of 32 /32
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Nama sekolah : SMK PASUNDAN 3 Bandung Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : XI / 2 Jumlah Pertemuan : 2x45 menit/ 1x pertemuan Aspek : Berbicara I. Standar Kompetensi 2. Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Madya ll. KompetensiDasar 2.8 Bercakap-cakap secara sopan dengan mitra bicara dalam konteks bekerja. lll. Indikator a. Menggunakan kata atau ungkapan dalam memulai atau mengakhiri pembicaraan secara tepat dan santun b. Mengalihkan topik pembicaraan secara halus c. Menyatakan pendapat yang berbeda tanpa menimbulkan konflik secara halus dan santun lV.Tujuan Pembelajaran Melalui metode Cooperative Learning siswa mampu: a. Menentukan ungkapan dan bahasa yang tepat sesuai dengan konteks bekerja b. Menerapkan bentuk bahasa baku dalam berkomunikasi sesuai dengan konteks baik formal maupun non-formal c. Menyesuaikan bentuk percakapan sesuai dengan keperluan baik mengajukan pertanyaan, pernyataan, tanggapan, dan penghargaan dengan tepat

KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Embed Size (px)

Text of KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Page 1: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

Nama sekolah : SMK PASUNDAN 3 Bandung

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : XI / 2

Jumlah Pertemuan : 2x45 menit/ 1x pertemuan

Aspek : Berbicara

I. Standar Kompetensi

2. Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Madya

ll. KompetensiDasar

2.8 Bercakap-cakap secara sopan dengan mitra bicara dalam konteks bekerja.

lll. Indikator

a. Menggunakan kata atau ungkapan dalam memulai atau mengakhiri pembicaraan

secara tepat dan santun

b. Mengalihkan topik pembicaraan secara halus

c. Menyatakan pendapat yang berbeda tanpa menimbulkan konflik secara halus dan

santun

lV.Tujuan Pembelajaran

Melalui metode Cooperative Learning siswa mampu:

a. Menentukan ungkapan dan bahasa yang tepat sesuai dengan konteks bekerja

b. Menerapkan bentuk bahasa baku dalam berkomunikasi sesuai dengan konteks baik

formal maupun non-formal

c. Menyesuaikan bentuk percakapan sesuai dengan keperluan baik mengajukan

pertanyaan, pernyataan, tanggapan, dan penghargaan dengan tepat

V. PBKB

• Disiplin

• Jujur

• Kerja sama

• Demokratis

• Kreatif

Page 2: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Vl. Materi ajar

1. Pilihan Kata atau Ungkapan untuk Memulai Percakapan

Proses penyampaian bahasa Indonesia dalam berkomunikasi secara lisan dapat dilakukan

dalam dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung maksudnya

berhadapan atau bertatap muka dengan mitra bicara dan tidak langsung ialah dengan

menggunakan sarana seperti telepon atau media komunikasi yang lainnya. Apa pun caranya,

yang jelas setiap proses komunikasi dilakukan dengan tujuan agar pesan yang disampaikan

dapat dipahami oleh kedua pihak sehingga terjadi hasil yang efektif dan memuaskan. Agar

dapat terjadi hubungan komunikasi timbal balik yang sesuai dengan tujuan komunikasi,

segala hal yang berkaitan dengan proses komunikasi harus diperhatikan. Unsur utama dalam

komunikasi adalah bagaimana seseorang dapat menggunakan bahasa yang baik dan tepat.

Selain itu, perlu dipertimbangkan pula aspek situasi, waktu, tempat, dan hubungan pembicara

mitra atau kawan bicaranya, misalnya, saat membuka percakapan, saat menyampaikan pesan,

dan ketika akan menutup pembicaraan. Hal ini biasanya memengaruhi pilihan kata dan

ungkapan yang digunakan dalam percakapan.

Untuk memulai percakapan dalam situasi formal biasanya menggunakan ungkapan sebagai

berikut.

a. Selamat pagi.

b. Selamat siang.

c. Selamat malam.

d. Assalamu’alaikum pemirsa di mana saja Anda berada.

e. Salam sejahtera bagi kita semua.

f. Selamat malam para pendengar radio.

g. Selamat datang.

