Transcript

LAPORAN KASUS KONJUNGTIVITIS VERNAL

Disusun Oleh: Riska Arianny Melissa Setiawan The, Veronica Yoshinta Rosanna Yasmine Carissa Lidia Ananda Dwi Putri (0410173) (0610005) (0610016) (0610038) (0610139) (0610200)

Pembimbing: dr. Amaranita, Sp.M

Bagian Ilmu Mata Rumah Sakit Immanuel Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung 2011

I.

IDENTITAS PENDERITA

Nama Penderita Jenis Kelamin Umur Pekerjaan Tanggal periksa

: An. A : Laki-laki : 13 Tahun : Pelajar : 7 September 11

II.

ANAMNESIS Keluhan Utama: Mata merah Riwayat Perjalanan Penyakit: Pasien datang ke poliklinik mata RS Immanuel dengan keluhan mata merah pada kedua mata sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai rasa sangat gatal, keluar cairan bening banyak yang terasa lengket pada mata, serta rasa mengganjal pada kelopak mata atas. Pasien sering mengalami keluhan yang sama sejak 1 tahun terakhir, terutama saat cuaca panas, terkadang sembuh sendiri. Pasien menyangkal adanya penglihatan kabur, belekan, nyeri pada mata, mata seperti berpasir, silau, mata kering, sulit menggerakkan kelopak mata, demam, batuk, riwayat trauma. RPD: Asma (+) sejak usia 8 tahun, jarang kontrol ke dokter, TB (-), ISPA berulang (-) Riwayat Alergi Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat Kebiasaan Usaha Berobat : obat (-), makanan (-). : ibu pasien menderita asma. : main layangan di siang terik. :-

STATUS OFTALMIKUS Pemeriksaan visus Visus dasar Visus Pinhole Koreksi jauh Koreksi dekat OD 6/6 OS 6/6 -

Pemeriksaan Eksternal Palpebra superior Palpebra Inferior Konjungtiva tarsalis sup Konjungtiva tarsalis inf Konjungtiva bulbi edema (-) edema (-) hiperemis (+), cobblestone (+) hiperemis (-) injeksi konj. (+) injeksi silier (-) Kornea COA Pupil o Diameter o Reflek cahaya direk o Reflek cahaya indirek Iris Limbus Lensa jernih sedang bulat, isokor 3 mm (+) (+) edema (-) edema (-) hiperemis (+) cobblestone (+) hiperemis (-) injeksi konj. (+) injeksi silier (-) jernih sedang bulat, isokor 3 mm (+) (+)

sulcus & gyrus jelas sulcus & gyrus jelas Trantas dots (-) jernih Trantas dots (-) jernih

Pemeriksaan Slitlamp Konjungtiva tarsalis sup hiperemis (+) cobblestone (+) Konjungtiva bulbi Kornea injeksi konj. (+) jernih hiperemis (+) cobblestone (+) injeksi konj. (+) jernih

Limbus COA Iris Lensa

Trantas dots (-) sedang

Trantas dots (-) sedang

sulcus & gyrus jelas sulcus & gyrus jelas jernih jernih

Pemeriksaan Lapang Pandang Tes konfrontasi normal normal

Pemeriksaan Funduscopy Reflek fundus Papil Batas Bentuk Warna C/D ratio A/V Lensa Vitreous Tegas Bulat Merah kuning 0,3 2/3 Jernih Jernih Tegas Bulat Merah kuning 0,3 2/3 Jernih Jernih (+) (+)

PEMERIKSAAN UMUM Keadaan umum Tanda vital : baik : TD: 110/70 mmHg ; N: 88 kali/menit R: 20 kali/menit ; S: 37 oC Kepala Leher Thorax : Mata : konjungtiva anemis -/-, sclera ikterik -/: KGB tidak teraba membesar : B/P simetris Cor: BJM, reguler, murmur Pulmo: VBS ka=ki, Rh -/-, Wh -/-

Abdomen Ekstremitas

: datar, soepel, BU + normal : akral hangat, CRT< 2

III.

