Download doc - fisiologi telinga

Transcript
Page 1: fisiologi telinga

ANATOMI TELINGA

Adenin Adenan membagi telinga atas 2 bagian yaitu :

I. Perifer

II. Sentral.

I. PERIFER.

Telinga bagian perifer dibagi lagi atas :

A. Telinga luar

B. Telinga tengah

C. Telinga dalam.

A. Telinga luar.

Telinga luar terdiri atas : - Auricula (pinna)

- Canalis auditorius externa (CAE).

Auricula.

Auricula manusia dibentuk oleh jaringan fibrocartilago kuning tunggal yang tipis dan

irregular. Tebal tulang rawan ini adalah 0,5 - 1 mm, ditutupi oleh kulit, dan dihubungkan

kesekitarnya oleh ligamenta dan musculi.

Tulang rawan (cartilago) ini merupakan lanjutan dari canalis auditorius externa yang meluas

ke auricula kecuali pada lobulus dan daerah antara tragus dan helix. Daerah ini disebut incisura

terminalis dan berguna untuk tempat incisi tipe endaural.

Kulit auricula ditutupi oleh rambut halus dan terdapat glandula sebaseus. Kedepan melekat

erat sedangkan ke belakang longgar.

Vascularisasi pada auricula berasal dari cabang-cabang kecil a. carotis externa. Pada facies

posterior mendapat vascularisasi dari a. auriculoposterior sedangkan facies anterior mendapat

vascularisasi dari a. temporalis anterior. Aliran vena dari daerah facies anterior akan menuju ke v.

temporalis superficialis yang kemudian akan bergabung dengan v. facialis posterior untuk bermuara

ke v. jugularis interna. Sedangkan aliran vena dari facies posterior akan menuju ke v. auricularis

posterior yang kemudian akan bermuara ke dalam v. jugularis externa. Di facies posterior terdapat

rr. communicantes yang nantinya akan menuju ke v. emissaria untuk bermuara ke dalam sinus

venosus lateralis.

Persarafan yang mensuplai auricula adalah :

1. dari n. cervicalis II dan III,

Page 2: fisiologi telinga

a) auricularis major (C2,3), menginervasi daerah 1/3 bawah permukaan lateral (anterior), dan

daerah 2/3 bawah permukaan medial (posterior).

b) auriculo-temporalis (cabang n. trigeminus), menginervasi 2/3 atas permukaan lateral

(anterior).

2. n. occipitalis minor, menginervasi 1/3 atas permukaan medial (posterior).

Dengan adanya fissura Santorini memungkinkan pembuluh darah dan saraf lewat dari satu

facies ke lainnya.

Aliran limfatik dari auricula facies posterior akan menuju ke nnl. pada ujung mastoid, dari

daerah trgaus dan bagian atas facies anterior akan menuju glandula psrotis, sedangkan dari bagian

bawah facies anterior akan menuju ke nnl. dibawah auricula.

Canalis Auditorius Externus (CAE).

Canalis auditorius externus pada orang dewasa panjangnya lebih kurang 2,5 cm, berbentuk

seperti huruf ”S” . Curvatura (lengkungan) pada Cae ini berfungsi sebagai proteksi bagi

membrana timpani. Canalis ini disokong oleh tulang dan tulang rawan. Pars cartilago terdapat pada

1/3 luar (lateral), sedangkan pars osseus terdapat pada 2/3 dalam (medial). Pars osseus ini dibentuk

oleh pars timpanikus pada bagian postero-superior dan pars skuamosa ossis temporalis.

Pada canalis terdapat daerah-daerah penyempitan yaitu :

i. pertemuan pars cartilago dan pars osseus

ii. pada isthmus, merupakan daerah paling sempit, sekitar 5 mm dari membrana timpani.

Dari ithmus, lantai canalis berlanjut ke bawah depan untuk membentuk recessus anterior.

Kulit canalis merupakan lanjutan dari auricula dan berlanjut hingga ke membrana timpani. Eldon

Perry (1057) menyatakan bahwa “ the external auditory canal is the only skin-lined cul-de-sac in

human body”. Pada kulit 1/3 luar terdapat rambut-rambut halus, glandula sebasea dan glandula

seruminosa (yang berjumlah 1000 - 2000 buah). Rambut-rambut terminal besar (disebut trgai) dan

hanya terdapat pada pria dewasa.

Wax (serumen) adalah campuran sekret glandula sebasea dan glandula seruminosa,

mengandung lemak konsentrasi tinggi.

Wax ini terbagi atas dua tipe yaitu :

· wet type (tipe basah), terdapat pada bangsa Caucasians dan Negro

Page 3: fisiologi telinga

· dry type (tipe kering), terdapat pada bangsa Oriental.

Hubungan CAE ke :

- Anterior :

- Profunda, berhubungan dengan;

- fossa glenoidalis dari articulatio temporomandibular. Titik ini berguna

untuk memasuki telinga tengah pada operasi atresia CAE congenital dengan kelainan

telinga tengah.

- 2/3 dalam caput mandibula.

- Superficial, berhubungan dengan ;

- a.v. temporalis superficialis

- n. auriculo-temporalis

- bagian atas glandula parotidea

- nnl. pre auricularis.

- Posterior, berhubungan dengan :

- cellulae mastoidea

- pars verticalis n. facialis.

Vascularisasi daerah canalis auditorius externus adalah:

a. Bagian anterior akan mendapat perdarahan dari cabang-cabang a. auriculo-temporalis cabang a.

temporalis superficialis.

b. Bagian posterior canalis auditorius externus mendapat perdarahan dari cabangn-cabang a.

auriculo posterior cabang a. carotis externa.

Persarafan yang mensuplai daerah canalis berasal dari 2 saraf cranialis yaitu ;

a. Canalis 1/2 anterior mendapat persarafan dari n. auriculo-temporalis cabang

n. trigeminus.

b. Daerah 1/2 posterior mendapat persarafan dari n. auricularis cabang n. vagus.

Membrana timpani.

Membrana timpani berbentuk seperti piringan ellips, melekat secara obliq, menyilang ujung

medial canalis auditorius externus. Tinggi membrana pada orang dewasa sekitar 10 mm, dan dari

depan ke belakang sekitar 8 mm. Membrana ini konveks ke arah cavum timpani dengan puncak

konveksitasnya disebut sebagai umbo.

Membrana timpani terdiri atas 3 lapis pada pars tensa, yaitu :

1. lapisan epitelial (luar,lamina epitelial), yang merupakan lanjutan dari epitel canalis aauditorius

externus dan memiliki 2 lapisan sel.

Page 4: fisiologi telinga

2. lapisan fibrosa (tengah, lamina fibrosa, lamina propria), tersusun atas serabut-serabut radial dan

sirkuler yang membentuk jaringan laba-laba. Serabut radial berinsertio pada annulus

timpanikus fibrosus. Serabut sirkuler mengandung serat-serat parabola dan transversa

sebagai tambahan.

3. lapisan mukosa (dalam, lamina mukosa), yang merupakan lanjutan dari mukosa cavum timpani.

Pars tensa ini merupakan bagian terbesar, menebal ke perifer ke dalam annulus timpanikus.

Annulus timpanikus merupakan lingkaran yang tidak lengkap, dimana pada bagian bawah tidak

dijumpai annulus dan daerah ini disebut incisura Rivini. Lapisan fibrosa tidak dijumpai pada

incisura ini.

Sedangkan pars flaksida (membrana Shrapnell) terdiri atas 2 lapisan yaitu tidak adanya lapisan

fibrosa.

Vascularisasi membrana timpani berasal dari 2 sumber, yaitu :

1. Internal sources (sumber interna) ;

a) a. nutricia malleo-incudei, cabang dari a. meningea media yang akan menuju ke

membrana Shrapnell.

b) plexus di perifer yang dibentuk oleh :

- a. tympanica anterior cabang a. maxillaris interna, masuk ke telinga tengah

melalui fissura petro-tympanica.

- a. tympanica posterior cabang a. stylomastoidea, masuk ke telinga bersama

chorda tympani.

- r. tubarius, dari anastomosis pharyngea ascendens.

2. External sources ;

- aa. manubrii, dari mana asal arteria ini tidak jelas.

Persarafan yang mensuplai membrana timpani juga berasal dari 2 sumber ;

1. Internal ; dari plexus tympanicus

2. External dari ;

a. n. auriculo-temporalis, cabang N. IX untuk daerah 1/2 anterior

b. n. auricularis, cabang N. X untuk daerah 1/2 posterior.

Midle-ear-cleft (celah telinga tengah) terdiri dari ;

Þ tuba eustachius

Þ cavum timpani

Þ aditus ad antrum

Þ antrum mastoideum

Page 5: fisiologi telinga

Þ sistema pneumaticus os temporale.

Tuba Eustachiuis (tuba pharyngo-tympanicum)

Bangunan ini dinamakan berdasarkan nama orang yang pertama sekali menjelaskan

struktur, perjalanan dan hubungannya yaitu Bartolomeus Eustachius dalam bukunya “ Epistola

de Auditus Organis” (1562).

