BENJOLAN PADA PAYUDARA

  • View
    3.392

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

MODUL BENJOLAN PADA PAYUDARA

Text of BENJOLAN PADA PAYUDARA

  • 1. Laporan tutorial MODUL III BENJOLAN PADA PAYUDARA Klp 1 Disusunoleh: A.Raodah Imran 10542025411 Arum puspita NurWulandari 10542025511 Aan Sucitra 10542025611 Abu salam Hamzah 10542025711 Ajnihah M.Fitran 10542025811 Akhsanul Kaffi 10542025911 Amanda Dyna Faradillah 10542026011 AN ras Fahrul Ikhsan 10542026111 Andi Aswiny Putri 10542026211 Nur Marifah 105420 10 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2014

2. DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 HISTORY TAKING 1 1.2 MIND MAPPING 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 ANATOMI, HISTOLOGI, FISIOLOGI PAYUDARA 2.1.1 ANATOMI PAYUDARA 3 2.1.2 HISTOLOGI PAYUDARA 7 2.1.3 FISIOLOGI PAYUDARA ........... 11 2.2 PATOMEKANISME GEJALA 12 2.3 DIFFERENTIAL DIAGNOSIS 2.3.1 FIBROADENOMA MAMMAE 14 2.3.2 HIPERPLASIA KISTIK KEL. MAMMAE 17 2.3.3 KARSINOMA MAMMAE 19 BAB III KESIMPULAN 34 DAFTARPUSTAKA 3. DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Anatomi Payudara . 3 Gambar 2. Kelenjar Payudara . 5 Gambar 3. Histologi Kelenjar Mammae yang Tidak Aktif . 7 Gambar 4. Histologi Kelenjar Mammae selama Proliferasi dan kehamilan Awal 8 Gambar 5. Histologi Kelenjar Mammae selama kehamilan akhir. .. 9 Gambar 6. Kelenjar Mammae Selama Laktasi ... 10 Gambar 7. Histologi Kelenjar Mammae Masa Laktasi 11 Gambar 8. Sitologi Fibroadenoma Payudara .... 14 Gambar 9. Fibroadenoma Mammae 15 Gambar 10. Histopatologi fibroadenoma mammae 16 Gambar.11 Sitologi Hiperplasia Kistik kelenjar Mammae . 17 Gambar 12 Histopatologi Hiperplasia Kistik Kelenjar Mammae . 18 Gambar 13 karsinoma Mammae 19 Gambar 14 hasil Mammografi 27 Gambar 15 histopatologi Karsinoma Mammae 29 Gambar 16 SADARI . 33 4. BAB I PENDAHULUAN 1.1 HISTORY TAKING Seorang wanita 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan ada benjolan di payudara kanan sebesar telur bebek. Benjolan sudah dirasakan selama 6 bulan yang kadang kadang terasa nyeri. Dalam 2 bulan terakhir benjolan dirasakan semakin membesar. Dari scenario di atas, diketahui: - Wanita 25 tahun - Keluhan ada benjolan di payudara kanan sebesar telur bebek - Benjolan dirasakan 6 bulan kadang terasa nyeri - 2 bulan terakhir semakin besar Anamnesis tambahan 1. Apakah ada riwayat keluarga? 2. Kapan haid pertama datang? 3. Apakah sudah menikah, menggunakan kontrasepsi hormonal, sudah melahirkan? 4. Apakah menyusui atau tidak? 5. Apakah sebelumnya ada riwayat penyakit payudara? 6. Bagaimana pola hidupnya? 7. IMT? 8. Apakah ada riwayat minum obat-obatan/ alcohol? 9. Penggunaan bra? 10. Pada saat kapan nyeri timbul? 5. 1.2 MIND MAPPING Gejala gejala: - Benjolan pada payudara kanan sebesar telur bebek - Sudah dirasakan 6 bulan, kadang terasa nyeri - 2 bln terakhir makin besar Differential Diagnosis Fibroadenoma Hiperplasia Kistik Kelenjar Mammae Karsinoma Mammae Pemeriksaan Penunjang Penatalaksanaan 6. BAB II PEMBAHASAN 2.1 ANATOMI, HISTOLOGI, FISIOLOGI PAYUDARA 2.1.1 Anatomi Payudara Gambar 1. Anatomi Payudara Payudara merupakan kelenjar aksesoris kulit yang terletak pada iga dua sampai iga enam, dari pinggir lateral sternum sampai linea aksilaris media. Kelenjar ini dimiliki oleh pria dan wanita. Namun, pada masa pubertas, payudara wanita lambat laun akan membesar hingga membentuk setengah