10

Page 11: LPKP UT BAB I - BAB V

Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif

memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang

dilihat dari proses demonstrasi itu.

c) Langkah mengakhiri demonstrasi. Apabila demonstrasi

selesai dilakukan proses pembelajaran perlu

dilakukan,proses pembelajaran perlu diahiri dengan

memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya

denagan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian

tujuanpembelajaran. Hal ini perlu dilakukan untuk

meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi

itu atau tidak.selain memberikan tugas yang relevan,ada

baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama

tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan

selanjutnya

3. Tujuan dan Prinsip Metode Demonstrasi

Tujuan pengajaran menggunakan metode demonstrasi adalah untuk

memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, cara

pencapaiannya dan kemudahan untuk dipahami oleh siswa dalam pengajaran

kelas. Metode demonstrasi mempunyai beberapa kelebihan dan kelekurangan.

Demonstrasi dilakukan di suatu tempat yang mudah dilihat oleh semua

siswa. Tempat untuk mengadakan demonstrasi juga patut diperhatikan.

Tempatnya dapat menampung semua siswa, dengan sirkulasi udara yang

11

Page 12: LPKP UT BAB I - BAB V

cukup, jika dilakukan di dalam ruangan. Tempat demonstrasi pun dapat dilihat

oleh semua siswa. Hal ini cukup penting, agar siswa dapat dengan jelas

mengetahui bagaimana proses berjalannya suatu demonstrasi dan memahami

apa yang didemonstrasikan di depan.

Alat peraga yang digunakan dibuat lebih menarik .Alat peraga yang

digunakan dibuat lebih unik dan menarik agar siswa lebih tertarik untuk

memperhatikan penjelasan guru dalam demonstrasi tersebut. Tetapi alat

peraga yang digunakan juga jangan sampai membuat siswa hanya

memperhatikan alat peraganya saja sehingga tidak fokus terhadap penjelasan

gurunya. Alat peraga dibuat dan digunakan untuk memberikan penjelasan

terhadap siswa sehingga siswa lebih mudah dalam memahami apa yang

disampaikan guru melalui alat peraga tersebut.

Tercapainya tujuanDengan melakukan tahapan yang telah dijelaskan

sebelumnya, diharapkan tujuan yang dibuat oleh guru akan tercapai. Sebuah

demonstrasi harus memiliki daya tarik yang cukup baik agar siswa lebih

tertarik dan bisa dimengerti. Demonstrasi yang baik adalah demostrasi yang

dapat menambah pengetahuan, membuat siswa lebih kritis sehingga timbul

minat siswa terhadap hal yang sedang didemokan oleh gurunya. Diharapkan

sebuah demonstrasi bukan hanya menjadi tontonan bagi siswa dengan

mengabaikan prinsip keilmiahannya, tetapi dapat menangkap maksud dan

tujuan yang ingin disampaikan guru melalui demo tersebut.

Dengan metode demonstrasi kita berarti menyampaikan sesuatu dan

berkomunikasi dengan orang lain,sehingga orang lain mengerti. Untuk itu

12

Page 13: LPKP UT BAB I - BAB V

diperlukan prinsip-prinsip. Berikut ini merupakan prinsip-prinsip metode

demonstrasi, antara lain :

1) Menciptakan hubungan yang baik  sehingga menarik perhatian muri

2) Usahakan lebiih jelas bagi orang yang sebelumnya tidak

memahaminya

3) Pikairkan pokok-pokok inti dari demonstrasi itu agar anak-anak benar-

benar memahaminya.

4) Demonstrasi dilaksanakan pada waktu yang tepat. Untuk

melaksanakan  demonstrasi,  guru  perlu  memperhitungkan /

menentukan waktu  yang  tepat  agar  demonstrasi  benar-benar

berjalan  lancar  tanpa  ada hambatan. Guru dan siswa memiliki

kesempatan yang luas untuk melaksanakan demonstrasi tanpa

terdesak oleh sesuatu hal.

4. Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi

Manfaat psikologis dari metode demonstrasi adalah : 

Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .

Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang

dipelajari. 

Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih

melekat dalam diri siswa. 

Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008:211) kelebihan dan kekurangan

metode demonstrasi adalah sebagai berikut :

13

Page 14: LPKP UT BAB I - BAB V

a) Kelebihan metode demonstrasi 

1) Perhatian siswa dapat dipusatkan pada hal-hal yang dianggap

penting oleh guru sehingg hal yang penting itu dapat diamati

secara teliti. Di samping itu, perhatian siswa pun lebih mudah

dipusatkan kepada proses belajar mengajar dan tidak kepada

yang lainya.

2) Dapat membimbing siswa ke arahberpikir yang sama dalam

satu saluran pikiran yang sama.

3) Ekonmis dalam jam pelajaran di sekolah dan ekonomis dalam

waktu yang panjang dapat diperlihatkan melalui demonstrasi

dengan waktu yang pendek.

4) Dapat mengurangi kesalahan-kesalahn bila dibandingkan

dengan hanya membaca atau mendengarkan, karena murid

mendapatkan gambaan yang jelas dari hasil pengamatannya.

5) Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak

memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.

6) Beberapa persoalan yang menimbulkan petanyaan atau

keraguan dapat diperjelas waktu proses demonstrasi.

b) Kekurangan metode demonstrasi

1) Derajat visibilitasnya kurang, peserta didik tidak dapat melihat

atau mengamati keseluruhan benda atau peristiwa yang

didemonstrasikan kadang-kadang terjadiperubahan yang tidak

terkontrol.

14

Page 15: LPKP UT BAB I - BAB V

2) Untuk mengadakan demonstrasi digunakan ala-alat yang

khusus, kadang-kadang alat itu susah didapat. Demonstrasi

merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang

didemonstrasikan tidak dapat diamati secara seksama.

3) Dalam mengadakan pengamatan terhadap hal-hal yang

didemonstrasikan diperlukan pemusatan perhatian. Dalam hal

ini banyak diabaikan leh peserta didik.

4) Tidak semua hal dapatdidemonstrasikan di kelas.

5) Memerlukan banyak waku sedangkan hasilnya kadang-kadang

sangat minimum.

6) Kadang-kadang hal yang didemonstrasikan di kelas akan

berbeda jika proses itu didemonstrasikan dalam situasi nyata

atau sebenarnya.

7) Agar demonstrasi mendapaptkan hasil yang baik diperlukan

ketekitian dan kesabaran.

Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran

akan lebih berkesan secra mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan

baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan apa yang

diperlihatkan selama pelajaran berlangsung.

Metode demonstrasi baik digunakan untuk mendapatkan gambaran yang

lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proes mengatur sesuatu,

proses membuat sesuatu, proses bekerjanya sesuatu proses mengerjakan atau

menggunakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu,

15

Page 16: LPKP UT BAB I - BAB V

membandingkan suatu cara engan cara lain dan untuk mengetahui atau melihat

kebenaran sesuatu. 

B. Pemahaman Materi

1. Pengertian Pemahaman

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pemahaman berasal dari

kata dasar paham, yang artinya pengertian, pengetahuan banyak, mengerti

benar, pandai dan mengerti sekali. Sedangakan pengertian dari pemahaman

adalah merupakan suatu proses, perbuatan memahami atau memahamkan

(KBBI; 2012)

2. Pengertian Materi

Materi adalah sesuatu yang menjadi bahan untuk diujikan, dipikirkan,

dibicarakan, dikarangkan. Berkaitan dengan proses pembelajaran, materi yang

dimaksudkan adalah bahan yang dipelajari dalam dunia pendidikan.

