24
KARYA ILMIAH Makalah ini Dibuat untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah BAHASA INDONESIA Oleh Kelompok 1: Annisa Prihandini Ansyari Lubis Adrian Dita Angraini Dona Paramita Dwi Adi Sartono Erna Budiarti (1141100485) (11411103110) (11411100533) (11411202880) (11411200424) (11411100073) (11411200081) Dosen Pengampu: H. Rushan, M.Pd JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM /1-H FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM R I A U 2014

Karya ilmiah

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Karya ilmiah

KARYA ILMIAH

Makalah ini Dibuat untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah BAHASA INDONESIA

Oleh Kelompok 1:

Annisa Prihandini

Ansyari Lubis Adrian

Dita Angraini Dona Paramita

Dwi Adi Sartono Erna Budiarti

(1141100485)

(11411103110) (11411100533)

(11411202880) (11411200424)

(11411100073) (11411200081)

Dosen Pengampu:

H. Rushan, M.Pd

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM /1-H FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SULTAN SYARIF KASIM R I A U

2014

Page 2: Karya ilmiah

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang Maha Pengasih dan

Penyayang, yang selalu membimbing hamba-Nya dengan penuh kasih dan cinta. Dialah

sesembahan semua yang berada di langit dan bumi. Dan kepada-Nya-lah semua yang ada

dialam semesta ini akan kembali.

Salawat dan salam (allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Ali Muhammad)

disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah

menjadi kajian sejarah yang mengandung contoh dan teladan yang baik bagi umat manusia

hingga akhir zaman.

Kepada tim penulis, penerbit dan semua pihak yang telah memungkinkan terbitnya

makalah ini, kami sampaikan terima kasih. Allah SWT jualah yang akan memberikan

balasannya. Penulis menyadari dalam makalah ini terdapat berbagai kesalahan dan

kekuarangan. Sehubungan dengan hal tersebut, kritik dan saran yang membangun dari

pembaca sangat dihargai demi kesempurnaan pada makalah berikutnya.

Akhirnya, hanya kepada Allah penulis bersyukur atas terselesainya makalah ini seta

menyerahkan diri kepada-Nya dan mohon ampun kepada-Nya atas segala kukurangan dan

kekhilafan yang terdapat didalamnya. Semoga makalah ini bermanfaat dan bisa menambah

wawasan serta pengetahuan pembaca.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Pekanbaru, 20 Nopember 2014

Penulis

Page 3: Karya ilmiah

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................. i

Daftar Isi .......................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1

A. Latar Belakang ..................................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ................................................................................................ 1

C. Tujuan Penulisan .................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................... 2

A. Pengertian Karya Ilmiah....................................................................................... 3

B. Ciri – Ciri Karya Ilmiah ....................................................................................... 4

C. Syarat – Syarat Penulisan Karya Ilmiah............................................................... 8

D. Sifat – Sifat Karya Ilmiah..................................................................................... 10

E. Jenis – Jensi Karya Ilmiah.................................................................................... 11

F. Manfaat Karya Ilmiah .......................................................................................... 15

G. Tahapan Penyusunan Karya Ilmiah...................................................................... 16

BAB III KESIMPULAN ............................................................................................... 20

Daftar Pustaka ................................................................................................................. 21

Page 4: Karya ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tulisan adalah suatu karya hasil dari kegiatan seseorang dalam rangka

mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk

diketahui dan dipahami isinya. Lima jenis tulisan yang umum dijumpai dalam keseharian

adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi .

Tulisan dibedakan menjadi 3 jenis yaitu karya tulis non-ilmiah (karya non ilmiah),

semi ilmiah dan ilmiah. Dalam makalah ini akan dipaparkan lebih jelas mengenai Tulisan

ilmiah. Tulisan Ilmiah adalah tulisan yang dibuat berdasarkan cara yang ilmiah, sistematis

dan memiliki ciri-ciri tertentu. Penjelasan mengenai bagaimana ciri tulisan ilmiah, apa saja

jenis tulisan yang termasuk tulisan ilmiah dan bagaimana cara penulisan tulisan ilmiah yang

baik dan benar, akan kami sampaikan didalam makalah ini.

