Transcript
  • SYSTEMA CIRCULATORIUS

    28 Februari 2009 Bahan ajar Histologi, Subowo. *

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SYSTEMA CIRCULATORIUSKLASIFIKASI:SISTEM KARDIOVASKULAR

    PEMBULUH DARAHJANTUNGSISTEM LIMFATIK

    NODUS LYMPHATICUSPEMBULUH LIMFE

    HUBUNGAN STRUKTURAL/FUNGSIONAL:SISTEM KARDIOVASKULAR BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM LIMFATIK

    HISTOLOGI:SELURUH SISTEM DIBATASI OLEH ENDOTEL

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *HUBUNGAN TIMBAL BALIK SISTEM LIMFATIK DAN SISTEM KARDIOVASKULERSISTEM LIMFATIK SISTEM KARDIO-VASKULER

    SISTEM KARDIOVASKULER SISTEM LIMFATIK

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *HUBUNGAN TIMBAL BALIK SISTEM LIMFATIK DAN SISTEM KARDIOVASKULERSISTEM LIMFATIK SISTEM KARDIO-VASKULER

    CAIRAN LIMFE DAN LIMFOSIT DALAM DUCTUS THORACICUS ET DUCTUS LYMPHATICUS DEXTER BERMUARA DALAM VENA BESAR SEBAGAI BAGIAN SISTEM PEMBULUH DARAH

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *HUBUNGAN TIMBAL BALIK SISTEM LIMFATIK DAN SISTEM KARDIOVASKULERSISTEM KARDIOVASKULER SISTEM LIMFATIK

    CAIRAN PLASMA DARAH DAN LIMFOSIT DALAM VENULA POST-CAPILER DALAM SETIAP NODUS LYMPHATICUS SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM PEMBULUH DARAH, MASUK SISTEM LIMFATIK, YANG PADA AKHIRNYA DITAMPUNG DALAM KEDUA SALURAN LIMFE BESAR

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SYSTEMA CIRCULATORIUSJANTUNG

    ARTERIA BESAR

    ARTERIA SEDANG

    ARTERIA KECIL

    PEMBULUH KAPILER

    VENA KECIL

    VENA SEDANG

    VENA BESAR

    SISTEM LIMFATIKADUCTUS THORACICUSSISTEM KARDIOVASKULAR

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM LIMFATIKKAPILER LIMFE BUNTU KAPILER LIMFE BUNTU (vasa aferentia) (vasa aferentia)

    NODUS LYMPHATICUS NODUS LYMPHATICUS

    PEMBULUH LIMFE BESARPEMBULUH DARAH VENAJANTUNGVasa eferentiaDUCTUS THORACICUS ET DUCTUS LYMPHATICUS DEXTER

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ALIRAN CAIRAN LIMFECAIRAN LIMFE (CAIRAN JARINGAN)

    PLASMALIMFOSITPEMBULUH LIMFE

    DIMULAI DENGAN KAPILER LIMFE BUNTUMENAMPUNG DARI CAIRAN JARINGANNODUS LYMPHATICUS

    MENAMPUNG KAPILER PADA PERMUKAAN CEMBUNGBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ALIRAN CAIRAN LIMFENODUS LYMPHATICUS

    MENAMPUNG KAPILER PADA PERMUKAAN CEMBUNGPEMBULUH LIMFE LEBIH BESAR

    MENAMPUNG DARI VASA EFERENTIA N. LYMPHATICUSPEMBULUH LIMFE BESAR MENUJU KE JANTUNG

    DIAMETER PEMBULUH LIMFE SEMAKIN BESARDUCTUS THORACICUS V. SUBCLAVIA SINISTRADUCTUS LYMPHATICUS DEXTER V. SUBCLAVIA DEXTRABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ALIRAN CAIRAN LIMFE

