Kedaulatan Rakyat 6 Maret 2014

  • View
    2.321

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Text of Kedaulatan Rakyat 6 Maret 2014

  • 1. Kamis Wage 6 Maret 2014 4 Jumadilawal 1947 Tahun LXIX No. 155 http://www.krjogja.com Harian Pagi 24 Halaman Harga Eceran Rp. 3.000 Suara Hati Nurani Rakyat @krjogjadotcom Terbit Sejak 27 September 1945 BOYOLALI (KR) - Hujan deras yang mengguyur puncak Merapi, Rabu (5/3), mengakibatkan banjir lahar dingin di sepanjang sungai yang berhulu di kaki Merapi, seperti di Kali Apu Boyolali dan Kali Woro Klaten. Selain menghanyutkan pasir dan bebatuan, derasnya aliran mampu menghanyutkan, mobil, truk dan alat berat backhoe. Banjir akibat hujan di puncak Merapi mulai menerjang Kali Apu menyebabkan sebuah truk pengangkut pasir serta satu backhoe terseret dan baru ditemukan di Dam Klampahan, sekitar 20 kilometer dari lokasi. Sementara tiga mobil dan satu backhoe lainnya terjebak di tengah arus. Anggota Relawan Jalin Merapi, Mujiyanto ketika dihubungi KR, Rabu petang menjelaskan, banjir lahar dingin di Kali Apu meluap hinggga di atas jembatan penghubung Desa Tlogolele dan Desa Jrakah. Jalur transportasi terputus akibat material lahar dingin berupa batu-batu besar teronggok di atas Dam yang juga berfungsi sebagai jembatan. * Bersambung hal 7 kol 1 KR-Thoha Bagian alat berat yang hanyut terbawa banjir terdampar di atas bangunan Dam Klampahan. JADI TERSANGKA PENCUCIAN UANG Anas Terancam Dimiskinkan HARI-HARI terakhir di bulan Februari 2014, kurs Rupiah terhadap US $ mengalami peningkatan yang cukup tinggi setelah mengalami pelemahan selama beberapa bulan di tahun 2013. Demikian pula dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia juga mengalami penguatan yang cukup signifikan. Kurs rupiah terhadap USD pada tahun 2012 stabil pada * Bersambung hal 7 kol 3 GUDANG AMUNISI TNI AL MELEDAK 87 Prajurit Terluka, 1 Meninggal JAKARTA (KR) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (AU) sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Penetapan status tersebut dilakukan KPK setelah melakukan pengembangan dari penyidikan kasus penerimaan hadiah atau janji dalam proyek Hambalang. Juru Bicara KPK Johan Budi SP membenarkan penetapan status tersangka TPPU kepada AU tersebut. "Namun, saya belum tahu sudah menyita aset milik AU atau belum," katanya di Jakarta, Rabu (5/3). Johan juga belum tahu mengenai apakah ada rekening yang sudah dibekukan atau belum. Namun penyidik telah menemukan dua alat bukti dan unsur yang memenuhi untuk menetapkan AU sebagai tersangka TPPU. Sebelumnya, penyidik telah melakukan pengembangan atas penyidikan kasus penerimaan hadiah atau janji da- lam proyek pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang Bogor dan proyek lain. Kini dengan ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPU, Anas dijerat dengan pasal 3 dan atau pasal 4 UU tentang TPPU tahun 2010. Selain itu, penyidik juga menjerat Anas dengan pasal 3 ayat 1 dan atau pasal 6 ayat 1 Undang- undang Pencucian Uang tahun 2002. Saat ini, ungkap Johan, KPK tengah melakukan penelusuran aset milik AU. "Jadi, aset tracing sedang dilakukan KPK. Namun, sampai saat ini belum ada aset yang disita," tutur Johan. KPK sebelumnya, telah menetapkan Anas sebagai tersangka dengan kasus gratifikasi. Pasalnya, dia disangka menerima hadiah atau janji dalam proyek Hambalang dan proyek-proyek lain. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Rabu (5/3) mengatakan, * Bersambung hal 7 kol 3 KR- Antara/Wahyu Putro A Salah satu bangunan yang rusak akibat ledakan di Markas Kopaska, Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/3). JAKARTA (KR) - Gudang penyimpanan amunisi milik Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut Gugus Tempur Kawasan Armada Barat, di Pondok Dayung Tanjung Priok, Jakarta Utara, meledak. Dalam peristiwa ini, satu orang prajurit yang tengah bertugas di lokasi itu meninggal, sementara 87 lainnya mengalami luka-luka dan kini dalam perawatan intensif di RS Angkatan Laut Dr Mintoharjo, Jakarta Pusat. Peristiwa ledakan yang juga merusak sejumlah bangunan di pusat pelatihan Kopaska itu, terjadi pada Rabu (5/3) pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Beberapa saksi mata mengatakan, ledakan terjadi hingga tiga kali dan terdengar * Bersambung hal 7 kol 1 Talut Vila Longsor, 1 Rumah Tertimbun ERUPSI Gunung Kelud membuat puluhan ribu warga sekitar mengungsi, meninggalkan harta bendanya. Untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita tersebut, KR membuka dompet sumbangan pembaca. Sumbangan diharapkan berupa uang, tak berbentuk barang. Diberikan di bagian keuangan SKH KR, Jl P Mangkubumi 42 Yogyakarta atau melalui rekening Bank BRI Cabang Mlati, Yogyakarta No. 0409-01-000180-56-1 atas nama Dompet KR Peduli Bencana Gunung Kelud. NO NAMA ALAMAT RUPIAH 261 Kopala "AMPTA" Yogyakarta . . . . . . . . . . . . 1,561,000.00 262 Bpk. Eko K Ambarukmo Residance B 6 Yogyakarta ....................... 