B. RumusanMasalah

Berdasarkan latar belakang yang disampaikan pada paparan di atas, ada beberapa

permasaahan yang bisa diangkat, diantaranya :

1) Apa pengertian tulisan ilmiah?

2) Apakah ciri-ciri dari tulisan ilmiah?

3) Jenis-jenis tulisan/tulisan apa saja yang termasuk kategori tulisan ilmiah?

4) Syarat-syarat apa saja yang memenuhi kriteria tulisan ilmiah?

5) Apa saja unsur yang ada dalam tulisan ilmiah ?

6) Bagaimana cara penyusunan tulisan ilmiah yang baik dan benar?

C. Tujuan Penulisan

Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang disampaikan di atas, ada

beberapa tujuan yang ingin dicapai.

1) Memahami pengertian tulisan ilmiah.

2) Mengetahui ciri-ciri tulisan ilmiah.

3) Mengetahui jenis-jenis tulisan yang termasuk kategori tulisan ilmiah.

4) Mengetahui syarat-syarat yang terkandung dalam tulisan ilmiah.

5) Mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam tulisan ilmiah.

Page 5: Karya ilmiah

6) Mengetahui cara penyusunan tulisan ilmiah yang baik dan benar.

Page 6: Karya ilmiah

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Tulisan Ilmiah

Tulisan merupakan karya tulis yang dihasilkan dari kegiatan mengungkapkan

pemikiran dan menyampaikannya melalui media tulisan kepada orang lain untuk dipahami.

Sedangkan tulisan ilmiah (menurut Brotowidjoyo) adalah tulisan ilmu pengetahuan yang

menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.

Bentuk tulisan ilmiah dapat berupa makalah, usulan penelitian, skripsi, tesis, dan

disertasi. Sedangkan jenis tulisan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau

simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan

ilmuwan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tulisan ilmiah (scientific paper) adalah

laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah

dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang

dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan, dengan ciri-ciri : disusun menggunakan

bahasa ilmiah, topik yang disajikan berupa fakta, berisi gagasan ilmiah, didasarkan pada hasil

penyelidikan-penyelidikan (fakta-fakta ilmiah), dan topik disajikan secara deskriptif.

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu

pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Karya tulis

ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah.1 Pembahasan itu dilakukan

berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian,

baik penelitian lapangan, penelitian laboratorium atau pun kajian pustaka. Maka dalam

memaparkan dan menganalisis datanya harus berdasarkan pemikiran ilmiah. Pemikiran

ilmiah adalah pemikiran yang logis dan empiris.2 Logis artinya masuk akal, sedangkan

empiris adalah dibahas secara mendalam dan berdasarkan fakta yang dapat

dipertanggungjawabkan.

1 Totok Juroto dan Bambang Suprijadi, Menulis Artikel & Karya Ilmiah, (Bandung: Rosda,

2014), hal. 12. 2 Ibid., Hal. 13

Page 7: Karya ilmiah

Suatu karya tulis akan lebih bermakna bila dapat dibaca dan dipahami oleh orang lain

yang membacanya, serta bila mungkin dapat juga tersebar secara lebih meluas sesuai dengan

sasaran atau target audiencenya. Seseorang (atau lebih) menyusun suatu karya tulis dengan

maksud agar dapat dibaca oleh orang lain baik untuk orang tertentu, golongan masyarakat

tertentu, atau masyarakat luas.

Kualitas suatu karya tulis dapat dilihat dari berbagai aspek. Pertama, tentunya kualitas

karya tulis tersebut ditentukan oleh topik materi tulisan atau pokok bahasannya, dan hal ini

sangat berperan terhadap upaya menarik minat pembaca. Namun, kedua, menarik minat

pembaca saja belumlah memadai bila tidak diiringi bahasan yang ingin diungkapkan oleh

penulis. Untuk memudahkan pemahaman tersebut sehingga tidak menimbulkan berbagai

persepsi dan interpretasi yang saling berbeda, baik oleh berbagai ragam pembaca maupun

oleh berbagai bentuk karya tulis tentunya penulisan tersebut harus dapat memenuhi

persyaratan seperti bentuk format, gaya, maupun sistematika penulisan tertentu yang sudah

baku.

B. Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Tidak semua karya tulis yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta di

lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri sebagai

berikut.3

1. Objektif

Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan

berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan

atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti - bukti yang bisa

dipertanggungjawabkan. Dengan demikian siapapun dapat mengecek

(memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.

2. Netral

Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari

kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh

karena itu pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk atau

mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.

3 Dalman, Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014) hal. 12-14.

Page 8: Karya ilmiah

3. Sistematis

Uraian yang terdapat dalam karya ilmiah dikatakan sistematis apabila

mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas,

dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan

mudah alur uraiannya.

4. Logis

Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar

induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data

digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau

hipotesis digunakan pola deduktif.

5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan)

Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual,

yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional

(menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang

berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah

seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

6. Tidak Pleonastis

Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata atau

tidak berbelit-belit (to the point).

7. Bahasa yang digunakan adalah bahasa ragam formal

Dalam menulis karya ilmiah tidak boleh menggunakan bahasa ragam santai.

Oleh sebab itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa ragam formal, yaitu bahasa

Indonesia yang baik dan benar.

Sedangkan menurut Madyo Ekosusilo dan Bambang Triyanto dalam bukunya

mengungkapkan ciri-ciri tulisan ilmiah adalah sebagai berikut.4

1. Logis, yakni segala ketentuan ataupun informasi yang disajikan memiliki

argumentasi yang dapat diterima oleh akal sehat.

4 Madyo Ekosusilo dan Bambang Triyanto . Menulis Artikel & Karya Ilmiah, (Bandung: Rosda,

2014) , hal. 12-13.

Page 9: Karya ilmiah

2. Sistematis, yakni segala yang dikemukakan disusun berdasarkan urutan yang

berjenjuang dan berkesinambungan.

3. Objektif, yakni segala keterangan atau informasi yang dikemukakan itu menurut apa

adanya dan tidak bersifat fiktif.

4. Tuntas dan menyeluruh, yakni segi-segi masalah yang dikemukakan ditelaah secara

lengkap/menyeluruh.

5. Seksama, yakni berusaha menghindarkan diri dari berbagai kesalahan, betapapun

kecilnya.

6. Jelas, yakni segala keterangan yang dikemukakan dapat mengungkapkan maksud

yang jernih.

7. Kebenarannya dapat diuji.

8. Terbuka, artinya sesuatu yang dikemukakan dapat berubah seandainya muncul

pendapat baru.

9. Berlaku umum, yakni kesimpulan-kesimpulan berlaku semua populasinya.

10. Penyajian memperhatikan santun bahasa dan tata tulis yang sudah baku.

Sebuah karya ilmiah atau karangan ilmiah memiliki ciri-ciri khusus dalam

penulisannya sebagai berikut sebagaimana diungkapkan oleh Hasnah Faizah.5

1. Catatan Pustaka

Dalam penulisan ilmiah, sumber teori yang digunakan perlu dinyatakan.

Catatan tentang sumber teori seperti buku, majalah, jurnal, atau surat kabar disebut

catatan pustaka. Teknik peulisan catatan pustaka lazimnya sebagai berikut.

Jika nama pengarang dimasukkan bersama teks karangan, harus diikuti

penulisan tahun penerbit dan halaman buku yang ditulis setelah nama pengarang.

Tanda titik dua (:), ditulis di antara angka tahun terbit dengan halaman buku.

Menurut Ansyari Lubis (2014 : 20) Teknologi adalah......

Jika dalam teks nama pengarang tidak ditulis, maka catata nama pengarang,

tahun penerbitan dan halaman buku dibuat dalam kurung di bagian akhir teks setelah

titik. Tanda koma (,) diletakkan di antara nama pengarang dengan tahun terbit.

Contoh:

5 Hasnah Faizah, Bahasa Indonesia, (Pekanbaru: Cendikia Insani, 2008) hal. 103-105.

Page 10: Karya ilmiah

Tidak terdapat perbedaan antara handphone biasa dengan handphone pintar,

semuanya sama selama masih bisa digunakan untuk berkomunikasi, Itu.

