32
KONSEP DASAR PENDIDIKAN JASMANI

Konsep penjas

Embed Size (px)

DESCRIPTION

materi dari bapak dwi cahyo widodo

Citation preview

Page 1: Konsep penjas

KONSEP DASAR PENDIDIKAN JASMANI

Page 2: Konsep penjas

• Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan

• Tujuan pendidikan jasmani bukan aktivitas jasmani itu sendiri, tetapi untuk mengembangkan potensi siswa melalu aktivitas jasmani

• Pendidikan jasmani, yakni menunjuk proses pendidikan tentang aktivitas-aktivitas yang mengembangkan dan memelihara tubuh manusia

Page 3: Konsep penjas

A. HAKEKAT PENJAS• Istilah “Pendidikan” walaupun tidak asing dimasy bahkan

di kalangan akademisi ttp istilah tsb diartikan berbeda dari masa ke masa. Bisa diartikan: proses latihan, sejumlah pengalaman yg memungkinkan seseorang mendptkan pemahaman atau pengetahuan baru, dsb.

• John Dewey: pend sbg “rekonstruksi aneka pengalaman dan peristiwa yg dialami dlm kehidupan individu shg sgl sstu yg baru mjd lebih terarah dan bermakna.

• Filsafat modern menerapkan pd pendidikan jaman skrg lbh banyak menekankan pd pengemb individu secara total yg menekankan pd pengemb individu secara utuh.

Page 4: Konsep penjas

Keragaman Pandangan-pandangan Penjas:

1. Pandangan Tradisional

Menganggap bahwa Penjas hanya semata-mata mendidik jasmani atau sebagai pelengkap, penyeimbang, atau penyelaras pend rohani manusia. Penjas hanya sbg pelengkap saja.Di AS, pandangan dikotomi ini muncul pd akhir abad 19 (1885-1900), yg dipengaruhi oleh sistem Eropa, spt sistem Jerman dan Swedia; yang menekankan pd perkemb aspek fisik, kehalusan gerak, dan karakter peserta didik, dg gymnastik sbg medianya.

Page 5: Konsep penjas

Penjas lebih berperan sbg “medicine” (obat) drpd pendidikan. OKI para pengajar Penjas berlatarbelakang akademis kedokteran dasar, shg dlm merumuskan tujuan, program pelaks, dan penilaian mjd salah kaprah. Yaitu cenderung kpd upaya memperkuat badan, memperhebat ketr fisik yg mengabaikan kepentingan jasmani itu sendiri.

Page 6: Konsep penjas

2. Pandangan Modern (sering disbt Pandangan Holistik)Manusia bukan sesuatu yg terdiri dari bagian-bagian yg terpilah-pilah. Manusia adl kesatuan dr berbagai bagian yg terpadu. OKI Penjas tdk hanya berorientasi pd jasmani (satu komponen saja). Di AS dipelopori oleh Wood dilanjutkan Hetherington th 1910. Penjas dipengaruhi “progressive education” bahwa semua pendd hrs memberi kontribusi thd perkemb anak secara menyeluruh, dan penjas memp peranan yg sangat penting thd perkemb tsb.

Page 7: Konsep penjas

3. Pandangan IndonesiaPandangan holistik oleh Jawatan Pend Jas th 1960: “Penjas adl pend yg mengaktualisasikan potensi-potensi akt manusia berupa sikap, tindak, dan karya yg diberi bentuk isi, dan arah menuju kebulatan pribadi sesuai dg cita-cita kemanusiaan”.

Definisi yg relatif sama, oleh Pangrazi dan Dauer (1992) Penjas mrpk bagian dari program pend umum yg memberi kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, thd pertumb dan perkemb anak secara menyeluruh. Penjas didefinisikan sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yg tepat agar memiliki makna bagi anak.

Page 8: Konsep penjas

AK Ateng (1993) mengemukakan; Penjas mrpk bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani yg bertujuan mengembangkan secara organik, neuromuskuler, intelektual dan emosional.

Wall dan Murray (1994) mengemukakan lbh spesifik, “masa kanak-kanak adl masa yg sangat kompleks, dimana pikiran, perasaan, dan tindakannya selalu berubah-ubah. Oleh krn sifat anak-anak yg sll dinamis pd saat mereka tumbuh dan berkembang, maka perubahan satu element sering kali mempengaruhi perubahan pd element lainnya. Oleh krn itulah, adl anak scr keseluruhan yg hrs dididik, tdk hanya mendidik jasmani atau tubuhnya saja”.

Page 9: Konsep penjas

Menuruta BNSP Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik, kognitif, dan afektif setiap peserta didik.

