16
3

ALIRAN - ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN MODREN

  • Upload
    unesa

  • View
    108

  • Download
    8

Embed Size (px)

Citation preview

  1. 1. 3
  2. 2. 2
  3. 3. 1
  4. 4. ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN MODERN Nama Kelompok : 1.Nadia Meidy Adriyani (13010014022) 2.Ericha Sholeha (13010014045) 3.Misbakhul Munir (13010014052) 4.Haidarrotur Rochma (13010014079)
  5. 5. Dasar berpikir filsafat Epistimologi Ontologi Aksiologi
  6. 6. Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan Modern Progresivisme Esensialisme Perennialisme Rekonstruksionisme
  7. 7. Aliran filsafat progresivisme mengakui bahwa manusia sejak lahir telah membawa bakat dan kemampuan (predisposisi) atau potensi dasar, terutama daya akalnya. Filsafat progressivisme menuntut kepada penganutnya untuk selalu maju (progress): bertindak secara konstruktif, inovatif, reformatif, aktif, dan dinamis. Sebab naluri manusia selalu menginginkan perubahan- perubahan. Aliran Progresivisme
  8. 8. Aliran Progresivisme Asas-asas belajar menurut aliran progresivisme: a. berorientasi pada sifat dan hakikat anak didik sebagai manusia yang berkembang. b. pendidikan sebagai proses pertumbuhan dan sosialisasi. c. sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pemindahan pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan juga berfungsi sebagai pemindahan nilai-nilai (transfer of value). d. Pendidikan bukan hanya menyampaikan pengetahuan kepada anak
  9. 9. Menurut aliran progresivisme dalam pendidikan diperlukan kurikulum yang berpusat pada pengalaman atau kurikulum eksperimental, yaitu kurikulum yang berpusat pada pengalaman yang telah diperoleh anak didik selama di sekolah dan dapat diterapkan dalam kehidupan nyatanya. Dengan metode pendidikan belajar sambil berbuat (learning by doing) dan pemecahan masalah (problem solving) dengan langkah-langkah menghadapi problem, mengajukan hipotesis. Kurikulum yang dimaksud bersifat fleksibel, luas, dan terbuka. Dengan berpijak pada prinsip tersebut, maka kurikulum Aliran Progresivisme Back
  10. 10. Aliran essensialisme merupakan aliran pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Tujuan umum aliran essensialisme adalah membentuk pribadi bahagia di dunia dan di akhirat. Isi pendidikannya mencakup ilmu pengetahuan, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia. Kurikulum sekolah bagi essensialisme semacam miniatur dunia yang bisa dijadikan sebagai ukuran kenyataan, kebenaran dan keagungan. Aliran Essensialisme
  11. 11. Menurut aliran essensialisme belajar dimulai dari mengenal diri sendiri, kemudian ke luar untuk memahami dunia objektif dengan menggunakan alat indra untuk mencapai pengetahuannya. Belajar adalah proses menerima dan mengenal secara sungguh-sungguh nilai-nilai sosial angkatan baru yang timbul untuk ditambah, dikurangi dan diteruskan pada angkatan berikutnya. Kurikulum hendaknya bersendikan atas fundamen tunggal, yaitu watak manusia yang ideal dan cita-cita masyarakat yang ideal. Kegiatan dalam pendidikan perlu disesuaikan dan ditujukan kepada yang serba baik. Atas ketentuan ini, kegiatan atau keaktifan anak didik tidak terkekang, sejalan dengan fundamen-fundamen yang telah Aliran Essensialisme Back
  12. 12. Perennialisme merupakan hasil pemikiran yang memberikan kemungkinan bagi seseorang untuk bersikap tegas dan lurus. Karena itulah perennialisme berpendapat bahwa mencari tujuan yang jelas merupakan tugas yang utama dari filsafat, khususnya filsafat pendidikan. Tujuan pendidikan menurut aliran perennialisme adalah mengembangkan akal anak didik untuk kebaikan anak didik agar dapat mewujudkan kebahagiaan dalam hidupnya. Jadi, dengan mengembangakan akal anak didik tersebut akan mempertinggi kemampuan anak tersebut. Aliran Perennialisme
  13. 13. Menurut Plato manusia memiliki tiga potensi: nafsu, kemauan, dan pikiran, maka pendidikan hendaknya disesuaikan dengan keadaan manusia yang mempunyai nafsu, kemauan, dan pikiran. Untuk mencapai pendidikan itu, maka aspek jasmani, emosi dan intelek harus dikembangkan secara seimbang. Tugas utama pendidik adalah mempersiapkan anak didik ke arah kematangan. Matang dalam arti hidup akalnya. Dengan pengetahuan yang tradisional seperti membaca, menulis dan berhitung, anak didik memperoleh dasar penting bagi pengetahuan-pengetahuan yang lain. Peran guru adalah memberikan Aliran Perennialisme Back
  14. 14. Aliran rekonstruksionisme merupakan suatu aliran yang merombak tata susunan lama dengan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern melalui proses dan lembaga pendidikan . Kajian Epistimologi aliran ini lebih merujuk pada pendapat aliran pragmatisme (progressive) dan perennialisme. Menurut aliran ini, untuk memahami realita memerlukan suatu asas tahu. Maksudnya, kita tidak mungkin memahami realita tanpa melalui proses pengalaman dan Aliran Rekonstruksionisme
  15. 15. Pandangan epistimologis dalam aliran rekonstruksionisme adalah cara memahami realita melalui proses pengalaman dan hubungan dengan realita terlebih dahulu melalui penemuan ilmu pengetahuan. Aksiologi dalam aliran rekonstruksionisme memandang masalah nilai bedasarkan asas asas supernatural, yakni menerima nilai natural yang universal, yang abadi, bedasarkan prinsip nilai teologis. Aliran Rekonstruksionisme Back