Tuba mempunyai panjang sekitar 3,75 cm, mengarah ke atas belakang dan lateral, Pada

anak-anak tuba eustachius berjalan lebih horizontal, relatif lebih besar dan pendek sehingga

memudahkan masuknya kuman ke telinga tengah dan menyebabkan Otitis media. Diameter

terlebar terdapat pada pintu masuk ke cavum timpani, dan yang tersempit terdapat pada isthmus.

Tuba disokong oleh pars osseus dan pars cartilago. Pars osseus terletak di 1/3 lateral .

Sedangkan pars cartilago tuba terletak di 2/3 medial. Arah perjalanan pars cartilago ini dari

isthmus mengarah ke bawah medial ke orificium nasopharyngeal membentuk sudut 1600 dengan

pars ossea. Pars cartilago ini hanya terbatas pada bagian atas dan medial, sisanya terdiri atas

membran.

Otot-otot yang bekerja pada tuba adalah ;

1. m. ensor tympani, berorigo pada atap pars osseus.

2. m. levator veli palatini, berorigo pada pars petrosa dan melewati lantai tuba.

3. m. tensor veli palatini.

Tuba akan membuka oleh kerja m. tensor veli palatini dan spincter isthmus nasopharyngeal pada

saat menelan dan menguap, dan akan menutup pada saat istirahat.

Lumen tuba dilapisi oleh epitel columnar bersilia dan terdapat glandula seromucinosus pada ujung

pharyngeal. Gerlach menyatakan ada tonsil tuba didekat ujung faringeal tuba sehingga tonsil ini

dinamakan juga sesuai namanya yaitu tonsil of Gerlach.

Pembuluh darah yang mensupali daerah tuba adalah;

1. r. meningeus accessorius, cabang a, meningea media

2. a. canalis pterygoideus (a. vidianus) cabang a. maxillaris interna.

3. cabang dari a. pharyngea ascendens.

Sedangkan persarafannya berasal dari plexus tympanicus dan ganglion sphenopalatina.

Cavum timpani

Cavum timpani berbentuk seperti piringan biconcaf yang mempunyai 6 dinding yaitu;

Page 6: fisiologi telinga

a) dinding lateral

b) dinding medial

c) dinding atas (atap)

d) dinding bawah (lantai)

e) dinding anterior

f) dinding posterior.

Ukurannya adalah :

± 15 mm dari atas ke bawah

± 13 mm dari belakang ke depan

diameter transversa ; ± 6 mm pada bagian atas

± 4 mm pada bagian bawah

± 2 mm pada bagian tengah.

Sebenarnya cavum timpani terbagi atas 3, yaitu ;

1. mesotympanum, medial dari membrana timpani

2. epitympanum (attic), medial dari tulang horizontal pars squamosa, diatas membrana timpani

3. hypotympanum, dibawah membrana timpani.

Dinding lateral :

terdiri atas ; - membrana timpani

- sebagian tulang diatas dan dibawah membrana timpani.

Dinding medial :

Dinding medial ini memisahkan telinga tengah dan telinga dalam, terdiri dari ;

a) promontorium, yaitu penonjolan tulang yang membulat yang menutupi basal cochlea.

b) fenestra ovale (foramen ovale), terletak diatas belakang promontorium, dengan ukuran2,5 mm x

1,2 mm dan kedalaman 3 mm, mengarah ke dalam vestibulum dan ditutupi oleh kaki stapes

dan ligamentum anularis.

c) fenestra rotunda (foramen rotundum), terletak dibawah belakang promontorium, ukuran 1,5 mm

x 1,2 mm mengarah ke posterior, mengarah ke dalam scala tympani dan ditutupi oleh

membrana timpani sekunder, dilindungi oleh promontorium.

Kedua foramen labyrinth ini saling berhubungan pada extremitas posterior, oleh recessus yang

dalam yaitu sinus tympanicus. Lateral dari sinus terdapat recessus facialis yang dipisahkan oleh

canalis facialis dan pyramid.

Recessus facialis dibatasi oleh bagian postero-superior annulus tympanicus pada bagian lateral dan

oleh processus brevis incudis pada bagian superior. Recessus facialis berjalan dari bagian postero-

Page 7: fisiologi telinga

superior cavum timpani ke dalam aditus ad antrum, dan dapat di capai secara bedah dari antrum

mastoideum (tympanotomy posterior).

Tepat diatas foramen ovalis terdapat pars horizontalis n. facialis yang terletak di dalam canalis

fallopii bagian tulang. Canalis semicircularis horizontalis juga terletak pada dinding medial ini,

diatas n. facialis.

Dinding atas (atap):

Atap cavum timpani memisahkan cavum timpani dari fossa cranii media, dikenal sebagai tegmen

tympani yang dibentuk oleh pars petrosa dan pars squamosa ossis temporalis. Tulang ini tipis dan

sutura petrosquamosa tetap ada selama hidup. Pada beberapa keadaan, pembuluh darah dapat

melewatinya, sehingga memberikan jalan bagi penyebaran infeksi dari telinga tengah ke fossa

cranii media.

Dinding bawah (lantai) :

Lantai cavum timpani juga merupakan tulang yang tipis, memisahkan cavum timpani dari bulbus

vena jugularis. Kadang-kadang lantai ini bisa tidak terbentuk dan bulbus v. jugularis mencapai

cavum timpani, sehingga bulbus ini dapat robek pada saat operasi telinga tengah.

Dinding anterior :

Dinding anterior sempit, karena dinding lateral dan medial konvergen ke arah anterior. Disini

terdapat 4 buah lubang yaitu (dari atas ke bawah) :

1. Orificium canalis Huguier, kecil, tempat keluar chorda tympani dari telinga tengah.

2. Canalis untuk m. tensor tympani.

3. Orificium tympanicum dari tuba eustachii.

Septum antara orificium tuba dan canalis untuk m. temsor tympani memanjang ke belakang

sepanjang dinding medial sebagai “shelf of bone” yang disebut processus cochleariformis (dan

ujungnya “moulded”) untuk membentuk “pulley round” dimana tendo m. tensor tympani

berbelok ke lateral untuk berinsertio pada manubrium mallei dibawah collum mallei. di bawah

orificium tuba eustachii terdapat lempengan tulang yang memisahkan cavum timpani dari

canalis caroticus.

4. Fissura glaseria, yang berisi a. tympanica dan ligamentum mallei anterior.

Dinding posterior.

Pada dinding ini terdapat suatu lobang, yaitu aditus ad antrum, yang mengarah ke belakang

dari epitimpanum ke dalam antrum mastoideum. Di bawahnya terdapat pyramid yaitu suatu

Page 8: fisiologi telinga

penonjolan tulang berbentuk kubus datar (hollow) yang kecil. Pyramid ini merupakan tempat

melekat tendo m. stapedius yang nantinya akan berinsertio pada collum stapedius. Pyramid

merupakan bangunan yang berlubang-lubang pada “summit”nya, dan terdapat apertura yang

menuju ke dalam canalis yang melengkung ke belakang-bawah hingga bermuara ke dalam bagian

bawah canalis fallopii.

Lateral dari pyramid, dipisahkan oleh recessus facialis, terdapat lubang tempat lewat chorda

tympani untuk memasuki telinga tengah ; di antara kedua foramen dan sedikit dibelakangnya,

terdapat sinus tympanicus.

Isi Cavum Timpani.

Disamping udara, cavum tmpani berisi

1. tulang-tulang pendengaran

2. 2 buah otot

3. saraf : a. chorda tmpani

b. plexus tympanicus.

ad.1 ) Tulang-tulang pendengaran.

Tulang-tulang pendengaran ini namanya berasal dari “blacksmith’s forge” , yang terdiri

dari : a. malleus (hammer = palu)

b. incus (anvil)

c. stapes (stirrup).

Malleus merupakan tulang pendengaran terbesar, panjang 7.5 - 8 mm. Memiliki caput dan

collum, processus anterior dan lateral (brevis), dan manubrium. Caput berada dalam attic dan

bersendi dengan corpus incudis. Ligamentum mallei melekat pada processus anteriornya.

Manubrium malleii mengarah ke bawah dan sedikit kebelakang, melekat pada lamina fibrosa

membrana timpani. Malleus digantung oleh ligamentum anterior, ligamentum superior yang

melekat pada tegmen tympani, ligamentum lateral melekat diantara processus lateral dan pinggiran

incisura Rivini.

Incus, berukuran sekitar 6 mm x 6 mm, menyerupai gigi bicuspid, terletak di dalam attic

dan juga processus brevisnya, dimana melekat ligamentum incudis. Processus longus turun ke

bawah dibelakang malleus dan paralel dengannya. Pada ujung bawahnya terdapat processus

lenticularis yang sangat kecil, mengarah ke medial, bersendi dengan caput stapes. Panjang

processus longus lebih dari 1/2 manubrium mallei.

Page 9: fisiologi telinga

Stapes, merupakan tulang terkecil pada tubuh. Memiliki caput dan collum, crura anterior

dan posterior, dan foot plate (basis stapedis) yang menempel pada foramen ovale oleh adanya

ligamentum anulare. Tendo m. stapedius berinsertio pada permukaan posterior collum. Pinggir

superior foot plate konveks, sedangkan pinggir inferior relatif lurus, kadang-kadang konkaf. Crus

anterior biasanya lebih slender dan rata daripada crus posterior.

ad.2). Otot-otot intratimpani.