Page 10: Konsep penjas

Oleh krn itu dpt dikatan bahwa PENJAS pada dasarnya mrpk pend melalui akt jasmani utk mencapai perkemb individu secara menyeluruh. Namun demikian, perolehan ketrp dan perkemb lain yg bersifat jasmaniah itu jg sekaligus sbg tujuan.

Melalui PENJAS peserta didik disosialisasikan ke dalam akt jasmani termasuk ketrp berolahraga. OKI tidak mengherankan apabila banyak yg menyakini dan mengatakan bahwa PENJAS mrpk bagian dari pend menyeluruh, dan sekaligus memiliki potensi yg strategis utk mendidik.

Page 11: Konsep penjas

B. RASIONAL

PENJASORKES mrpk bagian integrasi dari pend secara keseluruhan, bertujuan utk mengemb aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat, dan pengenalan lingkungan bersih melalui akt jasmani, olahraga dan kesehatan

Page 12: Konsep penjas

PENJASORKES mrpk media utk mendorong pertumbuhan fisik, perkemb psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yg bermuara utk merangsang pertumb dan perkemb kualitas fisik dan psikis yg seimbang.

Page 13: Konsep penjas

MAKNA OLAHRAGA

• Makna olahraga menurut ensiklopedia Indonesia adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. Sedangkan dalam Webster’s New Collegiate Dictonary (1980) yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan, dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat)

Page 14: Konsep penjas

• Menurut Cholik Mutohir olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.

Page 15: Konsep penjas

• Untuk penjelasan pengertian olahraga menurut Edward (1973) olahraga harus bergerak dari konsep bermain, games, dan sport. Ruang lingkup bermain mempunyai karakteristik antara lain; a. Terpisah dari rutinitas, b. Bebas, c. Tidak produktif, d. Menggunakan peraturan yang tidak baku. Ruang lingkup pada games mempunyai karakteristik; a. ada kompetisi, b. hasil ditentukan oleh keterampilan fisik, strategi, kesempatan. Sedangkan ruang lingkup sport; permainan yang dilembagakan.

Page 16: Konsep penjas

Perbedaan Penjas dan Olahraga

• Dalam memahami arti pendidikan jasmani, kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport),

• Bermain pada intinya adalah aktivitas yang digunakan sebagai hiburan. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak kompetitif, meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani, meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya.

Page 17: Konsep penjas

• Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi, yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional, olahraga melibatkan aktivitas kompetitif.

Page 18: Konsep penjas

• Di atas semua pengertian itu, olahraga adalah aktivitas kompetitif. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi, sehingga tanpa kompetisi itu, olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Bermain, karenanya pada satu saat menjadi olahraga, tetapi sebaliknya, olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain; karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya.

Page 19: Konsep penjas

• Bermain, olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan, dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan

• Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan, seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan

Page 20: Konsep penjas

Pendidilkan Jasmani Olahraga

Objek: Seluruh siswa Objek: Siswa yang berminat/berbakat dalam cabang olahraga

tertentu, calon atlet/atlet

Subjek:

Guru

Subjek:

Pelatih

Tujuan:

Untuk mencapai tujuan pendidikan

Tujuan:

Untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya

Materi:

Semua aktivitas fisik/gerak (termasuk olahraga)

Materi:

Cabang-cabang olahraga

Sasaran:

Aktivitas fisik/gerak sebagai alat

Sasaran:

Terkuasainya cabang olahraga tertentu/yang diminati

Sifat:

Wajib

Sifat:

Sukarela

Waktu pelaksanaan:

Intrakurikuler

Waktu pelaksanaan:

Ekstrakurikuler

PERBEDAAN PENJAS DAN OLAHRAGA

Page 21: Konsep penjas

Proporsi penjas dan olahraga di sekolah

Komponen Pendidikan Jasmani Sport (Olahraga)

Tujuan Pendidikan keseluruhan, kepribadian dan emosional

Kinerja motorik (motor performance/kinerja gerak untuk prestasi

MateriChild centered (sesuai dengan kebutuhan anak/individualized)

Subject centered (berpusat pada materi)

Teknik gerak Seluas gerak kehidupan sehari-hari Fungsional untuk cabang olahraga bersangkutan

Peraturan Disesuaikan dengan keperluan (tidak dibakukan)

Peraturannya baku (standar) agar dapat dipertandingkan

Anak yang lamban Harus diberi perhatian ekstra Ditinggalkan/untuk milih cabang olahraga lain

Talen Skating (TS)Untuk mengukur kemampuan awal Untuk cari atlit berbakat

LatihannyaMutilateral (latihan yang menyangkut semua otot) Spesifik

Partisipasi Wajib Bebas

Page 22: Konsep penjas

TUJUAN PENDIDIKAN JASMANI

Berdasarkan perkembangan pendidikan jasmani di negara-negara maju dan mempertimbangkan tantangan dan kebutuhan bangsa, Rusli Luthan dkk. (2000) menyusun rumusan tujuan umum pendidikan jasmani sebagai berikut:• Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani.• Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cintai damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis, dan agama.

