Contoh KARYA ILMIAH Bahasa Indonesia mengenai "Usaha Kuliner Bakso"

  • Published on
    18-Jul-2015

  • View
    716

  • Download
    1

Transcript

TUGAS BAHASA INDONESIAKARYA ILMIAH Usaha Kuliner Bakso Pak Inggih

DISUSUN OLEHNama: RismalaPramudithaKelas: XI IPA 1No. Absen: 28

Madrasah Aliyah Negeri 2 MataramJalan Pendidikan Nomor 25 Mataram2014DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL iKATA PENGANTAR iiDAFTAR ISI iiiBAB I : PENDAHULUAN11. Latar Belakang Masalah12. Rumusan Masalah23. Tujuan34. Manfaat Penelitian3BAB II : TINJAUAN PUSTAKA4BAB III :METODE PENELITIAN81. Tempat dan Waktu Pelaksanaan82. Populasi dan Sampel8BAB IV : PEMBAHASAN9BAB V : PENUTUP211. Kesimpulan212. Saran21DAFTAR PUSTAKA 22LAMPIRAN23BAB IPENDAHULUAN

1. Latar BelakangBakso atau baso merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita.Ketika menyebut kata bakso saja, orang Indonesia pasti langsung tahu apa maksud dari kata itu. Di luar negeri juga mengenal makanan ini namun dalam bahasa yang berbeda yaitu meatballs atau bola daging atau dikenal dengan kata Bakso.Bakso atau baso merupakan makanan berkuah yang didalamnya terdapat pentolan bakso yang terbuat dari daging dan di dalamnya juga terdapat tambahan lain seperti mi maupun sayur dengan menambahkan saos, kecap, dan sambal sesuai selera.Pentolan bakso yang biasanya berbentuk bulat, pentolan bakso inilah yang menjadi bahan utama atau bahan yang harus ada, karena jika pentolan bakso ini tidak ada maka makanan tersebut belum bisa dikatakan sebagai bakso.Setiap akan membuat pentolan bakso, orang Indonesia apalagi mayoritas beragama Islam pasti akan menggunakan daging sapi sebagai bahan utama dalam pembuatan pentolnya.Namun semakin banyaknya warung atau restoran yang menyajikan bakso ke dalam menunya, para penjual kini banyak yang mengganti daging sapi dengan yang lain sebagai isian maupun bahan utama karena banyak faktor. Beberapa diantaranya mungkin akibat dari keluhan para konsumen yang mulai bosan dengan menu yang itu-itu saja, dan juga karena persaingan antara pedagang yang satu dengan pedagang yang lain karena semakin banyak pedagang yang menjual bakso.Daging ikan menjadi salah satu bahan alternatif pengganti daging sapi yang digunakan penjual karena harga daging sapi tiap tahunnya semakin mahal dan tiap penjual bakso belum tentu ada yang bisa mengimbangi antara pemasukan dan pengeluarannya.Untuk itu pada karya ilmiah kali ini saya telah melakukan wawancara kepada seorang pedagang bakso yaitu narasumber saya yang bernama pak Inggih yang sudah lama membuka usaha kuliner bakso.Untuk menjawab rasa penasaran bagi yang belum mengetahui sekaligus belum mencicipi bakso di warung bakso pak Inggih ini, maka saya akan menyajikan dan menjelaskan bagaimana usaha yang dijalankan pak Inggih, apakah membuahkan hasil atau tidak dan apa saja bumbu-bumbu yang digunakan pak inggih sehingga bakso yang dijual oleh beliau ini berbeda dengan bakso yang dijual oleh pedagang lain.Semoga dengan tulisan ini dapat memperkaya pengetahuantentang aneka masakan Indonesia sebagai pilihan kuliner bagi para maniak wisata kuliner budaya Indonesia asli.

2. Rumusan Masalah1) Bagaimana perjalanan usaha bakso pak Inggih selama ini ?2) Apa saja bahan yang digunakan dalam pembuatan bakso khas pak Inggih ?3) Bagaimana proses pembuatan bakso khas pak Inggih ?4) Hasil dan keuntungan apa saja yang diperoleh sekaligus dirasakan pak Inggih selama membuka usaha bakso ini ?3. Tujuan1) Untuk mengetahui perjalanan usaha bakso pak Inggih selama ini.2) Untuk menambah wawasan tentang bahan yang digunakan dalam pembuatan bakso khas pak Inggih.3) Agar mengetahui proses pembuatan bakso khas pak Inggih.4) Untuk mengetahui hasil dan keuntungan yang diperoleh sekaligus dirasakan pak Inggih selama membuka usaha bakso.

