of 11 /11
Bagaimana Rasulullah Mendidik Anak?

Bagaimana rasulullah mendidik anak

Embed Size (px)

Text of Bagaimana rasulullah mendidik anak

Slide 1

Bagaimana Rasulullah Mendidik Anak?

Rasulullah Tidak Pernah Menghardik Anak-anakDari Anas r.a., Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : Mengapa engkau lakukan? dan pula tidak pernah mengatakan: Mengapa tidak engkau lakukan?(HaditsRiwayat Bukhari, Kitabul Adab 5578, Muslim, Kitabul Fadhail 4269, dan selain keduanya)

MAKRUH MEMBEDA-BEDAKAN PEMBERIAN KEPADA ANAKDari An Numan bin Al Basyir ra., bahwa ayah Numan pernahmembawanya menghadap rasulullah saw., lalu berkata: Sayapernah memberikan kepada anakku ini seorang budak yangdulu kepunyaanku. Rasulullah saw., bertanya: Apakahmasing-masing anakmu kamu beri seperti anakmu ini? AyahNuman menjawab: Tidak Maka Rasulullah saw., bersabda:Kalau begitu tariklah kembali pemberianmu (kepada Numan)itu.Dalam riwayat lain dikatakan: Rasulullah saw., bertanya:Apakah kamu juga berbuat semacam ini terhadap anakmusemua? ayahku (Ayah Numan) menjawab: TidakRasulullah saw., bersabda: Takutlah kepada Allah danberbuatlah adil terhadap anak-anak kalian. Ayahku punkembali, lalu mengembalikan sedekah itu. (HR. Bukhari danMuslim)

Jangan Pukul Dia!Nabi saw. ditemui seseorang bersama 2 orang anak. Kemudian Rasulullah memberikan salah satunya kepada Ali r.a. sembari berkata, Jangan pukul dia, karena sesungguhnya aku melarang pemukulan terhadap ahli shalat. Sedang aku melihatnya selalu menunaikan shalat semenjak kami bertemu. (Al Bani dalam Al-Adab Al-Mufrad)

NasehatnyaRasulullah berkata kepada Anas r.a. ketika dia masih kecil, Wahai anakku jika engkau mampu untuk tidak dengki kepada siapa pun sepanjang pagi hingga sore, maka lakukanlah. Lalu beliau menambahkan, Wahai anakku, ituu termasuk sunnahku, barang siapa yang menghidupkan sunnahku berarti dia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang mencintaiku, dia akan bersamaku di surga. (H.r. Muslim)

Bolehkah?Dari Sahl bin Sad r.a. bahwa Rasulullah saw. datang membawa minuman, lalu meminumnya. Di sebelah kanan beliau ada anak kecil, sedang sebelah kanannya ada orang-orang tua. Rasul berkata kepada anak kecil itu, Bolehkah aku memberikan ini kepada mereka? anak kecil itu berkata, Jangan, demi Allah aku tak akan membagi bagianku darimu kepada orang lain. Rasulullah pun lalu memberikannya kepada anak itu. (H.r. Bukhari)

Penyayang AnakDari Anas bin malik r.a. ia berkata, Seorang wanita datang kepada Aisyah r.ha. yang kemudian memberikan tiga butir kurma kepada wanita itu. Si wanita kemudian memberi masing-masing anaknya satu butir kurma dan ia memegang satu butir untuk dirinya. Anak-anak itu memakan kurma itu, lalu mereka memandang ibunya. Si ibu kemudian membelah kurma (yang ada di tangannya) itu menjadi dua dan diberikannya kepada anak-anaknya masing-masing sebalah. Saat itu, datanglah Rasulullah saw. dan Aisyah pun memberitahukan kepada beliau tentang kejadian itu. Rasulullah saw. berkata, Apa yang membuatmu heran dengan peristiwa itu? Sungguh, Allah telah menyayangi wanita itu karena ia menyayangi anaknya. (H.r. Bukhari)

Tepati JanjiCintailah anak-anak dan kasih sayangi lah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki. (HR. Ath-Thahawi)

Hak AnakSeorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, " Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?" Nabi Saw menjawab, "Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu)." (HR. Aththusi)

Surga atau Neraka?Rasulullah Saw ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau lalu menjawab, "Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu." (HR. Ibnu Majah)

Segera Ajarkan!Barangsiapa yang mengacungkan besi kepada teman-temannya, maka malaikat akan melaknatnya, meskipun temannya itu adalah saudara kandungnya. (H.r. Muslim)Kamu tidak boleh mengambil barang dari temanmu, baik main-main maupun sungguhan. Apabila kamu mengambil tongkat dari temanmu, maka kembalikanlah kepadanya. (H.r. Bukhari)