of 49/49
Rusdiyantoro UNIVERITAS ADIBUANA SURABAYA

Ilmu alamiah dasar bab 3

  • View
    299

  • Download
    10

Embed Size (px)

Text of Ilmu alamiah dasar bab 3

Slide 1

BAB 3ALAM SEMESTA DAN TATA SURYAILMU ALAMIAH DASARRusdiyantoroUNIVERITAS ADIBUANA SURABAYA1Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata alam memiliki arti segala yang ada di langit dan di bumi (seperti bumi, bintang, kekuatan). Sedangkan kata semesta berarti seluruh; segenap; semuanya: semua yang ada di alam tidak dapat lepas dari takdirnya masing-masing; (berlaku untuk) seluruh dunia, universal.

A. Pengertian Alam Semesta .

.

Alam semesta adalah ruang dimana di dalamnya terdapat kehidupan biotik maupun abiotik serta segala macam peristiwa alam yang dapat diungkapkan maupun yang belum dapat diungkapkan oleh manusia. Alam semesta ini terdiri dari semua materi termasuk tenaga dan radiasi serta hal yang telah diketahui dan baru dalam tahap percaya bahwa pasti ada di antariksaPengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos Para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada di dalamnya........

.................

Galaksi merupakan kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya 100 milyar dan salah satunya adalah matahari. Matahari merupakan pusat tata surya kita

B. SUSUNAN TATA SURYAB. SUSUNAN TATA SURYATata surya terdiri dari Matahari sebagai pusat, yang beranggotakan : 1. Planet, 2. Asteroid, 3. Satelit, 4, Meteorid, 5, Komet

MATAHARIMatahari selain sebagai pusat tata surya, juga merupakan pusat smber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, yaitu : fotosfer, chromosfer dan corona. Pusat matahari suhunya mencapai jutaan Celcius dan tekanannya ratusan juta asmosfer

1. Planet

MerkuriusVenusBumiMarsAsteroidYupiterSaturnusNeptunusUranusKometKata planet berasal dari bahasa Yunani yaitu planetai, yang berarti pengembara. Hal ini disebabkan kedudukan planet terhadap bintang tidaklah tetap. Planet adalah benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar mengelilingi bintang (Matahari). Sebagian besar planet mempunyai pengiring atau pengikut yang disebut Satelit yang beredar mengelilingi planet.Contoh : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus Merkurius

Merkurius adalah planet terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan kala revolusi 88 hari dan kala rotasi 59 hari. Jarak dari Matahari: 57.910.000kmRadius rata-rata: 2.440kmMassa: 328,5E21kg (0,055 Massa bumi)Gravitasi: 3,7 m/sLama satu hari: 58h 15j 30mOrbit: MatahariVenus

Venus adalah planet terdekat kedua dari Matahari setelah Merkurius. Planet ini mengorbit Matahari selama 224,7 hari Bumi. Venus tidak memiliki satelit alami dan dinamai dari dewi cinta dan kecantikan dalam mitologi Romawi. Jarak dari Matahari: 108.200.000kmRadius rata-rata: 6.052kmMassa: 4,867E24kg (0,815 Massa bumi)Lama satu hari: 116h 18j 0mGravitasi: 8,87 m/sLuas permukaan: 460.234.317kmBumi

Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Jarak dari Matahari: 149.500.000km Radius rata-rata: 6.371kmUsia : 4,54 miliar tahunGravitasi : 9,807 m/sMassa : 5,972E24kgSatelit : BulanMars

Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai "planet merah" karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Jarak ke Bumi : 225.300.000kmJarak dari Matahari : 227.900.000kmRadius rata-rata : 3.390kmGravitasi : 3,711 m/sMassa : 639E21kg (0,107 Massa bumi)Bulan : Phobos, DeimosYupiter

Yupiter adalah planet terdekat kelima dari Matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Planet ini juga merupakan planet terbesar di Tata Surya. Radius rata-rata : 69.911kmMassa : 1,898E27kg (317,8 Massa bumi)Jarak dari Matahari : 778.500.000kmGravitasi : 24,79 m/sLuas permukaan : 61.418.738.571kmBulan: Europa, Ganymede, Io, Callisto, Amalthea, Adrastea, Thebe, lainnya

Saturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin, dan merupakan planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Jarak dari Matahari: 1.433.000.000kmRadius rata-rata: 58.232kmMassa: 568,3E24kg (95,16 Massa bumi)Gravitasi: 10,44 m/sPeriode orbit: 29tahunBulan: Titan, Enceladus, Rhea, Mimas, Iapetus, Dione, Tethys, lainnyaSaturnusUranus

Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan terberat keempat dalam Tata Surya. Ia dinamai dari nama dewa langit Yunani kuno Uranus ayah dari Kronos dan kakek dari Zeus.Radius rata-rata : 25.362kmMassa : 86,81E24kg (14,54 Massa bumi)Jarak dari Matahari : 2.877.000.000kmGravitasi : 8,69 m/sPenemu : William HerschelBulan : Miranda, Titania, Oberon, Ariel, Umbriel, Desdemona, BiancaNeptunus

Neptunus merupakan planet terjauh jika ditinjau dari Matahari. Planet ini dinamai dari dewa lautan Romawi. Neptunus merupakan planet terbesar keempat berdasarkan diameter dan terbesar ketiga berdasarkan massa. Jarak dari Matahari : 4.503.000.000kmRadius rata-rata : 24.622kmMassa : 102,4E24kg (17,15 Massa bumi)Gravitasi : 11,15 m/sPenemu : Johann Gottfried Galle, Heinrich Louis d'Arrest, Urbain Le Verrier, John Couch AdamsBulan : Triton, LarissaPluto

Pluto adalah sebuah planet katai dalam Tata Surya. Sebelum 24 Agustus 2006, Pluto berstatus sebagai sebuah planet dan setelah pengukuran, merupakan planet terkecil dan terjauh dari matahariPada 24 Agustus 2006, dalam sebuah pertemuan Persatuan Astronomi Internasional, 3.000 ilmuwan astronomi memutuskan untuk mengubah status Pluto menjadi "planet katai" bersama-sama dengan sejumlah benda langit lainnya. a. Bumi sebagai pembatas, planet dikelompokkan menjadi dua: planet inferior & planet superior. Planet inferior adalah planet yang orbitnya berada di dalam orbit bumi. (Merkurius dan Venus )Pengelompokan Planet

Planet superior adalah planet yang orbitnya berada diluar orbit bumi (Mars, Jupiter , Saturnus, Uranus dan Neptunus)Planet inferiorPlanet superiorBumi

Planet dalamPlanet luarAsteroidb. Asteroid sebagai pembatas, planet dikelompokkan menjadi dua: planet dalam dan planet luarPlanet dalam planet yang orbitnya di dalam peredaran Asteroid (Merkurius, Venus, Bumi dan Mars)Planet luar adalah planet yang garis edarnya berada diluar garis edar Asteroid (Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus)

Planet TerestrialPlanet Jovian c. Berdasarkan ukuran dan komposisi penyusunnya, Planet dikelompokkan menjadi planet Terrestrial dan Jovian Planet Terrestrial yaitu planet yang memiliki ukuran dan komposisi yang hampir sama dengan bumi (Merkurius, Venus, Bumi dan Mars)Planet Jovian yaitu planet yang memiliki ukuran sangat besar dan komposisi penyusunnya hampir sama dengan planet Jupiter (Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus)

Asteroid, pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.2. AsteroidAsteroid yang pertama ditemukan ditandai dengan simbol ikon menyerupai yang digunakan untuk menandai planet secara tradisional. Hingga tahun 1855 ada dua lusin simbol asteroid yang sering muncul dalam beragam varian.

Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.5 Satelit alami terbesar yang pernah ditemukan manusia adalah: Ganymede (Jupiter), Titan (Saturnus), Callisto (Jupiter), Io (Jupiter), serta Bulan (Bumi).3. Satelit

GanymedeTitanCallistoIoBulan

4. MeteoritMeteorit adalah batu meteor yang berhasil mencapai permukaan planet Bumi. Disebut juga meteor setelah menembus atmosfer bumi tetapi belum mencapai permukaan bumi. Meteor merupakan asteroid kecil dari luar angkasa yang tertarik oleh gravitasi Bumi, ketika memasuki atmosfer bumi terjadi gesekan udara di lapisan ionosfer menyebabkan meteor menjadi panas dan terbakar menimbulkan cahaya terang sehingga kadang kala disebut bintang jatuh.Jika batu meteor sangat besar tidak habis di lapisan udara ionosfer maka akan jatuh sampai ke Bumi yang disebut Meteorit. Di Indonesia, meteorit bisa ditemukan di musium geologi Bandung.

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.Kata "komet" berasal dari bahasa Yunani, kometes () yang berarti "rambut panjang". Istilah lainnya adalah bintang berekor[ yang tidak tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang.

Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor mirip 'kukus' atau berdebu. Di samping itu, ekornya juga mirip buah kemukus yang dikeringkan.5. Komet

Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari. Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda. Panjang "ekor" komet dapat mencapai jutaan km. Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit Matahari.TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYATeori oleh Georges-Louis Leclerc comte de BuffonPada tahun 1778 ahli ilmu alam Perancis Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon, Mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental inilah yang menjadi planet

TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYATeori Nebula ( Immanuel Kant dan Piere Simon de Laplace )Piere Simon de Laplace Pada mulanya terdapat bola kabut gas yang besar dan panas. Bola gas berputar cepat secara sentrifugal (ke arah luar). Karena perputaran tersebut, terlepas/terlemparlah sebagian materi bola gas ke sekelilingnya. Materi yang terlepas tersebut lama-kelamaan memadat dan mendingin membentuk planet. sedangkan bola gas awal tetap panas dan berpijar membentuk matahari.Immanuel Kant Pada mulanya terdapat massa kabut gas panas yang luas dan tipis. Kabut gas tersebut berputar lambat secara sentripetal (berputar ke arah dalam). Lama-kelamaan massa jenis kabut gas tersebut menjadi semakin tinggi sehingga terbentuk inti masaa di beberapa tempat. Inti massa yang di tengah memiliki suhu yang tinggi dan berpijar membentuk matahari. Sedangkan inti massa di tepinya mengalami pendinginan dan menjadi planet.

Immanuel Kant

Piere Simon de Laplace KantTEORI TERBENTUKNYA TATA SURYATeori Planetisimal HypothesisDi kemukakan oleh, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya T.C Chamberlain, seorang ahli geologi, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama-kelamaan menjadi padat dan disebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik - menarik dan bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet, termasuk Bumi.

Teori Planetisimal HypothesisTEORI TERBENTUKNYA TATA SURYATeori TidalDua orang ilmuwan Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918 mengemukakan teori tidal. Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam [cerutu].Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan membentuk planet - planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYATeori WeizsaeckerPada tahun 1940, C.Von Weizsaecker, seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal. ini akan menarik unsur - unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk planet - planet, termasuk Bumi

TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYATeori Kuiper

Gerald P. Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram.[1] Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi promatahari adalah protoplanet.[1] Dalam teorinya, dia juga memasukkan unsur - unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin.[1] Unsur ringan tersebut menguap dan mulai menggumpal menjadi planet - planeTEORI TERBENTUKNYA TATA SURYATeori Big BangTeori ini di kembangkan oleh George Lemaitr, menurut teori ini,jagat raya terbentuk dari ledakan dahsyatyang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang lalu. Akibat ledakan tersebut materi-materi dengan jumlah sangat banyak terlontar ke segala penjuru alam semesta. Materi-materi tersebut akhirnya membentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid, meteor, energi, dan partikel-partikel lain.Teori Big Bang ini didukung oleh seorang astronom dari Amerika Serikat, yaituEdwin Hubble.

TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYATeori Big BangPENGUKURAN USIA BUMITeori SedimenDengan mengetahui ketebalan lapisan sedimenrata-rata yang terbentuk tiaptahun dan membandingkannya dengan tebal batuan sedimen yang terdapat di bumi sekarang ini maka dapat dihitung umurlapisan tertua kerakbumi. Berdasarkan perhitungan semacam ini, diperkirakanbumi terbentuk 500 juta tahun yang laluDidugabahwa mula-mula laut itu berair tawar. Akibat sirkulasi air dalam alam inimaka air yang mengalir dari darat melaui sungai ke laut, membawa garam-garam. Keadaan semacam itu berlangsung terus-menerus sepanjang abad. Dengan mengetahui kenaikan kadar garam tiaptahun, dan jikadibandingkandengan kadar garam pada saat ini, maka dihasilkan perhitungan bahwa bumitelah terbentuk 1.000 jutatahun yang lalu.Teori Kadar GaramPENGUKURAN USIA BUMITeoriRadioaktivitas.Dalam perhitungan ini diperlukan pengetahuan tentang waktu paruh unsur-unsur radioaktif. Di antara isotop radioaltif yangdapat digunakan adalah Uranium (U238), Potasium (K40), Carbon (C14). Isotop Uranium dan Potasium sangat baik untuk memberikan datatentang umur lapisan bumi, sedangkan isotop Carbon sangat bermanfaat untuk memberikan data tentangumur fosil.Waktu paruh adalah waktuyang dibutuhkan elemen radioaltif untuk meluruhatau mengurai sehingga massanya tinggalseparuhDiduga, mula-mula bumi merupakan batuan yang sangat panas, yang lama kelamaan mendingin. Dengan mengetahui massa dan suhu bumi saat ini maka ahli fisikaInggris, Elfin memperkirakan perubahan bumi dari batuan yang sangat panas menjadi batuan yang dingin seperti inimemerlukan waktu 20.000 juta tahun.Teori Termal.A. STRUKTUR LAPISAN KULIT BUMI ( LITHOSFER )Kata lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km. Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan lebih tebal dari di bawah samudra. Lapisan kerak bumi yang menyusun tebalnya benua sekitar 40 km dan lapisan kerak bumi yang berada di samudera tebalnya sekitar 10 km.Lithosfer terdiri atas lempeng-lempeng kaku dan sangat besar yang selalu bergerak serta bergeser di atas lapisan lunak yang disebut astenosfer. Saat bergerak lithosfer membawa serta dasar lautan dan benua-benua

