Download pdf - Pleno Sken 2 Kelompok 1

Transcript
  • PLENO SKENARIO 1 BLOK GENITOURINARIOLEH KELOMPOK 1Retensio Urinaria

  • Anggota KelompokAzatu Zahirah Sayoeti1118011018Bela Riski Dinanti1118011019Danar Fahmi S1118011026Dea Lita Barozha1118011027Diah Andini1118011031Kartika Yuana F1118011065M. Yogie Fadli1118011082Okta Diferiansyah1118011095Tanika SP Larega1118011130Topaz Kautsar T1118011135

  • Skenario: Retensio UrinariaAnamnesis:

    Identitas:Pasien Tn M berusia 62 tahun datang ke UGD dengan keluhan tidak bisa buang air kecil (BAK).

  • Riwayat Penyakit Sekarang:

    Kesulitan setiap kali ingin BAK, harus mengedanPancaran urine melemah kadang terhenti saat BAKKeluhan dirasakan sejak 2 tahun terakhirSering terbangun malam hari untuk BAKPasien mengalami demam dan nyeri di perut kiri bawahPasien merasa kesakitan di daerah kandung kemih

  • Riwayat Penyakit DahuluPasien mengalami BAK kemerahan sejak 6 bulan laluTidak bisa kencing 1 tahun laluSudah pernah berobat dan dipasangkan selang namun tidak kembali setelah selang dilepas

    Riwayat Penyakit KeluargaTidak ada keluarga yang mengalami keluhan seperti ini

  • Pemeriksaan FisikVital Sign:Nadi: 116x/menit Tekanan Darah: 110/90 mmHg RR: 24x/menit Suhu: 37,8C Kesadaran: GCS: E4M5V6, composmentis

  • Pemeriksaan AbdomenInspeksi: datar, jejasPerkusi: timpani + nyeri ketok CVA +Palpasi: nyeri tekan + massa _ hepar dan lien tidak terabaAuskultasi : peristaltik +

  • Pemeriksaan PenunjangUrinalisisWarna: KekuninganKejernihan: KeruhBerat Jenis: 1,03pH: 8Leukosit:9-10/LPBEritrosit: 2-5/LPB

  • Pemeriksaan Darah RutinHb: 11,7 gram/dLLeukosit: 11.100 sel/mm3Ureum: 57.8GDS: 85 mg/dLKreatinin: 1.97

  • Step 2Interpretasi pemeriksaanDiagnosis banding dan diagnosis akhir?Etiologi, patofisiologi, faktor resiko dari diagnosis?Tatalaksana?

  • Step 4Diagnosis Banding

    Obstruksi saluran kemihBatu saluran kemihBPHTerjadi batu buli

  • Batu Saluran KemihEtiologi:

    Teori SupersaturasiTeori MatrikTeori Tidak Adanya InhibitorTeori Infeksi

  • 1. Teori KimiawiPrinsip dari teori ini adalah terbentuknya BSK karena adanya proses kimia, fisika maupun gabungan fisiko kimiawi. Dari hal tersebut diketahui bahwa terjadinya batu sangat dipengaruhi oleh konsentrasi bahan pembentuk batu di saluran kemih.

  • a. Teori SupersaturasiSupersaturasi air kemih dengan garam-garam pembentuk batu merupakan dasar terpenting dan merupakan syarat terjadinya pengendapan.

    Apabila kelarutan suatu produk tinggi dibandingkan titik endapannya maka terjadi supersaturasi sehingga menimbulkan terbentuknya kristal dan pada akhirnya akan terbentuk batu.

  • b. Teori MatrikDi dalam air kemih terdapat protein yang berasal dari pemecahan mitokondria sel tubulus renalis yang berbentuk laba-laba.Kristal batu oksalat maupun kalsium fosfat akan menempel pada anyaman tersebut dan berada di sela-sela anyaman sehingga terbentuk batu.