(Muhammad Satia Nugroho, 2014 : 200)

2. Catatan Kaki

Catatan kaki ialah catatan-catatan kecil yang berfungsi memberikan

keterangan tambahan terhadap teks yang ditulis. Catatan kaki ditempatkan pada

bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks dengan garis panjang. Penomoran

yang berurutan diberikan kepada setiap catatan kaki. Contoh:

...manusia adalah makhluk monopluralis1 sebagai subjek pendukung pokok

pancasila...

________________

1Monopluralis adalah manusia yang memiliki kodrat berupa susunan kodrat,

sifat kodrat dan kedudukan kodrat.

3. Catatan Kaki Singkat

Catatan kaki singkat merupakan kaidah yang menunjukkan sumber rujukan

selain kaidah pustaka.

Ibid. (singkatan dari ibidium, artinya sma dengan di atas), Digunakan untuk

catatan yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang telah disajikan sebelumnya.

Op.cit (singkatan dari opere citato, artinya dalam buku/karya yang telah

dipakai), digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang telah dinyatakan, tetapi

telah disisipkan catatan kaki dari sumber lain.

Loc.cit (singkatan dari loco citato, artinya tempat yang telah dipakai).

Fungsinya sama dengan op.cit. hanya saja loc.cit digunakan jika sumbernya dari

media seperti internet, jurnal online, berita, majalah online, dan lain sebagainya.

4. Petikan Tak Langsung

Page 11: Karya ilmiah

Petikan tak langsung merupakan pengungkapan kembali pendapat, gagasan

pokok, ringkasan atau kesimpulan dari sebuah tulisan dengan gaya penulis sendiri.

Teknik menyatakan sumber informasi dalam petikan tak langsung adalah sama

seperti teknik catatan pustaka.

5. Petikan Langsung

Petikan langsung juga ditulis dalam teori asalnya tanpa ada perubahan dan

diberi tempat tersendiri, terpisah dari pada teks. Petikan langsung kadang-kadang

diperlukan untuk mempertahankan keaslian penyataan yang dipakai.

Petikan langsung diberi tanda petik (“ “) padanya dan diikuti oleh catatan

pustaka. Biasanya petikan langsung ditulis rapat (satu spasi) ataupun dikecilkan

ukurannya.

6. Bibliografi

Menulis bibliografi atau daftar pustaka dimaksudkan untuk mengemukakan

semua sumber rujukan dan bacaan yang sama pada buku seperti buku, jurnal,

majalah, atau pun yang belum terbit seperti kertas kerja, tesis, dan disertasi.

C. Jenis-Jenis Tulisan Ilmiah

Ada beberapa jenis tulisan ilmiah. Berdasarkan materi, cara yang dipakai,susunan,

tujuan, serta panjang pendeknya laporan, maka tulisan ilmiah dapatdibedakan sebagai

berikut :

1. Makalah

Merupakan hasil karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya

berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif.Makalah biasanya disusun

untuk melengkapi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan saran

pemecahan terhadap suatu masalah

2. Paper (working paper)

Tulisan ilmiah ini juga biasa disebut reading atau book report (naskah

semester), biasanya paper ditugaskan oleh seorang pengajar (dosen) dalam mata kuliah

Page 12: Karya ilmiah

tertentu pada saat semester / perkuliahan akan berakhir. Dari segi kuantitasnya, tulisan ini

tidak begitu panjang, bekisar 10-15 halaman.

3. Laporan Penelitian Lapangan (Field Studi)

Merupakan tulisan yang penulisannya menggunakan prosedur formal dan

material. Secara formal harus melalui penelitian lapangan, dengan menggunakan metode

riset. Materi dalam tulisan ilmiah ini mencakup bidang tertentu yang terbatas, sesuai

dengan bidang ilmu yang diteliti. Hasil daritulisan ilmiah ini harus mampu memperkaya

perbendaharaan ilmiah dibidangnya.

4. Buku Pelajaran

Merupakan bahan meteri pelajaran yang dituangkan dalam bentuk buku dan digunakan

sebagai pedoman atau pegangan dalam proses belajar mengajar

5. Modul

Merupakan jenis tulisan ilmiah yang berisikan tentang uraian mata kuliah

tertentu yang didasarkan pada keperluan pertemuan dalam perkuliahan.Adapun garis besar

isi dari modul adalah : Tujuan khusus yang akan dicapai dalam perkuliahan tersebut,

uraian secara rinci pokok bahasan, bahan pengajaran, bahan evaluasi, dan tugas-tugas

yang harus dikerjakan selama perkuliahan tersebut.