Bumi terdiri dari 3 Lapisan, yaitu :Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari-jari barisfer +- 3.470 km.Lapisan antara yaitu lapisan yang terdapat di atas nife tebal 1700 km. Lapisan ini disebut juga asthenosfer mautle/mautel), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3.Lithosfer yaitu lapisan paling luar yang terletak di atas lapisan antara dengan ketebalan 1200km berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm339Bumi terdiri dari 2 Bagian , yaitu :Lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3. Pada ini terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km. Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:- Kerak benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak samudra : merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra

1. Lapisan sial (silisium dan alumunium) 40Bumi terdiri dari 2 Bagian , yaitu :Lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .

2. Lapisan sima (silisium magnesium) 41

Hidrosfer tudak sepenuhnya menutupi seluruh permukaan Bumi, tetapi hanya 75 % yang meliputi lautan, sungai, danau dan es yang terdapat pada kedua kutub bumi. Kedalaman lautan rata-rata 4.000 m dan yang terdalam adalah di dekat pulau Guam dengan kedalaman 11.000 mB. HIDROSFER Atmosfer merupakan gas yang menyelubungi Bumi, yang dalam kehidupan sehari-hari disebut udara. Tebal atmosfer 480 km terhitung dari permukaan air laut. Berat jenis bagian bawah 0,013 dan semakin keatas semakin kecil sampai mendekati 0C. ATMOSFER ........

ATMOSFER Lapisan setebal + 18 km, dan pada daerah katulistiwa menipis hingga hanya 8 km pada kutub-kutub bumi, hampir seluruh uap air terdapat pada lapisan ini, pesawat terbang mengarungi udara hanya sampai pada batas troposferTROPOSFERSTRATOSFERLapisan mulai + 18 km, sampai + 90 km diatas bumi, suhu rata-rata -35 derajat celcius pesawat terbang sebenarnya masih bisa terbang di lapisan ini tetapi harus di kondisikan ruang di dalam pesawat tertama oksigennya hingga seperti pada kondisi troposferLapisan terdapat diatas + 90 km dengan tekanan udara sangat rendah sehingga semua partikel terurai menjadi ion-ion. Lapisan ini merupakan pemantul gelombang radio. Fungsi pemantul gelombang radio sehubungan dengan permukaan bumi melengkung dan dalam troposfer sering terjadi gangguan cuaca IONOSFERD. PEMBENTUKAN BENUA DAN SAMUDRA Pada awalnya hanya terbentuk satu benua besar yang disebut Pangaea dan dikelilingi satu samudera Panthalassa. Sekitar 200 juta tahun yang lalu benua ini terbelah menjadi dua yakni Gondwanaland dan Laurasia. Gondwanaland kemudian terbelah membentuk benua afrika, antartika, australia, Amerika Selatan, dan sub benua India.Sedangkan Laurasia terbelah menjadi Eurasia dan Amerika Utara. Pada saat benua ini terbelah-belah beberapa samudera baru muncul di sela-selanya. Diperlukan waktu berjuta-juta tahun untuk membentuk posisi daratan yang seperti sekarang ini.

Afrika Afrika BaratAfrika TengahAfrika TimurAfrika SelatanAfrika Utara

Amerika Amerika TengahAmerika SelatanAmerika UtaraKaribiaAsia Asia BaratAsia Barat DayaAsia TengahAsia TenggaraAsia TimurAsia SelatanAsia UtaraEropa Eropa BaratEropa TengahEropa TimurEropa SelatanEropa UtarAntarktikaArktikOseania Australia & Selandia BaruMelanesiaMikronesiaPolinesiaPada masa kini bumi terbagi atas beberapa benua

SAMUDRASAMUDRA PASIFIKSAMUDRA HINDIASAMUDRA ARKTIKSAMUDRA ATLANTIKSAMUDRA ANTARTIKA