Atau ucapan pembuka dengan sapaan:

a. Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu serta hadirin ... selamat malam.

b. Para tamu undangan yang kami muliakan.

c. Assalamu ‘alaikum, Saudara-saudaraku ....

d. Yang terhormat dewan guru ....

e. Yang saya hormati Kepala Sekolah ....

f. Teman-teman yang saya cintai, selamat pagi ....

Page 3: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Ungkapan pembuka lewat telepon dalam ragam formal:

a. Assalamu’alaikum…

b. Selamat pagi. Bisa bicara dengan… saya dari…

c. Selamat sore, ada yang bisa saya bantu?

d. Halo, selamat siang…

e. Selamat pagi. Saya Ahmad. Bisa bicara dengan...

f. Wa’alaikum salam, Yayasan Restu Ibu, ada yang bisa kami bantu?

g. PT. Rahmat, Assalamu’alaikum, ada yang bisa dibantu?

h. Cafe Halal, Selamat Malam...

i. Selamat sore. Maaf mengganggu, bisa bicara dengan...

Ungkapan atau salam pembuka pada percakapan di telepon dalam situasi nonformal:

a. Halo, gimana kabarnya?

b. Halo, Rahmatnya ada?

c. Halo, ada Wiwin, Bu?

d. Halo, Pak. Bisa dengan Zulkifli?

2. Salam dan Ungkapan dalam Mengakhiri Percakapan

Ketika akan mengakhiri percakapan biasanya seseorang akan menegaskan kembali hal-hal

pokok yang berkaitan dengan materi pembicaraan yang dianggap penting untuk diingat atau

dilakukan kepada kawan bicaranya. Selanjutnya baru menyampaikan ucapan penutup

pembicaraan. Saat akan mengakhiri percakapan, biasanya pembicara mengucapkan hal-hal

seperti di bawah ini.

a. Menegaskan kembali yang hal penting dari apa yang telah dibicarakan agar

tetap diingat atau tak lupa untuk dilakukan.

Dalam situasi formal

Contoh:

1. Baiklah, jangan lupa datang di acara wisudaku.

2. Baiklah pemirsa di rumah, jika ada saran dan kritik, kirimkan ke ...

3. Jadi, jangan sampai lupa rencana kita.

4. Baiklah, sampai bertemu besok di rapat.

5. Sebelum mengakhiri diskusi ini, saya ingatkan kembali ....

Page 4: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Dalam situasi nonformal

Contoh:

1. Oke, jangan lupa besok ketemu ....

2. Udah dulu, ya, pokoknya besok ....

3. Oke, jadi, kan besok?

4. Sampai minggu depan, ingat kita masih ada urusan

5. Sip deh, jadi kita besok berangkat ....

b. Mengucapkan terima kasih

Dalam situasi formal

Contoh:

1. Atas perhatian Bapak dan Ibu sekalian, kami mengucapkan terima kasih.

2. Terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

3. Terima kasih atas kesedian waktunya.

4. Terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan.

5. Terima kasih untuk pesan-pesannya.

Dalam situasi nonformal

Contoh:

a. Makasih banyak!

b. Makasih, ya!

c. Trims, yuk!

d. Thanks sudah mau kasih saran!

c. Permintaan maaf

Dalam situasi formal

Contoh:

1. Kami mohon maaf jika ada pelayanan yang tak berkenan.

2. Sebelumnya kami mohon maaf bila tak berkenan ....

3. Mohon maaf atas keterlambatan ....

4. Mohon dibukakan pintu maaf jika ada kesalahan ucapan ....

Dalam situasi nonformal

Contoh:

1. Maaf, ya, kalau ada salah ucap.

2. Maafin ya, kalau ada salah kata.

3. Maaf, ya!

Page 5: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

d. Ungkapan perpisahan serta harapan

Dalam situasi formal

Contoh:

1. Selamat jalan semoga sampai ditujuan.

2. Semoga berhasil, sampai jumpa.

3. Selamat berpisah, semoga kita bertemu lagi.

4. Sampai berjumpa dalam kesempatan yang lain.

5. Sampai di sini dulu pertemuan kita, semoga sukses.

Ucapan perpisahan nonformal

Contoh:

1. Dadagh ...

2. Bye ...

3. Goodbye ..

4. Sampai nanti,ya ..

5. Dah, yuk!

6. Sampai nanti, ya!

7. Salam buat keluarga, ya!

e. Menutup percakapan dengan salam penutup. Salam penutup biasanya

disesuaikan dengan salam pembuka atau berdasarkan waktu.

