Gender perspektif sosial, budaya dan agama

  • Published on
    08-Dec-2014

  • View
    2.129

  • Download
    7

DESCRIPTION

 

Transcript

  • 1. Oleh :NailiamaniGender Perspektif Sosial, Budaya dan Agama

2. Perspektif Sosial Banyak ilmuan sosial tidak meletakkan disposisibiologis sebagai penyebab dari perbedaan gender.Namun, mereka menyatakan bahwa perbedaan initerutama berkaitan dengan pengalaman-pengalaman sosial Alice Eagly (2000, 2001) mengajukan teori peransosial (social role theory), yang menyatakan bahwaperbedaan gender terutama diakibatkan olehperbedaan yang ekstrem antara perempuan danlaki-laki (Santrock, 2007) 3. a. Pengaruh Orang Tua Orang tua, misalnya melalui tindakanya, dapatmempengaruhi perkembangan gender anak-anak danremaja (Maccoby, McHale dkk, dalam Santrock, 2007).Keluarga dengan anak perempuan remaja melaporkanbahwa mereka mengalami lebih banyak konflik mengenaiseks, pilihan kawan, dan penentuan jam malam,dibandingkan keluarga yang memiliki anak remaja laki-laki (Papini & Sebby, dalam Santrock 2007). Teori kognisi sosial mengenai gender (social cognitivetheory of gender) menekankan bahwa perkembangangender anak-anak dan remaja dipengaruhi olehpengamatan dan imitasi mereka terhadap perilakugender orang lain, maupun hadiah dan hukuman yangdialami apabila mereka menampilkan perilaku yangsesuai atau tidak sesuai dengan gendernya (Santrock,2007). 4. b. Saudara Kandung Saudara kandung juga memainkan peranan dalamsosialisasi gender (Galambos dalam Santrock,2007). Sebuah studi mengungkapkan bahwa dalamjangka waktu dua tahun di masa remaja awal,saudara kandung menjadi lebih menyerupai saudarakandung yang lebih tua dalam hal peran-gender danaktivitas waktu luang (McHale dkk., dalam Santrock,2007). 5. c. Kawan Sebaya Orang tua memberikan model yang pertama dalamperilaku gender, namun tidak lama kemudian, kawansebaya juga berespons dan memberikan model perilakumaskulin dan feminim (Rubin dkk., dalam Sntrock 2007).Di masa kanak-kanak pertengahan dan akhir, anak-anakmemperlihatkan preferensi yang jelas terhadap kawan-kawan yang berjenis kelamin sama (Maccoby, dalamSantrock, 2007). Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa genderberperan penting dalam kelompok kawan-kawan sebayadan persahabatan (Leman, dkk dalam Santrock, 2007).Bukti yang berkaitan dengan kelompok kawan sebayaberfokus pada ukuran kelompok dan interaksi di antarakelompok sesama jenis (Maccoby, dalam Santrock,2007). 6. A. Ukuran Kelompok. Sejak usia 5 tahun, dibandingperempuan, laki-laki cenderung lebih banyakberinteraksi dengan kelompok yang lebih besar.Laki-laki cenderung lebih berpartisipasi dalampermainan dan olahraga yang terorganisasidibandingkan perempuan. B. Interaksi dalam kelompok sesama jenis kelamin.Dibandingkan perempuan, laki-laki cenderung lebihterlibat dalam kompetisi, konflik, memperlihatkanegonya, mengambil resiko, dan menginginkandominasi. Sebaliknya, perempuan cenderung lebihterlibat dalam percakapan yang bersifat kolaboratif,di mana mereka saling berbicara dan bertindak. 7. d. Sekolah dan Guru Terdapat kekuatiran bahwa sekolah dan guru-gurumemiliki bias terhadap laki-laki dan perempuan(Koch, dalam Santrock, 2007).e. Pengaruh Media Massa Pesan mengenai peran gender yang disampaikanmelalui media massa juga berpengaruh pentingterhadap perkembangan gender remaja (Comstock& Scharrer; Galambos, dalam Santrock 2007). 