  • c. Teori Tidak Adanya InhibitorInhibitor yang paling kuat adalah sitrat, karena sitrat akan bereaksi dengan kalsium membentuk kalsium sitrat yang dapat larut dalam air. Inhibitor mencegah terbentuknya kristal kalsium oksalat dan mencegah perlengketan kristal kalsium oksalat pada membaran tubulus.Hal tersebut yang dapat menjelaskan mengapa pada sebagian individu terjadi pembentukan BSK.

  • d. Teori InfeksiPengaruh infeksi pada pembentukan BSK adalah teori terbentuknya batu survit dipengaruhi oleh pH air kemih > 7 dan terjadinya reaksi sintesis ammonium dengan molekul magnesium dan fosfat, sehingga terbentuk magnesium ammonium fosfat (batu survit) misalnya saja pada bakteri pemecah urea yang menghasilkan urease. Bakteri yang menghasilkan urease yaitu Proteus spp, Klebsiella, Serratia, Enterobakter, Pseudomonas, dan Staphiloccocus.

  • Klasifikasi BSK

  • Faktor Resiko1. Faktor IntrinsikUmurJenis KelaminHerediter2. Faktor EkstrinsikGeografiIklimCuacaAir yang diminumDiet dan pola makan

  • Manifestasi KlinisBatu yang menyumbat ureter, bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam.Mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

  • Pembentukan Batu Saluran Kemih

  • Penatalaksanaan BSKTerapi Medikamentosa

    Ditujukan untuk batu yang berukuran lebih kecil yaitu dengan diameter kurang dari 5 mm, karena diharapkan batu dapat keluar tanpa intervensi medis.Dengan cara mempertahankan keenceran urine dan diet makanan tertentu yang dapat merupakan bahan utama pembentuk batu (misalnya kalsium).Setiap pasien BSK harus minum palingsedikit 8 gelas air sehari.

  • Pengobatan Medik Selektif dengan Pemberian Obat-obatanAnalgesia dapat diberikan untuk meredakan nyeri dan mengusahakan agar batu dapat keluar sendiri secara spontan.Opioid seperti injeksi morfin sulfat yaitu petidin hidroklorida atau obat anti inflamasi nonsteroid seperti ketorolac dan naproxen dapat diberikan tergantung pada intensitas nyeri.Propantelin dapat digunakan untuk mengatasi spasme ureter. Pemberian antibiotik apabila terdapat infeksi saluran kemih atau pada pengangkatan batu untuk mencegah infeksi sekunder. Setelah batu dikeluarkan, BSK dapat dianalisis untuk mengetahui komposisi dan obat tertentu dapat diresepkan untuk mencegah atau menghambat pembentukan batu .

  • Terapi Non-intensifMerupakan tindakan non-invasif dan tanpa pembiusan, pada tindakan ini digunakan gelombang kejut eksternal yang dialirkan melalui tubuh untuk memecah batu.Alat ESWL adalah pemecah batu yang diperkenalkan pertama kali oleh Caussy pada tahun 1980Alat ini dapat memecah batu ginjal, batu ureter proximal, atau menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih.

  • PembedahanNefrolitotomi merupakan operasi terbuka untuk mengambil batu yang berada di dalam ginjal.Ureterolitotomi merupakan operasi terbuka untuk mengambil batu yang berada di ureter.Vesikolitomi merupakan operasi tebuka untuk mengambil batu yang berada di vesica urinearia.Uretrolitotomi merupakan operasi terbukauntuk mengambil batu yang berada di uretra.

