Download docx - Makalah filsafat 3

Transcript
Page 1: Makalah filsafat 3

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

            Banyak sekali orang yang tidak mengetahui apa itu filsafat, baik orang yang hidupnya

di lingkungan pendidikan, maupun yang jauh dari pendidikan, seperti di pedesaan maupun di

perkotaan. Padahal mereka sadari sebenarnya mereka dekat dengan filsafat dan mereka juga

pernah berfilsafat. Dalam menjalani kehidupan ini kita sering mengandalkan filsafat, tetapi

terkadang kita tidak menyadari bahwa yang kita lakukan itu merupakan sebuah filsafat.

            Kita sering merenung, berfikir apa yang hendak kita capai dan kita raih apabila kita

lulus kuliah nanti, dalam perenungan itu kita banyak sekali muncul pertanyaan-pertanyaan

dan pilihan-pilihan sebagai alternatif  jawaban dari setiap pertanyaan yang muncul, begitu

pula untuk hal-hal yang lain yang didalamnya memerlukan pemikiran-pemikiran secara

mendalam. Apabila kita terus mencari dan terus mencari jawaban dari pertanyaan tadi dengan

berbagai metode sampai kiranya kita dapat menemukan kebenaran, maka akan lahir sebuah

pengetahuan bagi kita. Begitu pula dengan pendidikan, yang melatar belakangi pendidikan

adalah ide-ide yang lahir dari filsafat yang tentu saja semua itu perlu proses untuk

menemukannya. Dari gambaran sederhana tersebut dapat kita ketahui bahwa filsafat itu

merupakan tindakan memikirkan, merenungkan segala sesuatu secara mendalam sampai

keakar-akarnya.

            Segala sesuatu yang kita kenal selama ini tidaklah lahir begitu saja, nama suatu benda,

hewan, manusia, dan lain-lain saja mengandung filsafat dibaliknya. Termasuk pula segala

ilmu pengetahuan yang jumlahnya mungkin susah untuk dihitung yang bertebaran dimuka

bumi ini lahir dari sebuah proses panjang yang dinamakan filsafat.

            Semua itu mendorong manusia untuk memikirkan kembali pengertian tentang

kebenaran. Sebab setiap terjadi perubahan dalam peradaban akan berpengaruh terhadap

sistem nilai yang berlaku, karena antara perubahan peradaban dengan cara berfikir manusia

terdapat hubungan timbal balik.

i

Page 2: Makalah filsafat 3

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan

yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

A. Apa pengertian filsafat tersebut?

B. Apa saja cabang-cabang filsafat?

C. Apa saja aliran-aliran dalam filsafat?

3. Tujuan                                                                                                           

            Berdasarkan rumusan masalah di atas, makalah ini bertujuan sebagai berikut:

A. Untuk mengetahui pengertian filsafat tersebut.

B. Untuk mengetahui apa saja cabang-cabang filsafat.

C. Untuk mengetahui apa saja aliran-aliran dalam filsafat.

4. Manfaat

Manfaat yang didapat dari makalah ini adalah sebagai berikut:

A. Sebagai bahan masukan bagi pembaca untuk menambah pengetahuan tentang

pengertian filsafat tersebut.

B. Dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi masyarakat untuk bisa mengetahui

cabang-cabang filsafat dan aliran-aliran dalam filsafat.

