Download ppt - Regulasi Pernapasan

Transcript
Page 1: Regulasi Pernapasan

Regulasi pernapasan

ASISSTANT OF PHYSIOLOGYMEDICAL FACULTY

HASANUDDIN UNIVERSITYMAKASSAR

2008

Page 2: Regulasi Pernapasan

CAB. N X ( AFFERENT SENSORIS ) = LUDWIG CHION`S NERVE

CAB. N. IX ( AFFERENT SENSORIS ) = HERING`S NERVE

CEREBELLUM

VENTRAL RESPIRATORY GROUPE ( VRG ) ( EXPIRATORY CENTER )

DORSAL RESPIRATORY GROUPE ( DRG ) ( INSPIRATORY CENTER )

N. INTERCOSTALIS INTERNA & EXTERNA DAN PHRENICUS ( EFFERENT MOTORIS SEMUANYA )

MAKASSAR , 27 M E I 2006 CORTEX CEREBRI ( VOLUNTARY CONTROLE )

MEDULLA OBLONGATA

LYMBIC SYSTTEM

PNEUMOTAXIC CENTER

APNEUSTIC CENTRE

P O N S

CAROTID BODIES SBG CHEMORECEPTOR

BARORECEPTOR

AORTIC BODIES CHEMORECEPTOR

BARORECEPTOR

RESPIRATORY MUSCLES : DIAPHRAGMA & M. INTERCOSTALES INTERNA & EXTENA

STRETCH RECEPTORS IN LUNG & THORAX : RECEPTOR

ELEFMANN DLL

PENEMUAN TERAKHIR : TERDAPAT PUSAT PERNAFASAN LAIN :

KUMPULAN NEURON-NEURON MOTORIK TERSENDIRI, NAMUN

SIFATNYA DOMINAN TERHADAP PUSAT LAINNYA, DISEBUT : PRE-BÖTZINGER GROUP, BERLOKASI

PADA BAGIAN LATERAL MEDULLA OBLONGATA & DIAPIT OLEH

NUCLEUS AMBIGUUS DAN NCL LENTICULARIS LATERALIS.

TRACTUS CO

RTICO

- BULBARIS

34

Page 3: Regulasi Pernapasan
Page 4: Regulasi Pernapasan

Efek PO2 arteri

Po2 arteri<60mmHg

Kemoreseptor perifer Medullary respirastorycenter

Kemoreseptor central

Ventilasi

PO2 arteri

+

+

_-

Page 5: Regulasi Pernapasan

efek PCO2 arteriPCO2 arteri

Kemoreseptor periferl Medullary resp.center

Kemoresptor central

Ventilasi

PCO2 arteri

PCO2 CES otak

CO2 + H2O

H2CO3

H+ + HCO3

H+CES otak

+

+

+

+

_

Page 6: Regulasi Pernapasan

Efek peningkatan H+

H+ non CO2 arteri

Kemoreseptor perifer Pusat pernapasan medulla Kemo. sentral

Ventilasi up

PCO2 down

H+CO2 arteri down

+

+

Page 7: Regulasi Pernapasan

Pengaruh Faktor Kimia Kontrol Pernapasan

FAKTOR KIMIA

EFEK PADA

KHEMORESEPTOR PERIFER

EFEK PADA

KHEMORESEPTOR SENTRAL

↓ PO2

Darah & Arteri

Merangsang hanya jika PO2 arteri < 60 mmhg

mekanisme darurat

Menekan khemoreseptor sentral & pusat pernapasan jika < 60 mmhg

↑PCO2

Darah & arteri( ↑H+ di CES

otak)

Merangsang secara lemah

Merangsang secara kuat ; kontrol ventilasi yg dominan

( Kadar > 70-80 mmHg menekan pusat pernapasan & khemoreseptor sentral

↑ H+ Darah &

arteri

Merangsang ; penting dlm keseimbangan asam basa

Tidak

mempengaruhi ;,tdk dpt menembus sawar darah otak

Page 8: Regulasi Pernapasan
Page 9: Regulasi Pernapasan

Pusat Pernapasan

• Pusat Kontrol Pernapasan Batang otak Menghasilkan pola bernapas yg berirama.

1. Medullary Respiratory Center

* Dorsal respiratory group (Neuron2 Inspirasi)

* Ventral respiratory group (Neuron2 Exp & Insp)

2. Pusat Apneustik / Apneustic Center

3. Pusat Pneumotaxik / Pneumotaxic Center

Page 10: Regulasi Pernapasan

• Kontrol Saraf Pernapasan

1. Faktor-faktor yg bertanggung jawab untuk menghasilkan irama inspirasi/ekspirasi secara bergantian.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan ventilasi sesuai dgn kebutuhan tubuh.

3. Faktor – faktor yang memodifikasi aktivitas pernapasan untuk memenuhi tujuan lain. Dapat bersifat volunter atau involunter.

Page 11: Regulasi Pernapasan

Neuron inspirasi & ekspirasi di Pusat Medulla• Istirahat irama bernapas kontraksi dan relaksasi

otot – otot pernapasan yaitu diafragma & m.intercostalis eksternus, yang masing – masing dipersarafi oleh n.phrenicus & n.intercostalis.

• Badan sel dari serat-serat saraf yg membentuk saraf-saraf tersebut terletak di korda spinalis Impuls yg berasal dari medulla berakhir di badan sel neuron motorik pd korda spinalis.

• Aktif neuron motorik otot pernapasan inspirasi.• Tidak aktif otot pernapasan relaksasi ekspirasi.

Page 12: Regulasi Pernapasan

Dorsal Respiratory Group

• Kontrol inspirasi• Neuron inspirasi (serat descendensnya berakhir di

neuron motorik yg mempersarafi otot inspirasi).• Inspirasi neuron inspirasi potensial aksi &

mengaktifkan neuron motorik mempersarafi otot-otot inspirasi.

• Ekspirasi neuron inspirasi berhenti membentuk potensial aksi neuron motorik yg mempersarafi tidak lagi diaktifkan.

Page 13: Regulasi Pernapasan

Ventral Respiratory Group

• Neuron inspirasi & neuron ekspirasi.

• Istirahat kedua neuron inaktif.

• Diaktifkan oleh Dorsal Respiratory Group “overdrive” aktifitas inspirasi kebutuhan ventilasi meningkat.

• Terutama Ekspirasi aktif neuron2 ekspirasi neuron motorik yg mempersarafi otot ekspirasi.

Page 14: Regulasi Pernapasan

Pusat Pneumotaksik & Apneustik

• Pons pengaruh pada pusat medulla inspirasi & ekspirasi normal.

• Mekanisme “chek and balance”.

• Pusat pneumotaksisk impuls ke dorsal resp.group membantu mematikan / “switch of “ neuron inspirasi durasi inspirasi dibatasi.

• Pusat Apnustik mencegah neuron inspirasi dari proses “switch ofF “ menambah dorongan inpirasi.