Download doc - SISTEM PERNAPASAN

Transcript
Page 1: SISTEM PERNAPASAN

SISTEM PERNAPASAN(MAKALAH)

Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu TugasMata Kuliah Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia

DosenTITA JUITA, Dra. MPd. MKes.

Disusun oleh :1. Muhammad Romzi2. Rusyana3. Nunu4. Tating Susila

NPM. 2119060054NPM. 2119060080NPM. 2119060066NPM. 2119060089

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGIFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN (FKIP)

UNIVERSITAS GALUH CIAMISTAHUN 2008

i

Page 2: SISTEM PERNAPASAN

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjtkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat, taufik

serta hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan sebuah makalah yang berjudul

“Sistem Pernapasan”.

Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata

kuliah Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Selain itu, untuk menambah wawasan dan

pengetahuan yang lebih luas berkenaan dengan judul makalah yang kami susun.

Dalam penyusunan makalah ini kami menemukan beberapa kendala, namun

berkat partisifasi dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan

makalah ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih

kepada :

1. Yth. Tita Juita Dra. MPd. MKes. selaku Dosen Mata Kuliah An. Fis. Tubuh Manusia

2. Semua rekan-rekan mahasiswa atas segala partisipasi yang telah diberikan.

3. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,

oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan

penyusunan makalah selanjutnya.

Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan

umumnya bagi kita semua. Amien.

Ciamis, Nopember 2008

Penyusun

ii

Page 3: SISTEM PERNAPASAN

DAFTAR ISI

halamanHalaman Jilid......................................................................................................... i

Kata Pengantar....................................................................................................... ii

Daftar Isi................................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1

1.1. Latar belakang.............................................................................. 1

1.2. Rumusan masalah......................................................................... 1

1.3. Tujuan penulisan.......................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................... 2

2.1. Ventilasi Paru............................................................................... 2

2.2 Respirasi Ekternal......................................................................... 5

2.3. Respirasi Internal.......................................................................... 6

2.4. Kendali Respirasi.......................................................................... 7

BAB III SIMPULAN DAN SARAN................................................................... 10

3.1. Simpulan....................................................................................... 10

3.2. Saran............................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 12

iii

Page 4: SISTEM PERNAPASAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Pada saat kita bernapas akanterasa udara keluar masuk. Keluar masuknya

udara itlah yang menyebabkan rongga dada bergerak. Secara sederhana, proses

pernapasan merupakan proses keluar masuknya udara ke dalam tubuh.

Oleh karena hal tersebut di atas, untuk mengetahui lebih banyak tentang

pernapasan, maka kami kan mencoba menggali, mengkaji, dan memaparkan tentang

pernapasan yang akan kami susun dalam sebuah makalah yang berjudul “Sistem

Pernapasan”

1.2. Rumusan masalah

a. Tahukah kamu tentang ventilasi paru ?

b. Tahukah kamu tentang respirasi ekternal ?

c. Tahukah kamu tentang respirasi internal ?

d. Tahukan kamu tentang kendali respirasi ?

1.3. Tujuan

a. Mengetahu tentang ventilasi paru ?

b. Mengetahui tentang respirasi ekternal ?

c. Mengetahui tentang respirasi internal ?

d. Mengetahui dan memahami tentang kendali respirasi ?

1

Page 5: SISTEM PERNAPASAN

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Ventilasi Paru

Ventilasi paru atau alat pertukaran udara pada paru-paru. Paru-paru ada dua,

merupakan alat pernapasan utama. Paru-paru mengisi rongga dada, terletak di

sebelah kanan dan kiri dan di tengah dipisahkan oleh jantung beserta pembuluh

darah besarnya dan struktur lainnya yang terletak di dalam mediastum. Paru-paru

adalah organ yang berbentuk kerucut dengan apex (puncak) di atas dan muncul

sedikit lebih tinggi dari klavikula di dalam dasar leher. Pangkal paru-paru duduk di

atas landai rongga torax, di atas diafragma. Paru-paru mempunyai permukaan luar

yang menyentuh iga-iga, permukaan dalam yang memuat tampuk paru-paru- sisi

belakang yang menyentuh tulang belakang dan sisi depan yang menutupi sebagian

sisi depan jantung.