i

Page 3: Makalah filsafat 3

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Hakekat  Filsafat

          Filsafat dalam bahasa Inggris, yaitu philosophy, adapun istilah filsafat berasal dari

bahasa Yunani, philosophia, yang terdiri atas dua kata: philos (cinta)

atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan shopia (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan,

keterampilan, pengalaman praktis, inteligensi). Jadi secara etimologi, filsafat berarti cinta

kebijaksanaan atau kebenaran. Plato menyebut Socrates sebagai philosophos (filosof) dalam

pengertian pencinta kebijaksanaan. Kata falsafah merupakan arabisasi yang berarti pencarian

yang dilakukan oleh para filosof. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata filsafat

menunjukkan pengertian yang dimaksud, yaitu pengetahuan dan penyelidikan dengan akal

budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab asal dan hukumnya. Manusia filosofis adalah

manusia yang memiliki kesadaran diri dan akal sebagaimana ia juga memiliki jiwa yang

independen dan bersifat spiritual.  Sebelum Socrates ada satu kelompok yang menyebut diri

mereka sophist (kaum sofis) yang berarti cendekiawan. Secara umum filsafat berarti upaya

manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Berarti filsafat

merupakan sebuah proses bukan sebuah produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir

kritis yaitu usaha secara aktif, sistematis, dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk mengerti

dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima

atau ditolak. Dengan demikian filsafat akan terus berubah hingga satu titik tertentu (Takwin,

2001). Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan

konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu

sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam

dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.  

2.2  Ciri-Ciri Pemikiran Filsafat

        Adapun ciri-ciri atau karakteristik berfikir filsafat yaitu :

1. Sifat komprehensif (menyeluruh) artinya seseorang ilmuwan tidak akan pernah puas jika

hanya mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin tahu hakikat ilmu

dari sudut pandang lain, kaitannya dengan moralitas, serta ingin yakin apakah ilmu ini

akan membawa kebahagian dirinya. Hal ini akan membuat ilmuwan tidak merasa

sombong dan paling hebat. Di atas langit masih ada langit. contoh: Socrates menyatakan

dia tidak tahu apa-apa.

i

Page 4: Makalah filsafat 3

2.  Sifat mendasar (radikal) yaitu sifat yang tidak saja begitu percaya bahwa ilmu itu benar.

Mengapa ilmu itu benar? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut

dilakukan? Apakah kriteria itu sendiri benar? Lalu benar sendiri itu apa? Seperti sebuah

pertanyaan yang melingkar yang harus dimulai dengan menentukan titik yang benar.

3. Spekulatif artinya apa yang diselidiki filsafat didasarkan pada dugaan-dugaan yang masuk

akal dan tidak berdasarkan bukti empiris. Ini bukan berarti bahwa dugaan filsafat tidak

ilmiah, tapi pemikiran filsafat memang tidak termasuk dalam lingkup kewenangan ilmu

khusus.

4. Sistematis artinya dalam menjawab suatu permasalahan, digunakan pendapat-pendapat

sebagai wujud dari proses berpikir filsafat. Pendapat-pendapat itu harus saling

berhubungan secara, dan mempunyai maksud atau tertentu.

5. Bebas artinya setiap manusia adalah hasil pemikiran yang bebas. Bebas dari prasangka-

prasangka sosial. historis, kultural, ataupun religius.

2.3  Ajaran-Ajaran Filsafat

   Beberapa ajaran filsafat yang  telah mengisi dan tersimpan dalam khasanah ilmu adalah:

1. Materialisme, yang berpendapat bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah alam semesta

badaniah. Aliran ini tidak mengakui adanya kenyataan spiritual. Aliran materialisme

memiliki dua variasi yaitu materialisme dialektik dan materialisme humanistis.

2. Idealisme yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide yang sifatnya

rohani atau intelegesi. Variasi aliran ini adalah idealisme subjektif dan idealisme objektif.

3. Realisme. Aliran ini berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia materi murupakan

hakitat yang asli dan abadi.

4. Pragmatisme merupakan aliran paham dalam filsafat yang tidak bersikap mutlak (absolut)

tidak doktriner tetapi relatif tergantung kepada kemampuan minusia.