Dalam situasi formal

Contoh:

1. Assalamu’alaikum.

2. Selamat malam.

3. Selamat siang.

Salam penutup dalam situasi nonformal

Contoh:

1. Met malam!

2. Malam.

3. Assalamu’alaikum.

4. Siang.

Page 6: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

3. Mengalihkan Topik Pembicaraan secara Halus

Dalam suatu percakapan baik formal, semi formal, maupun nonformal, pengalihan

pembicaraan ke topik lain biasa terjadi. Hal ini bisa diakibatkan karena adanya keterkaitan

antara satu masalah terhadap masalah lainnya atau satu topik terhadap topik lainnya. Dalam

suatu pembicaraan, pengembangan gagasan atau meluasnya pembicaraan kepada pokok

pembicaraan yang lain masih dianggap wajar jika tetap pada pokok persoalan yang sedang

dibahas. Proses pengalihan topik pembicaraan bisa disadari dan juga tidak disadari. Jika

memang harus dilakukan, pengalihan topik dapat dilakukan secara halus dan santun agar tak

mengganggu kenyamanan proses percakapan yang tengah berlangsung. Pengalihan topik

dapat dilakukan dengan ungkapan berikut.

1. Mungkin ada kaitannya dengan ....

2. Mungkin menyimpang sedikit, tapi ....

3. Bagaimana menurut Anda mengenai faktor lain seperti ....

4. Maaf, saya dengar Ibu suka juga pada ....

5. Bagaimana jika kita meninjau sisi lain misalnya ....

6. Persoalan ini berkaitan juga dengan masalah...

Dalam situasi nonformal, pengalihan topik pembicaraan dapat dilakukan dengan menyatakan

ungkapan:

1. Saya dengar Bapak bisa melakukan hal lain, seperti ....

2. Wah, makin seru kalau kita bicara soal ....

3. Boleh tau pandangan Ibu tentang ....

Pengalihan topik dalam suatu diskusi bisa saja menyimpang dari pokok persoalan semula.

Hal ini tidak boleh dibiarkan. Jika anda moderator, anda harus bisa mengembalikan

pembicaraan yang menyimpang tersebut kembali pada topik pembicaraan yang sebenarnya,

dengan mengucapkan:

1. Maaf, pertanyaan langsung ke pokok permasalahan.

2. Pertanyaan agar terfokus pada topik pembicaraan ....

3. Saya ingatkan kembali bahwa topik pembicaraan kita adalah ....

Page 7: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

4. Menggungkapkan Perbedaan Pendapat secara Halus

Perbedaan pendapat di antara pembicara baik pada forum diskusi atau situasi semiformal

sudah biasa terjadi. Masing-masing orang memiliki pandangan atau pemikirannya sendiri.

Tetapi, perbedaan pendapat itu tak boleh menjadi pemicu konflik. Perbedaan pendapat dapat

semakin memberi wawasan yang lebih luas tentang suatu pokok permasalahan. Segala unsur

yang berbeda dicarikan sudut persamaannya atau disinergikan untuk mengarah pada satu

kesimpulan atau penyelesaian. Bukan hanya itu saja, setiap perbedaan pendapat harus

dihormati dan disikapi secara santun.Ungkapan itu bukan saja dapat menyinggung mitra

bicara, tetapi juga bisa merendahkan harga diri orang.

Menyampaikan pendapat yang berbeda atau menyanggah pendapat orang lain yang berbeda

dengan pendapat kita dapat dilakukan secara halus dengan mempertimbangkan hal-hal

berikut.

a. Nyatakan permohonan “maaf” dahulu.

b. Berikan kesan mendukung gagasan yang akan disanggah sebelum

menyertakan kekurangannya.

c. Ungkapkan kekurangan dengan perkataan yang halus seperti, “kurang”atau

“belum,” bukan kata-kata “tidak”.

d. Ungkapkan kekurangan pendapat mitra bicara dengan alasan yang logis.