4. Manfaat PenelitianDengan dibuatnya karya ilmiah ini dapat menambah wawasan dan dapat bermanfaat kepada semua orang yang membacanya khususnya orang yang ingin mencoba membuka usaha bakso yang nantinya karya ilmiah ini akan dapat dijadikan contoh.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang paling lazim dalam masakan Indonesia. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga baso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang. Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia, hal ini ditunjukkan dari istilah 'bakso' yang berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging giling'.Pada awal abad ke -17 akhir Dinasti Ming di Fuzhou, Hidup seorang pria bernama Meng Bo yang tinggal di sebuah desa kecil. Meng Bo sangat baik dan sangat berbakti kepada orang tuanya. Kebaikan dan bakti kepada ibunya sudah dikenal di kalangan tetangganya.Suatu hari, ibunya yang sudah mulai tua sudah tidak dapat makan daging lagi, karena giginya sudah mulai tidak bisa makan sesuatu yang agak keras.Ini sedikit mengecewakan karena dia suka sekali makan daging.Meng Bo ingin membantu ibunya agar bisa mengonsumsi daging lezat lagi.Sepanjang malam duduk, memikirkan bagaimana mengolah daging yang bisa dimakan oleh ibunya. Hingga suatu hari, ia melihat tetangganya menumbuk beras ketan untuk dijadikan kue mochi. Melihat hal itu, timbul idenya. Meng Bo langsung pergi ke dapur dan mengolah daging dengan cara yang digunakan tetangganya dalam membuat kue mochi. Setelah daging empuk, Meng Bo membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil sehingga ibunya dapat memakannya dengan mudah. Kemudian ia merebus adonan itu, tercium aroma daging yang lezat.Meng Bo menyajikan bakso itu kepada ibunya.Sang ibu merasa gembira karena tidak hanya baksonya yang lezat, tapi juga mudah untuk dimakan.Meng Bo sangat senang melihat ibunya dapat makan daging lagi.Cerita bakti Meng Bo cepat menyebar ke seluruh kota Fuzhou. Penduduk berdatangan terus menerus untuk belajar membuat bakso yang di buat Meng Bo. Dan resep terus menyebar dari keluarga ke keluarga lain, kota ke kota lain dan bahkan sekarang di Indonesia.Mungkin bentuk dan rasa yang di buat Meng Bo dan kita makan sehari-hari pasti berbeda, mungkin hanya sama-sama berasa daging yang empuk yang di buat bulat-bulat. Di Indonesia bakso sudah dikembangkan resepnya menjadi beda-beda.Dari segi warna bakso, resep sup dan lain-lain sudah berbeda dari dulu sampai sekarang.Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur, ditaburi bawang goreng dan seledri.Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia, dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar. Berbagai jenis bakso sekarang banyak di tawarkan dalam bentuk makanan beku yang dijual di pasar swalayan dan mall-mall. Irisan bakso dapat juga dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mi goreng, nasi goreng, atau cap cai.Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang.Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang.Bakso Malang dan bakso Solo adalah masakan bakso dan disajikan dengan khas Jawa.Bakso berasal dari China tetapi berbeda dengan bakso Malang dan Solo.Bakso China biasanya terbuat dari babi atau makanan laut dan warnanya agak kecokelatan serta bentuknya tidak bulat sekali.Karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal seperti daging sapi, ikan, atau ayam.Sedangkan bakso Malang dan Solo terbuat dari daging sapi, berwarna abu abu dan bentuknya bulat sekali.Bakso China biasanya tidak disajikan dengan kuah melimpah berbeda dengan bakso Malang dan Solo yang disajikan dengan kuah melimpah.Adapun variasi stsu macam-macam bakso diantaranya :1. Bakso urat: bakso yang diisi irisan urat atau tendon dan daging tetelan kasar.2. Bakso bola tenis atau bakso telur: bakso berukuran bola tenis berisi telur ayam rebus.3. Bakso gepeng: bakso berbentuk pipih.4. Bakso ikan: bakso berbahan daging ikan.5. Bakso udang: bakso berbahan dari udang.6. Bakso keju: bakso resep baru berisi keju.7. Bakso Bakar: bakso yang diolesi bumbu khusus dan dibakar langsung (tanpa arang) dan disediakan bersama potongan ketupat dan kuah kaldu yang hangat dan bumbu kacang.Biasanya bumbu oles sebelum dibakar merupakan salah satu yang menentukan enak atau tidaknya bakso bakar.8. Bakso kerikil : bahan daging relatif sama dengan bakso-bakso pada umumnya, namun ukuran bakso ini lebih kecil hingga disebut bakso kerikil.9. Bakso Balungan: bahan dasarnya tulang.Dalam proses pembuatanya, ada bakso yang dicampur dengan boraks atau bleng untuk membuat tepung menjadi lebih kenyal mirip daging serta lebih awet. Hal ini membuat bakso pernah dianggap makanan yang kurang aman oleh BPOM. BPOM mengingatkan bahwa mengonsumsi makanan berkadar boraks tinggi selama kurun 510 tahun dapat meningkatkan risiko kanker hati.Maka bakso yang dijual di berbagai pasar tradisional dan pasar swalayan diwajibkan bebas boraks.Karena bakso terbuat dari daging, maka sebaiknya bakso disimpan dalam kondisi beku sebelum direbus untuk dikonsumsi.Karena alasan itulah di supermarket bakso dijual dalam kondisi beku untuk menjaga temperatur agar bakso dapat terjaga kualitasnya dan tidak tercemar bakteri.Konsumen perlu berhati-hati dalam memilih bakso yang dijual oleh pedagang bakso keliling.Bakso yang dijual tetapi dipajang di etalase pada temperatur ruang rawan tercemar bakteri, misalnya bakteri penyebab diare atau salmonela penyebab tifus.Pilihlah bakso yang tengah direbus.