Otot-otot intratimpani terbagi dua yaitu :

1. m. tensor tympani

2. m. stapedius.

Musculus tensor tympani adalah otot bipennatus yang tipis walaupun relatif panjang,

berjalan 12 mm diatas tuba eustachii. Otot ini berorigo pada tulang diatas pars osseua tuba dan

berjalan ke belakang lateral. Didalam cavum timpani tendonya berbelok pada sudut lateral

processus cochleariformis lewat ke lateral dan berinsertio pada permukaan medial malleus di

bawah collum mallei. Mendapat inervasi dari cabang n. facialis dan kontraksinya menarik stapes ke

posterior dan sedikit keluar, mengelilingi pivot pada pinggir posterior footplate. Kerja otot-otot

intratimpani dikontrol secara refleks, dan melindungi telinga dalam dari efek suara keras.

ad.3) Chorda tympani.

Chorda tympani ini merupakan saraf utama pengecapan. Merupakan cabang n. facialis

masuk dalam canalis fallopii melalui foramen stylomastoideum dan memasuki cavum timpani

melalui dinding poterior, lateral dari pyramid.

Di dalam telinga tengah ia lewat ke depan, medial dari malleus dan lateral dari incus diluar

membrana mukosa, sehingga dengan demikian berada diluar cavitas.

Keluar dari cavum timpani melalui canalis Huguier pada bagian teratas dinding anterior.

Dari sini ia berjalan ke pinggir medial fissura squamotympanica untuk lewat dan turun ke bawah

depan dan bergabung dengan n. lingualis melalui serabut sensoris.

Chorda tympani juga mengandung serabut-serabut sekretori parasimpatik yang akan menuju

ke glandula submandibula dan glandula sublingualis melalui ganglion submandibula.

ad.4) Plexus tympanicus.

Plexus ini adalah cabang dari n. tympanicus yang dipercabangkan dari n. glossopharyngeus

tepat di bawah tulang tengkorak. Ia memasuki lobang kecil antara canalis caroticus dan fossa

jugularis dan naik melalui canalis yang sempit ke dalam cavum timpani.

Page 10: fisiologi telinga

Pada dinding medial cavum timpani, di bawah membrana mucosa, ia memecah untuk

membentuk plexus tympanicus, dimana serabut sensorisnya menginervasi membrana mukosa tuba

eustachii, cavum timpani, antrum mastoideum dan cellulae mastoidea. Plexus ini juga mendapat

saraf dari n. caroticotympanicus yang datang dari canalis caroticus yang berasal dari plexus

sympathicus disekitar a. carotis interna. Ia juga memberi cabang ke n. petrosus superficialis minor

yang serabut parasimpatiknya akan menuju ke glandula parotidea.

Membrana mukosa kavum timpani

Membran mukosa disini tipis, melapisi seluruh kavum timpani dan berlanjut ke tuba

eustachii serta antrum mastoideum. Biasanya terdiri atas selapis epitel kuboid non-silia, ketebalan 2

atau 3 lapis sel tanpa membrana basalis. Tapi kadang-kadang sel-sel tersebut tipe simpel atau

kolumnar bersilia, terutama dekat muara tuba eustachii dan dalam hipotimpanum. Bila diikuti sel-

sel kuboid ke dalam antrum dan sel-sel peri-antral, sel-sel tersebut berubah menjadi selapis sel-sel

skuamosa yang datar.

Kompartemen-kompartemen dan lipatan-lipatan dari telinga tengah

Membrana mukosa membentuk sejumlah lipatan oleh struktur intra timpani. Hal ini penting

secara bedah karena lipatan-lipatan ini membagi telinga tengah menjadi kompartemen-

kompartemen dan membawa pembuluh darah ke rantai ossikular.

Rantai ossikular, dengan ligamenta, tendon-tendon m. tensor timpani dan m. stapedius, dan

chorda tympani oleh Proctor 1964) digambarkan sebagai viscera kavum timpani, lipatan-lipatan

mukosa dinyatakan sebagai mesenterium.

Attic [epitimpanum) hampir lengkap dipissahkan dari mesotimpanum oleh ssikula dan

lipatan-lipatannya, kecuali dua lobang yang konstan yang disebut isthmus tympani anticus dan

isthmus tympani posticus oleh Proctor.

Secara transversa - terdapat plika malleolaris superior yang membagi attic menjadi

kompartemen anterior [spatium malleolaris anterior) yang kecil, terletak di atas plika tensor

timpani, yang mencegah kolesteatom mencapai mesotimpanum anterior dari attic; dan

kompartemen posterior yang besar. Kompartemen posterior dibagi lagi oleh plika incudis superior

menjadi spatium incudis superior [lateral dari plika) dan spatium incudis medial [medial dari plika).

Pintu masuk ke spatium Prussak biasanya terdapat diantara plika malleolaris lateralis dan plika

incudis lateral.

Di bawah lantai attic, pada bagian atas mesotimpanum, terdapat 3 kompartemen :

- spatium incudis inferior

- fossa von Troltsch anterior

Page 11: fisiologi telinga

- fossa von Troltsch poaterior

Batas-batas spatium incudis inferior :

- superior : plika incudis lateral

- medial : plika incudis medial

- lateral : plika malleolaris posterior [plika von Troltsch posterior)

- anterior : plika interossikularis ; yang terletak diantara prosessus longus

incudis dan 2/3 atas manubrium mallei.

Plika von Troltsch anterior terletak di anterior plika malleolaris anterior dan membrana

timpani bagian depan manubrium mallei. Plika von Troltsch posterior terletak di anterior plika

malleolaris posterior dan membran timpani posterior dari manubrium mallei. Chorda timpani

biasanya terletak dalam pinggir bebas plika malleolaris posterior.

Spatium Prussak adalah rongga kecil terletak diantara kolum mallei dibagian internal dan

membrana Shrapnell dibagian eksternal. Ia diikat ke bawah oleh prosessus brevis [lateral) mallei

dan ke atas oleh serabut-serabut plika maleolaris lateralis, yang menyebar ke lluar dari kolum

mallei dan berinsertio pada pinggiran insisura Rivini.

Lipatan-lipatan [plicae) mukosa ini dapat menghambat penjalaran infeksi ke salah satu atau

beberapa kompartemen dalam telinga tengah, sehingga dengan demikian dapat dikontrol infeksi

pada kompartemen yang terkena sambil mempertahankan integritas dan fungsi struktur-struktur di

dekatnya.

Vaskularisasi

Arterianya berasal dari beberapa sumber biasanya kecil-kecil dan berjalan melalui tulang

padat. Bagian [regio) superior disuplai oleh 3 buah cabang a. meningea media, yaitu a. petrosus

superior, a. tympanica superior, dan rr. nutricia incudomalei. Regio inferior disuplai oleh a.

tympanica inferior cabang a. pharynge ascendens.

Regio anterior disuplai oleh :

a) a. tympanica anterior, cabang a. maksilaris interna, masuk ke dalam telinga tengah melalui

fissura petro-tympanica.

b) rr. tympanici, cabang-cabang halus dari a. carotis interna.

Regio posterior disuplai oleh a. tympanica posterior, cabang a. mastoidea yang merupakan

cabang a. stylomastoidea yang berasal dari a. auriculo posterior.

Malleus dan incus disuplai oleh rr. nutricia incudomallei. Malleus juga menerima darah dari

cabang a. tympanica anterior. Incus mendapat darah juga dari a. incudae cabang a. tympanica

anterior [Nager dan Nager, 1953).

Page 12: fisiologi telinga

Alberti [1964) menyatakan vaskularisasi untuk sendi-sendi incudostapedea dan prosessus

lenticularis berasal dari 3 kelompok yang berbeda yang beranastomosis disini. Arteria tersebut

adalah ; arteria yang lewat dalam mukosa yang menutupi tendo stapedius; arteria yang naik ke

krura stapedea; dan arteria yang turun ke incus.

Arteria yang lewat dalam tendo stapeius adalah :

1) arteri kecil pada permukaan superolateral tendo

2) arteri yang lebih besar pada permukaan inferolateral.

Keduanya berasal dari pleksus yang mengelilingi n. facialis di dalam kanalis fallopii.

Arteri yang naik ke krura stapedea adalah :

1) a. stapedea anterior, dipercabangkan dari pertemuan a. tympanica superior dan inferior.

2) a. cruralis posterior, cabang dari a. petrosa superior.

Suplai untuk prosessus longus berasal dari 2 sumber yaitu : a. incudei, cabang a. tympanica

posterior; dan cabang a. tympanica posterior [Nager dan Nager). Alberti menemukan 2 kelompk

yang ke incus, satu pada sisi lateral dan satu lagi pada sisi medial.