3. Pemahaman Materi dan Tolak Ukur Peningkatan Hasil Belajar

Pengertian pemahaman materi adalah suatu proses menuju

pengertian yang banyak pengetahuannya pada bahan pembelajaran yang harus

dipelajari. Dalam dunia pendidikan pemahaman materi pembelajaran mutlak

diperlukan untuk kelangsungan proses belajar mengajar sebagaimana

mestinya.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pemahaman Materi

Aktivitas belajar siswa tidak selamanya berlangsung wajar.

terkadang lancar dan terkadang tidak lancar, terkadang cepat menangkap apa

16

Page 17: LPKP UT BAB I - BAB V

yang dipelajari, terkadang terasa sulit untuk dipahami. Dalam hal

semangatpun terkadang tinggi dan terkadang sulit untuk dapat berkonsentrasi

dalam belajar. Demikian kenyataan yang sering dijumpai pada setiap siswa

dalam aktivitas belajar mengajar.

Setiap siswa memang tidak ada yang sama, perbedaan individual

inilah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan siswa,

sehingga menyebabkan perbedaan hasil belajarnya.

C. Penggolongan Hewan

Materi penggolongan hewan merupakan salah satu materi IPA di kelas IV

SD. Penggolongan hewan dimaksudkan agar peserta didik dapat mengetahui

berbagai jenis hewan yang memiliki kesamaan dan perbedaan dalam hal

bentuk tubuh, jenis makanan dan sebagainya. Dalam pembahasan ini lebih

banyak menjelaskan penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya.

Ada tiga jenis hewan yang menurut jenis makanannya yaitu herbivora

(pemakan tumbuhan), karnivora (pemakan daging) dan omnivora (pemakan

segalanya). Dengan demikian kita bisa mengetahui berbagai jenis hewan.

17

Page 18: LPKP UT BAB I - BAB V

BAB III

PELAKSANAAN PERBAIKAN

A. Subyek, Tempat, Waktu Penelitian, dan Pihak yang Membantu

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilakukan penulis di kelas IV (empat)

Sekolah Dasar Negeri 007 Pamak. Jadwal pelaksanaan perbaikan adalah sebagai

berikut:

No Hari / Tanggal Waktu Mata

Pelajaran

Kelas Guru

Pembimbing

1

Jumat

18 Oktober 201313.00 -14.10 IPA IV Aritawati, S.Pd.SD

2

Jumat

25 Oktober 201313.00 -14.10

IPA IV Aritawati, S.Pd.SD

B. Deskripsi Per Siklus

1. Rencana Penelitian

Rencana tindakan perbaikan ini adalah sebagai berikut:

a. Tahap Persiapan

Tahap-tahap persiapan adalah sebagai berikut:

1) Menetapkan jumlah siklus yaitu 2 siklus.

18

Page 19: LPKP UT BAB I - BAB V

2) Menetapkan dimulainya penelitian, yaitu minggu pertama Oktober

2013. Mengunpulkan data sampai dengan pelaksanaan perbaikan

mulai dari tanggal 18 Oktober 2013 hingga 25 Oktober 2013.

3) Pra Siklus, merupakan tahap pengumpulan data.

4) Siklus Pertama, merupakan perbaikan pertama dilaksanakan

dengan satu materi tentang penggolongan hewan pada mata

pelajaran IPA di kelas IV.

5) Siklus Kedua, merupakan perbaikan kedua yang dilaksanakan

masih dengan satu materi yang sama seperti siklus pertama yaitu

tentang penggolongan hewan pada mata pelajaran IPA di kelas IV.

b. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini tindakan yang dilakukan 2 siklus yaitu siklus

pertama dan siklus kedua adalah sebagai berikut:

1) Siklus Pertama

Proses pembelajaran pada perbaikan pertama dengan memberikan

appersepsi, tanya jawab, dan motivasi pada siswa sedangkan untuk

proses pada mata pelajaran IPA yaitu dengan menggunakan alat

peraga dan latihan soal.