8. Perspektif Budaya Susan A. Basow pernah mengadakan penelitianlintasbudaya tentang peranan seksual. Penelitian itudilakukan terhadap penduduk kepulauan Fiji yangterdari dari suku-suku bangsa Melansia, India,Eropa, dan Cina. Berdasarkan penelitiannyadiketahui bahwa dalam masyarakat yang perawatandan pengasuhan anak-anak hanya semata-matatanggung jawab wanita dan kekuatan fisik sangatmenentukan dalam kehidupan perekonomian, makaperbedaan peran gender adalah paling tajam(Basow dalam Sarwono, 2006). 9. T.M Hartnagel dalam penelitiannya yang beskalanasional di AS (dalam Sarwono, 2006) membuktikanbahwa modernisasi mempunyai pengaruh langsungpada meningkatnya keterlibatan wanita dalamtindakan kriminal. Dalam bentuknya yang kurangekstrim, dalam pergaulan sehari-hari, Hass telahmembuktikan melalui penelitian sosil-linguistiknya diAS. Menurut penelitiannya, penggunaan kata-katajorok pada anak perempuan tidak berbeda jauhfrekuensinya daripada anak laki-laki (T.B Jay dalamSarwono, 2006). 10. Bagi sebagian besar anak muda yang berasal darietnis minoritas, khususnya para imigran, kawansebaya yang berasal dari kelompok etnisnya sendiripenting dalam memberikan rasa persaudaraan diantara budaya mayoritas. Kelompok kawan sebayadapat membentuk kelompok oposisi terhadapkelompok mayoritas dan memberikan dukungan yngadaptif yang dapat mengurangi perasaan terisolasi(Santrock, 2007). 11. Di beberapa negara, orang dewasa cenderungmembatasi pergaulan remaja dengan kawan-kawansebayanya. Sebagai contoh, di beberapa daerah diperkampungan negara India dan negara-negaraArab, peluang untuk menjalin relasi dengan kawan-kawan sebaya di masa remaja sangat dibatasi,khususnya bagi remaja perempuan (Brown & Larsondalam Santrock, 2007). 12. Peran gender terus mendominasi budaya diberbagai negara di seluruh penjuru dunia. Sebagaicontoh, dalam negara-negara di mana agama islamdominan, laki-laki diwajibkan untuk memenuhikebutuhan keluarganya, dan perempuan diwajibkanuntuk merawat keluarga dan menyelesaikanpekerjaan rumah tangga (Dickersheid dkk, dalamSantrock, 2007). 13. Perspektif Agama Ulama islam mengajarkan bahwa hubungan antaralaki-laki dan perempuan harus dilaksanakan denganhati-hati. Ada batasan yang jelas yang harusdiperhatikan. Untuk mendidik hal itu, anak secaraberangsur-angsur harus dididik sesuai denganusianya, yang meliputi (Hasan, 2006): Usia Pemisahan (Sinn At-Tamyizz) Tahap ini berlangsung sekitar usia 7 10 tahun.Pada tahap ini, kesadaran akan lawan jenis mulaiterlihat. Anak-anak tidak boleh melihat bagian-bagian tertentu yang bersifat pribadi. Anak mulaidilatih untuk membersihan diri, baik untuk persiapanshalat, maupun kebersihan diri lainnya. 14. Usia Pubertas (Sinn Al-Murahaqah) Tahap ini terjadi sekitar 10 14 tahun. Pada saat initerjadi perubahan-perubahan fisik. Anak dilatih untukmengendalikan hasrat seksualnya, menjaga pandangandan menjaga auratnya agar tetap tertutup. Mereka jugaharus mendapatkan penjelasan tentang apa yang halaldan apa yang haram. Usia Pendewasaan (Sinn Al-Bulugh) Periode ini berlangsung pada usia sekitar 13 16 tahun.Anak-anak mulai beralih menjadi dewasa, sehingga iamulai harus diajarkan etika tingkah laku seksual dalampersiapan menuju jenjang pernikahan. Setiap orangharus mulai mengetahui kewajiban dan hak sebagaisuami istri. 15. Dalam islam, peran laki-laki dan perempuandiakui, perbedaan derajat mereka lebih ditentukanoleh derajat takwa yang dimiliki oleh masing-masing. Alquran menyatakan bahwa masing-masing jeniskelamin memiliki peran sesuai dengan jeniskelaminnya (QS Al-Nisa (4):32). Setiap peranmemiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, setiap amal adalah penting danmemiliki nilai setara. Semua amal akan dibalassesuai dengan perbuatannya. Hanya ketakwaanlahyang secara esensial membedakan derajatsesesorang (Hasan, 2006).