Stapes disuplai oleh ;

a) suplai ke foot plate dan krura, berasal dari a. tympanica anterior, di depan; dan pleksus yang

mengelilingi n. facialis di belakang (posterior).

b) yang mensupali apeks dan krura, kaput dan kolum stapedis, sendi incudostapedea, dan bagian

bawah incus, berasal dari pleksus yang mengelilingi n. facialis dan masuk ke dalam timpanum

dekat pyramid dimana pembuluh-pembuluh darah tersebut saling beranastomosis sebelum

melewati tendo m. stapedius.

Kedua kelompok pembuluh darah di atas beranastomosis pada kolum stapedis.

Otot-otot intratimpanikus disuplai oleh :

a) m/ tensor tympani oleh r.muskularis tensor timpani dan cabang dari a. nutricia malei dan

incudei, keduanya cabang a. meningea media.

b) m. stapedius oleh r. muskularis stapedius, cabang a. stylomastoidea.

Vena relatif lebih bermakna daripada arteri, dan lebih besar. Bermuara ke dalam sinus

sigmoideus, bulbus jugularis dan v. meningea media (dan v. jugularis interna).

Inervasi.

Serabut-serabut sensoris berasal dari n. glossopharyngeus melalui plexus tympanicus.

Musculus tensor tympani diinervasi oleh n. mandibularis (cabang n. trigeminus) melalui ganglion

oticum, juga menerima cabang dari plexus tympanicus. Musculus stepedius diinervasi oleh cabang

n. facialis.

Aditus ad Antrum

Page 13: fisiologi telinga

Bangunan ini mengarah ke belakang dari rongga attic bagian atas epitympanum ke dalam

antrum mastoideum. Penonjolan tulang canalis semicircularis horizontalis terletak diantarra dinding

medialnya dan lantai, dan processus incudis brevis terletak di lantainya. Nervus facialis teletak pada

dataran bawah dari muara aditus dari attic.

Antrum Mastoideum

Merupakan rongga udara yang terletak di dalam tulang temporal dan dilapisi oleh mukosa

dengan satu baris epitel skuamosa. Lapisan mukosa ini bergabung; ke depan dengan cavum timpani

melalui aditus ad antrum; ke belakang dengan sel-sel udara mastoidea melalui beberapa lobang.

Ukuran antrum orang dewasa adlah sekitar 14 mm dari depan kebelakang; 9 mm dari atas

ke dasar; dan 7 mm dari medial ke lateral. Pada dinding anterior terdapat pintu aditus ad antrum.

Pada dinding medial berhubungan dengan canalis semicircularis posterior dan horizontalis.

Antrum dibentuk oleh pars petrosa os temporalis. Atapnya, tegmen antrum , memisahkan

antrum dari otak lobus temporalis serta meningennya, di fossa cranii media. Dinding lateral

dibentuk oleh pars skuamosa os temporalis. Trigonum suprameatal (Mace Wen) membentuk tanda

permukaan tulang. Antrum terletak sekitar 15 mm di dalam tulang pada orang dewasa, pada anak

lebih superficial. Dinding posterior dan lantainya dibentuk oleh pars mastiodea os temporalis, dan

terdapat beberapa lobang penghubung ke cellulae mastoidea.

Processus Mastoideus

Terletak di belakang pars tympanica ossis temporalis. Kata “mastoid” berasal dari 2 kata

bahasa Yunani yaitu mastos (buah dada) dan eidos (menyerupai). Pada saat lahir processus ini

belum tampak; pars mastoidea ossis temporalis datar pada mulanya dan foramen stylomastoidea

terletak tepat dibelakang annulus tympanicus. Kemudian bagian lateral pars mastoidea tumbuh ke

bawah depan membentuk processus, foramen stylomastoidea terletak di permukaan bawah os

temporale.

Alexander (1917) menyatakan perkembangan processus mastoideus tergantung pada

perkembangan m. sternocleidomastoideus. Karenanya pertumbuhan processus belum dimulai hinga

akhir tahun pertama saat bayi mulai berjalan dan menahan tegak kepalanya. Ia tidak membentuk

penonjolan yang tetap hingga akhir tahun kedua dan mencapai ukuran tetap pada saat pubertas.

Selama masa pertumbuhan, tulang tersebut berisi sumsum tulang, kecuali antrum dan sel-sel

peri-antral, tapi umumnya (80%) mastoid menjadi berbentuk sarang lebah dengan rongga-rongga

udara. Tipe sel mastoid menyerupai sel normal orang dewasa. Pada sebagian orang, sumsum tulang

tetap ada dalam struktur tulang mastoid (tipe diploic); dan sebagian orang sel-sel udara dan rongga

sumsum tulang hampir atau tidak ada sama sekali (tipe asellular, sklerotik atau ivory).

Page 14: fisiologi telinga

Proses pneumatisasi sangat erat berkaitan dengan proses penurunan dan perkembangan

processus.

Sistem Pneumatik Tulang Temporal.

Pneumatisasi dapat didefinisikan sebagai “proses pembentukan rongga udara di dalam

tulang temporal (Eggston dan Wolff, 1947)”, dan sel-sel udara terjadi dalam mastoid, tapi sistem

pneumatik dapat meluas ke bagian-bagian lain os temporal.

Didalam mastoid, antrum mastoideum adalah satu-satunya sel udara yang tetap ada; tapi sel-

sel dapat juga terjadi dekat proksimal antrum (sel-sel peri-antral); sinus sigmoideus (sel-sel

perisinus); dan pada ujung (sel-sel ujung/tip). Sel-sel ujung superficialis terletak superficial dari

perut m. digastricus, sel-sel ujung profunda terletak profunda dari perut m. digastricus. Diantara

kedua sel tersebut terdapat pinggir m. digastricus yang mengarah langsung ke foramen

stylomastoidea dan merupakan panduan ke n. facialis secara bedah. Sel-sel tersebut juga dapat

ditemukan dalam corpus dan apex os petrosus. Pada apex os petrosus termasuk sel-sel dibawah

ganglion gasserian (trigeminus), sekitar arteri carotis dan pars osseus tuba eustachius; dan dekat

labyrinth (sel-sel perilabyrinth) dalam os petrosus. Sel-sel poerilabyrinth ini dapat dijumpai

disekitar arcus canalis semicircularis superior (supralabyrinth); dibawah labyrinth (infralabyrinth);

atau dibelakangnya (retrolabyrinth). Sel-sel zygomaticus dapat meluas ke dalam zygoma.

Pada tulang temporal bayi rongga udara potensial terisi oleh mesenkim atau sumsum tulang

hematopoetik, dan proses pneumatisasi dimulai dengan resorpsi mesenkim pada 3 bulan pertama

fetus. Rongga-rongga udara potensial tidak mengandung udara hingga anak lahir, tapi proses

pneumatisasi menjadi sangat cepat setelah lahir. Tidak saja hingga udara memasuki telinga tengah,

yang menyebabkan perubahan jaringan ikat konektif menjadi padat dan tipis, peningkatan

pneumatisasi terus berlanjut hingga dewasa muda.

Resorpsi mesenkim terjadi dengan cepat selama 2 bulan masa bayi (infantil). Secara praktis

akan sempurna pada telinga tengah awal 6 bulan pertama, dan pada antrum mastoideum pada 1

tahun pertama. Sejak saat itu, pneumatisasi pada mastoid hanyalah merupakan resorpsi sumsum

tulang hematopoetik pada tulang diploe.

Pneumatisasi pada apex os patrosus dimulai lebih lambat daripada proses di mastoid, yaitu

sekitar tahun ketiga atau keempat, tapi pada beberapa kasus pneumatisasi sempurna apex mastoid

dapat tetap mengandung sumsum tulang seumur hidupnya.

Gambaran radiologis pneumatisasi mastoid biasanya tidak dijumpai hingga 3 tahun pertama

(Law, 1913) dan berlanjut hingga pubertas, saat ukuran tetapnya tercapai. Kedua mastoid pada

dasarnya sama.

Page 15: fisiologi telinga

Albrecht (1930) percaya bahwa kerusakan pada mesenkim disebabkan oleh perdarahan

akibat suffolasi (mati lemas) atau trauma lahir, dan ia juga mencatat adanya infeksi oleh mekonium.

Wittmaack (1931) percaya bahwa gangguan pneumatisasi akbiat otitis media infantil yang

mengganggu absorpsi normal dari diploe.

Tumarkin (1959) percaya bahwa kegagalan pneumatisasi akibat dari kegagalan aerasi dari

celah telinga tengah, karena sumbatan tuba eustachii. Hal ini terjadi terutama pada inflamasi

saluran nafas atas.

Diamant dan Dahlberg (1945) berpendapat bahwa tulang padat adalah kongenital dan ini

merupakan varian normal.

Hubungan-hubungan Celah Telinga Tengah.

Mempelajari hubungan-hubungan ini adalah penting untuk mngetahui penyebaran langsung

proses patologis dari peradangan dan penyakit-penyakit neoplasma pada telinga tengah.

Canalis auditorius externus dipisahkan dari cavum timpani oleh membrana timpani. Telinga

dalam (labyrinth) dipisahkan dari cavum timpani oleh dinding medial cavum timpani.