Lobus paru-paru (belahan paru-paru). Paru-paru dibagi menjadi beberapa

belahan atau lobus oleh fisura. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paru-

paru kiri dua lobus. Setiap lobus tersusun atar lobula. Sebuah pipa bronkhial kecil

masuk ke dalam setiap lobula dan semakin ia bercabang, semakin menjadi tipis dan

akhirnya berakhir menjadi kantong kecil-kecil, yang merupakan kantong-kantong

udara paru-paru. Jaringan paru-paru adalah elastik, berpori dan seperti spon. Di

dalam air paru-paru mengapung karena udara yang ada di dalamnya.

Bronkhus pulmonaris. Trakhea terbelah menjadi dua bronkhus utama;

bronkhus ini bercabang lagi sebelum masuk paru-paru. Dalam perjalanannya

menjelajahi paru-paru bronkhus-bronkhus pulmonaris bercabang dan beranting lai

2

Page 6: SISTEM PERNAPASAN

banyak sekali. Saluran yang besar mempertahankan struktur serupa dengan yang

dari trakhea, mempunyai dinding fibrusa berotot yang mengandung bahan tulang

rawan dan dilapisi epitelium bersilia. Makin kecil salurannya, makin berkurang

tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrusa berotot dan lapisan silia.

Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut

vestibula, dan di sini membran pelapisnya mulai berubah sifatnya; lapisa epitelium

bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. Dari vestibula berjalan beberapa

infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong

udara atau alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal epitelium pipih, dan di sinilah

darah hampir langsung bersentuhan dengan udara – suatu jaringan pembuluh darah

kapiler mengitari alveoli dan pertukaran gas pun terjadi.

Pembuluh darah dalam paru-paru. Arteri pulmonalis membawa darah

yang sudah tidak mengandung oksigen dari ventrikel kanan jantung ke paru-paru;

cabng-cabangnya menyentuh saluran-saluran bronkhial, bercabang dan bercabang

lagi sampai menjadi arteriola halus; arteriola itu membelah-belah dan membentuk

jaringan kapiler dan kapiler itu menyentuh dinding alveoli atau gelembung udara.

Kapiler halus itu hanya dapat memuat sedikit, maka praktis dapat dikatakan

sel-sel darah merah membuat baris tunggal. Alirannya bergerak lambat dan

dipisahkan dari udara dalam alveoli hanya oleh dua membran yang sangat tipis,

maka pertukaran gas berlangsung dengan difusi, yang merupakan fungsi

pernapasan.

Kapiler paru-paru bersatu dan bersatu lagi sampai menjadi pembuluh darah

lebih besar dan akhirnya dua vena pulmonaris meninggalkan setiap paru-paru

membawa darah berisi oksigen ke atrium kiri jantung untuk didistribusikan ke

seluruh tubuh melalui aorta.

3

Page 7: SISTEM PERNAPASAN

Pembuluh darah yang dilukiskan sebagai arteria bronkhialis membawa

darah berisi oksigen langsung dari aorta torasika ke paru-paru guna memberi makan

dan mengantarkan oksigen ke dalam jaringan paru-paru sendiri. Cabang akhir arteri-

arteri ini membentukplexus kapiler yang tampak jelas dan terpisah dari yang

terbentuk oleh cabang akhir arteri pulmonaris, tetapi beberapa dari kapiler ini

akhirnya bersatu ke dalam vena pulmonaris dan darah itu kemudian dibawa masuk

ke dalam vena pulmonaris. Sisa darah itu diantarkan dari setiap paru-paru oleh vena

bronkhialis dan ada yang dapat mencapai vena kava superior. Maka dengan

demikian paru-paru mempunyai persediaan darah ganda.

Hilus (tampak) paru-paru dibentuk oleh struktur berikut :

Arteri pulmonalis, yang mengembalikan darah tanpa oksigen ke dalam paru-paru

untuk diisi oksigen.d

Vena pulmonalis, yang mengembalikan darah berisi oksigen dari paru-paru ke

jantung.

Bronkhus yang bercabang dan beranting membentuk pohon bronkhial, merupakan

jalan udara utama.

Arteri bronkhialis, keluar dari aorta dan mengantarkan darah arteri ke jaringan paru-

paru.