2.4 Manfaat Filsafat

          Manfaat filsafat dalam kehidupan adalah :

1.   Sebagai dasar dalam bertindak.

2.   Sebagai dasar dalam mengambil keputusan.

3.   Untuk mengurangi salah paham dan konflik.

4.   Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah.

i

Page 5: Makalah filsafat 3

2.5 Objek Filsafat

Objek filsafat dibagi menjadi dua yaitu :     

A. Objek material filsafat yaitu segala sesuatu yang menjadi masalah filsafat , segala sesuatu

yang dimasalahkan oleh atau dalam filsafat. Tiga persoalan pokok :

1)   Hakikat Tuhan

2)   Hakikat Alam

3)   Hakikat Manusia

B.    Objek formal filsafat adalah usaha mencari keterangan secara radikal (sedalam-

dalamnya sampai keakarnya) tentang obyek materi filsafat.

i

Page 6: Makalah filsafat 3

BAB III

METODE PENELITIAN

1. Peranan Filsafat Pendidikan

Tidak dapat dinafikan setiap ilmu yang telah lahir di muka bumi tentulah memiliki arti dan

fungsi bagi kehidupan manusia. Begitu pula filsafat pendidikan suatu ilmu yang memiliki

peranan dan fungsi dalam kehidupan khususnya kehidupan dunia pendidikan. 

Menurut Jalaluddin & Abdullah Idi peran filsafat pendidikan: 1) Landasan filosofis yang

menjiwai seluruh kebijakan dan pelaksanaan pendidikan; 2) Pemberi arah dan pedoman bagi

usaha-usaha perbaikan, meningkatkan kemajuan dan landasan kokoh bagi tegaknya sistem

pendidikan. (Jalaluddin, 2007:29-33). 

Filsafat Pendidikan memiliki peranan yang penting karena filsafat pendidikan menjadi

landasan filosofis dan pemberi arah untuk usaha-usaha perbaikan, kemajuan dan tetap

eksisnya pendidikan. Tanpa landasan dan arahan, penyelenggaraan pendidikan sangat sulit

untuk mencapai tujuan pendidikan yang direncanakan. Landasan yang kuat sangat dperlukan

bagi para pembangun bangunan pendidikan selanjutnya agar bangunannya menjadi kokoh

dan eksis selamanya.

2. Fungsi Filsafat Pendidikan

Filsafat pendidikan di samping memiliki peranan yang strategis, juga memiliki fungsi yang

penting dalam dunia pendidikan, dunia yang mampu merubah karakter manusia, dan

mendewasakan manusia, serta dunia yang memanusiakan manusia. 

Fungsi filsafat pendidikan sebagai berikut: 1) Merumuskan dasar-dasar dan tujuan

pendidikan, sifat dan hakikat manusia serta pendidikan, dan isi moral (sistem) nilai

pendidikan; 2) Merumuskan teori, bentuk, dan sistem pendidikan, mencakup kepemimpinan,

pendidikan, politik pendidikan, bahan pendidikan, metodologi pendidikan dan pengajaran,

pola-pola akulturasi serta peranan pendidikan dalam pembangunan bangsa dan negara; 3)

Merumuskan hubungan antara agama, filsafat, filsafat pendidikan, teori pendidikan dan

kebudayaan (Jalaluddin, 2007:159). Filsafat pendidikan memiliki fungsi merumuskan dasar

dan tujuan pendidikan, merumuskan teori, bentuk dan sistem pendidikan serta merumuskan

hubungannya dengan agama dan kebudayaan. Fungsi filsafat pendidikan sangat strategis

karena merumuskan masalah-masalah mendasar yang berkait dengan dunia pendidikan dan

hubungannya dengan pembangunan bangsa dan negara. Dasar dan tujuan pendidikan yang

jelas akan memudahkan dalam penyelenggaraan pendidikan, dan dapat menjadi parameter

akan tercapai tidaknya apa yang dicita-citakan.