Page 8: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Vll. Metode, Model dan Teknik Pembelajaran

1. Metode : Cooperative Learning

2. Model : Pembelajaran Kooperatif

3. Teknik : Collaborative Learning Groups

VIII. KegiatanPembelajaran

Langkah-langkah PembelajaranAlokasiwaktu

Karakter yang Dikembangkan

A. Kegiatan Awal

1. Apersepsi

Guru dan siswa memulai pembelajaran dengan berdoa

terlebih dahulu

Guru melakukan ice breaking sambil mengabsen siswa

2. Motivasi

Siswa menyebutkan berbagai keadaan atau kondisi

dengan konteks berbahasanya

B. Kegiatan Inti

1. Eksplorasi

Siswa memberikan pernyataan singkat mengenai

berbagai jenis ungkapan dalam berbagai kondisi

Siswa menjawab pertanyaan tentang jenis-jenis

konteks percakapan formal

2. Elaborasi

Siswa menyebutkan beberapa bentuk situasi resmi

Siswa memaparkan sikap yang perlu dilakukan

dalam percakapan yang sesuai dengan konteks

Siswa membentuk kelompok kecil dalam satu kelas

Siswa menyimak media yang disediakan fasilitator

sebagai contoh awal percakapan sesuai dengan

konteks bekerja

Siswa melakukan percakapan dalam kelompoknya

sesuai dengan desain yang dibuat terlebih dahulu

Siswa menerapkan etika dan norma dalam konversasi

tersebut dengan bahasa yang efektif dan santun

10

menit

5 menit

10

menit

45

menit

Disiplin

Jujur, kreatif

Kreatif

Kerja sama

Demokratis

Kreatif

Disiplin

Page 9: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Langkah-langkah PembelajaranAlokasiwaktu

Karakter yang Dikembangkan

3. Konfirmasi

Siswa menyampaikan permasalahan dalam materi

pembelajaran

Guru dan siswa mendikusikan permasalahan dalam

materi tersebut

Guru bersama siswa bertanya-jawab meluruskan

kesalahan-pahaman dan memberikan penguatan

mengenai materi

C. Kegiatan Akhir

Siswa menyimpulkan materi pembelajaran dengan

bimbingan guru

Hasil pembelajaran dan keaktifan siswa diberikan

tanggapan oleh guru

Guru memberikan penguatan materi

Guru memberikan postest sebagai penutup materi pada

siswa

10

menit

10

menit

Disiplin

Demokratis

Kreatif

Jujur

Demokratis

IX. Prosedur Penilaian

Jenistes : teslisan dan tulisan

Bentuk tes : praktik dan uraian

Instrumen penilaian lisan

a. Menerapkan kalimat efektif dalam setiap percakapan formal dan atau

nonformal dengan santun.

b. Menggunakan kata, bentuk kata yang halus dalam memulai atau mengakhiri

pembicaraan, menyatakan pendapat, mengalihkan pembicaraan, dan lain-lain.

c. Melakukan percakapan dengan kelompok dengan menggunakan ungkapan

yang sesuai dengan konteks.

Instrumen penilaian tertulis

a. Pengertian konversasi

b. Perbedaan percakapan dalam situasi formal dan nonformal

c. Bentuk-bentuk ungkapan halus dalam menyatakan pendapat, mengalihkan

pembicaraan, hingga mengakhiri pembicaraan

Page 10: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

d. Sikap yang perlu dilakukan dalam percakapan sesuai konteks

Pedoman penskoran

Tes Lisan :

NO NAMA

ASPEK PENILAIAN PROSES

NILAIDisiplin Kreatif

Kerja

samaJujur

Demokrati

s

1 Bayu 3 3 2 1 211:5=2.2

(cukup)

2 Tasya 3 3 3 3 315:5= 3

(baik)

Keterangan: 3 = baik

2 = cukup

1 = kurang

Tes Tulisan :

NO.