BAB IIIMETODE PENELITIAN

1. Tempat dan Waktu PelaksanaanA. Tempat: Warung Bakso Pak Inggih di Pasar Rembiga, Mataram.B. Waktu: Minggu, 23 Februari 2014

2. Populasi dan SampelA. PopulasiPenelitian ini diambildari masyarakat di sekitar Rembiga.B. SampelPenelitian ini mengambil sampel sebanyak 2 orang di Warung Bakso Pak Inggih di Pasar Rembiga, Mataram.

BAB IVPEMBAHASAN

Setelah melakukan sebuah wawancara kepada salah satu narasumber, dalam pembahasan karya ilmiah kali ini, sayaakanmembahas mengenaiusaha yang dilakukan oleh seorang pengusaha kuliner. Nama narasumber saya adalah pak Inggih alias Suwanto.Beliau lahir di Solo, Jawa Timur pada tahun 1951, berarti umurnya sekarang sekitar 63 tahun. Sekarang pak Inggih tinggal di Rembiga Utara, Mataram.Pak Inggih memiliki seorang istri yang bernama Hariati dan memiliki empat orang anak, yaitutiga perempuan dan seorang laki-laki.Semua anaknya sudah berumah tangga kecuali putra bungsunya.

(Gambar 1 : dibelakang, pak Inggih dan paling depan sang istri, bu Hariati )Pak Inggih adalah seorang penjual bakso, ia memiliki tempat usaha di Pasar Rembiga yang bernama Warung Bakso Pak Inggih. Dulu beliau belum mempunyai tempat tetap seperti warung miliknya sekarang. Karena dulu ia pada awal merintis usaha hanya mempunyai satu grobak yang selalu ia dorong untuk menuju ketempat pangkalannya, yaitu di seberang jalan raya lapangan Rembiga. Namun, karena kerja kerasnya selama bertahun-tahun,iaakhirnya dapat membeli tanah di Pasar Rembige dan membuka usaha bakso tetapnya disana.

