Transcript
Page 1: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

KIMIA ORGANIK

Proyeksi Molekul Organik

Page 2: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Kelompok 4

Nama Anggota : Daniel Marison (A1C112017)Icha Marissa NH (A1C112016)Imam Afdol Hakiki (A1C112022)Riyatun (A1C112018)

Dosen pengampu : Prof.Dr.ret.nat. Rayandra Asyhar, M.Si.P.hD

Dr.ret.nat. Muhaimin, M.Si

Page 3: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Proyeksi

Proyeksi adalah gambar suatu benda yg dibuat rata (mendatar) atau berupa garis pada bidang datar

Gambar proyeksi merupakan dasar menggambar teknik untuk menyatakan bentuk dan ukuran suatu obyek atau benda

Page 4: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Jenis – Jenis Proyeksi

• Proyeksi Fischer

• Proyeksi Newman

• Proyeksi Flying Wedge

Page 5: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Proyeksi Fischer

• Ditemukan oleh Emil Fischer yang merupakan seorang ahli kimia berasal dari Jerman

• Proyeksi yang menggambarkan bentuk molekul 3 Dimensi menjadi 2 dimensi

• Rumus proyeksi yang dikemukakan Fischer ini untuk menunjukkan penataan ruang dari gugus atau atom di sekitar atom karbon kiral(asimetris)

Page 6: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Bagaimana menggambar molekul kedalam proyeksi Fischer?

Page 7: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Proyeksi Fischer

Page 8: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Aturan Chan-Ingold-Prelog

Untuk menentukan susunan konfigurasi pada atom C kiral :

a) Ditentukan prioritas atom/gugus yang terikat pada atom

misalnya : a(prioritas tertinggi)-b-c-d(prioritas terendah)

b) Molekul dilihat dari arah yang bertentangan dengan atom/gugus yang mempunyai prioritas terendah

c) Bila a-b-c-d mempunyai urutan searah dengan putaran jarum jam maka senyawa/atom c kiral tersebut mempunyai konfigurasi R (Rectus). Dari bahasa latin (kanan)

Dan jika a-b-c-d mempunyai urutan berlawanan dengan arah jarum jam maka senyawa / atom c kiral itu mempunyai konfigurasi S (Sinister) . Dari bahasa latin (kiri)

Page 9: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Cara menentukan konfigurasi R/S

Page 10: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Penentuan urutan prioritas

• Jika atom-atom yang dipermasalahkan berbeda-beda, maka urutan prioritas ditentukan oleh nomer atom. Atom dengan nomer atom tinggi menjadi prioritas utama

• Jika atom-atom itu adalah isotop, maka isotop dengan nomor masa tinggi memproleh prioritas

• Jika atom-atom yang terikat langsung pada atom C kiral sama, maka prioritas ditentukkan oleh atom berikutnya

• Atom - atom yang terikat oleh ikatan rangkap 2 atau rangkap 3 diberi kesetaraan ikatan tunggal sehingga atom-atom ini dapat diperlakukan sebagai gugus-gugus berikatan tunggal dalam menentukan prioritas. Contoh : ikatan rangkap 2 dianggap mengikat 2 atom yang sama. Atom yang mengikat 2 atom C yang riil mempunyai Prioritas lebih tinggi daripada ikatan rangkap.

Page 11: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Contoh Proyeksi Fischer dalam Monosakarida

Page 12: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Proyeksi Newman

Page 13: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)
Page 14: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)
Page 15: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Model-Model

Page 16: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Proyeksi Flying Wedge

• Proyeksi yang menggambarkan secara 3 dimensi khususnya untuk senyawa dengan atom kiral

Page 17: Proyeksi ruang molekul (Kimia Organik III)

Terimakasih


Recommended