SOAL

ASPEK

PENILAIAN HASILBOBOT

SKOR

MAKSIMAL

SKOR

IDEAL

1 Pengertian konversasi 2 2 4

2 Perbedaan percakapan

dalam situasi formal

dan nonformal

2 2 4

3 Bentuk-bentuk

kalimat ucapan dalam

pembicaraan

3 3 4

4 Sikap yang perlu

dilakukan dalam

percakapan

3 3 4

Jumlah 10 10 20

Rentang nilai : 0-10

Nilai akhir : angka yang diperoleh x 10

Contoh Aspek Penilaian Hasil:

Page 11: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

NO. NAMA SISWA

1 Nova

2 Anti

3 Devia

4 Hasna

X. Sumberbelajardan media

Irman, Mokhamad. dkk. 2008. Bahasa Indonesia 2 : Untuk SMK/MAK Semua Program

Keahlian. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Mardia, Sukarta. dkk. 2006. Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan KTSP

Untuk SMK. Bandung: CV GITANISA

Media/alat:media cetak dan media audiovisual

Mengetahui, guru bahasa Indonesia Bandung, 3 Februari 2013

Dosen Luar Biasa Praktikan

Mila Marliani S. Pd DiniZakia

NPM 095030050

A. Pengantar

BAHAN AJAR

Bercakap-cakap secara sopan dengan mitra bicara dalam konteks bekerja

Page 12: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Dalam materi ini mempelajari tentang konversasi atau percakapan sebagai upaya untuk membantu peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar. Dalam uraian materinya membahas tentang pengertian konversasi dan bagian-bagiannya. Peserta didik pula dihadapkan pada kegiatan bercakap-cakap sehingga akan lebih mudah dalam memahami materi ajar.

B. Uraian Materi

1. Pengertian Konversasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konversasi atau bercakap-cakap mempunyai

arti berbincang-bincang, berbicara, beromong-omong. Bercakap-cakap adalah

perwujudan berbicara yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam

mengemukakan pendapat atau menyampaikan pesan atau sesuatu yang diungkapkan

secara bergantian. Berdasarkan situasinya, percakapan terdiri dari sifat formal dan

sifat nonformal.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sewaktubercakap-cakap.

1. Dengan siapa kita bercakap-cakap? Denganorang yang lebih tua, dengan orang

dewasa atauteman sebaya?

2. Dalam situasi apa? Formal? Sedih? Bahagia?

3. Apakah topik/tema yang diperbincangkan? Misalnya pelajaran sekolah, film,

peristiwa politik,dan sebagainya.

Norma-norma percakapan adalah aturan-aturanyang berlaku selama percakapan.

Berikut ini normanormayangharusdiperhatikan:

1. Bercakap-cakap/berbicara harus menggunakanbahasa yang santun, apalagi

percakapan dalamsituasi formal.

2. Berusaha mendengarkan percakapan mitra bicaradenganpenuhperhatian.Misalnya

dengan memberi tanggapan.

3. Tidak boleh memotong pembicaraan mitra bicara.

2. Pilihan Kata atau Ungkapan untuk Memulai Percakapan

Proses penyampaian bahasa Indonesia dalam berkomunikasi secaralisan dapat

dilakukan dalam dua cara, yaitu secara langsung dan tidaklangsung. Secara langsung

maksudnya berhadapan atau bertatap mukadengan mitra bicara dan tidak langsung

Page 13: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

ialah dengan menggunakan saranaseperti telepon atau media komunikasi yang lainnya.

Apa pun caranya,yang jelas setiap proses komunikasi dilakukan dengan tujuan agar

pesanyang disampaikan dapat dipahami oleh kedua pihak sehingga terjadi hasilyang

efektif dan memuaskan.Agar dapat terjadi hubungan komunikasi timbal balik yang

sesuaidengan tujuan komunikasi, segala hal yang berkaitan dengan proseskomunikasi

harus diperhatikan. Unsur utama dalam komunikasi adalahbagaimana seseorang dapat

menggunakan bahasa yang baik dan tepat. Selain itu, perlu dipertimbangkan pula

aspek situasi, waktu, tempat, danhubungan pembicara mitra atau kawan bicaranya,

misalnya, saat membukapercakapan, saat menyampaikan pesan, dan ketika akan

menutuppembicaraan. Hal ini biasanya memengaruhi pilihan kata dan ungkapanyang

digunakan dalam percakapan.

Untuk memulai percakapan dalam situasi formal biasanya menggunakanungkapan sebagai

berikut.

a. Selamat pagi.

b. Selamat siang.

c. Selamat malam.

d. Assalamu’alaikum pemirsa di mana saja Anda berada.

e. Salam sejahtera bagi kita semua.

f. Selamat malam para pendengar radio.

g. Selamat datang.

