Transcript
Page 1: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan

darah pada lansia hipertensi

Hari/tanggal : Sabtu/ 22 Februari 2014

Jam : 16.30 WIB - 17.30 WIB

Tempat : Mesjid Jami’ Al-Kamil Purus

A. LATAR BELAKANG

Hipertensi merupakan salah satu penyakit system kardiovaskuler yang

banyak dijumpai di masyarakat. Hipertensi bukanlah penyakit menular, namun

harus senantiasa diwaspadai. Tekanan Darah tinggi atau Hipertesi dan

arteriosclerosis ( pengerasan arteri ) adalah dua kondisi pokok yang mendasari

banyak bentuk penyakit kardiovaskuler. Lebih jauh, tidak jarang tekanan darah

tinggi juga menyebabkan gangguan ginjal.Sampai saat ini, usaha-usaha baik

mencegah maupun mengobati penyakit hipertensi belum berhasil sepenuhnya,

karena adanya factor-faktor penghambat seperti kurang pengetahuan tentang

hipertensi (pengertian, tanda dan gejala, sebab akibat, komplikasi ) dan juga

perawatannya. Saat ini, angka kematian karena hipertensi di Indonesia sangat

tinggi. Jumlah penderita hipertensi di seluruh dunia diperkirakan 972 juta jiwa

atau setara dengan 26,4 persen populasi orang dewasa. Angka prevalensi

hipertensi di Indonesia berdasarkan riskesdas (riset kesehatan dasar) 2007

mencapai 30 persen dari populasi. Dari jumlah itu, 60 persen penderita hipertensi

berakhir pada stroke. Sedangkan sisanya pada jantung, gagal ginjal, dan kebutaan.

Sementara di dunia Barat, hipertensi justru banyak menimbulkan gagal ginjal,

oleh karena perlu di galakkan pada masyarakat mengenai pengobatan dan

perawatan Hipertensi.

Data survey dari Tim Kesehatan Pada tanggal 24 Januari 2005 jumlah

pasien 5 rumah sakit di Kota Banda Aceh Menunjukkan Tingkat Penderita

Hipertensi Mencapai 3%. Sisanya ISPA 30%, Gatal-gatal 25%, Nyeri lambung

Page 2: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

12%, Kejiwaan 10%, Luka-luka 9%, Malaria 5%, Diare 3%, Radang paru-paru

1%, Sakit kepala 1%, Penyakit lain 1 %.

Penggunaan teknik relaksasi untuk menurunkan tekanan darah merupakan

salah satu cara yang mudah untuk dilakukan. Salah satu teknik relaksasi yang

dapat dilakukan oleh lansi hipertensi adalah teknik relaksasi otot progresif. Teknik

relaksasi otot progresif adalah suatu latihan dan olah pernafasan yang dilakukan

untuk menghasilkan respon yang dapat memerangi respon stres sehingga dapat

menurunkan kerja jantung dan dapat menurunkan tekanan darah (Smeltzer &Bare,

2002).

Berdasarkan studi pendahuluan di Jalan Purus 1 dan 2 tanggal 10 Februari

didapatkan dari 10 lansia, terdapat 80% lansia dikategorikan dengan hipertensi.

Penanganan yang telah dilakukan dengan mengurangi konsumsi garam. Lansia

tidak tahu penanganan lainnya. Hal ini menunjukan perlunya teknik relaksasi

ringan yang dapat menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.

Pendidikan kesehatan ini dilakukan di Mesjid.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan, peserta diharapkan mampu memahami

konsep teori Hipertensi dan mempraktekkan teknik relaksasi otot

progresif.

2. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan, peserta mampu:

a. Menjelaskan pengertian hipertensi

b. Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi

c. Menjelaskan penyebab penyakit hipertensi

d. Mengetahui penatalaksanaan hipertensi dengan teknik relaksasi otot

progresif

e. Menyebutkan pengertian teknik relaksasi otot progresif

f. Menyebutkan manfaat dari teknik relaksasi otot progresif

g. Menyebutkan tujuan dari teknik relaksasi otot progresif

h. Mengetahui langkah-langkah dari teknik relaksasi otot progresif

Page 3: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

C. SASARAN

Sasaran dari penyuluhan teknik relaksasi otot progresif ini adalah

lansia hipertensi yang memiliki tekanan darah diatas 140/90 mmHg dan tidak

memiliki hambatan dalam melakukan kegiatan.