lingkaran, sedangkan pada pria tidak. Pembesaran ini terutama terjadi akibat penimbunan lemak dan dipengaruhi oleh hormon-hormon ovarium (Snell, 2006). Secara umum, payudara terdiri atas dua jenis jaringan, yaitu jaringan glandular (kelenjar) dan jaringan stromal (penopang). Jaringan kelenjar meliputi kelenjar susu (lobus) dan salurannya (ductus). Sedangkan jaringan penopang meliputi jaringan lemak dan jaringan ikat. Selain itu, payudara juga memiliki aliran limfe. Aliran limfe 7. payudara sering dikaitkan dengan timbulnya kanker maupun penyebaran (metastase) kanker payudara (Haryono dkk, 2011). Menurut Saymor (2000) setiap payudara terdiri atas 15-20 lobus yang tersusun radier dan berpusat pada papilla mamma. Saluran utama tiap lobus memiliki ampulla yang membesar tepat sebelum ujungnya yang bermuara ke papilla. Tiap papilla dikelilingi oleh daerah kulit yang berwarna lebih gelap yang disebut areola mamma. Pada areola mamma, terdapat tonjolan-tonjolan halus yang merupakan tonjolan dari kelenjar areola di bawahnya. Jika dilakukan perabaan pada payudara, akan terasa perbedaan di tempat yang berlainan. Pada bagian lateral atas (dekat aksila), cenderung terasa bergumpal-gumpal besar. Pada bagian bawah, akan terasa seperti pasir atau kerikil. Sedangkan bagian di bawah puting susu, akan terasa seperti kumpulan biji yang besar. Namun, perabaan ini dapat berbeda pada orang yang berbeda. Menurut Hoskins et, al (2005) Menurut Ramli (1994), payudara terletak pada hemitoraks kanan dan kiri dengan batas-batas sebagai berikut: 1. Batas-batas payudara yang tampak dari luar: - superior: iga II atau III - inferior: iga VI atau VII - medial: pinggir sternum - lateral: garis aksilaris anterior 2. Batas-batas payudara yang sesungguhnya: - superior: hampir sampai ke klavikula - medial: garis tengah - lateral: muskulus latissimus dorsi Untuk mempermudah menyatakan letak suatu kelainan, payudara dibagi menjadi lima regio, yaitu : 1. Kuadran atas bagian medial (inner upper quadrant) 2. Kuadran atas bagian lateral (outer upper quadrant) 3. Kuadran bawah bagian medial (inner lower quadrant) 4. Kuadran bawah bagian lateral (outer lower quadrant) 8. 5. Regio puting susu (nipple) Gambar 2. Kelenjar Payudara Struktur Payudara Payudara terdiri dari berbagai struktur: - parenkhim epitelial - lemak, pembuluh darah, saraf, dan saluran getah bening - otot dan fascia Parenkim epitelial dibentuk oleh kurang lebih 15-20 lobus yang masing-masing mempunyai Saluran tersendiri untuk Mengalirkan produknya, dan muara putting susu. Lobulus-lobulus Ini merupakan struktur Dasar dari kelenjar payudara (Ramli,1994). Vaskularisasi Payudara Menurut Ramli (1994), vaskularisasi payudara terdiri dari: 1.) Arteri Payudara mendapat perdarahan dari: 9. a. Cabang-cabang ferforantes arteri mammaria interna. Cabang-cabang I,II,III, dan IV dari arteri mammaria interna menembus dinding dada dekat pinggir sternum pada interkostal yang sesuai,menembus muskulus pektoralis mayor dan memberi perdarahan tepi medial glandula mamma. b. Rami pektoralis arteri thorako-akromialis. Arteri ini berjalan turun di antara muskulus pektoralis mayor. Pembuluh ini merupakan pembuluh utama muskulus pektoralis mayor. Setelah menembus muskulus pektoralis mayor,arteri ini akan mendarahi glandula mamma bagian dalam (deep surface). c. Arteri thorakalis lateralis (arteri mammaria eksterna). Pembuluh darah ini jalan turun