    MENUJU NODUS LYMPHATICUSARTERIVENA

    Bahan ajar Histologi, Subowo. MENINGGALKAN NODUS LYMPHATICUS

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SIRKULASI PLASMA DAN LIMFOSITSISTEM LIMFE

    SISTEM KARDIO - VASKULER

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *VASA LYMPHATICA (1)VASA AFERENTIA

    MENAMPUNG CAIRAN JARINGANDIAMETER LEBIH BESAR SEDIKIT DARI KAPILER DARAHSELAPIS SEL ENDOTEL TIPISTIDAK ADA PERISITMASUK KE DALAM SINUS LYMPHATICUS DALAN NODUS LYMPHATICUS

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *VASA LYMPHATICA (2)KELUAR DARI HILUS SEBAGAI VASA EFERENTIA

    STRUKTUR DINDING SAMA DENGAN VASA AFERENTIAMENGANGKUT CAIRAN LIMFE DENGAN LIMFOSITVASA LYMPHATICA

    MENERIMA BEBERAPA VASA EFERENTIA, DIAMETER BERTAMBAH BESARDINDING BERTAMBAH TEBALDI BAGIAN DALAM DILENGKAPI DENGAN VALVULABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *VASA LYMPHATICA (3)VASA LYMPHATICA

    MENERIMA BEBERAPA VASA EFERENTIA, DIAMETER BERTAMBAH BESARDINDING BERTAMBAH TEBALDI BAGIAN DALAM DILENGKAPI DENGAN VALVULADUCTUS THORACICUS DAN DUCTUS LYMPHATICUS DEXTERPEMBUKUH DARAH BESAR

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *DINDING VASA LYMPHATICA (KECIL)Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *DINDING VASA LYMPHATICABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *DINDING VASA LYMPHATICAVENULAVALVULA

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *DINDING VASA LYMPHATICA BESARVASA LYMPHATICA BERDIAMETER >0,2 mm

    DILENGKAPI VALVULADIBEDAKAN 3 LAPISAN DINDING:TUNICA INTIMATUNICA MEDIA

    2 LAPISAN SEL-SEL OTOT POLOSTUNICA ADVENTITIA

    BANYAK MENGANDUNG SERABUT KOLAGEN DAN ELASTISBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *DINDING VASA LYMPHATICA BESARDUCTUS THORACICUS ET DUCTUS LYMPHATICUS DEXTER (PEMBULUH LIMFE TERBESAR)

    DILENGKAPI DENGAN VALVULA3 LAPISAN DINDING YANG KURANG JELASTUNICA INTIMA: ENDOTIL DAN SERABUT KOLAGEN & ELASTUNICA MEDIA : SEL OTOT POLOSTUNICA ADVENTITIA: SEL-SEL OTOT POLOS MEMANJANG

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *VASA LYMPHATICA BESARDUCTUS THORACICUSDUCTUS LYMPHATICUS DEXTERVENA CAVA SUPERIORBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM KARDIOVASKULERJANTUNGARTERIKAPILERVENABERBAGAI BENTUK LAIN PEMBULUH DARAH

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM KARDIOVASKULERARTERI

    ARTERI BESARARTERI SEDANGARTERI KECILKAPILER

    KAPILER BERFENESTRAKAPILER TIDAK BERFENESTRAVENA

    VENA KECILVENA SEDANGVENA BESARBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM KARDIOVASKULER

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *DINDING SISTEM KARDIOVASKULARSTRUKTUR UMUM (KECUALI KAPILER)

    DINDING BERLAPIS 3TUNICA INTIMA: DILAPISI OLEH SELAPIS SEL ENDOTELTUNICA MEDIATUNICA ADVENTITIA

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *DINDING SISTEM KARDIOVASKULARARTERI

    MAKIN MENJAUHI JANTUNG DIAMETER MAKIN MENGECILVENA

    MAKIN MENDEKATI JANTUNG DIAMETER MAKIN MEMBESAR DILENGKAPI VALVULAVALVULA

    KATUP SEBAGAI LIPATAN DINDING LAPIS TERDALAM PADA JANTUNG DAN VENA Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *JANTUNGRUANGAN