Pak Inggih membuka usahanya sudah sangat lama yaitu hampir 29 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 8 Agustus 1985. Pada awal berjualan, bakso menjadi satu-satunya menu yang ditawarkan oleh Pak Inggih kepada konsumen.Sekarang Pak Inggih menjual baksonya seharga Rp10.000 per mangkuk.Beliau menjual baksonya sekitar dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam.Biasanya ia ditemani bersama sang istri, bu Hariati dan anak-anaknya secara bergantian. Dalam sehari pak Inggih dapat menjual baksonya saja sebanyak 20 porsi belum lagi dihitung dengan makanan maupun minuman lain yang dibeli pembeli, jika di total, rata-rata penghasilan pak Inggih kurang lebih sekitar 3 juta rupiah.Dalam permangkuknya pak Inggih menaruh berbagai macam bahan yang harus dimasukkan dan juga disiapkan. Pertama kita harus membeli segala bahan yang diperlukan pada pagi hari di Pasar. Setelah itu, kita dapat membuat bakso dan kuahnya di Rumah.Setelah semua bahan yang diperlukan sudah lengkap, tinggal menuju warung untuk dijual. Adapun resep bakso atau pentol yang diberitahukan pak Inggih kepada saya.Bahan-bahan pentol (bulatan bakso)1 Daging sapi giling2 Tepung kanji3 Tepung terigu4 Bawang putih5 Garam dan mericaCara Membuat Bakso1 Haluskan bawang putih. Lalu campurke dalam adonan daging sapi giling, merica, garam, sekaligus tepung kanji dan tepung terigu.2 Aduk dan uleni adonan tersebut hingga tercampur merata kurang lebih 10 menit.3 Setelah adonan tercampur rata selanjutnya bentuk menjadi bulatan-bulatan dengan menggunakan tangan sesuai dengan ukuran yang sesuai, usahakan agar ukurannya tidak terlalu besar supaya bisa matang secara lebih merata dan cepat.

4 Masukkan bulatan bakso yang tadi dibuat ke dalam air panas, kemudian rebuske dalam air yang mendidih hingga matang. Tanda bakso yang telah matang adalah mengapung di permukaan air yang mendidih. Proses perebusan biasanya 10-15 menit.5 Setelah itu, apbila terlihat bakso sudah ada yang terapung, angkat yang telah matang dan tiriskan.Itu merupakan cara untuk membuat bakso biasa. Namun, untuk bakso atau pentol yang memiliki isian yang dijual oleh pak Inggih, adonan tadi tidak bisalangsung dibentuk bulat begitu saja.Untuk bakso tenes, isiannya berupa telur ayam rebus yang dibuat hanya dengan melapisi telur dengan adonan bakso dengan berbentuk bulat-bulat juga.Lalu untuk bakso urat, adonan bakso tadi hanya tinggal dicampur dengan urat sapi.

Adapun proses pembuatan kuah untuk baksoBahan membuat kuah bakso1. Tulang sapi2. AirBumbu kuah bakso1. Bawang putih, goreng dan haluskan2. Bawang merah, goreng dan haluskan3. Bawang goring, haluskan4. Gula 2 sdt5. Garam dan merica 6. Daun bawang 4 batang, ambil bagian putihnya, iris halusCara Membuat Kuah Bakso1. Rebus air bersama tulang dan semua bumbunya sampai mendidih dan tulangnya menjadi matang.2. Jika sudah matang, kecilkan apinya dan selanjutnya sudah bisa disajikan bersama bakso tadi.

Adapun cara mengisi dan macam-macam isian dalam satu mangkuk bakso pak Inggih diantaranya sebagai berikut :1. Pertama, siapkan mangkuk, sendok, dan garpu.

2. Masukkan mi kuning dan mi putih (bihun) kedalam mangkuk tadi. Pembeli dapat meminta kepada pak Inggih untuk memakai mi atau tidak, sesuai selera.

3. Lalu, masukkan irisan sayur, daun bawang, seledri, dan bawang goreng.

4. Masukkan bakso sesuai pesanan yang telah dipesan oleh pembeli. Jumlah bakso tidak menentu, tergantung jenis menu bakso apa yang akan di pesan nanti.

5. Setelah semua bahan siap, tinggal di siram menggunakan kuah kaldu yang masih hangat.

Konsumen juga dapat menggunakan bumbu tambahan berupa saos, kecap, sambal, maupun cuka.Disini juga menjual lontong sebagai makanan tambahannya sebagai pengganti nasi.Selain menjual bakso Pak Inggih juga menawarkan beberapa menu lain seperti yang terlihat oleh daftar menu dibawah yaitu Soto Ayam, Rawon Daging, Nasi Goreng, Mi Goreng atau kuah, Bihun Goreng dan Capcay Goreng atau kuah yang harganya dari 10 ribu sampai 14 ribu rupiah.

( gambarbumbu dan bahan,kiridan Menu,kanan )

Lalu untuk minumnya ada berbagai macam pilihan seperti Es Campur, Es Kelapa, Es Jeruk, Es Sirup, Kopi, Soft Drink (minuman ringan) dan lain-lain...

Recommended

View more >