Education tourism - Pariwisata Pendidikan , Sosiologi Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia

  • Published on
    19-Aug-2015

  • View
    17

  • Download
    3

Transcript

1. oleh: Annur Yusi Esti Herlianti Dadan Saeful Ramadhan Moh. Ihsan Fadlillah Pahrunnisa Pahmi Yuliani Dwi Astuti Pendidikan Sosiologi 2013 2. Latar Belakang Pendidikan adalah suatu konstruksi dalam pembangunan dari sebuah negara, yang memiliki peran penting dalam perkembangan dan kemajuan suatu negara tersebut. Sedangkan, pariwisata adalah bagian dari alat pengembangan pendidikan. Melalui pariwisata pendidikan kita bisa mendapatkan pengetahuan dengan kemasan bernuansa jalan-jalan dan belajar. 3. 1. Pengertian Pariwisata Pariwisata pada hakikatnya berpariwisata adalah suatu proses kepergian sementara dari seseorang atau lebih menuju tempat lain di luar tempat tinggal. A. PARIWISATA 2. Wisatawan dan Pelancung a. Wisatawan Wisatawan (tourist) adalah orang yang melakukan suatu perjalanan wisata, jika lama tinggalnya sekurang-kurangnya 24 jam. b. Pelancung Pelancung (excursionist) kurang dari 24 jam 3. Dampak Pariwisata a. Dampak terhadap sosial budaya b. Dampak terhadap sosial ekonomi c. Dampak terhadap lingkungan 4. B. PARIWISATA PENDIDIKAN 1. Pengertian Pariwisata Pendidikan Pariwisata pendidikan dimaksudkan sebagai suatu program dimana peserta kegiatan wisata melakukan perjalanan wisata pada suatu tempat tertentu dalam suatu kelompok dengan tujuan tujuan utama untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung terkait dengan lokasi yang dikunjungi (Rodger, 1998,hal 28 2. Contoh Tempat Wisata Pendidikan Museum Geologi Saung Angklung Udjo Taman Lalulintas Boscha Puspa Iptek 5. a. Membuka wawasan wisatawan b. Menerapkan hal yang dipelajari dalam kehidupan sehari hari c. Secara umum pariwisata akan memberikan manfaat secara signifikan terhadap mutu pengetahuan wisatawan dan menjadi alternatif dalam memahami sesuatu hal. 3. Tujuan dan Manfaat Pariwisata Pendidikan 6. C. MUSEUM GEOLOGI BANDUNG 7. Museum Geologi atau Museum Geologi Bandung merupakan salah satu objek wisata sejarah dan edukasi di kota kembang Bandung. Museum ini memberikan informasi dan pengetahuan mengenai geologi atau ilmu bumi dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Di museum ini, wisatawan dapat menyaksikan berbagai material geologi berbentuk batuan, fosil, ataupun mineral yang ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Karena pentingnya peranan museum dan koleksi yang dimiliki, Museum Geologi Bandung tercatat sebagai warisan nasional dan dilindungi dalam Peraturan Pemerintah. 1. Profil Museum Geologi Bandung MUSEUM 8. a. Sejarah Museum Geologi Pembangunan Museum Geologi Bandung berawal dari berlangsungnya revolusi industri di Eropa pada pertengahan abad ke-18. Pada saat itu, pemerintah Belanda sadar akan pentingnya bahan tambang dan galian sebagai bahan dasar industri. Pemerintah Belanda kemudian mendirikan lembaga bernama Dienst van het Mijnwezen yang berfungsi menyelidiki kondisi geologi dan tambang di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 1850. Tempat inilah yang kemudian kita kenal sebagai Museum Geologi Bandung. Menempati gedung kuno bergaya Art Deco, Museum Geologi diresmikan oleh pemerintah Belanda pada 16 Mei 1929, dua hari menjelang pembukaan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-4 yang berlangsung di Bandung tanggal 18-24 Mei 1929 9. b. Atraksi Museum Geologi Koleksi batu-batuan, mineral, dan fosil unik dari berbagai wilayah di Indonesia Museum ini menyimpan fosil manusia purba pertama di Indonesia Fosil dinosaurus yang sangat besar koleksi meteorit yang pernah jatuh di wilayah Indonesia 10. c. Aktivitas di Museum Geologi Di museum geologi wisatawan akan mengunjungi dua lantai. Lantai 1, terdiri dari : 1) Ruang Orientasi menampilkan peta geografis Indonesia dalam bentuk layar lebar. 