Vena bronkhialis, mengembalikan sebagian darah dari paru-paru ke vena kava

superior.

Pembuluh limfe, yang masuk keluar paru-paru, sangat banyak.

Pernapasan. Paru-paru mendapat pelayanan dari saraf vagus dan saraf simpati.

Kelenjar limfe. Semua pembuluh limfe yang menjelajahi struktur paru-paru dapat

menyalurkan ke dalam kelenjar yang ada di tampuk paru-paru.

Pleura. Setiap paru-paru dilapisi oleh membran serosa rangkap dua, yaitu

pleura. Pleura viseralis erat melapisi paru-paru, masuk ke dalam fisura dan dengan

demikian memisahkan labus satu dari yang lain. Membaran ini kemudian dilipat

kembali di sebelah tampuk paru-paru dan membentuk pleura parietalis, dan melapisi

bagian dalam dinding dada. Pleura yang melapisi iga-iga adalah pleura kostalis,

bagian yang menutupi diafragma ialah pleura diafragmatika, dan bagian yang

teretak di leher ialah pleura servikalis. Pleura ini diperkuat oleh membran yang kuat

bernama membaran suprapleuralis (fasia Sibson) dan di atas memberan ini terletak

arteri subklavia.

4

Page 8: SISTEM PERNAPASAN

Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat sedikit exsudat untuk meminyaki

permukaannya dan menghidarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang

sewaktu bernapas bergerak. Dalamkeadaan sehat kedua lapisan itu satu dengan yang

lain erat bersentuhan. Ruang atau rongga pleura itu hanyalah ruang yang tidak

nyata; tetapi dalam keadaan tidak normal, udara atau cairan memisahkan kedua

pleura itu dan ruang di antaranya menjadi jelas.

2.2. Respirasi Eksternal

Fungsi paru-paru ialah pertukaran gas dan karbon dioksida. Pada

pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan externa, oksigen dipungut melalui

hidung dan mulut, pada waktu bernapas; oksigen masuk melalui trakhea dan pipa

bronkhial ke alveoli, dan dapat erat hubungan dengan darah di dalam kapiler

pulmonaris.

Hanya satu lapis membran alveoli kapiler, memisahkan oksigen dari darah.

oksigen menembus membran ini dan dipungut oleh hemoglobin sel darah merah dan

dibawa ke jantung. Dari sini dipompa di dalam arterike semua bagian tubuh. Darah

meninggalkan paru-paru pada tekanan oksigen 100 mm Hg dan pada tingkat ini

hemoglobinnya 95 persen jenis oksigen.

Di dalam paru-paru, karbon dioksida, salah satu hasil buangan metabolisme,

menembus membran alveoler-kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah

melalui pipa bronkhial dan trakhea, dinapaskan keluar melalui hidung dan mulut.

Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner atau

pernapasan externa :

a. Ventilasi pulmoner, atau gerak pernapasan yang menukar udara dalam alveoli

dengan udara luar.

b. Arus darah melalui paru-paru

c. Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian sehingga jumlah tepat dari

setiapnya dapat mencapai semua bagian tubuh.

d. Difusi gas yang menembusi membran pemisah alveoli dan kapiler.

CO2 lebih mudah berdifusi daripada oksigen

Semua proses ini diatur sedemikian rupa sehingga darah yang meninggalkan

paru-parumenerima jumlah tepat CO2 dan O2. Pada waktu gerak badan lebih banyak

5

Page 9: SISTEM PERNAPASAN

darah datang di paru-paru membawa terlalu banyak CO2 dan terlampau sedikit O2;

jumlah CO2 itu tidak dapat dikeluarkan, maka konsentrasinya dalam darah arteri

bertambah. Hal ini merangsang pusat pernapasan dalam otak untuk memperbesar

kecepatan dan dalamnya pernapasan. Penambahan ventilasi yang dengan demikian

terjadi mengeluarkan CO2 dan memungut lebih banyak CO2.

2.3. Respirasi Internal

Darah yang telah menjenuhkan hemoglobinnya dengan oksigen

(oxihemoglobin), mengitari seluruh tubuh dan akhirnya mencapai kapiler, di mana

darah bergerak sangat lambat. Sel jaringan memungut oksigen dari hemoglobin

untuk memungkinkanoksigen berlangsung, dan darah menerima, sebagai gantinya,

hasil buangan oksidasi, yaitukarbon dioksida.