Atau ucapan pembuka dengan sapaan:

a. Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu serta hadirin ... selamat malam.

b. Para tamu undangan yang kami muliakan.

c. Assalamu ‘alaikum, Saudara-saudaraku ....

d. Yang terhormat dewan guru ....

e. Yang saya hormati Kepala Sekolah ....

f. Teman-teman yang saya cintai, selamat pagi ....

Ungkapan pembuka lewat telepon dalam ragam formal:

a. Assalamu’alaikum…

b. Selamat pagi. Bisa bicara dengan… saya dari…

c. Selamat sore, ada yang bisa saya bantu?

Page 14: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

d. Halo, selamat siang…

e. Selamat pagi. Saya Ahmad. Bisa bicara dengan...

f. Wa’alaikum salam, Yayasan Restu Ibu, ada yang bisa kami bantu?

g. PT. Rahmat, Assalamu’alaikum, ada yang bisa dibantu?

h. Cafe Halal, Selamat Malam...

i. Selamat sore. Maaf mengganggu, bisa bicara dengan...

Ungkapan atau salam pembuka pada percakapan di telepon dalamsituasi nonformal:

a. Halo, gimana kabarnya?

b. Halo, Rahmatnya ada?

c. Halo, ada Wiwin, Bu?

d. Halo, Pak. Bisa dengan Zulkifli?

3. Salam dan Ungkapan dalam Mengakhiri Percakapan

Ketika akan mengakhiri percakapan biasanya seseorang akanmenegaskan kembali hal-

hal pokok yang berkaitan dengan materipembicaraan yang dianggap penting untuk

diingat atau dilakukan kepadakawan bicaranya. Selanjutnya baru menyampaikan

ucapan penutup pembicaraan. Saat akan mengakhiri percakapan, biasanya pembicara

mengucapkanhal-hal seperti di bawah ini.

a. Menegaskan kembali yang hal penting dari apa yang telah dibicarakan

agar tetap diingat atau tak lupa untuk dilakukan.

Dalam situasi formal

Contoh:

1. Baiklah, jangan lupa datang di acara wisudaku.

2. Baiklah pemirsa di rumah, jika ada saran dan kritik, kirimkan ke ...

3. Jadi, jangan sampai lupa rencana kita.

4. Baiklah, sampai bertemu besok di rapat.

5. Sebelum mengakhiri diskusi ini, saya ingatkan kembali ....

Dalam situasi nonformal

Contoh:

1. Oke, jangan lupa besok ketemu ....

2. Udah dulu, ya, pokoknya besok ....

3. Oke, jadi, kan besok?

Page 15: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

4. Sampai minggu depan, ingat kita masih ada urusan

5. Sip deh, jadi kita besok berangkat ....

b. Mengucapkan terima kasih

Dalam situasi formal

Contoh:

1. Atas perhatian Bapak dan Ibu sekalian, kami mengucapkan terima kasih.

2. Terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

3. Terima kasih atas kesedian waktunya.

4. Terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan.

5. Terima kasih untuk pesan-pesannya.

Dalam situasi nonformal

Contoh:

a. Makasih banyak!

b. Makasih, ya!

c. Trims, yuk!

d. Thanks sudah mau kasih saran!

c. Permintaan maaf

Dalam situasi formal

Contoh:

1. Kami mohon maaf jika ada pelayanan yang tak berkenan.

2. Sebelumnya kami mohon maaf bila tak berkenan ....

3. Mohon maaf atas keterlambatan ....

4. Mohon dibukakan pintu maaf jika ada kesalahan ucapan ....

Dalam situasi nonformal

Contoh:

1. Maaf, ya, kalau ada salah ucap.

2. Maafin ya, kalau ada salah kata.

3. Maaf, ya!

d. Ungkapan perpisahan serta harapan

Dalam situasi formal

Contoh:

1. Selamat jalan semoga sampai ditujuan.

2. Semoga berhasil, sampai jumpa.

Page 16: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

3. Selamat berpisah, semoga kita bertemu lagi.

4. Sampai berjumpa dalam kesempatan yang lain.

5. Sampai di sini dulu pertemuan kita, semoga sukses.

Ucapan perpisahan nonformal

Contoh:

1. Dadagh ...

2. Bye ...

3. Goodbye ..

4. Sampai nanti,ya ..

5. Dah, yuk!

6. Sampai nanti, ya!

7. Salam buat keluarga, ya!

e. Menutup percakapan dengan salam penutup. Salam penutup biasanya

disesuaikan dengan salam pembuka atau berdasarkan waktu.