6. Diktat

Pada sebuah diktat secara kuantitas lebih panjang dari modul, digunakan

dalam proses belajar mengajar seperti perkuliahan atau sejenisnya dan susunanya juga

terurai menurut tema ataupun bab yang sesuai dengan keperluan.

7. Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program sarjana (S1)

sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program studi yang ditempuhnya. Skripsi ditulis

berdasarkan hasil penelitian lapangan dan hasil kajian pustaka.

8. Tesis

Page 13: Karya ilmiah

Tesis merupakan jenis karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam

dibandingkan dengan skripsi. Dalam karya ilmiah ini akan diungkapkan pengetahuan baru

yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya tulis ini membahas pengujian dari satu

hipotesis atau lebih, dan pembuatannya dilakukan oleh mahasiswa pada pendidikan tingkat

pascasarjana, dan tesis iniditulis untuk melengkapi syarat-syarat guna menyelesaikan

pendidikan jenjang S2 atau untuk mencapai gelar Master.

9. Disertasi

Disertasi adalah karya ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat

dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sah dengan analisis yang

terperinci. Dalil yang dikemukakan tersebut harus dipertahankan penulis dari sanggahan-

sanggahan penguji / senat guru besar pada suatu lembaga pendidikan tinggi. Disertasi

berisi suatu temuan penulis yang berupa temuan orisinil. Disertasi ditulis untuk

melengkapi syarat-syarat pendidikan S3 atau mencapai gelar Doktor. Penulis disertasi ini

disebut Promovendus, dan dalam penyelesaian disertasi promovendus dibimbing oleh

seorang atau beberapa orang.

D. Syarat-Syarat Penulisan Karya Ilmiah

Menulis karya ilmiah sekurang-kurangnya memerlukan empat syarat yaitu: pertama,

memiliki motivasi dan disiplin yang tinggi; kedua, memiliki kemampuan mengolah data;

ketiga, memiliki kemampuan berfikir secara urut (logis) dan terpadu (sistematis);

keempat, kemampuan berbahasa yang baik dan benar.6

Menurut Zulfikar dalam Dalman mengungkapkan syarat-syarat penulisan karya

ilmiah adalah sebagai berikut.7

1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiean dan alur pikiran.

2. Keindahan karya tulis ilmmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang

menyanggarnya.

3. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.

4. Karya tulis imliah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang

tersusun mendukung alur pikir yang teratur.

6 Bambang Dwiloka dan Rati Riana,. Teknik Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hal.

3-4. 7 Dalman, op.cit., hal.14.

Page 14: Karya ilmiah

5. Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam

hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.

6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi, eksposisi, dekripsi, dan

argumentasi.

Sedangkan menurut Hasnah Faizah, untuk menghasilkan suatu karangan ilmiah harus

dipenuhi beberapa syarat sebagai berikut.8

1. Komunikatif

Uraian dalam karangan ilmiah harus dapat dipahami pembaca, usahakan pembaca

tidak mengalami kesulitan dalam memahami bacaan tersebut. Untuk itu, pemakaian

kata-kata dan kalimat harus lugas, dan idealnya setiap pembaca mempunya

persamaan pemahaman.

2. Bernalar

Tulisan ilmiah harus sistematis, isi pikira yang dikemukakan harus berurutan

dalam suatu sistem, dan unsur-unsur sistem tersebut harus saling berhubungan satu

dengan lainnya, dan penulisan harus mengikuti metode penulisan yang tepat.

3. Logis

Apa yang dipaparkan dalam tulisan ilmiah (latar belakang, rumusan masalah,

tujuan penulisan, pembahasan, pertanyaan, penyelesaian, dsb.) harus masuk akal,

benar, baik, secara empiris maupun logika.

4. Ekonomis

Setiap kata dan kalimat yang digunakan dalam tulisan ilmiah harus diseleksi

sedemikian rupa sehingga padat dan padu, tidak bertele-tele, harus sefera

menjelaskan inti penulisan. Pernyataan, uraian, pembuktian, dan kesimpulan tidak

berdasarkan luapan perasaan atau karena berbagai pertimbangan terpaksa memakai

bahasa yang bersifat basa-basi. Kata dan kalimat yang digunakan tidak melanggar

kode etik penulisan.