200,000.00 263 SD Negeri Caturtunggal 7 Depok Sleman . 1,050,000.00 264 Nanik Yogyakarta . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 100,000.00 * Bersambung hal 7 kol 6 KARANGANYAR (KR) - Rumah milik Kidi (62), warga Tegalrejo RT 04/RW I Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu rusak berat dihantam longsoran talut vila, Rabu (5/3) pukul 12.15. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan belasan juta rupiah. Hingga saat ini, penghuni rumah terpaksa menempati bagian bangunan di bagian belakang rumah yang selamat dari musibah itu. Sedangkan bagian depan rumahnya tidak dapat ditempati, karena material longsor memenuhi teras dan ruang tamu. Batu dan tanah bangunan talut menjebol atap rumah Kidi saat dirinya dan keluarga keluar rumah. Selain merusak bangunan, longsoran talut vila yang terletak di atas rumah Kidi menimbun alat elektronik dan perabotan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aji Pratama Heru Kristanto kepada KR mengatakan, aparatnya langsung diterjunkan ke lo- kasi begitu mendapat informasi tersebut. Bersama dengan warga dan anggota Polsek Tawangmangu, tim melaku- kan gerak cepat membersihkan longsoran. Pemicu longsor adalah struktur * Bersambung hal 7 kol 3 KR-Abdul Alim.MZ Rumah Kidi hancur tertimbun longsor talut vila di Tawangmangu. q KALAU kita naik kapal Pelni, misalnya dari Surabaya ke Makassar, maka suasana kapal tersebut mirip di sebuah kampung. Ada rumah bagus, yaitu kamar kelas 1, 2 dan 3. Ada kampung padat penduduk letaknya di dek. Satpamnya ada. Pencuri pun ada. Bila kita ke kamar mandi umum, dan celana yang kita pakai kita sampirkan di pintu, dompet yang ada di kantong bisa lenyap. Masjidnya juga ada. Tempat pengimamannya kalau berangkat dan pulang berbeda, karena kalau berangkat kiblatnya searah dengan buritan, kalau pulang kiblatnya searah dengan haluan.--(Kiriman: Johan Wijayanto, Warungboto UH IV 779, Yogya)-b
  • 2. KAMIS WAGE 6 MARET 2014 (4 JUMADILAWAL 1947) KOTAYOGYA KEDAULATAN RAKYAT HALAMAN 2 MULAI MASUK MUSIM PANCAROBA SILPA DIPREDIKSI RP 303 M Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Mei Anggaran Cair, Kegiatan Pemkot Normal YOGYA (KR) - Sebagian wilayah di DIY kini mulai masuk musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Perubahan cuaca secara esktrem harus diwaspadai. Terutama angin kencang yang disertai hujan deras dalam tempo singkat. Menurut Kasie Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, Tony Agus Wijaya, pancaroba tersebut diawali dari wilayah Bantul serta Kulonprogo bagian selatan. "Secara bertahap akan bergeser ke utara. Paling akhir Sleman utara. Mulai awal Maret ini hingga pertengahan Mei mendatang," paparnya, Rabu (5/3). Oleh karena itu, awal musim kemarau nantinya juga bervariasi antar daerah. Sedangkan selama pancaroba, cuaca dalam satu hari akan berubahubah. Pagi dan siang hari biasanya terik, kemudian mendekati sore muncul mendung dan turun hujan intensitas deras. Pergantian cuaca dari terik ke mendung yang cukup cepat, imbuh Tony, memicu terjadinya angin kencang. Potensi angin kencang tersebut bisa mencapai 65 kilometer perjam. Bahkan tidak menutup kemungkinan dapat terjadi angin puting beliung serta petir. "Yang perlu diwaspadai adalah potensi angin kencang serta puting beliung itu," tandasnya. Meski masih ada hujan, namun kapasitasnya sudah mulai berkurang. Intensitasnya antara 50 hingga 100 milimeter perdasarian. Tapi karena hujan yang turun berlangsung singkat, maka tergolong lebat. Sementara kesiagaan menghadapi musim pancaroba, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta turut mewaspadai pohon tumbang. Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Agus Winarto mengaku, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH). Sebelum musim penghujan, kegiatan pemangkasan pohon yang dinilai rawan tumbang juga sudah dilakukan. "Kami imbau agar masyarakat tidak berada di sekitar pohon rindang saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Meski upaya pemangkasan sudah maksimal, tapi potensi bencana tetap (R-9)-a ada," terangnya. YOGYA (KR) - Program kegiatan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akhirnya normal seiring dicairkannya APBD 2014. Selama dua bulan pada Januari dan Februari lalu, hanya kegiatan bersifat wajib dan mengikat yang bisa dijalankan. Kepastian pencairan anggaran ini diungkapkan Bendahara Umum Pemkot yang juga Kepala Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Yogyakarta, Kadri Renggono. Menurutnya, Perwal penjabaran anggaran sudah diselesaikan per Senin (3/3) lalu. Kemudian Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di masing-masing SPKD juga sudah rampung. "Sejauh dokumen lengkap, maka anggaran langsung kami cairkan," tandasnya, Rabu (5/3). Tersendatnya APBD 2014 kali ini bun- tut dinamika pembahasan bersama dewan. Hal itu menjadi evaluasi Pemkot agar tahun depan tidak kembali terulang. Pasalnya, keterlambatan anggaran berdampak pada molornya perencanaan kegiatan