of 33 /33
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KORUPSI

Bab 4 faktor faktor penyebab korupsi

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Text of Bab 4 faktor faktor penyebab korupsi

  • 1. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KORUPSI

2. 1. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor pendorong terjadinya korupsi; 2. Mahasiswa dapat membedakan faktor internal dan faktor eksternal penyebab terjadinya korupsi; 3. Mahasiswa dapat menyimpulkan faktor internal dan faktor eksternal pendorong prilaku korup; 4. Mahasiswa mampu mengeliminir sikap diri sendiri yang cenderung mendorong perilaku korup; 5. Mahasiswa dapat menumbuhkan sikap anti korupsi. Kompetensi Dasar POKOK BAHASAN : Faktor Penyebab Korupsi SUB POKOK BAHASAN : 1. Faktor Penyebab Korupsi; 2. Penyebab Korupsi dalam Perspektif Teori; 3. Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Korupsi. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2Faktor Penyebab Korupsi 3. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 3Faktor Penyebab Korupsi Faktor internal merupakan penyebab korupsi yang datang dari diri pribadi faktor penyebab terjadinya korupsi karena sebab-sebab dari luar. FAKTOR INTERNAL FAKTOR EKSTERNAL DUA FAKTOR PENYEBAB KORUPSI 4. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI 4Faktor Penyebab Korupsi Korupsi akan terus berlangsung selama masih terdapat kesalahan tentang cara memandang kekayaan. BEBERAPA PENDAPAT FAKTOR PENYEBAB KORUPSI Ketika perilaku materialistik dan konsumtif masyarakat serta sistem politik yang masih "mendewakan materi maka dapat "memaksa" terjadinya permainan uang dan korupsi (Ansari Yamamah : 2009) Semakin banyak orang salah dalam memandang kekayaan, semakin besar pula kemungkinan orang melakukan kesalahan dalam mengakses kekayaan. Bagaimana menurut anda perilaku orang-orang yang memandang kekayaan dan uang sebagai suatu hal yang punya arti segala-galanya? Bagaimana bentuk penyadaran yang tepat? 5. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 5Faktor Penyebab Korupsi PENDAPAT YANG MENGARAH PADA FAKTOR INTERNAL 1. Sifat tamak manusia, 2. Moral yang kurang kuat menghadapi godaan, 3. Gaya hidup konsumtif, 4. Tidak mau (malas) bekerja keras Isa Wahyudi 6. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 6Faktor Penyebab Korupsi PENDAPAT YANG MENGARAH PADA FAKTOR INTERNAL 1. Aspek perilaku individu 2. Aspek organisasi, dan 3. Aspek masyarakat tempat individu dan organisasi berada M. Arifin 7. 7Faktor Penyebab Korupsi PENDAPAT YANG MENGARAH PADA FAKTOR EKSTERNAL 1. Kurang keteladanan dan kepemimpinan elite bangsa, 2. Rendahnya gaji Pegawai Negeri Sipil, 3. Lemahnya komitmen dan konsistensi penegakan hukum dan peraturan perundangan, 4. Rendahnya integritas dan profesionalisme, 5. Mekanisme pengawasan internal di semua lembaga perbankan, keuangan, dan birokrasi belum mapan, 6. Kondisi lingkungan kerja, tugas jabatan, dan lingkungan masyarakat, dan 7. Lemahnya keimanan, kejujuran, rasa malu, moral dan etika Erry Riyana Hardjapamekas 8. 8Faktor Penyebab Korupsi PENDAPAT YANG MENGARAH PADA FAKTOR EKSTERNAL 1. Faktor politik, 2. Faktor hukum, 3. Faktor ekonomi dan birokrasi 4. Faktor transnasional. Indonesia Corruption Watch | ICW 9. 9Faktor Penyebab Korupsi 1. FAKTOR POLITIK Perilaku korup seperti penyuapan, politik uang merupakan fenomena yang sering terjadi. Terkait dengan hal itu Terrence Gomes (2000) memberikan gambaran bahwa politik uang (money politic) sebagai use of money and material benefits in the pursuit of political influence. 10. 