    ATRIUM DEXTER ET SINISITERVENTRICULUS DEXTER ET SINISTERLAPISAN DINDING

    ENDOCARDIUMMYOCARDIUMPERICARDIUM ( 2 LAPIS) (Berasal dari sebuah kantong berisi cairan)LAMINA VISCERALIS PERICARDII ( EPICARDIUM )LAMINA PARIETALIS PERICARDII

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *JANTUNGSTRUKTUR TAMBAHAN

    RANGKA FIBROSAVALVULAM. PAPILLARISCHORDAE TENDINEAESISTEM KONDUKSIMODIFIKASI OTOT JANTUNG

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *JANTUNGDINDING JANTUNG

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *LAPISAN ENDOCARDIUMSEL ENDOTEL:

    POLIGONAL GEPENGBERLANJUT DENGAN ENDOTEL PEMBULUH DARAHLAPISAN SUBENDOTELLAPISAN SUB-ENDORKARDIAL

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *LAPISAN ENDOCARDIUMLAPISAN SUBENDOTEL

    LAPISAN JARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS: FIBROBLAS, SERAT KOLAGEN DAN SEDIKIT SERAT ELATISLAPISAN JARINGAN PENGIKAT PADAT TEBAL: LEBIH BANYAK SERAT ELASTIS, DAN SEDIKIT BERKAS OTOT POLOSLAPISAN SUB-ENDORKARDIAL

    JARINGAN PENGIKAT LONGGARMENGANDUNG PEMBULUH DARAH, SARAF DAN SISTEM KONDUKSI JANTUNGMENGIKAT ENDOKARDIUM DENGAN MIOKARDIUMBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *LAPISAN ENDOCARDIUM

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *MYOCARDIUMUMUM:

    LAPISAN OTOT-OTOT JANTUNG PALING TEBAL:SEL KONTRAKTIL (UTAMA)SEL BERFUNGSI KONDUKSI

    ANYAMAN SERABUT ELASTIS DI ANTARA SEL-SEL OTOT JANTUNGBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *MYOCARDIUMDINDING ATRIUM

    TERDAPAT ANYAMAN SERABUT ELASTIS ANTARA BERKAS OTOT JANTUNGDINDING VENTRICULUS

    LEBIH TEBAL DARIPADA DINDING ATRIUMSEDIKIT SERABUT ELASTISTRABECULAE CARNEAE : TONJOLAN-TONJOLAN BERKAS OTOT JANTUNG KE DALAM RONGGABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *DINDING JANTUNGMYOCARDIUMMYOCARDIUM

    DINDING JANTUNGMYOCARDIUM

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *PERICARDIUMPEMBUNGKUS SEROSA JANTUNG BERBENTUK KANTONG

    PERMUKAAN BEBAS DILAPISI OLEH MESOTELBERISI CAIRAN2 LAPISAN

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *LAPISAN PERICARDIUMLAMINA PARIETALISLAPISAN TIPIS JARINGAN PENGIKAT: SERABUT ELASTIS, SERABUT KOLAGEN, FIBROBLAS, SEL MAKROFAG DAN SELAPIS SEL-SEL MESOTEL

    LAMINA VISCERALIS (EPICARDIUM)MENEMPEL PADA MYOCARDIUMPERMUKAN BEBAS DITUTUPI OLEH SELAPIS SEL-SEL MESOTELDI BAWAH MESOTEL: JARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS MENGANDUNG SERABUT ELASTIS, PEMBULUH DARAH (CABANG PEMB. DARAH JANTUNG), SER. SARAF

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *

    MESOTHELIUMEPICARDIUMPEMBENTUKAN PERICARDIUMBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *RANGKA FIBROSAKOMPONEN:

    SEPTUM MEMBRANACEUM (BAG. DARI SEPTUM VENTRICULORUM)TRIGONUM FIBROSUMTRIGONUM FIBROSUM DEXTERTRIGONUM FIBROSUM SINISTER

    ANULUS FIBROSUSMEMBATASI OSTIUM ATRIOVENTRICULARIS

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *RANGKA FIBROSAMIKROSKOPIS:

    JARINGAN PENGIKAT PADATSERABUT KOLAGEN KASAR KE BERBAGAI ARAHFUNGSI

    TEMPAT ORIGO-INSERSI OTOT JANTUNGPANGKAL VALVULA JANTUNGBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *RANGKA FIBROSATRIGONUM FIBROSUMANULUS FIBROSUSA. CORONARIA DEXTERA. CORONARIA SINISTRAA. PULMONALISAORTAVALVULA MITRALISVALVULA TRICUSPIDALISBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *VALVULAVALVULA TRICUSPIDALIS

    OSTIUM ATRIOVENTRICULARE DEXTERVALVULA BICUSPIDALIS (MITRALIS)

    OSTIUM ATRIOVENTRICULARE SINISTERMIKROSKOPIS:

    LEMPENG JARINGAN PENGIKAT (JARINGAN KHONDROID PADAT DENGAN SEL-SEL BULAT) YANG BERPANGKAL PADA ANULUS FIBROSUSPADA PANGKAL: MYOCARDIUM MASUK KE VALVULAMYOCARDIUM SISI ATRIUM LEBIH TEBAL DP SISI VENTKEDUA PERMUKAAN DILAPISI OLEH ENDOCARDIUMENDOCARDIUM SISI ATRIAL LEBIH TEBAL DP SISI VENTPADA TEPI BEBAS KETIGA LAPISAN INI BERTEMUBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *VALVULA ATRIO-VENTRICULARIS

    SISI ATRIUMSISI VENTRIKELBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *MUSCULUS PAPILLARISBENTUK:

    TONJOLAN KEDALAM DINDING VENTRIKEL MENYERUPAI KERUCUTPUNCAK KERUCUT TERDAPAT BENANG-BENANG CHORDAE TENDINEAE MENUJU TEPI BEBAS VALVULALOKASI:

    PADA BEBERAPA TEMPAT PERMUKAAN DALAM DINDING VENTRICULUS DEXTER ET SINISTERMIKROSKOPIS

    LANJUTAN MYOCARDIUM : OTOT JANTUNGPERMUKAAN BEBAS DILAPISI OLEH ENDOCARDIUM TIPISBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *CHORDAE TENDINEAEBENTUK:

    BENANG-BENANGMENGHUBUNGKAN PUNCAK M. PAPILLARIS DAN TEPI VALVULAMIKROSKOPIS

    JARINGAN PENGIKAT PADATDISELUBUNGI OLEH ENDOTELBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *HUBUNGAN VALVULA, CHORDAE TENDINEAE DAN MUSCULUS PAPILLARIS, MUSCULUS PAPILLARISCHORDAE TENDINEAE

    VALVULAVENTRICULUS DEXTERA. PULMONALISA. CORONARIA DEXTRAA. CORONARIA SINISTRAVALVULA AORTAEVALVULA MITRALISSERPTUM INTERVENTRICULARISM. PAPILLARIS ANTERIORM. PAPILLARIS POSTERIORBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM KONDUKSINODUS SINOATRIALISTRACTUS INTERNODUS: MENGHUBUNGKAN NODUSNODUS ATRIOVENTRICULARISTRACTUS ATRIOVENTRICULARIS HISSISTEM PURKINJE : SEL PURKINJE (MODIFIKASI OTOT JANTUNG)

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM KONDUKSINODUS SINOATRIALIS