D. METODA

1. Ceramah

2. Diskusi

3. Demonstrasi

4. Tanya Jawab

E. MEDIA DAN ALAT

a. Laptop

b. Infocus

c. Power point

d. Leaflet

F. WAKTU DAN TEMPAT

Hari/tanggal : Sabtu/ 22 Februari 2014

Jam : 16.30 WIB – 17.30 WIB

Tempat : Mesjid Jami’ Al-Kamil Purus

G. PENGORGANISASIAN

Moderator : Rini Heldina, S.Kep

Leader : Sari Angreni, S.Kep

Co leader : Reftika Edelwis

Fasilitator : Rahmiati DS, S.Kep

Honesty Putri, S. Kep

Rusmanwadi, S. Kep

Andi batafia, S. Kep

Usriani Andari, S. Kep

Observer : Rina Novriana, S.Kep

Page 4: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

Dokumentator : Siska Yulandari, S.kep

H. URAIAN TUGAS

1. Leader

Bertanggung jawab memberikan penyuluhan tentang pengertian,

tujuan dan manfaat teknik relaksasi otot progresif.

2. Co Leader

Memperagakan langkah-langkah teknik relaksasi otot progresif.

3. Moderator

Membuka acara

Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing

Menjelaskan tujuan dan topik

Menjelaskan kontrak waktu

Menyerahkan jalannya penyuluhan kepada pemateri

Mengarahkan alur diskusi

Memimpin jalannya diskusi

Menutup acara

4. Fasilitator

Memotivasi peserta agar berperan aktif

Membuat absensi penyuluhan

Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan

penyuluhan

Page 5: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

5. Observer

Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir

Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan

I. SETTING TEMPAT

Keterangan :

L = Lansia

P = Leader / Penyuluh

M = Moderator

F = Fasilitator

O = Observer

Pb = Pembimbing

D = Dokumentator

J. MATERI (TERLAMPIR)

Pb

O

P M

F

F

L F L

L F L L

F

D

Page 6: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

K. KEGIATAN PENYULUHAN

No Kegiatan Penyuluh Kegiatan Audiens/Sasaran Waktu

1

2

Pembukaan - Moderator memberi salam

- Moderator memperkenalkan

anggota penyuluhan

- Moderator memperkenalkan

pembimbing klinik dan

pembimbing akademik

- Moderator menjelaskan

tentang topik penyuluhan

- Moderator menjelaskan dan

membuat kontrak waktu,

bahasa, tujuan dan tata tertib

penyuluhan

Pelaksanaan

- Pemateri mengkaji

pengetahuan audiens tentang

hipertensi

- Memberi reinforcement (+)

- Meluruskan konsep tentang

pengertian hipertensi

- Pemateri mengkaji

pengetahuan audiens tentang

penyebab hipertensi

- Memberi reinforcement (+)

- Meluruskan konsep tentang

penyebab hipertensi

- Menjawab salam

- Mendengarkan dan memperhatikan

- Mendengarkan dan memperhatikan

- Mendengarkan dan memperhatikan

- Mendengarkan dan memperhatikan

- Mengemukakan pendapat

- Mendengarkan

- Mendengarkan dan memperhatikan

- Mengemukakan pendapat

- Mendengarkan

- Mendengarkan dan memperhatikan

5 mnt

40 mnt

Page 7: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

- Pemateri mengkaji

pengetahuan audiens tentang

tanda gejala hipertensi

- Memberi reinforcement (+)

- Meluruskan konsep tentang

tanda gejala hipertensi

- Pemateri mengkaji

pengetahuan audiens tentang

teknik relaksasi otot progresif

- Memberi reinforcement (+)