1. Siklus kedua

Proses pembelajaran pada perbaikan kedua yaitu dengan

memberikan appersepsi, tanya jawab, dan memotivasi siswa

dengan memaksimalkan penerapan alat peraga yang melibatkan

19

Page 20: LPKP UT BAB I - BAB V

siswa serta latihan soal secara keseluruhan agar siswa lebih fokus

pada materi yang diajarkan. Hal ini dilakukan berdasarkan hasil

refleksi dari siklus pertama (pengumpulan data) dan siklus pertama

(perbaikan pertama).

2. Prosedur Pelaksanaan

Perbaikan pembelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah

sebagai berikut:

a. Prosedur Umum Mata Pelajaran IPA:

1) Menyampaikan Kompetensi Dasar, Indikator dan Tujuan

Pembelajaran.

2) Mengkondisikan siswa dalam situasi belajar

3) Melakukan Appersepsi

4) Melakukan tanya jawab untuk sampai ke materi dengan menggunakan

metode demonstrasi.

5) Melakukan pembahasan materi

6) Memberikan contoh

7) Mengadakan evaluasi

8) Memberikan tindak lanjut

b. Prosedur Khusus Mata Pelajaran IPA:

1) Guru memanggil beberapa orang siswa untuk ke depan kelas dan

menggunakan alat peraga untuk memahami dan memecahkan masalah

tentang menggolongkan hewan.

20

Page 21: LPKP UT BAB I - BAB V

2) Melakukan bimbingan untuk menyelesaikan masalah tentang soal

menggolongkan hewan.

3) Belajar melalui tutor sebaya.

4) Menggunakan metode yang bervariatif yaitu: ceramah, tanya jawab,

dan demonsrtasi.

3. Pengamatan dan Pengumpulan Data

Sebagai orientasi penyajian pembelajaran secara utuh dan benar bagi

peserta didik penulis telah menempuh berbagai langkah mulai dari kegiatan

awal yang memuat appersepsi dan motivasi dilanjutkan dengan proses

pembelajaran yang disajikan sedemikian rupa untuk menggali potensi yang

ada di dalam dirinya sehingga siswa menjadi pemeran utama di dalam proses

pembelajaran serta pengadaan sarana prasarana yang menjadi penunjang

dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan untuk pengumpulan

data baik itu melalui demonstrasi alat peraga maupun memberi kerja

kelompok. Data-data yang sudah didapat, dianalisis agar penulis dapat

mencari alasan, sebab akibat dan cara apa yang harus penulis lakukan untuk

mengatasi masalah dalam pembelajaran.

Data awal untuk penelitian tindakan kelas sebagai dasar untuk

penulis mengambil sebuah keputusan disesuaikan dengan hasil yang penulis

temui dalam pra siklus I. Mata pelajaran IPA hanya 10 orang siswa (34,48%)

yang tingkat penguasaan materinya di atas 60 yaitu 70, 9 orang siswa

21

Page 22: LPKP UT BAB I - BAB V

(31,04%) yang tingkat penguasaan materinya mencapai KKM sedangkan 10

siswa (34,48%) yang tingkat penguasaan materinya di bawah KKM pada

Kompetensi Dasar yang diperbaiki adalah 60.

Pada analisis data kegiatan pembelajaran di atas adalah pada tahap

observasi sebagai berikut:

a. Penyeleksian dan pengelompokkan .

b. Melakukan pemaparan dan pendeskripsian.

c. Menyimpulkan dan pemberian makna.

Pada tahap pertama data yang diperoleh akan direduksi dan

dikelompokkan untuk mencari masalah yang akan diangkat, membuat

pertanyaan untuk mencari jawaban dari penelitian yang dilakukan. Pada tahap

kedua data yang diperoleh akan didistribusikan kedalam bentuk tabel dan

grafik.