Dalam situasi formal

Contoh:

1. Assalamu’alaikum.

2. Selamat malam.

3. Selamat siang.

Salam penutup dalam situasi nonformal

Contoh:

1. Met malam!

2. Malam.

3. Assalamu’alaikum.

4. Siang.

Page 17: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

4. Mengalihkan Topik Pembicaraan secara Halus

Dalam suatu percakapan baik formal, semi formal, maupun nonformal,pengalihan

pembicaraan ke topik lain biasa terjadi. Hal ini bisa diakibatkankarena adanya

keterkaitan antara satu masalah terhadap masalah lainnyaatau satu topik terhadap

topik lainnya. Dalam suatu pembicaraan,pengembangan gagasan atau meluasnya

pembicaraan kepada pokokpembicaraan yang lain masih dianggap wajar jika tetap

pada pokokpersoalan yang sedang dibahas.Proses pengalihan topik pembicaraan bisa

disadari dan juga tidakdisadari. Jika memang harus dilakukan, pengalihan topik dapat

dilakukansecara halus dan santun agar tak mengganggu kenyamanan prosespercakapan

yang tengah berlangsung. Pengalihan topik dapat dilakukandengan ungkapan berikut.

1. Mungkin ada kaitannya dengan ....

2. Mungkin menyimpang sedikit, tapi ....

3. Bagaimana menurut Anda mengenai faktor lain seperti ....

4. Maaf, saya dengar Ibu suka juga pada ....

5. Bagaimana jika kita meninjau sisi lain misalnya ....

6. Persoalan ini berkaitan juga dengan masalah...

Dalam situasi nonformal, pengalihan topik pembicaraan dapatdilakukan dengan

menyatakan ungkapan:

1. Saya dengar Bapak bisa melakukan hal lain, seperti ....

2. Wah, makin seru kalau kita bicara soal ....

3. Boleh tau pandangan Ibu tentang ....

Pengalihan topik dalam suatu diskusi bisa saja menyimpang dari pokokpersoalan

semula. Hal ini tidak boleh dibiarkan. Jika anda moderator, anda harus bisa

mengembalikan pembicaraan yang menyimpang tersebutkembali pada topik

pembicaraan yang sebenarnya, dengan mengucapkan:

1. Maaf, pertanyaan langsung ke pokok permasalahan.

2. Pertanyaan agar terfokus pada topik pembicaraan ....

3. Saya ingatkan kembali bahwa topik pembicaraan kita adalah ....

5. Menggungkapkan Perbedaan Pendapat secara Halus

Page 18: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Perbedaan pendapat di antara pembicara baik pada forum diskusi atausituasi semiformal

sudah biasa terjadi. Masing-masing orang memiliki pandanganatau pemikirannya sendiri.

Tetapi, perbedaan pendapat itu tak bolehmenjadi pemicu konflik. Perbedaan pendapat

dapat semakin memberiwawasan yang lebih luas tentang suatu pokok permasalahan.

Segala unsur yang berbeda dicarikan sudutpersamaannya atau disinergikan untuk

mengarah pada satu kesimpulanatau penyelesaian. Bukan hanya itu saja, setiap perbedaan

pendapat harusdihormati dan disikapi secara santun.Ungkapan itu bukan saja dapat

menyinggung mitra bicara, tetapijuga bisa merendahkan harga diri orang.

Menyampaikan pendapat yang berbeda atau menyanggah pendapatorang lain yang

berbeda dengan pendapat kita dapat dilakukan secarahalus dengan mempertimbangkan

hal-hal berikut.

a. Nyatakan permohonan “maaf” dahulu.

b. Berikan kesan mendukung gagasan yang akan disanggah sebelum

menyertakan kekurangannya.

c. Ungkapkan kekurangan dengan perkataan yang halus seperti, “kurang” atau

“belum,” bukan kata-kata “tidak”.

d. Ungkapkan kekurangan pendapat mitra bicara dengan alasan yang logis.