    TEMPAT: BATAS ATRIUM DEXTER DAN V. CAVA SUPERIORUKURAN: 1 cm X 3-5 mmMIKROSKOPIS: ANYAMAN PADAT SERABUT PURKINJEFUNGSI: PACE MAKER, AWAL DARI IMPULSMENGAKTIFKAN OTOT-OTOT ATRIUM

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM KONDUKSITRACTUS ATRIOVENTRICULARIS HIS

    MENEMBUS TRIGONUM FIBROSUM : KE APEX CORDISDALAM LAMINA SUBENDOCARDIUMCABANG BERKAS KIRIBERKAS POSTERIORBERKAS ANTERIOR

    CABANG BERKAS KANANBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM KONDUKSIBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM KONDUKSI

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM KONDUKSI

    NODUS SINO-ATRIALIS

    NODUS ATRIO-VENTRICULARISSERABUT PURKINJECABANG KIRI DARI BERKASBERKAS DEPAN

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *DISTRIBUSI KAPILER DALAM MIOKARDIUM

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • SISTEM PEMBULUH DARAHJenis, Ukuran dan Struktur dinding28 Februari 2009 Bahan ajar Histologi, Subowo. *

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *SISTEM PEMBULUH DARAHARTERIVENAPENGHUBUNG ARTERI DAN VENA

    METARTERIOLAKAPILERKAPILER GLOMERULUSANASTOMOSIS ARTERIVENOSAPEMBULUH DARAH BENTUK KHUSUS

    SINUS VENOSUSBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *STRUKTUR UMUM PEMBULUH DARAHTUNICA INTIMA

    LAPISAN DALAM YANG DITUTUPI OLEH SEL ENDOTELTUNICA MEDIA

    LAPISAN TENGAHTUNICA ADVENTITIA

    LAPISAN LUARBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *KLASIFIKASI ARTERIABERDASARKAN:

    DIAMETERFUNGSIGAMBARAN MIKROSKOPIS DINDING PEMBULUH DARAH Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *KLASIFIKASI ARTERIAARTERIOLA: PENTING DALAM FUNGSI SIRKULASI. DIAMETER
  • 28 Februari 2009 *TUNICA INTIMA ARTERIA BESAR

    CONTOH:AORTA, A. SUBCLAVIA, A. ANONIMA, A. CAROTIS COMMUNIS, A. SUBCLAVIA

    ENDOTELLAPISAN SUB-ENDOTELIAL

    JARINGAN PENGIKAT LONGGAR, KADANG-KADANG SEL OTOT POLOSSEDIKIT SERABUT KOLAGEN, ELASTIS DAN FIBROBLASBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *TUNICA MEDIA ARTERIA BESAR( TEBAL: 500 m)MEMBRANA ELASTICA INTERNA40 - 70 LEMBAR LAMINA ELASTICA BERJARAK: 5 m - 15 mCELAH-CELAH DIISI: SEL OTOT POLOS, FIBROBLAS, SERAT KOLAGEN, MEMBRANA ELASTICA EXTERNA (TIPIS)

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *

    TUNICA ADVENTITIA ARTERIA BESAR(TIPIS)JARINGAN PENGIKATSERABUT KOLAGEN MEMANJANG, VASA VASORUM

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIA BESAR

    VASA VASORUMBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIA BESARBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *TUNICA INTIMA ARTERIA SEDANG

    ENDOTELLAPISAN SUBENDOTEL: JARINGAN PENGIKAT DENGAN KADANG-KADANG SEDIKIT SEL-SEL OTOT POLOSMEMBRANA ELASTICA INTERNA : MENCOLOK (BERGELOMBANG)Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *TUNICA MEDIA ARTERIA SEDANG

    LAPISAN JARINGAN OTOT POLOS DAPAT MENCAPAI: 40 LAP.DI ANTARA LAPISAN OTOT POLOS TERDAPAT LAPISAN ELASTIS BERCAMPUR SERAT RETIKULEROTOT POLOS TERSUSUN MELINGKARMEMBRANA ELASTICA EXTERNABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *TUNICA ADVENTITIA ARTERIA SEDANG