Lobus temporalis otak, pada fossa cranii media, dipisahkan dari cavum timpani oleh tegmen

tympani yang tipis, yang dibentuk oleh pars petrosa dan pars squamosa. Lobus ini dipisahkan dari

antrum mastoideum oleh tegmen antrum.

Canalis caroticus, yang berisi a. carotis interna, dipisahkan dari bagian bawah depan cavum

timpani oleh lempeng tulang yang bergabung dengan lantai cavitas.

Bulbus jugularis sangat dekat dengan lantai tulang cavitas, yang kadang-kadang tidak ada.

Saraf kranialis IX,X dan XI keluar dari tengkorak melalui foramen jugulare, sepanjang sisi medial

bulbus jugularis, dan dapat terkena tumor glomus yang berasal dari kubah bulbus.

Ganglion n.V terletak dalam impressio yang dangkal pada permukaan anterior apex pars

petrosa, diantara kedua lapis dura.

Nervus VI, saraf motoris untuk m. rectus lateralis mata, datang dekat proksimal celah

telinga tengah, saat berjalan sepanjang permukaan posterior apex pars petrosa, pada fossa cranii

posterior, dalam perjalanan menuju canalis Dorello yang dibentuk oleh lig. petroclinoidea yang

berjalan dari ujung apex ke processus clinoideus posterior os sphenoidalis. Nervus V dan VI dapat

terkena infeksi di dalam apex, menyebabkan sindroma Gadenigo; nyeri dibelakang mata, diplopia

dan sekret telinga.

Nervus VII (facialis) rapat berhubungan dengan cavum timpani pada pars horizontalis dan

vertikalnya. Tulang yang menutupinya (canalis fallopii) mungkin sangat tipis atau tidak ada sama

sekali, sehingga saraf ini hanya ditutupi oleh mucoperiosteum tympani sebanyak 10% atau lebih.

Page 16: fisiologi telinga

Canalis Auditorius Internus.

Merupakan canalis yang pendek, sekitar 1 cm, dilapisi oleh dura, masuk ke pars petrosa

dengan arah lateral. Ujung lateralnya (fundus) tertutup oleh lempeng tulang yang memiliki banyak

lobang. Nervus auditorius, n. facialis dan a.v auditoria interna lewat di dalam canalis ini.

Fundus canalis auditorius internus dan telinga dalam dipisahkan oleh suatu lempeng tulang

vertikal. Pada aspek medial tulang tersebut dibagi oleh crista transversa menjadi area superior

(kecil) dan inferior (besar). Ke depan, diatas crista, ada ostium canalis facialis. Dibelakang ini dan

dipisahkan oleh daerah vertikal (penghalang Bill) terdapat area vestibularis superior yang memiliki

impressio kecil dengan sejumlah lobang untuk lewat filamen-filamen n. vestibularis ke utriculus,

sacculus serta ductuli secicirculares superior dan lateral.

Dibawah depan crista transversa, terdapat area cochlearis, yang berupa foramina tersusun

secara spiral (tractus spiralis foraminosus) dan canalis centralis. Foramina dan canalis ini memberi

jalan filamen-filamen saraf ke cochlea.

Area vestibularis inferior terletak di belakang area cochlearis dan melalui foraminanya

lewat saraf-saraf menuju sacculus.

Dibelakang area vestibularis inferior dan sedikit di bawahnya terdapat foramen singulare

tempat lewat saraf menuju ductus semicircularis posterior.

TELINGA DALAM

Telinga dalam terletak di dalam tulang temporal. Disebut labyrinth (struktur jalan

melingkar) dan terdiri atas 2 bagian :

1. labyrinth periotic tulang / labirin tulang

2. labyrinth periotic membran / labirin membran

LABIRIN TULANG

Labirin tulang terdiri atas 3 komponen :

- vestibulum

- 3 canalis semicircularis bagian tulang

- cochlea bagian tulang

Vestibulum

Vestibulum merupakan tulang ovoid kecil, panjang sekitar 5 mm, terletak antara dinding

medial cavum timpani dan bagian luar canalis auditorium internum.

Fenestra (foramen) ovale/vestibuli, terletak pada dinding lateral vestibulum, dipisahkan dari

cavum timpani oleh kaki stapes dan ligamentum anulare. Di dalam foramen ovale terdapat bagian

Page 17: fisiologi telinga

yang relatif lapang, dikenal sebagai cisterna perilymphatic, suatu apertura kecil pada posterior

dinding medial vestibulum menuju aqueductus vestibuli, suatu saluran kecil yang berjalan

kebelakang ke permukaan posterior os petrosus yang bermuara di bawah duramater.

Canales semicirculares

Canales ini bermuara ke bagian posterior vestibulum melalui 5 apertura rotundum, 2 canalis

verticalis (canalis superior dan posterior) bergabung ke belakang membentuk crus commune.

Masing-masing canalis membentuk lebih dari 1/2 lingkaran, dan diameter lumen-lumen sedikit

lebih dari 1 mm.

Canalis semicircularis superior terletak hampir transversal terhadap axis panjang os

petrosus. Titik tertinggi terletak di bawah eminentia arcuata, pada permukaan anterior os petrosus.

Canalis semicircularis posterior terletak mendatar paralel dengan permukaan posterior os

petrosus.

Canalis semicircularis horizontalis/lateralis terletak pada sudut antara canalis semicircularis

superior dan posterior. Ia membuat penonjolan pada dinding medial attic, aditus dan antrum.

Cochlea tulang

Bangunan ini terletak di depan vestibulum dan menyerupai bentuk rumah siput. Basisnya

mengarah ke dasar canalis auditorius internus, axis panjangnya mengarah ke luar, sedikit ke depan

bawah dari basis hingga apex. Ia bergulung 2 3/4 putaran, dengan jarak sekitar 35 mm, mengelilingi

tulang axis sentral yang dikenal sebagai modiolus, yang membentuk dinding dalam canalis tulang

dari cochlea, yang memutar secara spiral disekelilingnya. Diameter canalis tulang ini pada awal

lingkaran sekitar 3 mm, yang membentuk tonjolan promontorium pada dinding medial cavum

timpani, tapi menyempit secara progresif kearah apaex. Modiolus tebal pada basis, dan menipis

kearah apex.

Lamina spiralis osseus menonjol dari modiolus ke dalam canalis tulang dan membentuk

selapis tulang yang memutar secara spiral mengelilingi modiolus “seperti alur baut”.

Modiolus dilintasi oleh canalis kecil-kecil dan satu di bagian tengah lebih menonjol dari

yang lainnya, berjalan sepanjang modiolus. Lamina spiralis juga dilewati oleh canales kecil-kecil

yang menghubungkannya dengan modiolus, yang satu Ä canalis spiralis modiolus Ä melingkar

secara spiral mengelilingi modiolus pada perlekatan oinggir lamina spiralis. Semua canalis ini

dilewati filamen-filamen dari n. cohlearis menuju ductus cochlearis; dan canalis spiralis berisi

ganglion spirale, yaitu ganglion n. cochlearis.

Labirin tulang dilapisi oleh endosteum, dan berisi cairan perilymph.

Page 18: fisiologi telinga

Labirin membran

Ini merupakan lanjutan dari penghubung saccus dan ductus di dalam labirin tulang.

Labirin otic membran dibagi menjadi :

- pars superior atau labirin vestibuli

- saccus dan ductus endolimfatikus

- pars inferior atau cochlea.

Labirin membran terdiri atas :

- sacculus dan utriculus, dalam vestibulum tulang

- 3 ductus semicircularis membranaseus, dalam canalis tulang

- ductus cochlearis (scala media), dalam cochlea.

Labirin membran berisi cairan endolymph.

Sacculus dan utriculus

Utriculus menempati impresio dinding atas vestibulum. Sacculus lebih kecil dan terletak

dalam impresio di bawah dan di depan utriculus. Kedua saccus ini dihubungkan secara tak langsung

oleh tuba membranasea yang disebut ductus endolymphaticus. Ductus ini menempati aqueductus

vestibulum bagian tulang dan dibagi menjadi 2 yaitu ductus utricularis dan ductus saccularis.

Ductus endolymphaticus pada awalnya melebar, disebut sinus, kemudian menyempit

memasuki aqueductus tulang. Aqueductus membesar disekitar isthmus ductus, dan pada bagian ini

ia dikelilingi oleh jaringan ikat vasculer dan dilapisi oleh rugae membran yang membentuk bagian

proksimal saccus endolymphaticus. Bagian distal saccus yang relatif licin berada di dalam

duramater yang menutupi permukaan posterior pyramid os petrosus, dan berakhir dekat sinus

sigmoideus.

Ductus utricularis, setelah meninggalkan uriculus, melengkung membentuk lipatan

menyerupai katup diatas orificium ductus. Katup utriculo-endolymphaticus ini sangat kaku

sehingga hanya menerima aliran masuk endolymph.

Suatu tuba yang pendek dan sempit, disebut ductus reuniens, menghubungkan sacculus

dengan ductus cochlearis.

3 ductus semicircularis membran

Ketiganya bermuara ke dalam bagian posterior dari utriculus melalui 5 muara yang berbeda,

dan terletak pada sudut kanan terhadap yang lainnya.