Daftar Pustaka

Irman, Mokhamad. dkk. 2008. Bahasa Indonesia 2 : Untuk SMK/MAK Semua Program

Keahlian. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Mardia, Sukarta. dkk. 2006. Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan KTSP

Untuk SMK. Bandung: CV GITANISA

Page 19: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

LEMBAR PENILAIAN

Standar Kompetensi

2. Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara Tingkat Madya

Kompetensi Dasar2.8 Bercakap-cakap secara sopan dengan mitra bicara dalam konteks bekerja

Indikator Jengjang kognitif Jenis soal

a. Menggunakan kata

atau ungkapan dalam

memulai atau

mengakhiri

pembicaraan secara

tepat dan santun

b. Mengalihkan topik

pembicaraan secara

halus

c. Menyatakan pendapat

yang berbeda tanpa

menimbulkan konflik

secara halus dan

santun

C3

C3

C3

Teknik tes unjuk kerja

Bentuk produk tulisan

Kunci Jawaban :Jawaban sesuai dengan aspek yang dinilai.Pedoman Penentuan Skor:

NO NAMA

ASPEK PENILAIAN PROSES

NILAIDisiplin Kreatif

Kerja

samaJujur

Demokrati

s

1 Bayu 3 3 2 1 211:5=2.2

(cukup)

2 Tasya 3 3 3 3 315:5= 3

(baik)

Page 20: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Keterangan: 3 = baik

2 = cukup

1 = kurang

NO.

SOAL

ASPEK

PENILAIAN HASILBOBOT

SKOR

MAKSIMAL

SKOR

IDEAL

1 Pengertian konversasi 2 2 4

2 Perbedaan percakapan

dalam situasi formal

dan nonformal

2 2 4

3 Bentuk-bentuk

kalimat ucapan dalam

pembicaraan

3 3 4

4 Sikap yang perlu

dilakukan dalam

percakapan

3 3 4

Jumlah 10 10 20

Pedoman Penentuan Skor

Soal No. SKOR Kriteria

1

1 Pengertian konversasi menurut KBBI

2 Pengertian konversasi lengkap dengan fungsinya

Soal No. SKOR Kriteria

2 1 Perbedaan percakapan berdasarkan situasinya hanya melingkupi perbedaan pemakaian bahasa

2 Perbedaan percakapan berdasarkan situasinya melingkupi perbedaan pemakaian bahasa dengan penjelasan situasi konteksnya

Page 21: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Soal No. SKOR Kriteria

3 1 Bentuk-bentuk kalimat ucapan dalam pembicaraan tidak lengkap

2 Bentuk-bentuk kalimat ucapan dalam pembicaraan lengkap

3 Bentuk-bentuk kalimat ucapan dalam pembicaraan lengkap disertai jenis-jenis ungkapan pada setiap situasi dalam percakapan

Soal No. SKOR Kriteria

4 1 Sikap yang perlu dilakukan dalam percakapan dijelaskan dengan singkat

2 Sikap yang perlu dilakukan dalam percakapan dijelaskan dengan singkat namun jelas maksudnya

3 Sikap yang perlu dilakukan dalam percakapan dijelaskan berdasarkan situasi pembicaraan secara keseluruhan

Pedoman penilaian:Nilai = STS x SN

STI

Page 22: KD 2.8_RPP Bahasa Indonesia SMK XI

Lembar Kerja Siswa

Fasilitator akan memberikan media audiovisual sebagai contoh awal dalam materi

pembelajaran. Buatlah dialog dalam situasi formal tertentu dengan kelompok siswa yang

telah ditentukan. Praktikkan dialog tersebut di depan kelas.

Sebagai bukti ketersampaian kompetensi kerjakanlah latihan berikut!

Tes Formatif!

1. Apakah yang dimaksud dengan bercakap-cakap atau konversasi?

2. Jelaskan perbedaan bentuk percakapan dalam situasi formal dan nonformal!

3. Sebutkanlah bentuk-bentuk kalimat ucapan dalam pembicaraan!

4. Bagaimanakah sikap yang perlu dilakukan dalam percakapan?

Mengetahui, guru Bahasa Indonesia Bandung, 3 Februari 2013

Dosen Luar Biasa Praktikan

Mila Marliani S. Pd. Dini Zakia

NPM 095030050