10Faktor Penyebab Korupsi 2. FAKTOR HUKUM Faktor hukum ini bisa lihat dari dua sisi, di satu sisi dari aspek perundang-undangan dan sisi lain adalah lemahnya penegakan hukum. Tidak baiknya substansi hukum, mudah ditemukan dalam aturan-aturan yang diskriminatif dan tidak adil; rumusan yang tidak jelas-tegas (non lex certa) sehingga multi tafsir; kontradiksi dan overlapping dengan peraturan lain (baik yang sederajat maupun yang lebih tinggi). Praktik penegakan hukum juga masih dililit berbagai permasalahan yang menjauhkan hukum dari tujuannya. Secara kasat mata, publik dapat melihat banyak kasus yang menunjukan adanya diskriminasi dalam proses penegakan hukum termasuk putusan- putusan pengadilan. 11. 11Faktor Penyebab Korupsi 3. FAKTOR EKONOMI Faktor ekonomi juga merupakan penyebab terjadinya korupsi. Hal itu dapat dijelaskan dari pendapatan atau gaji yang tidak mencukupi kebutuhan. 12. 12Faktor Penyebab Korupsi 4. FAKTOR ORGANISASI Organisasi dalam hal ini adalah organisasi dalam arti yang luas, termasuk sistem pengorganisasian lingkungan masyarakat. Organisasi yang menjadi korban korupsi atau di mana korupsi terjadi biasanya memberi andil terjadinya korupsi karena membuka peluang atau kesempatan untuk terjadinya korupsi Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Kompas 29/7/2004 di kota Surabaya, Medan, Jakarta dan Makasar mengenai korupsi yang terjadi di tubuh organisasi kepemerintahan (eksekutif) maupun legislatif disebutkan bahwa tidak kurang dari 40% responden menilai bahwa tindakan korupsi dilingkungan birokrasi kepemerintahan dan wakil rakyat di daerahnya semakin menjadi-jadi. Hanya 20% responden saja yang berpendapat bahwa perilaku korupsi di Pemerintah Daerah dan DPRD masing-masing sudah berkurang. 13. 13Faktor Penyebab Korupsi 4. FAKTOR ORGANISASI Bagaimana organisasi pemerintahan di lingkungan saudara, apakah organisasi pemerintahannya cukup transparan, akuntabel, dan mempunyai pengawasan yang cukup baik? Saudara inventarisasi kegiatan apa saja yang cukup baik dan kegiatan apa saja yang mengandung perilaku korup yang mewarnai organisasi tersebut! Diskusikan ! 14. 14Faktor Penyebab Korupsi PENYEBAB KORUPSI DALAM PERSPEKTIF TEORETIS Cultural determinisme sering dipakai sebagai acuan ketika mempelajari penyebab terjadinya korupsi. Fiona Robertson-Snape (1999) bahwa penjelasan kultural praktik korupsi di Indonesia dihubungkan dengan bukti-bukti kebiasaan-kebiasaan kuno orang jawa. Padahal bila dirunut prilaku korup pada dasarnya merupakan sebuah fenomena sosiologis yang memiliki implikasi ekonomi dan politik yang terkait dengan jabaran beberapa teori 15. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI 20Faktor Penyebab Korupsi TEORI PERILAKU KORUP TEORI MEANS-ENDS SCHEME : Robert Merton. menyatakan bahwa korupsi merupakan suatu perilaku manusia yang diakibatkan oleh tekanan sosial, sehingga menyebabkan pelanggaran norma- norma. 16. 16Faktor Penyebab Korupsi TEORI PRILAKU KORUP TEORI SOLIDARITAS SOSIAL Teori lain yang menjabarkan terjadinya korupsi adalah teori Solidaritas Sosial yang dikembangkan oleh Emile Durkheim (1858-1917). Teori ini memandang bahwa watak manusia sebenarnya bersifat pasif dan dikendalikan oleh masyarakatnya 17. 17Faktor Penyebab Korupsi TEORI PRILAKU KORUP GONE THEORY Teori yang juga membahas mengenai prilaku korupsi, dengan baik di hadirkan oleh Jack Bologne (Bologne : 2006), yang dikenal dengan teori GONE. Ilustrasi GONE Theory terkait dengan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecurangan atau korupsi yang meliputi Greeds (keserakahan), Opportunities (kesempatan), Needs (kebutuhan) dan Exposure (pengungkapan). 18. Slide 18 aktor-faktor Penyebab Korupsi Internal: Dorongan dari dalam diri sendiri Eksternal: Dorongan dari luar atau kondisi lingkungan Faktor Enrichment: Korupsi terjadi karena adanya willingness dan opportunity (internal & eksternal faktor). Faktor internal terkait dengan kualitas moral seseorang. Individu yg bermoral tinggi cenderung tidak melakukan korupsi, tetapi iman seseorang ada pasang dan surutnya. Sehingga, menggantungkan proses governance kepada seorang pemimpin saja tidaklah cukup. Diperlukan sistem yang mampu mencegah terjadinya korupsi. 