i

Page 7: Makalah filsafat 3

BAB IV

PEMBAHASAN

1. Pengertian Filsafat

         Dari segi etimologi, istilah filsafat berasal dari dua suku kata dalam bahasa Yunani

kuno, yaitu phile atau philos yang berarti cinta atau sahabat, dan sophia atau sophos yang

berarti kebijaksanaan atau kebenaran. Kedua suku kata tersebut membentuk kata

majemukphilosophia. Dari bahasa Arab (falsafah), Inggris (philosophy),Jerman, Belanda

dan Perancis (philosophie). Dengan demikian, berdasarkan asal usul philosophia (Latin)

berarti cinta kepada kebijaksanaan atau sahabat kebijaksanaan. Dengan kata lain, filsafat

adalah mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana. Karena istilahphilosophia dalam bahasa

Indonesia identik dengan istilah filsafat, maka untuk orangnya, yaitu orang yang mencintai

kebijaksanaan disebut filsuf. Menurut Ciceros (106-43 SM), penulis Romawi orang yang

pertama memakai kata-kata filsafat adalah Phytagoras (497 SM), sebagai reaksi terhadap

cendikiawan pada masanya yang menamakan dirinya "Ahli pengetahuan", Phytagoras

mengatakan bahwa pengetahuan dalam artinya yang lengkap tidak sesuai untuk manusia.

Setiap orang yang mengalami kesukaran-kesukaran dalam memperolehnya dan meskipun

menghabiskan seluruh umurnya, namun ia tidak akan mencapai tepinya. Jadi pengetahuan

adalah perkara yang kita cari dan kita ambil sebagian darinya tanpa mencakup

keseluruhannya. Oleh karena itu, maka kita bukan ahli pengetahuan, melainkan pencari dan

pencinta pengetahuan.

            Beberapa para ahli filsafat mengemukakan pendapat mereka mengenai pengertian

filsafat yaitu :

a.  Plato (427 - 348 SM) seorang filsuf Yunani yang termasyur murid Socrates dan guru

Aristoteles, mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu

pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli).

b. Aristoteles (382 - 322 SM) mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang

meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika,

etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).

c.  Marcus Tullius Cicero (106 - 43SM) politikus dan ahli pidato Romawi, merumuskan:

Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk

mencapainya.

i

Page 8: Makalah filsafat 3

d.  Al-Farabi (meninggal 950 M), filsuf Muslim terbesar sebelum Ibnu Sina, mengatakan

filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam dan bertujuan menyelidiki hakikat yang

sebenarnya.

e.  Immanuel Kant (1724 - 1804), yang sering disebut raksasa pikir Barat, mengatakan filsafat

itu ialah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat

persoalan, yaitu:

Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika)

Apakah yang dapat kita kerjakan? (dijawab oleh etika)

Sampai di manakah harapan kita? (dijawab oleh agama)

Apakah yang dinamakan manusia? ( dijawab oleh antropologi )

f.  Prof. Dr. Fuad Hasan, guru besar psikologi UI, menyimpulkan filsafat adalah suatu ikhtiar

untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal

yang hendak dimasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha

untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.

g.  Drs. H. Hasbullah Bakry merumuskan bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala

sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia, sehingga

dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai

oleh akal manusia, dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai

pengetahuan itu.

h. Notonagoro berpendapat bahwa filsafat itu menelaah hal-hal yang menjadi objeknya dari

sudut intinya yang mutlak dan yang terdalam.

i.   Decrates (1596 - 1650), filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam

dan manusia menjadi pokok penyelidikannya.

j.  Harun Nasution, filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tak

terikat tradisi, dogma, atau agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai

kedasar-dasar persoalan.

k. D.C. Mulder mengemukakan pendapatnya bahwa filsafat itu adalah suatu pemikiran

teoritis tentang susunan kenyataan sebagai satu keseluruhan.

l.  Fung Yu Lan, bahwa filsafat adalah pikiran yang sangat sistematis dan refleksif.

m.  I.R Poedjawijatna, berpendapat filsafat ialah ilmu yang berusaha untuk mencari sebab

yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.