4. Refleksi

Pada tahap pertama data diseleksi dan difokuskan kemudian

direduksi untuk dapat dikelompokkan yang pada akahirnya akan disesuaikan

dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan dicari jawabannya di dalam

pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan.

Berdasarkan hasil observasi pada pra siklus, dimana pada tahap ini

baru tahap pengumpulan data yang selanjutnya dilakukan perbaikan pada

siklus pertama. Pada siklus ini dilakukan perbaikan pertama dimana penulis

merancang perbaikan pembelajaran untuk satu materi yaitu menggolongkan

22

Page 23: LPKP UT BAB I - BAB V

hewan pada mata pelajaran IPA di kelas IV untuk meningkatkan pemahaman

siswa yang masih di bawah nilai 60 (KKM) pada pra siklus.

Selanjutnya penulis melakukan perbaikan kedua (siklus II) untuk

satu materi yang sama yaitu menggolongkan hewan pada mata pelajaran IPA

di kelas IV. Hal ini bertujuan agar lebih meningkatkan lagi pemahaman siswa

dan nilai yang masih di bawah 60 (KKM) pada siklus I dengan

memaksimalkan alat peraga yang merupakan salah satu penerapan metode

demonstrasi.

23

Page 24: LPKP UT BAB I - BAB V

BAB IV

HASIL PERBAIKAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Persiklus

1. Hasil Pengolahan Data

Setelah dilaksanakan pengumpulan data dan perbaikan dalam

pembelajaran IPA khususnya pada materi Menggolongkan Hewan di kelas

IV SD Negeri 007 Pamak, penulis melakukan pengolahan data. Hasil

pengolahan data ditampilkan dalam bentuk tabel berikut ini:

No Nilai

Siklus I Siklus II

Banyak siswa

JumlahBanyak siswa

Jumlah

1 10 - - -  -

2 20 - - -  -

3 30 - - -  -

4 40 6 240 1 40 

5 50 - - - -

6 60 11 660 3 180

7 70 - - 1 70

8 80 8 640 8 640

9 90 - - 2 180

10 100 4 400 14 1400

Jumlah 29 1940 29 2510

Rata-rata 66,90   86,55 Tabel I : Hasil observasi terhadap siswa dalam evaluasi pada mata pelajaran

IPA siklus I dan siklus II

24

Page 25: LPKP UT BAB I - BAB V

Persentase hasil observasi terhadap evaluasi menurut kategori

nilai baik, sedang dan kurang dari siklus I dan siklus II untuk mata

pelajaran IPA ditampilkan dalam bentuk tabel berikut ini :

Tabel II: Siklus I Perbaikan Pertama pada Mata Pelajaran IPA

Tabel III:

Siklus II Perbaikan Kedua pada Mata Pelajaran IPA

25

No Kategori NilaiBanyak siswa

Persentase Ket

1 Baik > 60 12 41,38%

Siklus I2 Sedang 60 11 37,93%

3 Kurang < 60 6 20,69%

No Kategori NilaiBanyak siswa

Persentase Ket

1 Baik > 60 25 86,21%

Siklus II2 Sedang 60 3 10,34%

3 Kurang < 60 1 3,45%

Page 26: LPKP UT BAB I - BAB V

Perbandingan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I dan II dapat dilihat pada

diagram batang berikut ini:

BAIK SEDANG KURANG0

5

10

15

20

25

1211

6

25

3

1

SIKLUS ISIKLUS II

Gambar 1: Diagram Pencapaian Hasil Perbaikan Pembelajaran IPA

26

Page 27: LPKP UT BAB I - BAB V

NILAI IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 007 PAMAK

PROGRAM PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS I DAN II

No Nama Siswa Nilai KeteranganSiklus 1 Siklus 2

1234567891011121314151617181920212223242526272829

RENDI ASRIANDIDESCAUSAR CHAYAN. SDEVA PRATAMADIMAS ARIEF TIRTAGHINA ANANDAHAIKAL ALSIDIQDIAN RAHAYU PUTRILIDYA ASTINAWATYAISYAHSARI INDRIYANIMELISA ZURLIANIKARINA MAISYANUR MARDHATILAAJI DARMAWANGSAURI FEBERIYANIEKA PUSTIKA SAPUTRIDWI KURNIA WAHYUNIMELISA EKA PUTRIANGGRELIA DEVINAMUHAMMAD RISKYALEXANDER DENILOJOY JUWITA. PVINCENSIUS PANTERIUSRAMADHANWAHYUDIBAGUSTRI CAHYUDAANDIKAROZANA NURUL PUJIHA

4040

1006060806040608040

1006080

1008060808080

1006060806060404060

6070

10010090

1008080

10010080

1008080

10080

10010010080

1001001008090

100406060

JUMLAH1940 2510

RATA-RATA

66,90 86.55

27

Page 28: LPKP UT BAB I - BAB V

2. Hasil Temuan dan Refleksi

Hasil temuan dan refleksi perbaikan dan pembelajaran yang

dilakukan pada mata pelajaran matematika adalah sebagai berikut:

a. Siklus I

Berdasarkan data nilai yang diperoleh pada siklus pertama

untuk mata pelajaran IPA, bahwa dari jumlah siswa yang mengikuti

pembelajaran sebanyak 29 siswa; yang mendapat nilai 60 ke atas

adalah 12 orang siswa atau 41,38%. Yang memperoleh nilai 60

sebanyak 11 siswa atau 37,93%. Sedangkan yang memperoleh nilai di

bawah KKM sebanyak 6 siswa atau 20,69%. Pada siklus ini dapat

diambil kesimpulan bahwa penguasaan materi terhadap penyelesaian

materi Menggolongkan Hewan, masih tergolong kurang karena dari 29

siswa hanya 12 siswa yang dapat menyelesaikan soal latihan dengan

baik, karena itu perlu dilakukan tindakan pada Siklus II.

b. Siklus II

Data yang diperoleh untuk perbaikan di siklus II ini setelah

dirancang dengan menggunakan alat peraga dan dilakukan dengan

lebih variatif dan melibatkan siswa di dalamnya sehingga hasil yang

diperoleh dari perbaikan siklus II ini yang memperoleh nilai 70 ke atas

sebanyak 25 siswa atau 86,21%. Yang memperoleh nilai 60 hanya 3

siswa atau 10,34%. Sedangkan yang memperoleh nilai di bawah 50

28

Page 29: LPKP UT BAB I - BAB V

hanya 1 siswa atau 3,45% saja. Dari data tersebut dapat diambil

kesimpulan bahwa pada siklus kedua ini terjadi peningkatan. Dengan

demikian perbaikan pembelajaran untuk mata pelajaran IPA dengan

materi pokok Menggolongkan Hewan telah berhasil ditingkatkan

penguasaan materinya.

B. Pembahasan Setiap Siklus

Pembahasan dari setiap siklus untuk mata pelajaran IPA adalah

sebagai berikut:

1. Siklus I

Pada siklus ini nilai yang diambil sebagai data awal untuk

observasi dan membuat sebuah kesimpulan tentang masalah dari

pembelajaran yang sedang penulis hadapi serta mencari penyebab dengan

merumuskan masalah dengan bantuan teman sejawat terlihat peningkatan

hasil belajar yang diperoleh dari hasil belajar sebelumnya.

Setelah melakukan perbaikan pada Siklus I, terlihat ada

peningkatan yang signifikan dari 29 orang siswa yang mengikuti

pembelajaran, yang mendapat nilai 60 ke atas adalah 12 orang siswa atau

41,38%. Yang memperoleh nilai 60 sebanyak 11 siswa atau 37,93%.