2) Ruang Sayap Barat terdiri atas beberapa kamar berbeda yang menampilkan informasi mengenai hipotesis pembentukan bumi dalam tata surya; susunan tektonik regional yang mempengaruhi pembentukan geologi Indonesia; dan kondisi geologi Indonesia 3) Ruang Sayap Barat menampilkan jenis-jenis batuan dan mineral di berbagai wilayah Nusantara. 4) Ruang Sayap Timur memamerkan gambaran dan sisa-sisa makhluk hidup yang pernah tinggal dan tumbuh di bumi 11. Lantai II 1) Ruang Timur terbagi atas tujuh ruang kecil yang berbeda. Tiap-tiap ruang memberikan informasi mengenai aspek positif dan negatif dari cabang ilmu bumi (geologi) terhadap kehidupan masyarakat dunia, khususnya di Indonesia. 2) Ruang Barat berfungsi sebagai ruang kerja staf museum 12. d. Amenitas di Museum Geologi Selain ruang peragaan dan ruang dokumentasi Museum Geologi mempunyai fasilitas-fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung antara lain : 1) a. Auditorium 2) Ruang Edukasi 3) Souvernir Shop 4) Masjid 5) Poliklinik 6) Toilet Di sekeliling Museum Geologi, wisatawan bisa menemukan berbagai bangunan penting kota Bandung seperti Gedung Sate, Gereja Kristen Indonesia, dan Universitas Padjajaran. Amaris Hotel Cimanuk dan Holiday Inn Bandung adalah contoh-contoh hotel yang lokasinya berdekatan dengan Museum Geologi 13. e. Aksesibilitas Museum Geologi a. Pertama, dari pintu sebelah selatan (sisi Terminal Stasiun Hall) : Anda dapat menggunakan angkot berwarna hijau-kuning-hijau dengan nomor 10 dengan rute Stasiun Hall-Sadang Serang. Nantinya turunlah di pertigaan Masjid Pusdai. Dari sini pengunjung harus berganti angkot dengan warna hijau-hitam bernomor 05 dengan rute Cicaheum-Ledeng yang menuju ke arah Ledeng. Nah, mintalah turun di Museum Geologi. b. Kedua, dari pintu sebelah utara (Jalan Kebun Kawung) : Dari sini, Anda dapat menggunakan angkot berwarna ungu- hijau dengan jalur nomor 26 dengan rute Tegallega-Cisitu dan turun di Pasar Balubur. Setelah seberangilah jalan, lalu naik angkot dengan warna hijau-hitam yang bernomor 05 jurusan Ledeng- Cicaheum. Dan Anda bisa turun di depan museum. 14. f. Dampak Dan Fungsi Pengembangan Pembangunan Museum Geologi Dampak Positif Pengembangan Museum Geologi: Dengan jumlah pengunjung yang terus meningkat berikut efek ekonomi yang berputar sebagai dampak kunjungan tersebut, keberadaan MG kini telah membuka peluang penting dalam peningkatan ekonomi kreatif. Setidaknya, hal itu terbuka dalam kaitannya dengan lingkup wisata. Fungsi Pengembangan Museum Geologi 1. Sebagai sarana edukatif 2. Sebagai sarana informatif 3. sebagai sarana rekreatif, dan objek wisata bagi masyarakat umum 4. Sebagai tempat pelestarian Manfaat Mempelajari Sejarah Museum Geologi 1. Untuk menggali inspirasi 2. Untuk menghilangkan rasa bosan 3. Untuk mengisi waktu luang 4. Untuk menambah ilmu pengetahuan 5. Untuk memperdalam kajian ilmu 15. D. PUSAT PENDIDIKAN KONSERVASI ALAM BODOGOL 16. PPKAB sendiri terbentuk atas prakarsa tiga lembaga, yaitu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Conservation International Indonesia (CII), dan Yayasan Alam Mitra Indonesia (ALAMI). PPKAB mulai diperkenalkan secara umum kepada masyarakat luas pada tahun 1998. Sebagai peran PPKAB memperkenalkan Kekayaan alam hutan hujan tropis, penyadaran dan pelibatan masyarakan dalam kaitannya dengan perlindungan kawasan hutan menjadi tonggak dalam mempertahankan kawasan ini sebagai kawasan konservasi, pada tahun 2008 konsorsium PPKAB berubah menjadi Konsorsium Konservasi Alam Bodogol dengan beranggotakan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Conservation International Indonesia (CII), dan Yayasan Owa Jawa (YOJ). 