RESUME Pasien seorang anak laki-laki berusia 13 tahun datang dengan keluhan mata merah ODS sejak 3 hari yang lalu, sangat gatal (+), sekret mukoid (+), rasa mengganjal pada palpebra superior. Sering mengalami keluhan yang sama sejak 1 tahun terakhir, terutama saat cuaca panas, terkadang sembuh sendiri. Visus menurun (-), nyeri mata (-) sekret kotor (-), fotofobia (-), xeroftalmia (), febris (-), trauma (-). RPD: Asma (+) sejak usia 8 tahun, TB (-), ISPA berulang (-) RPK: ibu pasien menderita asma. Riwayat kebiasaan: main layangan di siang terik. Usaha berobat : -

STATUS OFTALMIKUS Pemeriksaan visus Visus dasar Pemeriksaan Balance Pemeriksaan eksternal Muscle OD 6/6 tak ada kelainan OS 6/6

Konjungtiva superior Konjungtiva inferior

tarsalis

hiperemis (+), cobblestone (+)

hiperemis (+), cobblestone (+) hiperemis (-)

tarsalis

Hiperemis (-)

Konjungtiva bulbi

injeksi konjungtiva (+), injeksi silier (-)

injeksi konjungtiva (+), injeksi silier (-)

Pemeriksaan Slitlamp

Konjungtiva superior

tarsalis

hiperemis (+), cobblestone (+) injeksi konjungtiva (+)

hiperemis (+), cobblestone (+) injeksi konjungtiva (+)

Konjungtiva bulbi Pemeriksaan Pandang Pemeriksaan funduskopi Lapang

tak ada kelainan

tak ada kelainan

IV.

DIAGNOSIS Konjungtivitis vernal tipe palpebra ODS

V.

TERAPI Medikamentosa: Sodium chromoglycate 4% 3gtt1 ODS Air mata buatan 6gtt1 ODS Non-medikamentosa : hindari faktor pencetus (paparan matahari, gunakan topi saat aktivitas di luar)

VI.

PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam : ad bonam : ad bonam : ad bonam

PEMBAHASAN KONJUNGTIVITIS VERNAL

DEFINISI Konjungtivitis vernal merupakan salah satu bentuk dari konjungtivitis alergi. Konjungtivitis vernal adalah konjungtivitis akibat reaksi hipersensitivitas tipe I (IgE and cell-mediated immune) yang mengenai kedua mata dan bersifat rekuren2.

INSIDENSI Konjungtivitis vernal mengenai pasien muda antara 3-25 tahun dan lebih banyak laki-laki2,3. Biasanya dimulai pada masa prepubertas, pada laki-laki biasanya mulai pada usia dibawah 10 tahun2. Konjungtivitis vernal biasanya berlangsung selama 5-10 tahun3. Konjungtivitis vernal sering terjadi pada musim panas serta musim semi dan penderita konjungtivitis ini sering menunjukkan gejala alergi terhadap tepung sari rumput-rumputan2. Kurang lebih sepertiga dari pasien berhubungan dengan atopi dan dua pertiga memiliki riwayat atopi dalam keluarga. Sebagian pasien mengalami asma dan eksema pada masa infant1.

JENIS KONUNGTIVITIS VERNAL 1. Bentuk palpebra Pada tipe palpebra terutama mengenai konjungtiva tarsalis superior. Terdapat hipertrofi papil difus pada konjungtiva tarsalis superior, yang dapat dilihat pada gambar 11. Selain itu dapat ditemukan pertumbuhan papil (hiperplasia dan hialinisasi jaringan ikat disertai proliferasi sel epitel dan sebukan sel limfosit, sel plasma dan sel eosinofil) yang besar (Cobble stone appearance) pada gambar 21,2. Pada kasus yang berat, jaringan ikat mengalami ruptur sehingga mengangkat giant papil yang diliputi dengan mucus yang banyak