19. Slide 19 aktor Internal Persepsi terhadap korupsi Kualitas moral dan integritas individu Internal Enrichment: Ada budaya ketimuran tertentu yang menempatkan pemberian hadiah kepada atasan sebagai wujud dari rasa hormat, walaupun sebenarnya hal ini bisa dikategorikan sebagai suatu bentuk korupsi. Kondisi ini menyebabkan perang melawan korupsi menjadi lebih menantang. Yang harus dihadapi tidak saja perilaku korup dari para koruptor, tetapi juga benteng budaya. 20. Slide 20 ersepsi Terhadap Korupsi Pengertian setiap orang tentang korupsi tidak sama, 1994 Salah satu penyebab masih bertahannya sikap permisif terhadap korupsi karena belum terpetakannya istilah dan artikulasi definitif terhadap korupsi, sehingga terjadi ambiguitas dalam melihat korupsi, 2004 Korupsi di dunia pendidikan rentan, 2001 Petty corruption: memberi tips guru untuk tambahan privat siswa Medium corruption: penyimpangan distribusi dan pengalokasian scholarship Grand corruption: penyimpangan dana bantuan pembangunan gedung sekolah/universitas Penyimpangan beberapa perilaku yang terkait dengan ketidakdisiplinan dosen, karyawan, mahasiswa sangat Persepsi 21. Slide 21 oralitas dan Integritas Individu Keserakahan (greedy) Himpitan ekonomi, seperti gaji lebih kecil dari kebutuhan yang makin meningkat Latar belakang kebudayaan atau kultur kerja atau lingkungan tempat tinggal Self Esteem yang rendah Faktor Individu Enrichment: Ada pendapat yang menyatakan bahwa corruption by greed adalah kejahatan, sedangkan corruption by need adalah kesalahan kebijakan publik. Bagaimana pendapat anda? Apakah para pegawai rendahan yg melakukan petty 22. Lecture No. 6 perbedaan yang ada di depan mata & tanpa jarak.. 23. hidup harus terus berjalan.. tapi adakah jalan untuk hidup? 24. Lecture No. 6 25. Slide 25 aktor Eksternal Sistem hukum Sistem politik Budaya lembaga Struktur dan sistem sosial Sistem pendidikan Faktor 26. Slide 26 istim Hukum Sistem Hukum di Indonesia (hasil penelitian PERC) sangat buruk. Skor 8-9,83 (skor terbaik 1, skor terburuk 10) Amburadul, penegak hukum (polisi, pengacara, jaksa, hakim) perlu melakukan reformasi internal. Tidak menjadi MAFIA PERADILAN dan sarang korupsi Hukum tidak dijalankan sesuai prosedur yang benar, aparat mudah disogok sehingga pelanggaran sangat mudah dilakukan masyarakat Hukum 27. Lecture No. 6 sebelum menjabat, mereka telah bersumpah atas nama TUHAN dengan KITAB SUCI di atas kepala.. 28. Slide 28 istim Politik Balas Budi: Reciprocity dalam kepentingan jabatan politis Monopoli Kekuasaan dengan wewenang pejabat yang absolut tanpa adanya mekanisme pertanggungjawaban Patron Client: Hubungan personal antara pemimpin dan bawahan yang tidak berdasarkan asas persamaan Dampak: Menciptakan pemimpin yang otokritik sehingga bawahan tidak berani melakukan kritik; Pengangkatan dan promosi karyawan tidak atas dasar merit system Politik Enrichment: Monopoli kekuasaan merupakan sumber korupsi, karena tiadanya kontrol kekuasaan oleh lembaga yang mewakili kepenting rakyat. 29. Slide 29 istim Budaya Korporat KKN masih tinggi Sistem dan manajemen lembaga lemah dan tidak berjalan Tidak profesional Tidak Transparan dan Akuntabel Tidak ada sistem kontrol yang baik Budaya 30. Slide 30 truktur & Sistim Sosial Ewuh pakewuh, masyarakat permisif terhadap perilaku korupsi Tidak kritis pada penyimpangan oknum koruptor Korupsi bagian budaya pejabat lokal Materialisme simbol prestige masyarakat Tradisi memberi disalahgunakan Sosial 31. Slide 31 istim Pendidikan Menara gading Sistem pendidikan mempraktekkan sistem gaya bank, pembodohan anak didik Kurikulum tidak kontekstual Gaji dan apresiasi terhadap pelaku pendidikan rendah Pendidikan 32. SIMAK FILM BERIKUT INI 33. Lecture No. 6 semoga kita mampu melawan potensi korupsi dari diri kita sendiri..