Perubahan-perubahan berikut terjadi dalam komposisi udara dalam alveoli,

yang disebabkan pernapasan externa dan pernapasan jaringan.

Udara (atmosfer) yang dihirup : Nitrogen 79%, oksigen 20%, karbon

dioksida 0-04%. Udara yang masuk alveoli mempunyai suhu dan kelembaban

atmosfer. Udara yang dihembuskan : Nitrogen 79%, oksigen 16%, karbondioksida

4-0,4%. Udara yang dihembuskan jenuh dengan uap air dan mempunyai suhu yang

sama dengan badan (20% panas badan hilang untuk pernapasan udara yang

dikeluarkan).

Daya muat udara oleh paru-paru. Besar daya muat udara oleh paru-paru

ialah 4.500 ml sampai 5.000 ml atau 4,5 sampai 5 liter udara. Hanya sebagian kecil

dari udara ini,kira-kira sepersepuluhnya atau 500ml adalah udara pasang-surut (tidal

6

Page 10: SISTEM PERNAPASAN

air), yaitu yang dihirup masuk dan dihembuskan keluar pada pernapasan biasa

dengan tenang.

Kapasitas vital. Volume udara yang dapat dicapai masuk dan keluar paru-

paru pada penarikan napas dan pengeluaran napas paling kuat, disebut kapasitas

vital paru-paru. Diukurnya dengan alat spirometer. Pada seorang laki, normal 4-5

liter dan pada seorang perempuan, 3-4 liter. Kapasitas itu berkurang pada penyakit

paru-paru, pada penyakit jantung (yang menimbulkan kongesti paru-paru) dan pada

kelemahan otot pernapasan.

2.4. Kendali Respirasi

Mekanisme pernapasan diatur dan dikendalikan oleh dua faktor utama,

kimiawi, dan pengendalian oleh saraf. Beberapa faktor tertentu merangsang pusat

pernapasan yang terletak di dalam medula oblongata, dan kalau dirangsang maka

pusat itu mengeluarkan impuls yang disalurkan oleh saraf spinalis ke otot

pernapasan – yaitu otot diafragma dan otot interkostalis.

Pengendalian oleh saraf. Pusat pernapasan ialah suatu pusat otomatik di

dalam medula oblongata yang mengeluarkan impuls eferen ke otot pernapasan.

Melalui beberapa radix saraf servikalis impuls ini diantarkan ke diafragma oleh

saraf frenikus; Dan di bagian yang lebih rendah pada sumsum belakang, impulsnya

berjalan dari daerah torax melalui saraf interkostalis untuk merangsang otot

diafragma dan interkostal yang kecepatan kira-kira 15 kali setiap menit.

Impuls eferen yang dirangsang oleh pemekaran gelembung udara,

diantarkan oleh saraf vagus ke pusat pernapasan di dalam medula.

Pengendalian secara kimiawi. Faktor kimiawi ini ialah faktor utama dalam

pengendalian dan pengaturan frekuensi, kecepatan dan dalamnya gerakan

pernapasan. Pusat pernapasan di dalamsumsum sangat peka pada rekasi; kadar

alkali darah harus dipertahankan. Karbon dioksida adalah produk asam dari

metabolisme, dan bahan kimia yang asam ini merangsang pusat pernapasan untuk

mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas otot pernapasan.

Kedua pengendalian, melalui saraf dan secara kimiawi, adalah penting.

Tanpa salah satunya orang tak dapat bernapas terus. Dalam paralisa otot pernapasan

(interkostal, dan diafragma), digunakan ventilasi paru-paru atau satu alat pernapasan

7

Page 11: SISTEM PERNAPASAN

buatan lainnya untuk melanjutkan pernapasan, sebab dada harus bergerak supaya

udara dapat dikeluarmasukkan paru-paru.

Faktor tertentu lainnya menyebabkan penambahan kecepatan dan dalamnya

pernapasan.. gerakan badan yang kuat yang memakai banyak oksigen dalam otot

untuk memberi energi yang diperlukan untuk pekerjaan, akan menimbulkan

kenaikan pada jumlah karbon dioksida di dalam darah dan akibatnya pembesaran

ventilasi paru-paru.