        Yang menjadi persamaan dari semua para ahli tentang filsafat yaitu sebuah ilmu untuk

menyelidiki segala sesuatu secara mendalam. Sedangkan perbedaannya adalah kalau menurut

plato dan Aristoteles, filsafat adalah ilmu pengetahuan untuk mengetahui nilai kebenaran

i

Page 9: Makalah filsafat 3

tentang segala sesuatu. Sedangkan menurut yang lainnya bahwa filsafat itu adalah ilmu untuk

memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat Tuhan, hakikat

alam semesta, hakikat manusia. Perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan konotasi filsafat

yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan pandangan hidup yang berbeda serta akibat

perkembangan filsafat itu sendiri.

            Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang

menggambarkan usaha manusia untuk mencari dan menemukan kebenaran atau kenyataan

baik yang mengenai diri sendiri maupun segala sesuatu yang dijadikan objeknya.

2. Cabang - Cabang Filsafat

            Ada beberapa cabang-cabang filsafat  yaitu :

a)   Metafisika

                Dilihat dari asal katanya, metafisika berasal dari bahasa Yunani

yaitu meta dan physika yang artinya sesuatu yang ada di belakang atau di balik benda-

benda fisik. Jadi metafisika adalah salah satu cabang filsafat yang mempelajari dan

memahami mengenai penyebab adanya segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada.

b)    Epistemologi (Teori Pengetahuan)

             Ditinjau dari asal katanya, epistemologi berasal dari bahasa Yunani

yaitu episteme yang berarti pengetahuan, dan logos yang berarti teori. Jadi epistemologi

adalah cabang filsafat yang bersangkut paut dengan teori pengetahuan yang meliputi

bentuk pengenalan dasar pengetahuan, hakekat, dan nilai-nilainya.

c)    Logika

             Ditinjau dari asal katanya, logika berasal dari bahsa Yunani yaitu logos yang berarti

kata, nalar, teori, atau uraian. Sehingga logika dapat didefinisikan sebagai ilmu,

kecakapan, atau alat untuk berfikir secara lurus.

d)   Etika (Filsafat Moral)

             Dilihat dari asal katanya, istilah etika berasal dari urat kataethos yang berarti watak,

sehingga etika merupakan cabang filsafat yang berbicara mengenai tindakan manusia

dalam kaitannya dengan tujuan hidupnya. Dalam etika ini membahas baik-buruknya atau

benar-tidaknya tingkah laku dan tindakan manusia itu, serta menyelidiki kewajiban-

kewajiban manusia.

e)  Estetika (Filsafat Seni)

          Ditinjau dari asal katanya, estetika berasal dari bahasa Yunani yaitu aisthetika yang

berarti hal-hal yang dapat diserap dengan indra. Jadi estetika merupakan ranting filsafat

i

Page 10: Makalah filsafat 3

yang membicarakan tentang seni atau keindahan, bukan hanya sebagai karya seni belaka,

tetapi juga sebagai kegiatan seninya.

3.3  Aliran - Aliran Filsafat

Ada tiga aliran-aliran filsafat dalam berbagai persoalan-persoalan yaitu :

a.  Aliran-Aliran Filsafat dalam Persoalan Keberadaan (Ontologi Ilmu)

     Ontologi terdiri dari dua suku kata, yakni ontos dan logos. Ontos berarti sesuatu yang

berwujud dan logos berarti ilmu. Jadi ontologi adalah bidang pokok filsafat yang

mempersoalkan hakikat keberadaan segala sesuatu yang ada menurut tata hubungan

sistematis berdasarkan hukum sebab akibat yaitu ada manusia, ada alam, dan ada kuasa

prima dalam suatu hubungan yang menyeluruh, teratur, dan tertib dalam keharmonisan.