- Meluruskan konsep tentang

pengertian teknik relaksasi

otot progresif

- Mengkaji pengetahuan audien

tentang tujuan teknik

relaksasi otot progresif

- Memberi reinforcement (+)

- Menjelaskan tujuan teknik

relaksasi otot progresif

- Mengkaji pengetahuan audien

tentang manfaat teknik

relaksasi otot progresif

- Memberi reinforcement (+)

- Menjelaskan tentang manfaat

teknik relaksasi otot progresif

- Menjelaskan langkah-langkah

teknik relaksasi otot progresif

- Memberi kesempatan audiens

untuk bertanya

- Memberi reinforcement (+)

- Menjawab pertanyaan

- Mengemukakan pendapat

- Mendengarkan

- Mendengarkan dan memperhatikan

- Mengemukakan pendapat

- Mendengarkan

- Mendengarkan dan memperhatikan

- Mengemukakan pendapat

- Mendengarkan

- Mendengarkan dan memperhatikan

- Mengemukakan pendapat

- Mendengarkan

- Mendengarkan dan memperhatikan

- Mengemukakan pendapat

- Mengajukan pertanyaan

- Mendengarkan

- Mendengarkan

Page 8: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

3 Penutup

- Meminta audiens mengulang

beberapa informasi yang telah

diberikan

- Memberi reinforcement (+)

- Bersama peserta

menyimpulkan materi

- Menutup dengan salam

- Mengemukakan pendapat

-

-

- Mendengarkan dan memperhatikan

- Mengemukakan pendapat

- Menjawab salam

5 menit

L. EVALUASI

1) Evaluasi struktur

75 % atau lebih peserta menghadiri acara

Alat dan media sesuai dengan rencana

Peran dan fungsi masing – masing sesuai dengan yang

direncanakan

2) Evaluasi proses

Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan

Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

Peserta berperan aktif dalam jalannya diskusi

Page 9: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

3) Evaluasi hasil

Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 75% peserta mampu :

Menyebutkan pengertian dari hipertensi

Menyebutkan penyebab hipertensi

Menyebutkan tanda dan gejala hipertensi

Menyebutkan pengertian teknik relaksasi otot progresif

Menyebutkan tujuan dari teknik relaksasi otot progresif

Menyebutkan manfaat teknik relaksasi otot progresif

Menyebutkan langkah-langkah back exercise

Page 10: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

LAMPIRAN

HIPERTENSI

B. PENGERTIAN

Definisi atau pengertian hipertensi banyak dikemukakan oleh para ahli. WHO

mengemukakan bahwa hipertensi terjadi bila tekanan darah diatas 160/95 mmhg,

sementara itu Smelttzer & Bare (2002:896) mengemukakan bahwa hipertensi

merupakan tekanan darah persisten atau terus menerus sehingga melebihi batas

normal dimana tekanan sistolik diatas 140 mmhg dan tekanan diastole diatas 90

mmhg. Pendapat yang sama juga diutarakan oleh doenges (2000:42). Pendapat

senada juga disampaikan oleh TIM POKJA RS Harapan Kita, Jakarta (1993:199)

dan Prof. Dr. dr. Budhi Setianto (Depkes, 2007), yang menyatakan bahwa

hipertensi adalah kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 150 mmHg dan

tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg.

Terdapat perbedaan tentang batasan tentang hipertensi seperti diajukan

oleh kaplan (1990:205) yaitu pria, usia kurang dari 45 tahun, dikatakan hipertensi

bila tekanan darah waktu berbaring diatas atau sama dengan 130/90mmhg,

sedangkan pada usia lebih dari 45 tahun dikatakan hipertensi bila tekanan darah

diatas 145/95 mmhg. Sedangkan pada wanita tekanan darah diatas sama dengan

160/95 mmhg. Hal yang berbeda diungkapkan TIM POKJA RS Harapan Kita

(1993:198) pada usia dibawah 40 tahun dikatakan sistolik lebih dari 140 mmhg

dan untuk usia antara 60-70 tahun tekanan darah sistolik 150-155 mmHg masih

dianggap normal. Hipertensi pada usia lanjut didefinisikan sebagai tekanan

sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau tekanan diastolik lebih besar dari 90

mmHg ditemukan dua kali atau lebih pada dua atau lebih pemeriksaan yang

berbeda. (JNC VI, 1997).