5. Berdasarkan Landasan Teori yang Kuat

8 Hasnah Faizah, op.cit., hal. 101-102.

Page 15: Karya ilmiah

Untuk memenuhi syarat ini penulis harus lebih banyak membaca dan

membandingkan teori yang satu dengan teori yang lain. Teori yang kuat adalah teori

yang diakui dan dihargai oleh sesama ahli dalam disipli ilmu yang bersangkutan.

6. Relevan dengan Disiplin Ilmu yang Bersangkutan

Dalam hal ini, landasan teori yang digunakan diusahakan teori-teori dalam

perkembangan terakhir, biasanya teori-teori yang dicetuskan dalam jangka lima tahun

terakhir pada saat penulisan.

7. Mempunyai Sumber yang Mutakhir

Penulisan dari suatu karya ilmiah harus dapat dipertanggungjawabkan yang

menyangkut tentang sumber data, buku, acuan, sumber kutipan, dan kejujuran data,

mengindahkan norma sosial, agama, hukum, dan peraturan yang berlaku.

E. Unsur-unsur Tulisan Ilmiah

1. Ragam Bahasa

a. Perbedaan penutur

Tiap-tiap individu mempunyai gaya tersendiri dalam berbahasa. Perbedaan berbahasa

antarindividu disebut idiolek sedangkan perbedaan asal daerah penutur bahasa juga

menyebabkan variasi berbahasa yang disebut dialek.

b. Perbedaan media

Perbedaan media yang digunakan dalam berbahasa menentukan pula ragam bahasa

yang digunakan, sehingga bahasa lisan berbeda dengan bahasa tulisan.

c. Perbedaan situasi

Situasi pada saat pembicaraan dilakukan akan sangat berpengaruh terhadap ragam

bahasa yang digunakan, sehingga ragam bahasa pada situasi santai akan berbeda

dengan situasi resmi.

d. Perbedaan bidang

Ragam bahasa yang digunakan pada bidang yang berbeda mempunyai ciri yang

berbeda pula, misalnya bahasa jurnalistik berbeda dengan ragam bahasa sastra.

Page 16: Karya ilmiah

2. Ejaan

Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan

(huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga

aspek yaitu

a. aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan

abjad

b. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis

c. aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.

3. Diksi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan

Indonesia adalah pilihan kata yg tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk

mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).

Fungsi dari diksi antara lain :

a Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham

terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.

b. Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.

c. Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.

d. Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi)

sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.

Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu :

1. Fonem

2. Silabel

3. Konjungsi

4. Hubungan

5. kata benda

6. kata kerja

7. infleksi

8. uterans

4. Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri

sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang

mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud

Page 17: Karya ilmiah

lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan

diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat

dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda

seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis,

harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua

unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang

membedakan frasa dengan kalimat.

5. Alinea dan Pengembangannya

Alinea adalah kumpulan kalimat-kalimat yang memiliki unsur-unsur dibawah ini :

a. Topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran

Kalimat utama atau pikiran utama yang menjadi dasar pengembangan sebuah

paragraf. Gagasan atau pikiran utama itu dapat dikembangkan ke dalam

kalimat. Kalimat yang mengandung pikiran utama disebut kalimat utama.

Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, di akhir paragraf maupun

diawal dan diakhir paragraf.

b. Kalimat penjelas gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utama.

Gasasan penjelas biasanya dinyatakan ke dalam beberapa kalimat. Kalimat

yang mengandung gagasan penjelas disebut kalimat penjelas.

c. Judul (kepala karangan) memiliki syarat :

Provokatif (menarik)

Berbentuk frase

Relevan (sesuai dengan isi)

Logis

Spesifik

Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokok, alinea terbagi dalam beberapa

jenis yaitu sebagai berikut:

Deduktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada awal alinea

Induktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada akhir alinea

Variatif: kalimat utama diletakkan pada awal dan diulang pada akhir alinea

Deskriptif atau naratif: kalimat utama termuat dalam seluruh alinea.