Kata ontologi pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius pada tahun 1636

M. Ontologi meliputi hal-hal yang berkaitan dengan hakekat ilmu, hakekat kebenaran dan

kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah yang tidak terlepas dari persepsi

filsafat.

b.  Aliran-Aliran Filsafat dalam Persoalan Pengetahuan (Epistemologi Ilmu)

Istilah epistemologi berasal dari bahasa Yunani Kuno, dengan asal kata episteme yang

berarti pengetahuan dan logos yang berarti teori, secara etimologi, epistemologi berarti

teori pengetahuan. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas tentang asal,

struktur, metode, serta keabsahan pengetahuan. Menurut Lengeveld (1961) epistemologi

membicarakan hakikat pengetahuan, unsur-unsur dan susunan berbagai jenis

pengetahuannya pangkal tumpuannya yang fundamental, metode-metode dan batasannya.

c.  Aliran-Aliran Filsafat dalam Persoalan Nilai-Nilai (Aksiologi Ilmu)

Aksiologi meliputi nilal-nilai (values) yang bersifat normatif dalam pemberian makna

terhadap kebenaran atau kenyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan kita yang

menjelajahi berbagai kawasan, seperti kawasan sosial, kawasan simbolik atau pun

fisik-material. Nilai adalah sesuatu yang berharga, yang diidamkan oleh setiap insan. Nilai

yang dimaksud adalah :

a.    Nilai jasmani : nilai yang terdiri atas nilai hidup, nilai nikmat, dan nilai guna.

b.   Nilai rohani : nilai yang terdiri atas nilai intelek, nilai estetika, nilai etika, dan nilai religi.

i

Page 11: Makalah filsafat 3

Untuk lebih mengenal apa yang dimaksud dengan aksiologi, penulis akan menguraikan

bebrapa definisi tentang aksiologi, diantaranya :

1.  Aksiologi berasal dari perkataan axios (Yunani) yang berarti nilai dan logos yang berarti

teori. Jadi aksiologi adalah “teori tentang nilai”.

2.  Sedangkan arti  aksiologi yang terdapat dalam bukunya Jujun S.

  Suriasumantri Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer bahwa aksiologi diartikan sebagai

teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh (Jujun S.

Suriasumantri:1999:234).

3.  Menurut Bramel, aksiologi yang terdapat dalam tiga bagian. Pertama, moral conduct,

yaitu tindakan moral, bidang ini melahirkan disiplin khusus, yakni etika. Kedua,esthetic

expression, yaitu ekspresi keindahan. Bidang ini melahirkan keindahan. Ketiga, sosio-

political life, yaitu kehidupan sosial politik, yang akan melahirkan filsafat sosio-politik.

Dari definisi-definisi mengenai aksiologi diatas, terlihat dengan jelas bahwa permasalahan

yang utama adalah mengenai nilai. Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimilki manusia

untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. Teori tentang nilai yang

didalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika.

Etika menilai perbuatan manusia, maka lebih tepat kalau dikatakan bahwa objek formal etika

adalah norma-norma kesusilaan manusia, dan dapat dikatakan pula bahwa etika mempelajari

tingkah laku manusia ditinjaudari segi baik dan tidak baik dalam suatu kondisi yang

melibatkan norma-norma. Sedangkan estetika berkaitan dengan nilai tentang pengalaman

keindahan yang dimilki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya.

Nilai itu subjektif ataukah objektif adalah sangat tergantung dari hasil pandangan yang

muncul dari filsafat. Nilai akan menjadi subjektif, apabila subjek sangat berperan dalam

segala hal, kesadaran manusia menjadi tolak ukur segalanya atau eksistensinya, maknanya

dan validitasnya tergantung pada reaksi subjek yang melakukan penilaian tanpa

mempertimbangkan apakah ini bersifat psikis ataupun fisis. Dengan demikian, nilai subjektif

akan selalu memperhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia, seperti

perasaan, intelektualitas dan hasil nilai subjektif selalu akan mengarah kepada suka atau tidak

suka, senang atau tidak senang.

i

Page 12: Makalah filsafat 3

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Filsafat adalah ilmu yang menggambarkan usaha manusia untuk mencari dan menemukan

kebenaran atau kenyataan baik yang mengenai diri sendiri maupun segala sesuatu yang

dijadikan objeknya.

