Kedaulatan Rakyat 9 Maret 2014

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Text of Kedaulatan Rakyat 9 Maret 2014

YOGYA (KR) - Bidang ta-

nah di wilayah Mantrijeron

Yogyakarta yang disita Ko-

misi Pemberantasan Korup-

si (KPK) atas dugaan tindak

pidana pencucian uang oleh

Anas Urbaningrum hingga

kini belum dieksekusi. Ta-

nah seluas 7.670 m2 itu pun

masih dipenuhi alat peraga

kampanye sejumlah parpol

serta caleg.

Menurut Ketua RW 10

Mantrijeron Singgih Mar-

yanto, bidang tanah terse-

but atas nama mertua Anas,

KH Attabik Ali. Pada Jumat

(7/3) sore lalu, Singgih men-

dapat informasi terkait ren-

cana penyitaan tanah. "Ada

dua orang, mungkin dari

KPK. Hanya bilang, kapan-

kapan mau sowan untuk

memasang papan sita," tan-

dasnya, Sabtu (8/3).

Singgih menambahkan,

tanah berupa area lapang di

RT 34 RW 10 Mantrijeron

itu dibeli sekitar 3-5 tahun

lalu. Mertua Anas adalah

orang keempat sebagai pe-

milik sah. Pemilik pertama

Sigit, kemudian Patrick

Setiawan, Onggo Setiono

dan terakhir dibeli KH

Attabik Ali. "Saya dulu men-

jadi saksi di depan notaris

terkait jual belinya. Luas-

nya 1 ha dengan harga ka-

yaknya Rp 17 miliar. Tapi

tahun berapa saya lupa,"

imbuhnya.

Warga setempat juga se-

ring memanfaatkan tanah

tersebut guna berbagai ke-

giatan. Terutama aneka per-

lombaan dalam rangka HUT

Kemerdekaan RI tiap 17

Agustus. Sedangkan sehari-

hari, biasanya digunakan

untuk kegiatan olahraga

siswa SMP dan SMA Ali

Maksum. (R-9)-f

KUALALUMPUR (KR) -

Keberadaan pesawat Boeing

777-200 milik maskapai pe-

nerbangan Malaysia Airlines

hingga Sabtu (8/3) malam

masih misterius. Pesawat

bernomor penerbangan

MH370 itu hilang kontak 2

jam setelah tinggal landas

dari Bandara Internasional

Kuala Lumpur pada Sabtu

dini hari pukul 00:41 waktu

setempat. Sejumlah negara

bekerja sama mengerahkan

tim untuk melakukan opera-

si pencarian dan penyela-

matan.

Pesawat yang mengangkut

239 penumpang dan awak

itu dijadwalkan menempuh

perjalanan 3.700 kilometer

dan seharusnya mendarat di

Beijing Sabtu pagi pukul

06.30. Pihak berwenang

Malaysia dan Vietnam me-

ngatakan, pesawat terakhir

terdeteksi radar di atas pe-

rairan Laut China Selatan, di

wilayah antara Malaysia dan

Vietnam. CEO Malaysia

Airlines CEO Ahmad Jauhari

Yahya mengatakan, pesawat

terakhir kontak dengan

menara Air Traffic Control

(ATC) di Subang pukul 02.40

atau 2 jam setelah pesawat

berangkat. "Tidak ada in-

dikasi pilot telah mengir-

imkan sinyal marabahaya.

Ini menunjukkan apapun

yang menimpa pesawat ter-

jadi dengan sangat cepat,"

kata Yahya.

* Bersambung hal 11 kol 1

YOGYA (KR) - Margo Uto-

mo atau Jalan Keutamaan

merupakan tempat di mana

orang-orang utama berada.

Tempat di mana orang-orang

mampu lulus ujian hidup.

Harapan itu juga yang ingin

disampaikan dalam perge-

laran wayang kulit' Semar

Mbangun Khayangan' di ha-

laman SKH Kedaulatan

Rakyat, Sabtu (8/3).

"Khayangan di sini bukan

berarti membangun tempat

para dewa, tapi sebuah tem-

pat atau negara yang nya-

man, tenteram seperti di kha-

yangan," kata Dalang Ki Seno

Nugroho. Pergelaran wayang

kulit tersebut sebagai rasa

syukur sekaligus menandai

kembalinya penggunaan na-

ma Jalan Margo Utomo yang

sempat berganti nama menja-

di Jalan Pangeran Mang-

kubumi. Pergelaran wayang

kulit semalam suntuk terse-

but merupakan kerja sama

Pemkot Yogyakarta dengan

Kementerian Pemuda dan

Olahraga (Kemenpora)

* Bersambung hal 11 kol 4

http://www.krjogja.com.

Suara Hati Nurani Rakyat

SEMAR MBANGUN KHAYANGAN

Tandai Kembalinya Margo Utomo

l KOL TNI-AL (Purn) drImam Santoso Sp KJ, 70 th,

dokter jiwa pensiunan Rum-

kital "dr Ramelan" Surabaya,

8 Maret kemarin gowes de-

ngan teman-temannya, ambil

rute Yogya Pacitan Treng-

galek Tulungagung Kediri Pa-

re, finish di Surabaya. Hal ini

dilakukan dalam rangka me-

ngenang Serangan Oemoem

1 Maret dan napak tilas Jen-

dral Sudirman. Sugeng go-

wes Pak Kolonel!--(Kiriman:

dr Wildan, Poliklinik Jiwa RS

PKU Muhammadiyah Bantul,

Jalan Jendral Sudirman 124,

Bantul, DIY 55711)-b

BoedionoOleh Bakdi Soemanto

PAGI-PAGI pukul setengah enam, dari

luar terdengar seonggok kertas dilemparkan

dari pagar dan jatuh tepat di depan pintu

kandang Kjai Toerangga Seta, mobilnya

Mevrouw yang diangsur sejak dua tahun lalu. Monsieur

Rerasan yang sedang menikmati The Black Book, novel peme-

nang hadiah Nobel karangan Orhan Pamuk, novelis dari Turki,

segera keluar kamar studi dan memungut seonggok KR.