Emosi, rasa sakit dan takut misalnya, menyebabkan impuls yang

merangsang pusat pernapasan dan menimbulkan penghirupan udara secara kuat.

Impuls eferen dari kulit menghasilkan efek serupa – bila badan dicelup

dalam air dingin atau menerima guyuran air dingin, maka penarikan napas kuat

menyusul.

Pengendalian saraf sadar atas gerakan pernapasan mungkin, tetapi tidak

dapat dijalankan lama, oleh sebab gerakannya adalah otomatik. Suatu usaha untuk

menahan napas untuk waktu lama akan gagal karena pertambahan karbon dioksida

yang melebihi normal di dalam darah akan menimbulkan rasa tak enak.

Kecapatan pernapasan pada wanita lebih tinggi daripada pria. Kalau

bernapas secara normasl maka ekspirasi akan menyusul inspirasi, dan kemudian

dada istirahat sebentar. Inspirasi-ekspirasip-istirahat. Pada bayi yang sakit urutan ini

ada kalanya terbalik dan urutannya menjadi : inspirsi-istirahat-ekspirasi. Hal ini

disebut pernapasan terbalik. Kecepatan normal setiap menit : bayi baru lahir 30-40.

Dua belas bulan 30. Dari dua sampai lima tahun 24. orang dewasa 10-20.

Gerakan pernapasa. Dua saat sewaktu pernapasa, yaitu inspirasi dan

ekspirasi. Inspirasi atau menarik napas adalah proses aktif yang diselenggarakan

oleh kerja otot. Kontraksi diafragma meluaskan rongga dada dari atas samapai ke

bawah, yaitu vertikal. Penaikan iga-iga dan sternum, yang ditimbulkan oleh

kontraksi otot interkostalis, meluaskan rongga dada ke kedua sisi dandari belakang

ke depan. Paru-paru yang bersipat elastik mengembang untuk mengisi ruang yang

membesar itu dan udara ditarik masuk ke dalam saluran udara. Otot interkostal

externa diberi peran sebagai otot tambahan, hanya bila inspirasi menjadi gerak

sadar.

Pada ekspirasi, udara dipaksa keluar oleh pengendoran otot dan karena paru-

paru kempes kembali, disebakan sifat elastik paru-paru itu. Gerakan ini adalah

proses pasif.

8

Page 12: SISTEM PERNAPASAN

Ketika pernapasan sangat kuat, gerakan dada bertambah. Otot leher dan

bahu membantu menarik-iga-iga dan sternum ke atas. Otot sebelah belakang dan

abdomen juga dibawa bergerak dan alae nasi (cuping atau sayap hidung) dapat

kembang-kempis).

Kebutuhan tubuh akan oksigen. Dalam banyak keadaan, termasuk yang

telah disebut, oksigen dapat diatur menurut keperluan. Orang tergantung pada

oksigen untuk hidupnya; kalau tidak mendapatkannya selama lebih dari 4 menit

akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat diperbaiki dan biasanya

pasien meninggal. Keadaan genting timbul bila misalnya seorang anak menudungi

kepala dan mukanya dengan kantong plastik dan menjadi mati lemas. Tetapi bila

penyediaan oksigen hanya berkurang, maka pasien menjadi kacau pikiran – ia

menderita anoxia serebralis. Hal ini tejadi pada orang yang bekerja dalam ruangan

sempit tertutup seperti dalam ruangan kapal, di dalam tank dan ruang ketel uap;

oksigen yang ada, merek habiskan dan kalau mereka tidak diberi oksigen untuk

pernapasan atau tidak dipindahkan ke udara yang normal, maka mereka akan

meninggal karena anoxemia atau disingkat anoxia. Istilah lainnya ialah hipoxemia,

atau hipoxia.

Bila oksigen di dalam darah tidak mencukupi maka warna merahnya hilang

dan menjadi kebiru-biruan, bibir, telinga, lengan dan kaki pasien menjadi kebiru-

biruan dan ia disebut menderita sianosis.