Page 11: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

Untuk usia kurang dari 18 tahun dikatakan hipertensi bila dua kali

kunjungan yang berbeda waktu didapatkan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau

lebih, atau apabila tekanan darah sistolik pada beberapa pengukuran didapatkan

nilai yang menetap diatas 140mmHg (R. P. Sidabutar dan Waguno P, 1990).

Berdasarkan pengertian – pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa

hipertensi merupakan kenaikan tekanan darah dimana tekanan sistolik lebih dari

140 mmhg dan atau diastolik lebih dari 90 mmhg.

C. TANDA DAN GEJALA

Menurut FKUI (1990:210) dan Dr. Budhi Setianto (Depkes, 2007)

hipertensi esensial kadang tampa gejala dan baru timbul gejala setelah terjadi

komplikasi pada organ target seperti pada ginjal, mata, otak dan jantung. Namun

terdapat pasien yang mengalami gejala dengan sakit kepala, epitaksis.

Menurut Rokhaeni ( 2001 ), manifestasi klinis beberapa pasien yang

menderita hipertensi yaitu :

1) Mengeluh sakit kepala, pusing bahkan terasa berat di pundak

2) Lemas, kelelahan

3) Sesak nafas

4) Gelisah

5) Mual

6) Muntah

7) Epistaksis

8) Kesadaran menurun

D. PENYEBAB HIPERTENSI

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:

1) Genetik: bawaan dari orang tua/keturunan

2) Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan

tekanan darah meningkat.

3) Stress Lingkungan.

Page 12: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

4) Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua serta

pelabaran pembuluh darah. Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut

usia adalah terjadinya perubahan – perubahan pada :

- Elastisitas dinding aorta menurun

- Katub jantung menebal dan menjadi kaku

- Kemampuan jantung memompa darah menurun

1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung

memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi

dan volumenya.

- Kehilangan elastisitas pembuluh darah

Hal ini terjadi karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer

untuk oksigenasi

- Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer

Page 13: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

LATIHAN OTOT PROGRESIF

A. PENGERTIAN

Teknik relaksasi otot progresif nerupakan teknik relaksasi yang berfokus

pada perlahan tegang dan santai otot.

B. TUJUAN

Relaksasi Progresif bertujuan untuk mengenali apa yang terjadi pada

tubuh, sehingga dapat mengurangi ketegangan dan dapat melanjutkan kegiatan.

C. MANFAAT

Manfaat dari relaksasi otot progresif ini adalah untuk mengatasi berbagai

macam yaitu:

- Stres

- Kecemasan

- Insomnia

- Hipertensi (tekanan darah tinggi)

- Membangun emosi positif dari emosi negatif.

D. CARA MELAKUKAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF

Menggenggam tangan sambil membuat suatu kepalan dan dilepaskan

Meluruskan lengan kemudian tumpukan pergelangan tangan kemudian tarik

telapak tangan hingga menghadap ke depan.

Diawali dengan menggenggam kedua tangan kemudian membawa kedua

kepalan ke pundak sehingga otot-otot beiceps akan menjadi tegang

Page 14: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

Mengangkat kedua bahu setinggi-tingginya seakan-akan bahu akan dibawa

hingga menyentuh kedua telinga. Fokus perhatian gerakan ini adalah

kontras ketegangan yang terjadi di bahu, punggung atas, dan leher.

Otot-otot wajah dahi, mata, rahang dan mulut. Gerakan untuk dahi dengan

cara mengerutkan dahi dan alis sampai otot-ototnya terasa dan kulitnya

keriput.