Tepat saat itu, saudara kembar dari Jepara: Yokanan dan

Yokiri muncul di pintu pagar. Melihat onggokan koran legenda-

ris itu, Yokanan segera masuk dan merebutnya. Yokiri me-

nyusul dan mengambil lipatan halaman lain. Iapun lari ke teras

dan duduk serta membaca.

"Hadhuh, hadhuh," Yokiri sesambat sambil tangannya

memegangi kepala.

Rerasan segera mrepegi, takut Yokiri akan pingsan, seperti

biasanya, kalau ketagihan lele mangutan. Setelah dekat, Yokiri

menunjukkan berita bahwa Wakil Presiden Boediono akan di-

panggil secara paksa oleh Timwas Century.

* Bersambung hal 11 kol 4

Minggu PahingHarian Pagi

24 Halaman

Harga Eceran Rp. 3.000

9 Maret 2014

7 Jumadilawal 1947

Tahun LXIX No. 158

@krjogjadotcom

Tanah Anas di Mantrijeron Rp 17 M

KR-Franz Boedisoekarnanto

Dirut KR dr Gun Nugroho Samawi menyerahkan tokohwayang Semar kepada Dalang Ki Seno Nugroho disak-sikan Ketua MPR RI dan Menpora serta Taufik Ridwan.

11

KR-Antara/M Agung Rajasa

Pengendara melintas di depan rumah Anas Urba-

ningrum di Duren Sawit Jakarta, Sabtu (8/3).

286 SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Sleman . . . 1,000,000.00 287 Masyarakat Dusun Dukuh, Desa Seloharjo

Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul . . . . 3,530,000.00 288 SD Pucung UPT PPD Imogiri . . . . . . . . . . . . . . 418,000.00 289 Keluarga Besar Alumni FH UII 88 Blimbingsari GK

V/26 Yogyakarta . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8,500,000.00 Jumlah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .Rp. 13,448,000.00

s/d 07 Maret 2014 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 406,970,100.00 s/d 08 Maret 2014 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 420,418,100.00

(Empat ratus dua puluh juta empat ratus delapan belas ribu seratus rupiah)

NO NAMA ALAMAT RUPIAH

ERUPSI Gunung Kelud membuat puluhan ribu warga sekitarmengungsi, meninggalkan harta bendanya. Untuk membantumeringankan beban saudara-saudara kita tersebut, KR membukadompet sumbangan pembaca. Sumbangan diharapkan berupauang, tak berbentuk barang. Diberikan di bagian keuangan SKHKR, Jl P Mangkubumi 42 Yogyakarta atau melalui rekening BankBRI Cabang Mlati, Yogyakarta No. 0409-01-000180-56-1 atas na-ma Dompet KR Peduli Bencana Gunung Kelud.

ANGGARAN TUNJANGAN PROFESI GURU

Rp 8,3 T Masih di Kas DaerahJAKARTA (KR) - Anggaran tunjangan profesi guru (TPG) Rp

8,3 triliun saat ini masih mandhek di kas daerah. Sebab ber-

dasarkan laporan, Kementerian Keuangan sudah mentransfer

uang TPG tersebut, tetapi masih banyak guru yang belum mene-

rima tunjangan profesi. Karena itu, Kemdikbud akan segera tu-

run tangan untuk menyelesaikan tunggakan tunjangan serti-

fikasi guru tersebut.

"Saat ini Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemdikbud bersama BP-

KP sedang melakukan audit terhadap tunggakan tunjangan pro-

fesi guru yang mengendap di kas daerah. Targetnya, akhir Maret

2014 hasil audit bisa diserahkan ke daerah dan atas hasil audit

tersebut selambatnya awal April kas daerah harus membayarkan

tunjangan profesi guru kepada yang berhak," kata Menteri Pen-

didikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh di Jakarta, Jumat

(7/3) sore.

Menurutnya, ada tiga jenis tunjangan yang akan disalurkan,

yakni tunjangan profesi guru non-PNS, tunjangan kualifikasi

guru yang melanjutkan pendidikan ke S1, dan tunjangan guru

daerah 3T. "Untuk tunjangan guru PNS, penyalurannya

menggunakan mekanisme transfer daerah. Kami selalu koordi-

nasi dengan kabupaten dan kota supaya di daerah juga bisa dise-

lesaikan," ujar Mendikbud.

Dikatakan, sejak 2013 lalu mekanisme penyaluran tunjangan

guru dibuat sistematis agar pencairan triwulan pertama bisa

tepat waktu di bulan Maret. Seluruh data saat ini sedang diveri-

fikasi untuk memastikan guru penerima tunjangan benar-benar

memenuhi persyaratan, termasuk persyaratan minimal 24 jam

mengajar. "Akhir Maret itu pula guru-guru sudah bisa lihat

melalui web kemdikbud, apakah tunjangannya sudah bisa dis-

alurkan atau belum," jelasnya. (Ati)-f

Terbit Sejak 27 September 1945

KR Yuwono