  • Step 5: Learning ObjectivesBPHTatalaksana obstruksi saluran kemihInterpretasi pencitraanKomplikasi

  • 1. BPHBenign Prostatic Hyperplasia

  • Etiologi

    Teori Dihidrotestosteron (DHT)

    Ketidakseimbangan Antara Esterogen-testosteron

    Interaksi stroma epitel

    Berkurangnya Apoptosis

  • Teori DHT Testosteron NADPH

    5alpha-Reduktase NADP

    GROWTH FACTOR

    RADHTPERTUMBUHAN SELL

  • ESTEROGEN-TESTOSTERONPada usia tua kadar esterogen meningkat dan testosteron menurun

    EsterogenTestosteronMeningkatkan Proliferasi sel-sel prostatMerangsang pembentukan sel-sel baru pada prostatMeningkatkan jumlah reseptor Androgen Menurunkan jumlah kematian sel prostat

  • Interaksi Stroma-EpitelSel-sel stroma mensintesis suatu growth factor yang selanjutnya mempengeruhi sel-sel stroma secara intrakin dan atuokrin serta mempengaruhi sel epitel secara parankin. Terjadi proliferasi sel stroma dan sel epitel

  • PATOFISIOLOGIHYPERPLASIA PROSTAT PENYEMPITAN LUMEN URETRA POSTERIOR

    PENINGKATAN TEKANAN INTRAVESIKAL

    BULI-BULIGINJAL DAN URETHERHypertrofi otot DestrusorRefluks vesiko uretherTrabekulasiHidrouretherSelulaHidronefrosisDivertikelgagal ginjal

  • KlinisGejala obstruksi : 1. Hesitansi2. Weak stream3. Straining4. Terminal dribbling 5. Incomplete emptying6. Urine retentionGejala iritasiFrekuensiUrgeDisuria / burning sensationNokturia

  • Gejala Komplikasi :Batu buliDivertikel buliSistitis Gangguan fungsi ginjalHerniaHemorroid

  • Diagnosis Anamnesis :Gejala obstruksi iritasiTanda-tanda komplikasiDifferensial diagnosisPemeriksaan fisik Pemeriksaan penunjang

  • Pemeriksaan fisikStatus generalisStatus urologisColok dubur :TSAAmpula rectiMukosa Prostat : konsistensi, permukaan, simetris, nodul, nyeri tekan, taksiran berat.

  • Pemeriksaan penunjangUroflowmetri urodinamik (pressure flow study)mengukur pancaran kencing, tekanan intravesika.membedakan obstruksi infravesika kelemahan detrusor.

  • LaboratoriumKultur urineFaal GinjalGula DarahPSA

  • PENCITRAANIVUUSG (TAUS, TRUS)FOTO POLOS BNO

  • TRUS

  • TRUS

  • TATA LAKSANAPrinsip terapi :Memperbaiki keluhan miksiMeningkatkan kualitas hidupMengurangi obstruksiMengembalikan fungsi ginjalMencegah progresifitas penyakit

  • 2. Terapi Non medikamentosaMedikamentosa Operatif

  • NON MEDIKAMENTOSAWatchfull waitingPada penderita dengan skor IPSS
  • MEDIKAMENTOSA

  • Alpha-blockers

  • Alpha-bloker :

  • 5-ARIs5-alpha-reductase inhibitors

  • 5-alpha-reductase inhibitorsFinasterideMenghambat 5a reduktase tipe 2

  • Terapi Operatif : Ablasi ( TUNA, TUMT ) TUR-P ( gold standard )Prostatektomi terbuka

  • operatifIndikasi : Tidak ada perbaikan setelah pemberian terapi medika mentosaMengalami retensi urinInfeksi saluran kemih berulangHematuriaGagal ginjalTimbulnya batu saluran kemih

  • TUMT

  • TURP

  • TURP

  • TURP

  • 3. Komplikasi PerdarahanSindroma TURStriktur Ejakulasi retrogradeprostatitis

  • 4. PEMBACAAN PEMERIKSAAN FOTO POLOS BNO4s :Side : RightSkeletonSoft tissueStone

  • DAFTAR PUSTAKAPurnomo, BB.Dasar-dasar Urologi. Edisi kedua. Jakarta: SagungSeto; 2008.

    Badlani GH. In : Walsh PC.,eds. Campbells urology.Saunders.2002.

    Palmer,P.E.S., Hartono,L. 1995. Petunjuk Membaca Foto Untuk Dokter Umum. Jakarta:EGC