Page 15: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

Gerakan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh otot-otot

rahang dengan cara mengatup rahang, diikuti dengan menggigit gigi

sehingga ketegangan di sekitar otot-otot rahang

Gerakan untuk mengendurkan otot-otot sekitar mulut. Bibir dimonyongkan

sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan ketegangan di sekitar mulut.

Gerakan untuk merilekskan otot-otot leher bagian depan maupun belakang.

Letakkan kedua tangan di belakang kepala, kemudian dorong kepala ke

belakang sambil tangan menahan dorongan kepala.

Gerakan untuk melatih otot leher. Dengan cara membawa kepala ke muka,

kemudian klien diminta untuk membenamkan dagu ke dadanya, sehingga

dapat merasakan ketegangan di daerah leher bagian muka

Page 16: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

Gerakan untuk melatih otot-otot punggung. Gerakan ini dapat dilakukan

dengan cara kedua tangan diletakkan di belakang sambil menyentuh lantai

dan menahan badan. Kemudian busungkan dada.

Gerakan untuk melemaskan otot-otot dada. Klien diminta untuk menarik

nafas panjang. Posisi ini ditahan selama beberapa saat, sambil merasakan

ketegangan di bagian dada kemudian diturunkan ke perut. Pada saat

ketegangan dilepas, klien dapan bernafas normal.

Gerakan melatih otot-otot perut. Gerakan ini dilakukan dengan cara menarik

kuat-kuat perut ke dalam, kemudia menahannya sampai perut menjadi

kencang dan keras. Setelah 10 detik dilepaskan bebas, kemudian diulang

kembali seperti gerakan awal untuk peru ini.

Gerakan untuk otot-otot kaki dan bertujuan untuk melatih otot-otot paha,

dilakukan dengan cara meluruskan kedua belah telapak kaki sehingga otot

paha terasa tegang. Gerakan ini dilanjkan dengan mngunci lutut sedemikian

sehingga ketegangan pindah ke otot-otot betis

Sebagaimana prosedur relaksasi otot, klien harus menahan posisi tegang

selama 10 detik baru sete;ah itu melepaskannya. Setiap gerakan dilakukan

masing-masing dua kali.

Page 17: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

E. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKAN

TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF

a. Jangan terlalu menegangkan otot berlebihan karena dapat melukai diri

sendiri

b. Untuk merilekskan otot-otot membutuhkan waktu sekitar 20-50 detik

c. Posisi tubuh, lebih nyaman dengan mata tertutup, jangan dengan berdiri

d. Menegangkan kelompok otot dua kali tegangan

e. Melakukan pada bagian kanan tubuh dua kali, kemudia bagian kiri dua kali

f. Memeriksa apakah klien benar-benar rileks

g. Terus-menerus memberikan instruksi dan tidak terlalu cepat, dan tidak

terlalu lambat

Page 18: SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) · PDF fileSATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan : Teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi Hari/tanggal

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Mengenal Hipertensi,

(Online), (http:// depkes.co.id/stroke.html)

DIKLIT RS Jantung Harapan Kita. (1993). Dasar-dasar Keperawatan

Kardiovaskuler. RS Jantung Harapan Kita. Jakarta

Effendy. N (1998). Dasar- dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Edisi 2.

Jakarta; EGC

FKUI. (1990). Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Balai Penerbit FKUI. Jakarta

Friedman, M. M. (1998). Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek, Edisi 3. alih

Bahasa: Debora R. L & Asy. Y, Jakarta: EGC

Long. Barbara. C. Essential of Medical Surgical Nursing, Penerjemah. Karnaen R,

Et. All, Edisi ke 3. 1996. Bandung: Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan

Keperawatan Padjajaran.

Tim POKJA RS Jantung Harapan Kita. (2003). Standar Asuhan Keperawatan

Kardiovaskuler. Direktorat Medik dan Pelayanan RS Jantung dan

pembuluh darah Harapan kita. Jakarta

Smeltzer, S. C & Bare, B. G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah

Brunner and Sudarth, vol. I (edisi 8 ). Alih Bahasa : Monica Ester, Ellen

Panggabean. Jakarta: EGC.