pada gambar 31. Saat inflamasi tenang, papil menjadi tersembunyi dan terpisah namun tidak menghilang. Konjungtiva tarsalis inferior hiperemi dan edema, dengan kelainan kornea lebih berat dibanding bentuk limbal. Kelainan kornea yang dapat ditemukan antara lain keratitis, neovaskularisasi dan ulkus. Secara klinik papil besar ini tampak sebagai tonjolan bersegi banyak (polygonal) dengan permukaan yang rata dan dengan kapiler ditengahnya2. 2. Bentuk limbal Bentuk limbal sering ditemukan pada ras kulit hitam1. Pada bentuk ini ditemukan hipertrofi papil pada limbus superior yang membentuk jaringan hiperplastik gelatin (nodul mukoid) dengan Trantas dot (degenerasi epitel kornea atau eosinofil dibagian epitel limbus kornea), terbentuknya pannus dengan sedikit eosinofil2. 3. Campuran1

Gambar 1. Konjungtiva hiperemis dan hipertrofi papil difus pada kasus ringan (http://www.medflux.com/gallery/details.php?image_id=273)

Gambar 2. Giant papil (Cobble Stone Appearance) (http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/Giant+papillary+conjunctivitis)

Gambar 3. Giant papillae dan mucus banyak pada kasus yang berat (http://www.medflux.com/gallery/details.php?image_id=295&sessionid=0400f807cf d53707634d9eb4262e15db)

Gambar 4. Nodul mukoid dengan Trantas dot (http://webeye.ophth.uiowa.edu/eyeforum/cases/70-Vernal-KeratoconjunctivitisAtopic-Asthma.htm)

DASAR DIAGNOSIS Pasien mengeluh rasa sangat gatal, lakrimasi, fotofobia, terasa terdapat benda asing, sensasi terbakar dan sekret gelatin seperti benang1,2,3. Pada umumnya ada riwayat alergi di dalam keluarga (hay fever, eksema, dsb)3. Konjungtiva tampak mirip susu (milky appearance) dengan banyak papil besar pada konjunctiva tarsalis superior (tipe palpebra). Pada tipe limbal dapat ditemukan papil papil dengan bintikbintik keputihan di daerah limbus yang dikenal sebagai bercak Trantas. Bisa terjadi tukak kornea superficial (bentuk lonjong dan letaknya di sebelah atas) dan mungkin diikuti pembentukan parut kornea ringan. Selain itu, sering terjadi keratitis epitel yang difus. Penyakit ini mungkin disertai keratokonus3.

PENATALAKSANAAN Konjunctivitis vernal dapat sembuh sendiri tanpa diobati. Pengobatan dengan steroid topikal tetes dan salep mata dapat menyembuhkan3. Pada kasus sedang dan berat dapat diberikan sodium kromoglikat dan bermanfaat untuk pencegahan3. Vasokonstriktor, kompres dingin dapat membantu, pasien juga lebih nyaman tidur di dalam kamar yang sejuk3. Bila tidak ada hasil, dapat diberikan radiasi atau dilakukan

pengangkatan giant papil3. Jika terdapat ulkus maka diberi antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder disertai dengan siklopegik3. Gejala fotofobia yang berat sehingga mengganggu pekerjaan pasien bisa diatasi dengan pemberian steroid topical atau sistemik jangka pendek diikuti pemberian vasokonstriktor dan kompres dingin3. Penggunaan steroid jangka panjang harus dihindari karena dapat menyebabkan keratitis herpes simpleks, katarak, glaucoma dan ulkus kornea karena jamur3.

PENYULIT Penyulit yang sering terjadi adalah blefaritis dan konjungtivitis satafilokok yang harus diobati3.

DAFTAR PUSTAKA 1. Kansky J.J. 2003. Clinical Ophtalmology 5th EditioN. United Kingdom : Elsevier Science. p: 73-74 2. Sidarta Ilyas. 2003. Ilmu Penyakit Mata Edisi Ketiga. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. hal: 138 - 139 3. Vaughan, D.G., Taylor, A., Paul, R.E. 2007. General Ophthalmology 1st Edition. USA: McGraw-Hill. p: 110-111