Click here to load reader

Biji dan perkecambahan

  • View
    2.324

  • Download
    26

Embed Size (px)

Text of Biji dan perkecambahan

  • 1. BIJI DAN PERKECAMBAHAN Setiono, M.Pd

2. BIJI Biji berkembang dari pembuahan berganda Biji masak terdiri dari tiga bagian: embrio dan endosperm (keduanya hasil pembuahan ganda), serta kulit biji yang dibentuk oleh dinding bakal biji, termasuk kedua integumennya. Pada tahap akhir perkembangannya biji akan mengalami dehidrasi (kandungan air 5-15%) 3. Lapisan-lapisan pada Biji Pada Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae) terdiri dari dua lapisan kulit perkembangan integumen: Lapisan kulit luar (testa), berfungsi sebagai pelindung paling luar dari biji. Sehingga pada beberapa menjadi keras seperti kayu atau batu serta berwarna khas. Lapisan kulit dalam (tegmen), lapisan yang tipis disebut juga kulit ari. 4. Bagian-bagian Kulit Biji 1. Sayap (ala), berfungsi untuk pemencaran oleh angin, seperti pada kelor (Moringa oleifera Lamk) 2. rambut (coma), yaitu penonjolan sel-sel kulit yang berupa rambut-rambut halus. Bulu ini berfungsi seperti sayap. Seperti kapas (Gossypium). 3. Salut Biji (arrilus), berasal dari tangkai biji (hilum) yang menyelubungi biji, berkembang menjadi daging buah pada duren (Durio Zibenthinus), rambutan (Nephelium lappaceum). Berkembang menjadi selaput pada biji bunga teratai (Nymphaea), pala (Myristica fragrans). 5. Bagian-bagian Biji 4. Pusar Biji (hilus), yaitu bagian kulit luar biji yang merupakan bekas perlekatan dengan tali pusar, kelihatan jelas pada biji tumbuhan polong, seperti pada kacang panjang (Vigna sinesis Endl.) 5. Liang Biji (micropyle), ialah liang kecil bekas jalan masuknya buluh serbuk sari ke dalam bakal biji pada peristiwa pembuahan. Seperti kapas (Gossypium). 6. Berkas Pengangkut pembuluh angkut (chalaza), yaitu tempat pertemuan integumen dengan nuselus, masih kelihatan pada biji anggur (Vitilis vinifera L). 7. Tulang Biji (Raphae), yaitu terusan tali pusar pada bij, kelihatan pada biji jarak (Ricinus communis). 6. Inti Biji (Nucleus Seminis)Inti biji adalah semua bagian yang terdapat di dalam kulitnya. Terdiri dari: Lembaga (embryo), yang merupakan calon individu baru. Putih Lembaga (albumen), jaringan berisi cadangan makanan untuk masa permulaan kehidupan tumbuhan baru (kecambah), sebelum dapat membuat makanan sendiri. 7. Lembaga (Embryo) Lembaga adalah calon tumbuhan baru. Memiliki bagian-bagian: 1. Akar Lembaga atau calon akar (radicula)2. Daun Lembaga (cotyledon) 3. Batang Lembaga (caulis) 8. Daun Lembaga (cotyledon) Merupakan daun pertama suatu tumbuhan. Mempunyai fungsi berbeda-beda: Sebagai tempat penimbunan makanan, bentuknya tebal. Sebagai alat untuk asimilasi. Berwarna hijau, dan terus menempel selama belum ada daun baru. Sebagai alat penghisap makanan untuk lembaga dari putih lembaga. 9. Daun Lembaga Jumlah daun lembaga merupakan salah satu ciri penggolongan tumbuhan biji: TUmbuhan dengan satu daun lembaga disebut monokotil. Berfungsi sebagai penghisap makanan dari putih lembaga, dan dinamakan skutelum. Tumbuhan memiliki dua daun lembaga disebut dikotil. Daun lembaga lebih dari dua terdapat pada tumbuhan biji terbuka, seperti pada pohon jarum memiliki 8 daun lembaga. 10. Putih Lembaga (albumen) Terbentuk dari perkembangan inti endosperm sekunder (3n). Terdiri dari suatu jaringan yang menjadi tempat cadangan makanan bagi lembaga. Pada polong (Leguminosae), cadangan makanan terdapat pada daun lembaga. 11. Putih Lembaga (albumen) Melihat dari asal jaringan tempat penimbunan zat makanan, albumen dapat dibedakan menjadi: Putih Lembaga Dalam (endospermium), terbentuk dari inti kantung lembaga sekunder yang dibuahi sperma generatif 2. terdapat pada biji tertutup (Angiospermae). Putih Lembaga Luar (Perispermium), terbentuk dari bagian biji di luar kantung lembaga (nuselus atau selaput bakal biji). 12. Kecambah (Plantula) Perkecambahan biji dapat dibedakan menjadi: Perkecambahan di atas tanah (epigeal), jika keping biji terangkat ke permukaan tanah karena perpanjangan hipokotil. Kulit biji akan tanggal, keping biji menjadi kehijauan sehingga mampu berfotosintesis namun akan jatuh. Contoh: kacang hijau (Phaseolus radiatus). Perkecambahan di bawah tanah (hypogeal), jika keping biji tetap di bawah permukaan tanah. Karena hipokotil tidak tumbuh pesat, sehingga kotiledon tidak terangkat. Akan tetapi epikotil yang tumbuh pesat. Contoh pada kacang erci (Pisum sativum), dan jagung (Zea mays). 13. sebutkan 2 lapisan kulit biji! Sebutkan bagian-bagian kulit biji! Sebutkan perbedaan kotiledon pada monokotil dan dikotil!

Search related