2. Beberapa cabang-cabang filsafat yaitu metafisika, epistemologi, logika, etika, dan estetika.

3.  Aliran-aliran filsafat ada tiga yaitu sebagai berikut :

a.  Aliran-Aliran Filsafat dalam Persoalan Keberadaan (Ontologi Ilmu)

    Ontologi adalah bidang pokok filsafat yang mempersoalkan hakikat keberadaan segala

sesuatu yang ada menurut tata hubungan sistematis berdasarkan hukum sebab akibat yaitu

ada manusia, ada alam, dan ada kuasa prima dalam suatu hubungan yang menyeluruh,

teratur, dan tertib dalam keharmonisan.

b.  Aliran-Aliran Filsafat dalam Persoalan Pengetahuan (Epistemologi Ilmu)

  Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas tentang asal, struktur, metode,

serta keabsahan pengetahuan.

c.  Aliran-Aliran Filsafat dalam Persoalan Nilai-Nilai (Aksiologi Ilmu)

         Aksiologi meliputi nilal-nilai (values) yang bersifat normatif dalam pemberian makna

terhadap kebenaran atau kenyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan kita yang

menjelajahi berbagai kawasan, seperti kawasan sosial, kawasan simbolik atau pun

fisik-material.

B. Saran

1. Diharapkan agar masyarakat dapat memahami maksud dari makalah ini dan bisa

menambah pengetahuan tentang pengertian filsafat.

2. Diharapkan masyarakat dapat mengetahui apa saja cabang-cabang filsafat dan aliran-

aliran filsafat itu.

i

Page 13: Makalah filsafat 3

DAFTAR PUSTAKA

1. Suriasumantri, Jujun S. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka

Sinar Harapan, 1999

2. Usiono. Aliran-aliran Filsafat Pendidikan, Medan: Perdana Publishing, 2006.

3. Suparlan Suhartono. Filsafat Pendidikan 2007. Yogyakarta: Kelompok Penerbit

Ar Ruzz Media.

i

Page 14: Makalah filsafat 3

MID TEST : ILMU LOGIKA

FILSAFAT PENDIDIKAN

DISUSUN OLEH :

NAMA : JABAL NUR

STAMBUK : 21208258

PRODI : ILMU PEMERINTAHAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

KENDARI

2013

i

Page 15: Makalah filsafat 3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI..........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah............................................................................1

B. Rumusan Masalah......................................................................................1

C. Tujuan dan Manfaat...................................................................................1

BAB II KAJIAN PUSTAKA......................................................................................2

A. Pengertian Politik.........................................................................................2

B. Ruang Lingkup Dan Tujuan Ilmu Politik .....................................................3

BAB III METODE PENELITIAN..............................................................................4

A. Konsep Dasar Politik...................................................................................5

B. Pemerintah yang Berdaulat........................................................................5

C. Bentuk-Bentuk Demokrasi..........................................................................6

D. Sistem Pemerintahan Negara RI Menurut UUD.........................................6

E. Lembaga Lembaga Tinggi Negara.............................................................8

BAB IV PEMBAHASAN.........................................................................................7

Konsep Konsep Politik ..............................................................................15

BAB V KESIMPULAN...........................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................16

KATA PENGANTAR

i

Page 16: Makalah filsafat 3

Segala Puji dan Syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat

dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan

tepat waktu.

Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul

“ FILSAFAT PENDIDIKAN ”

Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman

bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau

menyinggu perasaan pembaca.

Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan

semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.

Raha, Juli 2013

"Penulis"

i