Page 23: Konsep penjas

• Mengembangkan keterampilan dan kebiasaan untuk melindungi keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain.

• Menumbuhkan cara pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani dan pola hidup sehat.

• Menumbuhkan kebiasaan dan kemampuan untuk berpartisipasi aktif secara teratur dalam aktivitas fisik dan memahami manfaat dari keterlibatannya.

• Menumbuhkan kebiasaan untuk memanfaatkan dan mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.

Lanjutan ...Lanjutan ...

Page 24: Konsep penjas

• Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui pelaksanaan tugas-tugas ajar dalam pendidikan jasmani.

• Mengembangkan keterampilan untuk melakukan aktivitas jasmani dan olahraga, serta memahami alasan-alasan yang melandasi gerak dan kinerja.

• Menumbuhkan kecerdasan emosi dan penghargaan terhadap hak-hak asasi orang lain melalui pengamalan fair play dan sportivitas.

• Menumbuhkan self esteem sebagai landasan kepribadian melalui pengembangan kesadaran terhadap kemampuan dan pengendalian gerak tubuh.

Page 25: Konsep penjas

Berdasarkan KTSP tujuan Penjasorkes adalah:

• Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih.

• Meningkatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis yang lebih baik.

• Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.• Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui

internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahrgaga dan kesehatan.

Page 26: Konsep penjas

Lanjutan…• Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin,

bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis.

• Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.

• Memahami konsep aktivitas jasmani dan olehraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

Page 27: Konsep penjas

FUNGSI PENJASFungsi pendidikan jasmani Annarino, Cowell, and Hazelton (1980: 62-63) mengklasifikasikan ke dalam enam aspek, yaitu: (1) organik; (2) neuromuskuler; (3) perseptual; (4) kognitif; (5) sosial; dan (6) emosi.

Page 28: Konsep penjas

Kontribusi Nilai-nilai Aktivitas Fisik Terhadap Perkembangan Anak, menurut Gabbard, LeBlanc dan Lowy (1987: 5)

KOGNITIF:• Stimulus untuk berpikir (inkuiri, kreativitas)• Kemampuan Perseptual• Kesadaran Gerak• Penguatan akademik*)

Page 29: Konsep penjas

AFEKTIF:• Kesenangan• Konsep diri• Sosialisasi (Hubungan dengan teman sebaya) • Sikap• Apresiasi untuk aktivitas fisikPSIKOMOTOR :• Pertumbuhan biologis• Kesegaran, kesehatan dan yang berkaitan dengan

keterampilan• Efisiensi gerak

Page 30: Konsep penjas

Pelaksanaan kurikulum 2006, pendidikan jasmani di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA adalah mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Ruang lingkup penjasorkes meliputi tujuh aspek antara lain:• Permainan dan olahraga• Aktivitas ritmik• Aktivitas uji diri (senam)• Aktivitas pengembangan• Aktivitas air (akuatik)• Aktivitas di luar kelas (outdoor activity)• Pendidikan kesehatan.

Page 31: Konsep penjas

Materi Pokok Penjas di SD• Struktur materi Penjas dikemb dg menggunakan

model kurikulum kebugaran jasmani dan pend olahrga (Jewtt, Ennis, & Bain, 1995). Asumsi yg digunakan kedua model ini adl utk mencipatakan gaya hidup sehat dan aktif, maka manusia perlu memahami hakekat kebugaran jasmani dg menggunakan konsep latihan yg benar

• Utk TK s.d SD kelas 3 meliputi: Kesadaran akan tubuh dan gerakan, kecakapan gerak dasar, gerak ritmit, permainan, akuatik, senam, kebugaran jasmani dan pembentukan sikap dan perilaku.

Page 32: Konsep penjas

• Utk SD kelas 4 s.d 6 adl aktivitas pembentukan tubuh, permainan dan modifikasi olahraga, kecakapan hidup di alam bebas, dan kecakapan hidup personal (kebugaran jasmani serta pembentukan sikap dan perilaku)