1. Profil PPKAB 17. 2. Atraksi di PPKAB Pendidikan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Fenomena Hutan Hujan Tropis Permainan yg bernuansa alam 18. 3. Aktivitas di PPKAB salah satu zona pemanfaatan didalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, perannya mampu menopang keragaman hayati yang tinggi. 19. 4. Amenitas di PPKAB Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PKKAB) ini dilengkapi dengan ruang kelas, asrama, jembatan kanopi, dan stasiun penelitian yang disediakan untuk para peneliti Pendidikan dilakukan secara simultan dan terbuka untuk anak-anak dari tingkatan Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah hingga perguruan tinggi. Untuk penyelanggaraan pusat pendidikan ini, CI tidak secara langsung mengelola PPKAB, melainkan bekerjasama dengan mitra yaitu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Yayasan Owa Jawa yang juga mempunyai misi untuk merehabilitasi owa jawa yang hampir punah. 20. 5. Aksesibilitas PPKAB 1. Dengan menggunakan kendaraan pribadi (disarankan Kijang atau Four Wheel Drive) *Melalui jalan tol Jakarta - Bogor - Ciawi, ke arah Sukabumi *Temukan Taman rekreasi Lido di sisi Jalan Raya Bogor - Sukabumi, km 21, Cicurug *Temukan kantor CI Lido untuk memperoleh informasi/ bantuan cara mencapai lokasi 2.Dengan menggunakan Kendaraan Operasional PPKA Bodogol *Kendaraan pribadi dititipkan di Kantor CI - Lido *Staf PPKA Bodogol akan mengantar anda ke lokasi menggunakan four wheel drive dengan biaya sebesar Rp.400.000/ mobil ( max.6 orang/PP) Jl.Raya Bogor - Lido, Resort PPKAB - Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol di Bogor, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango 21. 6. Dampak dan Manfaat Pengembangan Wisata Pendidikan PPKAB a. Dampak Bidang Ekonomi Pengembangan KemampuanAnak BidangIlmu Pendidikan Bidang Lingkungan Bidang Ekonomi BidangIlmu Pendidikan Bidang Lingkungan Pengembangan KemampuanAnak Bidang Ekonomi BidangIlmu Pendidikan Bidang Lingkungan 22. b. Manfaat 1) Memperkenalkan, mempromosikan dan mengembangankan konsep pendidikan konservasi 2) Terselenggaranya pendidian scara pro aktif 3) Menciptakan sebuah model pengelolaan yang berdasarkan prinsip kemandirian. 4) Meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya melestarikan Sumber Daya Alam. 5) Pengembangan penelitian mengenai keanekaragaman hayati karena didukung oleh tersedianya fasiltas yang berupa ruang kelas, asrama, dan stasiun penelitian. 6) Menciptakan sebuah model kerjasama antara Lembaga Swadaya Masyarakat, Pemerintah, Lembaga-lembaga Nasional dan Internasional 7) Menginformasikan mengenai kekayaan serta keunikan dari flora dan fauna yang ada. 8) Pendidikan dilakukan secara simultan dan terbuka untuk anak-anak dari tingkatan Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah hingga perguruan tinggi. 9) Munculnya rasa coriousity dan biofilia positif 23. SIMPULAN Wisata Pendidikan tidak hanya dilakukan di laboratorium ataupun di lembaga penelitian saja. Wisata pendidikan juga bisa dilakukan di museum yang merupakan tempat dengan segudang pengetahuan, serta di taman wisata yang luas dimana kita bisa menemukan banyak hal baru. Wisata pendidikan tidak hanya melulu tentang pengetahuan intelektual, tapi wisata pendidikan bisa berupa pengembangan kemampuan motorik dan pengembangan social behaviour. Wisata pendidikan berlaku untuk semua kalangan pelajar yang haus akan pengetahuan mulai dari murid TK hingga mahasiswa. Pengembangan wisata pendidikan perlu diperhatikan dengan serius karena wisata pendidikan harus memiliki efek edukasi bagi konsumennya. 24. TERIMAKASIH

Recommended

View more >