Pada ujung lainnya, masing-masing ductus melebar membentuk ampula yang mengisi

keseluruhan canalis tulangnya. Sumbu panjang masing-masing ampula sekitar 2 mm.

Page 19: fisiologi telinga

Diameter ductus ini 0,4 x 0,2 mm, lebih sempit dari canalis tulangnya yang berdiameter > 1

mm, dan ductus ini dilekatkan ke dinding luar canalis oleh serabut-serabut fibrous yang lembut.

Organ-organ reseptor vestibuler

Epitel sensori spesial/khusus, yaitu crista, terdapat pada masing-masing ampula, dan

disuplai oleh cabang-cabang n. vestibularis. Dalam utricuus dan sacculus, juga terdapat daerah

epitel khusus, yaitu macula. Utriculus berada pada bidang horizontal dan sacculus pada bidang

vertikal.

Epitelium organ-organ reseptor ini memiliki 3 struktur dasar : sel-sel sensoris yang

memiliki rambut-rambut pada permukaan bebasnya; sel penunjang; dan bahan gelatinous yang

terletak diatas rambut-rambut dan terutama terdiri dari mukopolisakarida yang diduga disekresi

oleh sel-sel penunjang.

Sel-sel vestibuler ada 2 jenis :

a) sel Tipe 1, bentuk seperti botol dan bulat, dikelilingi oleh chalice (mangkok) saraf.

b) sel Tipe 2, bentuk silindris dan tidak memiliki chalice saraf.

Dalam crista ampularis, pada puncaknya lebih banyak sel tipe 1, dan pada sisi-sisinya lebih banyak

sel tipe 2. Silia-silianya tidak menonjol secara bebas ke dalam endolimf tapi ke dalam substansi

gelatinnous, yang berbentuk kubah dalam ampula, dikenal sebagai cupula; mendatar dalam macula

utricula dan macula saccula, dimana sejumlah kristal (statoconia) tertanam dalam membran

statoconial.

Rambut-rambut sensoris menonjol dari permukaan masing-masing sel sensoris, terdiri atas 1

kinocilia dan beberapa stereocilia. Kinocilia lebih panjang dari stereocilia.

Rangsangan ke sel-sel vestibuler umumnya berupa gerakan pencukuran ampula dan

membrana statoconial pada permukaan epitel crista dan macula. Rangsangan mekanis ini mungkin

primer bekerja pada rambut-rambut sel sensoris. Sekunder, energi mekanis ini dirubah menjadi

potensial aksi dalam serabut-seraut saraf sensoris yang menginervasi sel-sel.

Flock dan Wersall (1963) memperlihatkan bahwa stimulasi rambut-rambut tersebut dengan

arah dari stereocilia ke kinocilia menghasilkan depolarisasi sel-sel sensoris dengan penambahan

frekuensi impuls saraf; sedangkan dengan arah yang berlawanan menghasilkan hiperpolarisasi

dengan pengurangan frekuensi impuls saraf.

Lindeman (1969) memperlihatkan bahwa dalam crista ampularis, semua sel-sel terpolarisasi

dalam satu arah. Dalam macula utricula dan macula saccula, terdapat garis yang berubah-ubah yang

membeagi sel-sel ke dalam 2 area, sel-sel sensoris di dalam utriculus terpolarisasi ke arah garis

pemisah, di dalam sacculus menjauhi garis pemisah. Ia juga menemukan bahwa di dalam crista

Page 20: fisiologi telinga

ductus semicircularis horizontal semua sel-sel sensoris secara morfologis terpolarisasi ke arah

utriculus, sedangkan pada crista kedua canalis vertikal sebaliknya.

Scala media (ductus cochlearis)

Pada pemotongan axial cochlea, scala media berbentuk segitiga, dasar dibentuk oleh

membrana basilaris yang teregang dari pinggir bebas lamina spiralis osseus melalui labium tympani

limbus spirale ke ligamentum spirale. Ligamen ini merupakan penebalan endosteum yang melapisi

dinding luar canalis tulang cochlea, dan ia menunjang sel-sel dari sulcus eksterna. Lanjutan dari sel-

sel ini adalah sel-sel stria vascularis yang mengandung sejumlah kapiler dan membentuk dinding

luar scala media. Sisi yang ketiga dibentuk oleh membrana Reissner, yang terentang secara

diagonal dari limbus spiralis ke dinding tulang bagian luar cochlea.

Scala vestibuli dan scala tympani

Scala media berakhir sebagai “blind sac” dan memisahkan canalis tulang cochlea menjadi 2

saluran. Rongga diatas berisi perilimf adalah scala vestibuli, yang ditutupi oleh kaki stapes, secara

fungsional berhubungan dengan telinga tengah melalui foramen ovale. Rongga yang di bawah

adalah scala tympani, berisi perilimf, ditutupi oleh membrana tympani sekunder, secara fungsional

berhubungan dengan telinga tengah melalui foramen rotundum. Kedua rongga ini saling

berhubungan pada apex modiolus melalui helicotrema [ Latin helix (keong/siput) + trema (lobang);

lobang dalam rumah siput].

Scala tympani juga berhubungan dengan rongga subarachnoid melalui aqueductus

cochlearis dalam canaliculus cochlearis. Aqueductus ini mengandung jaringan reticuler dari

jaringan konektif yang dikenal sebagai ductus periotic.

Organ reseptor cochlea

Organ Corti adalah organ sensoris pendengaran dan terletak diatas membrana basilaris

disepanjang cochlea membran. Seperti pada organ reseptor vestibular, ada 3 struktur utama : sel-

sel sensoris dengan rambut ; sel-sel penunjang ; dan membrana tectorial gelatinous diatasnya.

Sel-sel rambut tersusun dalam sebaris tunggal sel-sel rambut-dalam yang menduduki batang

Corti dalam (pillar); dan ada 3 atau 4 baris sel-sel rambut-luar, di luar dari pillar luar dan di sokong

secara eksternal oleh sel-sel Hensen. Ada sekitar 17.000 sel rambut dalam masing-masing organ

Corti, sekitar 4500 pada baris-dalam dan 12500 pada baris-luar. Rambut-rambut halus ini

panjangnya 4æm dan tebal 0,1 æm, menonjol keluar dari permukaan bebas sel-sel rambut ke dalam

membrana tectorial, yang dilekatkan secara eksternal ke limbus spirale.

Rongga diantara pillar-pillar tersebut adalah canalis Corti yang berisi cortilimf.

Page 21: fisiologi telinga

Sel-sel rambut-dalam berbentuk bulbus, mirip sel Tipe 1 labirin vestibuler; rambut-

rambutnya tersusun dalam dua baris membentuk V ganda, dengan ujung-ujungnya mengarah

menjauhi modiolus. Sel-sel rambut-luar berbentuk kolumnar, mirip sel Tipe 2 vestibuler; rambut-

rambutnya tersusun dalam 3 baris membentuk triple W, dengan ujung-ujungnya mengarah

menjauhi modiolus.

Kinocilium dari sel-sel vestibuler yang diperlihatkan dalam sel-sel rambut cochlea sebagai “simple

basal body”.

Vaskularisasi labyrinth

Arteri yang mendarahi labirin adalah a. labyrinthine (a. auditoria interna), cabang dari a.

cerebellaris inferior anterior yang dipercabangkan oleh a. basilaris.

Arteri labyrinthine memasuki canalis auditorius internus dan kemudian bercabang dua menjadi :

1. a. vestibularis anterior

2. a. cochlearis communis, yang bercabang lagi menjadi :

- a. vestibulocochlearis

- a. cochlearis.

Arteri vestibularis anterior memperdarahi n. vestibularis, utriculus dan sebagian ductus

semicircularis.

Saat mencapai modiolus, pada regio basal putaran cochlea, a. vestibulocochlearis bercabang

menjadi r. vestibularis dan r. cochlearis.

Ramus vestibularis memperdarahi :

- sacculus

- sebagian besar canalis semicircularis

- bagian basal cochlea.

Ramus cochlearis berjalan spiral mengelilingi modiolus, berakhir sebagai anatomosis dengan a.

cochlearis.

Ramus vestibularis dan r. cchlearis memberikan kapiler-kapiler ke ganglion spirale, lamina spiralis

osseus, limbus, ligamentum spirale.

Dalam canalis ausitorius internus, a. cochlearis berjalan spiral mengelilingi n. acusticus.

Dalam cochlea, ia berjalan berkelok-kelok mengelilingi modiolus sebagai a. modiolus spiralis yang

merupakan end arteri. Arteriol-arteriol dari arteri ini berjalan secara sentrifugal menyebar ke scala

vestibuli dan lamina spiralis osseus yang berakhir dalam sistem kapiler spiral dalam lamina spiralis

dan dinding luar cochlea.

Stria vaskularis berperan dalam pembentukan dan absorbsi endolimf dan sebagai sumber

potensial listrik. Stria terdiri atas jaringan kapiler-kapiler dan hanya memiliki sel-sel endotel.