    MUNGKIN LEBIH TEBAL DARIPADA TUNICA MEDIASERAT-SERAT ELASTIS, KOLAGEN MEMANJANG, FIBROBLASVASA VASORUMBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIA SEDANGBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIA SEDANGPEWARNAAN ELASTIKPEWARNAAN H.E.Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIA SEDANGTUNICA MEDIA LEBIH TIPIS DARIPADA TUNICA ADVENTITIABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIA SEDANGBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIOLATUNICA INTIMAENDOTELLAMINA BASALIS TIPISLAPISAN SUB-ENDOTELIAL TIPIS DENGAN SER. ELASTIS DAN RETIKULERMEMBRANA ELASTICA INTERNA TIPISTUNICA MEDIAPALING BANYAK 2 LAPIS OTOT POLOS MELINGKARTUNICA ADVENTITIAJARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIOLA

    PREKAPILERBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIOLAARTERIOLA BESARARTERIOLA KECILBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIOLABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *CIRI

    MENGANGKUT DARAH KE JANTUNGJUMLAH LEBIH BESAR DARIPADA ARTERIAMENDEKATI JANTUNG DIAMETER MAKIN BESARBIASANYA BERADA DI DEKAT ARTERINYAKETEBALAN DINDING LEBIH TIPIS DENGAN VALVULABIASANYA PADA SEDIAAN DALAM KONDISI KOLAPSKLASIFIKASI:VENA BESARVENA SEDANGVENA KECIL = VENULADINDINGTUNICA INTIMATUNICA MEDIATUNICA ADVENTITIA

    VENABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *TUNICA INTIMA VENA BESAR

    Ketebalan : ( 45 m - 68 m)

    ENDOTELJARINGAN PENGIKAT SANGAT TIPISCONTOH: VENA CAVA, VENA PORTAE, V. LIENALIS.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *MIKROSKOPIS VENA BESARTUNICA MEDIA

    TIDAK BERKEMBANG DENGAN BAIKSERINGKALI TIDAK ADA TUNICA ADVENTITIA

    MERUPAKAN BAGIAN UTAMA DARI DINDINGJARINGAN PENGIKAT: SERABUT ELASTIS DAN SERABUT KOLAGEN YANG MEMANJANGTERUTAMA MENGANDUNG SERABUT OTOT POLOS MEMANJANG.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *VENA BESAR

    OTOT POLOSOTOT POLOSTUNICA MEDIA CUKUP TEBALBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *POTONGAN MEMANJANG VENA BESARBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *DINDING VENA SEDANG (2 - 9 mm)TUNICA INTIMA (TIPIS)

    SEL ENDOTELJARINGAN PENGIKAT TIPIS SEDIKIT SERABUT ELASTISTUNICA MEDIA (LEBIH TIPIS DARIPADA ARTERI SEDANG)

    TERUTAMA SEL OTOT POLOS SIRKULEROTOT POLOS DIPISAHKAN SER. KOLAGEN MEMANJANGSEDIKIT FIBROBLASBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *TUNICA ADVENTITIA VENA SEDANG2 - 9 mm (LEBIH TEBAL DARIPADA TUNICA MEDIA)

    JARINGAN PENGIKAT LONGGAR DENGAN BERKAS TEBAL SERABUT KOLAGEN MEMANJANG DAN ANYAMAN SERABUT ELASTISBAGIAN DALAM SERING ADA BERKAS SEL-SEL OTOT POLOS MEMANJANGBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *VENA SEDANG (2 - 9 mm)

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *PERBANDINGAN STRUKTUR DINDING ARTERIA SEDANG DAN VENA SEDANG ARTERIA SEDANGVENA SEDANGBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *VENULA (15 m - 200 m)MENERIMA DARAH DARI KAPILERDINDING:

    TUNICA INTIMAENDOTELJARINGAN PENGIKAT, BEBERAPA SEL OTOT POLOS, MAKIN BESAR DIAMETER: SEL-SEL MAKIN RAPAT

    TUNICA MEDIA1 ATAU BEBERAPA LAPIS SEL-SEL OTOT POLOS

    TUNICA ADVENTITIA FIBROBLAS DAN SERABUT TIPIS ELASTIS DAN KOLAGEN MEMANJANGSIFAT:

    PERMEABILITAS CUKUP TINGGIBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *VENULA DENGAN KATUP (15 m - 200 m)KATUPKATUPBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIOLA DAN VENULA

    MEMBRANA ELASTICA INTERNABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIOLA DAN VENULABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ARTERIOLA, VENULA DAN VASA LYMPHATICABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *PENGHUBUNG ARTERIA - VENA METARTERIOLA

    KAPILER

    ANASTOMOSIS ARTERIA-VENOSA

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *PENGHUBUNG ARTERIA - VENA

    ARTERIOLA

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *MIKROSIRKULASIBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *METARTERIOLASEBAGAI CABANG ARTERIOLABERCABANG MENJADI KAPILERDINDING: SEPERTI DINDING ARTERIOLA

    TUNICA INTIMA

    TUNICA MEDIAOTOT POLOS MEMBENTUK CINCIN PENGATUIR ALIRAN DARAH DALAM KAPILER: SPHINCTER

    TUNICA ADVENTITIA FUNGSI:

    MENGATUR PENGALIRAN DARAH DALAM ANYAMAN KAPILERBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *ANASTOMOSIS ARTERIOVENOSUSHUBUNGAN ARTERI DAN VENA TANPA KAPILERDINDING TEBAL DAN MUSKULERFUNGSI:MENGATUR ALIRAN DARAHJALAN PINTAS ANTARA ARTERI DAN VENAKONTRAKSI OTOT AKAN MENGECILKAN LUMENKALAU MENGECIL, DARAH AKAN MENGALIR MELALUI ANYAMAN KAPILER DIDEKATNYA

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *KAPILER (8 m - 12 m)PANJANG: 0,25 mm - 1 mm), KECUALI : 50 mm

    PANJANG TOTAL: 96 000 kmSTRUKTUR: (BERVARIASI)

    LAPISAN SEL ENDOTEL DENGAN MEMBRANA BASALISPADA BEBERAPA TEMPAT: DI LUAR ENDOTEL ADA PERISITBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *KAPILER (8 m - 12 m)TIPEKAPILER KONTINYU (SOMATIK)KAPILER BER-FENESTRA BERDIAFRAGMA (VISERAL)KAPILER BER-FENESTRA TANPA DIAFRAGMAKAPILER SINUSOIDFUNGSI (TERGANTUNG STRUKTUR)

    MENGATUR PERMEABILITASMETABOLIKANTITROMBOGENIKBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *KAPILER KONTINYUSTRUKTUR:

    SEL ENDOTEL TIDAK BERFENESTRASEL ENDOTEL MEMILIKI GELEMBUNG PINOSITIKBERFUNGSI TRANSPOR MAKROMOLEKULPENYEBARAN:

    JARINGAN OTOTJARINGAN PENGIKATKELENJAR EKSOKRINJARINGAN SARAF:SAWAR DARAH-OTAKBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *KAPILER BERFENESTRAKAPILER BERFENESTRA DENGAN DIAFRAGMA

    FENESTRA PADA SITOPLASMA ENDOTEL : 60-80 nmDIFRAGMA MENUTUPI FENESTRA: LEBIH TIPIS DARI MEMBRAN SEL LAMINA BASALIS UTUHTRANSPORTASI CEPATTERDAPAT PADA: GINJAL, USUS, KELENJAR ENDOKRINKAPILER BERFENESTRA TANPA DIAFRAGMA (KAPILER GLOMERULUS)