Page 18: Karya ilmiah

6. Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah

Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus

diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan

mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :

a. Pemilihan Topik

Pemilihan topik yang tepat, akan menunjukan tingkat cakupan dari sebuah

penelitian yang akan dibahas. Topik yang diangkat biasanya, akan mempengaruhi

minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik atau tidak untuk dibaca.

b. Pembahasan Topik

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik :

1) menampilkan informasi latar belakang,

2) menampilkan ringkasan hasil/temuan penelitian,

3) memberikan komentar apakah hasil penelitian sesuai dengan hipotesis,

4) menghubungkan dengan hasil penelitian terdahulu,

5) menjelaskan hasil yang diperoleh, terutama jika hasil tersebut tidak

memuaskan,

6) membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh (implikasi).

7) memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

c. Pemilihan Judul

Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang

akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara

umum, kriteria judul yang baik adalah:

1) Topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu

sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual

secara akademik dan secara praktis.

2) Belum banyak diteliti orang lain. Kalaupun sudah ada penelitian lain, studi ini

mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian.

Diungkapkan dalam kalimat yang simpel, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas

independent variable dan dependent variable-nya.

3) Judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema

yang akan diteliti.Sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama

bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus

persoalan yang dikaji.

Page 19: Karya ilmiah

4) Menentukan Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan

tentang informasi apa saja yang akan dicari dan perlu didalami melalui penelitian

tersebut. Pada hakikatnya tujuan penelitian mencakup beberapa atau salah datu hal

berikut ini :

a. Menambah struktur pengetahuan.

b. Mengembangkan metode penelitian.

c. Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan

formulasi kebijakan.

d. Mengevaluasi program.

e. Meramalkan perilaku individu ataupun kelompok.

5) Menentukan Kerangka Karangan (Outline)

Di dalam bahasa Indonesia untuk membuat suatu penulisan ilmiah harus

membuat Outline (Kerangka karangan) dimaksudkan agar penulisan ilmiah

tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan

merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu

karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari

pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok

tulisan.

6) Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah

i) Pemilihan Topik/Masalah Untuk Karya Ilmiah

ii) Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah

iii)Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah

7. Kerangka karangan

Kerangka Karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar

dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun

secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk

mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang

dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis

pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan

tulisannya.

8. Kutipan dan Catatan Kaki

Page 20: Karya ilmiah

Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses

pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu dapat diambil dari kamus,

ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap

lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah.

Catatan kaki berfungsi untuk memberikan keterangan dan komentar, serta

menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyususanaan daftar bacaan.

9. Abstrak dan Daftar Pustaka

Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari

suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk

me¬mahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau

artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide per¬masalahannya. Dari abstrak,

pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan

mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak ditempatkan di

awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai

waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami

suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul

dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus

dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang,

metode, dan hasil penelitian.

Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi

yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka

biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya,

yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui

daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat

kembali pada sumber aslinya.

F. Bentuk dan Susunan Tulisan Ilmiah

Secara umum, sistematika tulisan ilmiah terdiri dari:

a. Judul, berisi judul dan nama penulis, serta lembaga yang menaungi.

b. Abstrak dan kata kunci (pada artikel ilmiah)

Page 21: Karya ilmiah

c. Pendahuluan, terdiri atas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan

batasan makalah.

d. Dasar teori

e. Metode penelitian

f. Hasil penelitian

g. Pembahasan (analisa perbandingan terhadap hipotesa/ dasar teori)

h. Kesimpulan dan saran

i. Daftar rujukan

Sampai sekarang format penyajian karya ilmiah belum ada yang baku. Format karya

ilmiah standar LIPI (Lempaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dengan penulisan skripsi,

thesis ataupun desertasi pada perguruan tinggi tidak sama. Antara satu perguruan tinggi

yang satu dengan perguruan tinggi yang lainnya pun berbeda. Maka dari itu penulisan

karya ilmiah atau tulisan ilmiah harus menyadari terlebih dahulu, untuk siapa tulisan itu

nanti akan diajukan.