Orang yang berusaha bunuh diri dengan memasukkan kepalanya ke dalam

oven gas, bukan saja terkena anoxia tetapi ia juga mengirup karbon monoksida yang

bersifat racun dan yang segera bergabung dengan hemoglobin sel merah,

menyingkirkan isi normal oksigen. Dalam hal ini bibir tidak kebiru-biruan,

melainkan merah ceri yang khas. Pengobatan yang diperlukan ialah pengisapan dan

pemberian oksigen dalam konsentrasi sampai lima kali jumlah oksigen udara

atmosfer atau lima atmosfer.

9

Page 13: SISTEM PERNAPASAN

BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

3.1 Simpulan

Setelah kami gali, kaji, dan paparkan maka kami dapat memberikan

kesimpulan bahwa :

1. Ventilasi paru ataualat pernapasan paru-paru teridiri dari Lobus paru-paru

(belahan paru-paru), bronkhus pulmonaris, pembuluh darah dalam paru-paru,

hilus (tampuk) paru-paru, dan pleura.

2. Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner atau pernapasan

externa : (a) Ventilasi pulmoner, atau gerak pernapasan yang menukar udara

dalam alveoli dengan udara luar; (b)Arus darah melalui paru-paru; (c) Distribusi

arus udara dan arus darah sedemikian sehingga jumlah tepat dari setiapnya

dapat mencapai semua bagian tubuh, dan (e) Difusi gas yang menembusi

membran pemisah alveoli dan kapiler. CO2 lebih mudah berdifusi daripada

oksigen.

3. Darah yang telah menjenuhkan hemoglobinnya dengan oksigen

(oxihemoglobin), mengitari seluruh tubuh dan akhirnya mencapai kapiler, di

mana darah bergerak sangat lambat. Perubahan-perubahan berikut terjadi dalam

komposisi udara dalam alveoli, yang disebabkan pernapasan externa dan

pernapasan jaringan. Udara (atmosfer) yang dihirup : Nitrogen 79%, oksigen

20%, karbon dioksida 0-04%. Udara yang masuk alveoli mempunyai suhu dan

kelembaban atmosfer. Udara yang dihembuskan : Nitrogen 79%, oksigen 16%,

karbondioksida 4-0,4%. Udara yang dihembuskan jenuh dengan uap air dan

mempunyai suhu yang sama dengan badan (20% panas badan hilang untuk

pernapasan udara yang dikeluarkan).

4. Pengendalian oleh saraf. Pusat pernapasan ialah suatu pusat otomatik di dalam

medula oblongata yang mengeluarkan impuls eferen ke otot pernapasan.

Pengendalian secara kimiawi. Faktor kimiawi ini ialah faktor utama dalam

pengendalian dan pengaturan frekuensi, kecepatan dan dalamnya gerakan

pernapasan. Pusat pernapasan di dalam sumsum sangat peka pada rekasi; kadar

alkali darah harus dipertahankan. Kedua pengendalian, melalui saraf dan secara

kimiawi, adalah penting. Tanpa salah satunya orang tak dapat bernapas terus.

10

Page 14: SISTEM PERNAPASAN

Dalam paralisa otot pernapasan (interkostal, dan diafragma), digunakan

ventilasi paru-paru atau satu alat pernapasan buatan lainnya untuk melanjutkan

pernapasan, sebab dada harus bergerak supaya udara dapat dikeluarmasukkan

paru-paru.

3.2 Saran

Setelah kami gali, kaji, paparkan dan simpulkan maka kami dapat

memberikan saran, bahaw kiat sangat penting memelihara dengan memperhatikan

kesehatan alat aau organ pernafasan terutama paru-paru, karena hidup kita

tergantung keadaan oksigen dalam tubuh kita. Jika tubuh kita oksigennya tidak ada

atau berkurang maka akan verdampak negatif bagka menimbulkan kematian.

Demikian makalah ini. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

11

Page 15: SISTEM PERNAPASAN

DAFTAR PUSTAKA

Kimball, John W, et. All. 1990. Biologi 2. Jakarta : Erlangga

Pearce, Evelyn C. 2000. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : PT. Gramedia

Sa’adah, Sumiati. 2005. Biologi SMP dan MTs Berdasarkan KBK Kelas VIII. Bandung :

Angkasa

12