Page 22: fisiologi telinga

Kapiler-kapiler dari dinding luar cochlea mengalirkan darah ke venula-venula yang

menyebar secara sentripetal, kemudian mengalirkan darah ke vena yang berjalan spiral mengelilingi

modiolus.

Pada daerah dinding luar cochlea, sejumlah besar arteri terdapat dalam scala vestibuli, dan

sejumlah besar vena terdapat dalam scala tympani.

Darah dari regio apical cochlea dialirkan ke vena spirale anterior. Darah dari sebagian kecil

putaran medial dan daerah basal dialirkan ke vena spirale posterior. Kedua cabang v. spirale ini

bergabung dengan cabang-cabang v. vestibulare anterior dan posterior, pada regio basal,

membentuk vena aqueductus cochlearis — vena utama pada cochlea — yang berjalan dalam

saluran terpisah dekat aqueductus cochlea dan bermuara ke dalam bulbus v. jugularis.

Pada labirin vestibulare; darah dari bagian anterior dialirkan oleh v. vestibulare anterior

yang menjadi v. labyrinthine dan menyertai arterinya, biasanya berakhir dalam sinus petrosus

superior; darah dari bagian posterior dialirkan oleh v. aqueductus vestibulare yang berjalan disisi

ductus endolimfatikus ke sinus sigmoideus.

Inervasi dan hubungan sentral (n. kranial VIII)

Nervus kranial VIII memiliki dua divisi yang berbeda, untuk fungsi keseimbangan dan

pendengaran.

Nervus vestibularis

Serabut-serabut saraf ini memberikan rami ke sel-sel rambut organ reseptor vestibular.

Ada dua tipe yaitu :

- Tipe 1, afferen, mencakup chalices saraf sekitar sel-sel tipe 1,

- Tipe 2, sangat granuler, efferen.

Di dalam epitel ada plexus serabut-serabut yang sangat halus tidak bermielin, yang masing-

masing berhubungan dengan chalices sel tipe 1, dengan sejumlah besar sel tipe 2 dan serabut-seraut

intraepitelial yang lebih tebal.

Dari plexus ini, proksimal dari epitel, lewat neuron-neuron bermielin, melalui dua cabang

utama n. vestibularis ke sel-sel bipolar besar dari ganglion vestibulare. Cabang atas menginervasi

crista-crista canalis semicircularis superior vertikal dan lateral, macula utricula dan sebagian kecil

macula saccula. Cabang inferior menginervasi bagian besar macula saccula dan canalis

semicircularis posterior vertikal.

Di dalam canalis auditorius internus, ganglion vestibulare (Scarpa) memiliki bagian superior

dan inferior yang terpisah.

Page 23: fisiologi telinga

Hubungan sentral n. vestibularis.

Dalam canalis auditorius internus, n. vestibularis berjalan diatas n. cochlearis. Saat dendrit-

dendritnya meninggalkan ganglion vestibulare memasuki pinggir bawah pons, saraf ini terletak di

atas dan medial dari n. cochlearis. Serabut-serabut dari ketiga ductus semicircularis bersama-sama

lewat ke belakang medulla. Hampir semua serabut-serabut n. vestibularis berakhir dalam nuclei

vestibularis dalam pons dan medulla dekat lantai ventrikel keempat.

Nuclei vestibularis.

Ada 4 nuclei pada masing-masing, yaitu :

1. nucleus vestibularis lateralis, di bagian lateral medulla, dan didominasi oleh impuls-impuls dari

macula utricula,

2. nucleus vestibularis superior, diatas nucleus lateralis, pada sudut ventrikel keempat,

3. nucleus vestibularis medialis, menerima serabut-serabut afferen dari cristae canales

semicirculares,

4. nucleus vestibularis inferior, yang menerima serabut-serabut afferen dari cristae dan macula

saccula.

Nucleus superior dan medial juga menerima serabut-serabut afferen dari cerebelum.

Jalur sentral kedua

Serabut-seraut efferen dari nuclei vestibulares akan menuju :

1. tractus vestibulospinalis, dan kemudian ke medula spinalis dari nucleus lateralis. Nucleus ini

bertanggung jawab untuk refleks miopatik dan refleks tonus otot,

2. jaras longitudinal medial, menerima serabut-serabut dari nucleus superior dan beberapa dari

nucleus medial. Nucleus ini memberikan pengaruhnya pada otot-otot ekstrinsik mata

melalui nuclei saraf kranial III, IV, dan VI,

3. serebelum, dari nucleus inferior.

Jaras vestibular sentral ada yang menyilang dan ada yang tidak.

Nervus cochlearis (acusticus)

Serabut-serabut terminal saraf ini berakhir pada sel-sel rambut.

Ada dua tipe serabut saraf :

- tipe 1, sedikit granuler, afferen,

- tipe 2, kaya granuler, efferen.

Serabut-serabut ini melalui lamina spiralis ossea ke sel-sel bipolar dari ganglion yang

terletak dalam canalis tulang (canalis Rosenthal), yang berjalan spiral dari basis hingga apex

cochlea. Neuron-neuron perifer dari sel-sel ganglion disebarkan ke organ Corti.

Page 24: fisiologi telinga

Serabut-serabut saraf ini menembus membrana basiler melalui habenula perforata atau

foramina nervosa. Foramina ini terletak dalam labium tympani limbus spirale, dan merupakan

saluran-saluran kecil, lebar 1-3 æm dan panjang 1-2 æm, tersusun dalam baris spiral

berkesinambungan di bawah sel-sel rambut-dalam. Proksimal dari habenula, serabut-serabut ini

bermielin; distalnya tidak bermielin.

Beberapa serabut saraf berjalan langsung ke sel-sel rambut-dalam masing-masing serabut

menginervasi beberapa sel rambut dan masing-masing sel rambut diinervasi oleh beberapa serabut

saraf.

Serabut-serabut yang lainnya berjalan diantara pilar-pilar Corti-dalam, dengan arah radial

menyilang canalis Corti ke sel-sel rambut-luar. Di bawah sel-sel ini serabut-serabut tersebut

berjalan spiral, sehingga terbentuk 3 kelompok serabut-serabut spiral, satu dibawah masing-masing

sel rambut-luar. Masing-masing serabut radial berjalan ke 1/4 - 1/3 putaran cochlea. Dengan

demikian serabut-serabut saraf ini menginervasi banyak sel-sel rambut-luar, dan sel-sel rambut-luar

diinervasi oleh banyak serabut saraf.

Selain 25.000 atau lebih serabut afferen, juga ada 500 serabut efferen (sentrifugal) yang

berasal dari nucleus olivarius superior dan berjalan ke sel-sel rambut-luar. Serabut-serabut ini dari

jaras olivocochlearis Rasmussen, yang bergabung dengan saraf cochlearis melalui anastomosis

vestibulocochlearis (Oort).

Serabut-serabut efferen ini kehilangan selaput mielinnya saat menembus habenula perforata

dengan serabut-serabut afferen, dan keduanya akan membentuk jaras spirale; jaras spiral-dalam,

dibawah sel-sel rambut-dalam; dan jaras saluran spiral dalam canalis Corti yang mengarah ke sel-

sel rambut-luar.

Hubungan sentral nervus cochlearis

Ribuan dendrit yang meninggalkan ganglion spirale akan menyatu menyerupai seutas tali.

Setelah meninggalkan kanalis auditorius internus, n. cochlearis memasuki batang otak pada pinggir

atas medula oblongata, tepat di bawah pinggir bawah pons dan dekat pedunculus cerebelli inferior.

Saraf ini terletak lateral-inferior dari tempat masuk n. vestibularis saat ia memasuki batang

otak, serabut-serabut afferen n. cochlearis berakhir pada nukleus cochlearis pada sisi yang sama.

Dari nukleus ini, sebagian akan menyilang linea mediana. Sebagian serabut-serabut yang menyilang

ini akan memasuki lemniscus lateralis pada sisi yang berlawanan, sebagian lagi melalui nukleus

olivarius superior heterolateral/kontralateral. Serabut-serabut yang melalui lemniscus lateralis akan

berakhir pada colliculus inferior atau corpus geniculatum mediale (pusat pendengaran primer).

Sebagian serabut afferen akan berakhir pada nukleus olivarius superior homolateral, dan

kemudian melalui lemniscus lateralis homolateral ke colliculus inferior dan corpus geniculatum

Page 25: fisiologi telinga

mediale homolateral. Dengan demikian terdapat hubungan natara colliculus inferior dari kedua

sisi.

Setelah meninggalkan corpus geniculatum mediale, serabut-serabut tersebut menuju pusat

pendengaran yang lebih tinggi pada lobus temporale.

Serabut-serabut efferen berasal dari nukleus olivarius superior, 1/5 serabut-serabut tersebut

asalnya homolateral, dan sisanya heterolateral. Serabut-serabut efferen ini tampak berlekatan, pada

batang otak, dengan nukleus cochlearis; dan akan dokontrol oleh serabut-serabut descending dari

korteks serebri.

Nervus Facialis (N. cranial VII)

Saraf ini memasuki tulang temporal melalui meatus acusticus internus bersama dengan n.

auditorius, n. intermedius, a.v auditoria interna; semua organ-=organ ini dibungkus oleh

perpanjangan spatium subarachnoid dengan meningesnya.