Meskipun berbeda dalam format penulisannya, penyajian atau pemaparan suatu karya

tulis ilmiah antara LIPI dengan pergurua tinggi tetap sama, yaitu logis dan empiris. Logis

artinya masuk akal dan empiris artinya dibahas secara mendalam berdasarkan kaidah –

kaidah penulisan.

Contoh sistematika penulisan karya tulis ilmiah atau tulisan ilmiah adalah sebagai

berikut.

i. Halaman judul

ii. Lembaran persetujuan

iii. Abstraksi

iv. Kata Pengantar

v. Daftar Isi

vi. Daftar Tabel

vii. Daftar Gambar

viii. Daftar Lampiran

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

2. Rumusan Masalah

3. Tujuan Penelitian

4. Manfaat Penelitian

Page 22: Karya ilmiah

BAB II KERANGKA TEORI

1. Landasan Teori

2. Hipotesis Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

1. Jenis Penelitian

2. Definisi Konsep dan Operasionalisasi Variabel

3. Populasi dan Sampel Penelitian

4. Jenis, Sumber dan Teori Pengumpulan Data

5. Teknik Analisis/Pengujian Hipotesis

BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN

1. Gambaran Umum Objek Penelitian

2. Deskripsi Hasil Penelitian

3. Pengujian Hipotesis

4. Interpelasi Hasil Pengujian Hipotesis

BAB V PENUTUP

1. Kesimpulan

2. Saran

ix. Daftar Pustaka

x. Lampiran- lampiran

Page 23: Karya ilmiah

BAB III

PENUTUP

B. Kesimpulan

Dari penjelasan kami tentang tulisan ilmiah yang mencakup ciri, bentuk, bahasa, serta

kiat pembuatan tulisan ilmiah, ada beberapa kesimpulan yang dapat ditarik, diantaranya

sebagai berikut.

1. Tulisan ilmiah adalah suatu tulisan hasil dari kegiatan ilmiah yang berisikan fakta-fakta

ilmiah dan ditulis secara sistematis dengan menggunakan metode ilmiah dan kaidah

penulisan yang berlaku.

2. Tulisan ilmiah memiliki ciri-ciri objektif, tidak ditujukan untuk mengejar keuntungan

pribadi, cermat, tepat dan benar, sistematis, empiris, tidak emotif, tidak persuasif, tidak

melebih-lebihkan sesuatu, dan ditulis berdasarkan fakta-fakta ilmiah.

3. Dalam tulisan ilmiah, ragam bahasa yang digunakan memiliki ciri-ciri : cermat, kata

dibentuk secara sempurna, memiliki struktur lengkap, padu (kohesif dan koheren), jelas,

rapi, lugas, padat, konsisten, objektif, cendekia, dan formal.

4. Langkah pokok membuat tulisan ilmiah adalah mementukan topik/gagasan,

mengumpulkan bahan, menyusun kerangka karangan, membuat hipotesa, melakukan

pengujian hipotesa, menganalisa data, dan menarik kesimpuan.

C. Saran

Sebagai mahasiswa, menulis merupakan hal yang tidak bisa untuk tidak dilakukan.

Membuat tulisan ilmiah merupakan hal biasa yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai tugas

langganan mata kuliahnya. Namun, hingga kini masih banyak mahasiswa yang kurang kreatif

dalam menulis. Tulisan ilmiah yang dibuat hanya sebatas untuk memenuhi tugas dari dosen.

Sedangkan untuk kepentingan berbagi (share) , mahasiswa kurang terinisiasi. Karena itulah,

kami menyarankan kepada teman-teman mahasiswa lainnya, agar lebih kreatif lagi dalam

menulis, dan baiknya tulisan tersebut di publikasikan agar dapat diambil manfaatnya oleh

khalayak. Contohnya adalah dengan membuat blog, dan membagikan tulisan-tulisan tersebut

melalui blog yang dimiliki.

Page 24: Karya ilmiah

DAFTAR PUSTAKA

Dalman. 2014. Menulis Karya Ilmiah.. Jakarta: Rajawali Pers.

Djuroto, Totok dan Bambang Suprijadi. 2014. Menulis Artikel dan Karya Ilmiah. Bandung:

Remaja Rosda Karya.

Dwiloka, Bambang dan Rati Riana. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Rineka

Cipta Faizah, Hasnah. 2008. Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Cendikia Insani.