menyusuri tepi lateral muskulus pektoralis mayor untuk mendarahi bagian lateral payudara. d. Arteri thorako-dorsalis. Pembulus darah ini merupakan cabang dari arteri subskapularis. Arteri ini mendarahi muskulus latissimus dorsi dan muskulus serratus magnus. Walaupun arteri ini tidak memberikan pendarahan pada glandula mamma,tetapi sangat penting artinya. Karena pada tindakan radikal matektomi,perdarahan yang terjadi akibat putusnya arteri ini sulit di control,sehingga daerah ini di namakan the bloody angle. 2.) Vena Pada daerah payudara terdapat 3 vena, yaitu: a. Cabang-cabang perforantes vena mammaria interna. Vena ini merupakan vena terbesar yang mengalirkan darah dari payudara. Vena ini bermuara pada vena mammaria interna yang kemudian bermuara pada vena innominata. b. Cabang-cabang vena aksilaris yang terdiri dari vena thorako-akromialis, vena thorako-lateralis dan vena thorako-dorsalis. c. Vena-vena kecil yang bermuara pada vena interkostalis. Vena interkostalis bermuara pada vena vertebralis, kemudian bermuara pada vena azygos (melalui vena-vena ini metastase dapat terjadi di paru). 10. 2.1.2 Histologi Payudara a. Kelenjar Mammae yang Tidak Aktif Kelenjar mammae yang tidak aktif ditandai oleh banyaknya jaringan ikat dan sedikit unsure kelenjar. Beberapa perubahan siklik di kelenjar mammae mungkin terlihat selama daur haid. Lobulus kelenjar terdiri dari tubulus kecil atau duktus intralobularis yang dilapisi oleh epitel kuboid atau kolumnar rendah. Di dasar epitel adalah sel mioepitel kontraktil. Duktus interlobularis yang lebih besar mengelilingi lobules dan duktus intralobularis. Duktus intralobularis dikelilingi oleh jaringan ikat longgar intralobularis yang mengandung fibroblast, limfosit, sel plasma dan eosinofil. Lobules dikelilingi oleh jaringan ikat padat interlobularis yang mengandung pembuluh darah, venula dan arteriol. (Eroschenko.2010: 496) Gambar 3. Histologi Kelenjar Mammae yang Tidak Aktif b. Kelenjar Mammae selama Proliferasi dan kehamilan Awal 11. Selama paruh pertama kehamilan, duktus intralobularis mengalami proliferasi yang cepat dan membentuk terminal bud yang berdiferensiasi menjadi alveoli. Pada tahap ini, kebanyakan alveoli kosong dan sulit dibedakan antara duktus ekskretorius intralobularis kecil dan alveoli. Duktus ekskretorius intralobularis tampak lebih teraturdengan lapisan epitel yang lebih jelas. Duktus ekskretorius intralobularis dan alveoli dilapisi oleh dua lapisan sel, epitel luminal dan lapisan basal sel mioepitel gepeng. Jaringan ikat longgar intralobularis mengelilingi alveoli dan duktus. Jaringan ikat yang lebih padat dengan sel adipose mengelilingi masing-masing lobules membentuk septum jaringan ikat interlobularis. Duktus ekskretorius interlobularis, dilapisi oleh sel kolumnar tinggi, berjalan di septum jaringan ikat interlobularis untuk menyatu dengsan duktus laktiferus lebih besar yang biasanya dilapisi oleh epitel bertingkat semu silindris pendek. Setiap duktus laktiferus mengumpulkan produk sekretorik dari lobus dan mengangkutnya ke papilla mamma. (Eroschenko.2010: 496) Gambar 4. Histologi Kelenjar Mammae selama Proliferasi dan kehamilan Awal c. Kelenjar Mammae selama kehamilan akhir Potongan kecil kelenjar mammae dengan lobules, jaringan ikta dan duktus ekskretorius digambarkan pada pembesaran lemah (kiri) dan kuat (kanan). Selama 12. kehamilan, epitel keljar dipersiapkan untuk laktas