Sedangkan yang memperoleh nilai di bawah KKM sebanyak 6 siswa atau

20,69%. Pada siklus ini dapat diambil kesimpulan bahwa penguasaan

materi terhadap penyelesaian materi Menggolongkan Hewan, masih

tergolong kurang karena dari 29 siswa hanya 12 siswa yang dapat

29

Page 30: LPKP UT BAB I - BAB V

menyelesaikan soal latihan dengan baik, karena itu perlu dilakukan

tindakan pada Siklus II.

2. Siklus II

Berdasarkan hasil dari siklus pertama penulis merasa perlu

melanjutkan pada siklus berikutnya. Pada siklus kedua untuk proses

perbaikan penulis melibatkan siswa yang kurang aktif untuk lebih giat

dalam proses pembelajaran. Dengan melibatkan siswa yang lebih intensif

serta pembimbingan khusus bagi yang kurang nilainya, sehingga didapat

hasil pada siklus ini hanya 1 siswa saja yang belum menguasai materi.

30

Page 31: LPKP UT BAB I - BAB V

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pelaksanaan perbaikan

pembelajaran IPA yaitu:

1. Guru berhasil meningkatkan pemahaman siswa pada materi yang

diajarkan dengan tujuan agar siswa menjadi sumber daya manusia

yang berkualitas.

2. Siswa diberi kesempatan untuk menjadi pemeran utama dalam proses

pembelajaran, menggali potensi dan pengetahuan mereka serta

mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin.

3. Suasana kelas yang menyenangkan serta pemberian motivasi

merupakan kegiatan awal siswa untuk dapat menerima pembelajaran

dengan baik.

4. Penggunaan metode dan alat peraga yang sesuai serta proses

pembelajaran yang baik merupakan cara untuk menciptakan

pembelajaran bermakna untuk siswa.

5. Siawa diberi latihan secara terus menerus sehingga lebih trampil dalam

menyelesaikan soal latihan pada mata pelajaran yang diberikan oleh

guru.

6. Memberikan penjelasan materi kepada siswa dengan menggunakan

bahasa yang sederhana agar mudah dipahami siswa.

31

Page 32: LPKP UT BAB I - BAB V

7. Memupuk keberanian siswa untuk maju ke depan kelas sebagai suatu

bentuk proses pembelajaran dan pengembangan mental.

8. Tanya jawab terhadap siswa akan membentuk pola berfikir kritis bagi

siswa itu sendiri.

9. Siswa akan merasa puas karena materi yang menjadi permasalahan

dapat terselesaikan dan memahami materi sehingga siswa mendapat

nilai yang baik.

10. Memajukan pola dan interaksi antara guru dan murid ke arah yang

lebih baik.

11. Memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang kurang menguasai

materi.

B. Saran dan Tindak Lanjut

Berdasarkan kesimpulan di atas, ada beberapa hal yang bisa

dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran baik itu

dibidang kognitif, afektif maupun psikomotor antara lain:

1. Mencantumkan pertanyaan-pertanyaan yang menggali pemahaman

siswa dalam rencana pembelajaran tentang materi yang akan

diajarkan.

2. Menggunakan media pembelajaran yang tepat.

3. Menggunakan metode yang sesuai.

4. Menciptakan proses pembelajaran dimana siswa aktif, kreatif dalam

mengeluarkan pendapat serta menggali rasa ingin tahu mereka.

32

Page 33: LPKP UT BAB I - BAB V

5. Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran.

6. Menyesuaikan bahan ajar dengan kemampuan siswa.

7. Memberikan latihan-latihan agar siswa lebih terampil dalam

menyelesaikan soal.

8. Melakukan pembelajaran yang bervariatf untuk mengurangi kebosanan

anak didik.

9. Diharapkan dengan rencana perbaikan pembelajaran ini penulis lebih

dapat mendalami dan memahami karakteristik anak dalam menyajikan

proses pembelajaran yang baik dan benar untuk meningkatkan mutu

pendidikan dimasa yang akan datang.

33