    FENESTRA TANPA DIAFRAGMALAMINA BASALIS TEBALKHAS UNTUK FILTRASI DARAH PADA GLOMERULUS GINJALBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *KAPILER BERFENESTRAKAPILER KONTINYU

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *KAPILER BERFENESTRABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *POTONGAN MEMANJANG KAPILER BERFENESTRABahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *KAPILER SINUSOIDMENGHUBUNGKAN :

    VENA DAN VENAARTERIA DAN VENABERKELOK-KELOKDIAMETER: 30 m - 40 mHUBUNGAN ENDOTEL TIDAK RAPATENDOTEL BER-FENESTRA BANYAK TANPA DIAFRAGMAPENYEBARAN:

    TERUTAMA DI HEPARJARINGAN HEMATOPOESISLIENBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *KAPILER SINUSOIDBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *FUNGSI KAPILERTRANSPORTASI MELALUI DINDING KARENA PERMEABILITASMETABOLIKANTITROMBOGENIK

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *TRANSPORTASI MELALUI DINDING KAPILERKARENA PERMEABILITAS

    UNTUK PERTUKARAN BAHAN, GAS, METABOLIT, SELMELINTASI MEMBRAN SELGELEMBUNG PINOSITCELAH ANTAR ENDOTEL

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *FUNGSI METABOLIK KAPILERAKTIVASI: Angiotensin I Angiotensin IIINAKTIVASI: senyawa aktif menjadi tidak aktifLIPOLISIS: lipoprotein trigliserid (energi)/kolesterolPRODUKSI FAKTOR VASOAKTIFFUNGSI ANTITROMBOGENIK

    MENCEGAH TROMBOSIT KONTAK DENGAN JARINGAN IKAT: MENCEGAH PEMBENTUKAN TROMBUSBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *HUBUNGAN STRUKTUR DAN SIFAT ALIRAN DARAHBERKURANGNYA SERABUT ELASTIS DAN BERTAMBAH-NYA SEL OTOT PADA ARTERI:MENINGKATNYA SERABUT ELASTIS DAN SEL OTOT PADA VENAKAPILER

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *HUBUNGAN STRUKTUR DAN SIFAT ALIRAN DARAHBERKURANGNYA SERABUT ELASTIS DAN BERTAMBAH-NYA SEL OTOT PADA ARTERI:

    TEKANAN DARAH MENURUNKECEPATAN ALIRAN BERKURANGBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *HUBUNGAN STRUKTUR DAN SIFAT ALIRAN DARAHMENINGKATNYA SERABUT ELASTIS DAN SEL OTOT PADA VENA

    TEKANAN DARAH SEDIKIT MENURUNKECEPATAN ALIRAN MENINGKATPERMEABILITAS MENURUNKEMAMPUAN REGENERASI MENURUN KAPILER

    PERMEABILITAS PALING TINGGIKEMAMPUAN REGENERASI PALING TINGGIKECEPATAN ALIRAN PALING RENDAHTEKANAN DARAH PALING RENDAH Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *HUBUNGAN STRUKTUR DAN SIFAT ALIRAN DARAHSTRUKTURBahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • RANGKUMAN

    28 Februari 2009 Bahan ajar Histologi, Subowo. *

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

  • 28 Februari 2009 *APLIKASI MEDIK ENDOTIL juga memiliki kemampuan mencegah pembekuan darah GANGGUAN MATRIKS EKSTRASELULER pada penuaan, peningkatan sekresi kolagen tipe I dan III, perubahan struktur molekul elastin, mempermudah penimbunan lipoprotein dan ion Ca. PERMEABILITAS SEL ENDOTIL VENULA Pada peradangan, cairan dari sirkulasi mudah keluar sehingga menimbulkan oedem. SUMBATAN A. CORONARIA Sel-sel otot jantung mengalami degenerasi, diganti oleh jaringan pengikat

    Bahan ajar Histologi, Subowo.

    Bahan ajar Histologi, Subowo.