Pada ekstremitas lateralis dari meatus auditorius/acusticus internus saraf ini berlanjut

dengan n. intermedius ke dalam kanalis fallopii tulang, yang berjalan di atas labirin, dipisahkan dari

fossa cranii media oleh selapis tulang yang sangat tipis.

Pars tympani (horizontal) dari saraf ini dimulai pada saat ia membelok ke posterior dari

ganglion geniculatum ke dalam dinding medial telinga tengah, dimana ia berjalan dalam kanalis

tulang tepat diatas promontorium dan pada lekukan foramen ovale, dan di bawah kanalis

semisirkularis horizontalis. Ujung anterior dari pars kanalis facialis ditandai oleh prosessus

cochleariformis dengan tonjolan tendo m. tensor tympani, dan dari sini saraf ini berjalan miring ke

bawah pada sudut 300 dari horizontal dan meneruskan diri ke belakang.

Pars mastoidea (vertikal) dari saraf ini dimulai pada eminentia pyramidalis untuk otot dan

tendo stapedius, dimana saraf ini membuat belokan kedua, ke bawah, menuju foramen

stylomastoideus. Di sini, saraf ini berada di posterior kavum timpani, pada ekstremitas posterior

dari sulcus tympanicus. Nervus facialis pars mastoidea ini terletak lebih kedalam, lebih dari 1,8 cm

dari permukaan luar mastoid pada orang dewasa.

Sepanjang prosessus brevis incudis saraf ini berada pada posisi normal, ahli bedah tidak

perlu kuatir tentang saraf ini saat melakukan facial “bridge” (dari dinding luar attic) pada operasi

radikal mastoidektomi, karena saraf ini terletak jauh dari incus.

Sutura timpanomastoid, pada dinding posterior tulang kanalis auditorius eksternus,

merupakan “landmark”/pertanda dari pars vertikal n. facialis, saraf ini terletak tepat di medial,

kadang-kadang sedikit posterior tapi tidak pernah anterior dari dinding tersebut.

Saraf facialis keluar dari foramen stylomastoideus. Muskulus digastrikus venter posterior

melekat pada sulcus digastrikus, pada permukaan dalam ujung mastoid, antara sel-sel “tip” (apikal)

Page 26: fisiologi telinga

superfisial dan profunda dari prosessus mastoideus. Sulkus ini merupakan pembimbing yang

sempurna bagi ahli bedah untuk menuju n. facialis, pada titik dimana ia keluar dari foramen, pada

ujung anterior sulkus.

Dari foramen stylomastoideus saraf ini berjalan ke depan, melewatilateral dari prosessus

stylomastoideus, dan memasuki galndula parotis. Di dalam glandula mulai terbagi, biasanya terbagi

menjadi rr. superior dan inferior, dan kemudian terbagi menjadi 6 cabang perifer. Cabang-cabang

ini berjalan ke depan diantara bagian superfisial glandula parotis dan ramus mandibula dan m.

maseter.

Nersud facialis mengandung :

1. Serabutserabut motoris, ke otot-otot ekspresi wajah, buccinator, stapedius, digastrikus, dan

stylohyoid.

2. Serabut-serabut sekretomotor parasimpatis, menuju glandula-glandula lakrimal dan nasal,

glandula-glandula submandibula dan sublingual.

3. Serabut-serabut pengecap (sensoris) dari daerah-daerah pengecapan pada palatum dan 2/3

anterior lidah.

Juga diduga ada serabut-serabut sensoris kutaneus dari telinga luar.

Serabut-serabut motoris memiliki badan sel di nukleus facialis pada pons. Nukleus ini

menerima serabut-serabut piramidal dari korteks motoris kontralateral, dan sedikit dari korteks

homolateral. Serabut-serabut dari traktus spinalis n. trigeminus dan serabut-serabut dari korpus

trapezoideum juga menggunakan nukleus ini. Serabut-serabut motoris meluas disekitar nukleus n.

kranialis VI (N. abducens) dan keluar dari batang otak pada pinggir bawah pons. Menyilangi sudut

cerebellopontin dengan arah lateral dan ke depan, saraf ini dekat sekali dengan 2 divisi n.

auditorius, n. intermedius dan di belakang a. cerebellaris anterior-inferior.

Serabut-serabut saraf parasimpatis berasal dari nukleus salivatorius superior dan

meninggalkan batang optak melalui n. intermedius. Pada ganglion geniculatum serabut- serabut ini

bercampur dengan serabut- serabut dari trunkus saraf motoris. Kedua jenis serabut- serabut tersebut

akan menginervasi glandula submandibula dan glandula sublingual melalui chorda tympani n.

facialis. Mereka akhirnya mencapai ganglion submandibulare melalui chorda dan n. lingualis.

Serabut- serabut motoris parasimpatis untuk glandula lakrimalis meninggalkan ganglion

geniculatum melalui n. petrosus superficialis major, dan mencapai tujuannya melalui n. vidianus, n.

maksilaris, dan cabang zygomatikusnya. Serabut- serabut sekretomotoris untuk mukosa hidung

meninggalkan n. facialis melalui jalur yang sama.

Serabut- serabut pengecapan dari 2/3 anterior lidah berjalan di dalam n. lingualis, dan

kemudian bergabung dengan n. facialis melalui chorda tympani. Setelah naik melalui n. facialis,

serabut- serabut pengecapan pergi ke badan selnya dalam ganglion geniculatum. Dari palatum

Page 27: fisiologi telinga

serabut- serabut pengecapan pertama-pertama mengikuti n. palatina, dan kemudian melalui

ganglion sphenopalatina major untuk mencapai ganglion geniculatum. Akson-akson sentral dari

semua serabut- serabut pengecapan ini berjalan di dalam n. intermedius menuju batang otak.

Tujuan akhirnya adalah traktus solitarius.

Cabang-cabang n. facialis dari atas ke bawah adalah :

1. N. petrosus superficialis major, pada ganglion geniculatum

2. Nervus ke stapedius, yang lewat ke atas depan, dari permulaan segmen vertikal n. facialis

3. Chorda tympani, mulainya sangat bervariasi, mungkin dari 1-2 mm di bawah n. stapedius

hingga foramen stylomastoideus atau bahkan lebih ke bawah. Chorda tympani dapat keluar

dari aspek anterior, lateral atau posterior dari trunkus saraf. Keragaman ini dapat

menyulitkan dalam operasi saraf bila chorda digunakan sebagai patokan untuk trunkus

utama.

4. Di bawah foramen stylomastoideus terdapat cabang-cabang menuju m. stylohyoid dan m.

digastricus, dan cabang post-auricular yang menuju m. occipitofrontal dan m. auricular

eksternus.

5. Cabang-cabang akhir saraf ini pada wajah ada 6 subdivisi utama ; (a) temporal; (b) zygomaticus

superior; (c) zygomaticus inferior; (d) buccal; (e) mandibula; (f) cervical. Kesemua ini

membentuk percabangan yang kompleks dan saling beranastomosis dimana terdapat hubungan

dengan cabang-cabang halus n. trigeminus. Juga ada cabang-cabang yang menyilang garis

tengah dan menginervasi sebagian kecil otot wajah sisi yang berlawanan.

Di dalam kanalis fallopii terdapat pembuluh darah yang memperdarahi saraf yang harus

mendapat perhatian khusus. Arteri stylomastoidea, cabang a. occipitalis, memasuki foramen dan

berjalan ke atas depan dan sedikit medial dari saraf, memberikan cabang-cabang pendek ke sekitar

dan ke dalam saraf. Pada ganglion geniculatum cabang petrosa dari a. meningea media memasuki

kanalis dan berjalan ke distal untuk beranastomosis dengan a. auditoria interna dan di fossa cranii

posterior dengan a. cerebellaris anterior inferior.

Pembuluh vena membentuk pleksus di sekeliling saraf, berjalan secara oblik, pertama antara

bungkus saraf dan sarafnya, kemudian menembus pembungkus saraf ke permukaan luar. Sejumlah

kecil vena menyertai chorda tympani dan meninggalkan kanal pada foramen stylomastoideus dan

genu. Saraf simpatis mengontrol tonus vasomotor melalui serabut simpatik servikal yang

disebarkan di sekitar cabang-cabang a. carotis eksterna.

Sepanjang kanalis fallopii, saraf facialis (dan 2 cabang infrageniculata-nya) dibungkus

dalam pembungkus fibrosa. Pembungkus ini terdiri dari :

1. lapisan periosteal keabu-abuan, licin dan kuat

2. daerah vaskular untuk arteri dan pleksus venosus, melekat pada jaringan ikat longgar

Page 28: fisiologi telinga

3. lapisan fibrosa yang berlubang-lubang oleh pembuluh darah dan pada permukaan dalamnya

kontak dengan jaringan ikat penunjang perineural.

Pada meatus auditorius internus, pembungkus saraf ini bersatu dengan dura menutupi saraf,

sedangkan pada foramen stylomastoideus pembungkus ini bersatu dengan periosteum dan dengan

lapisan facial disekitarnya yang menutupi m. digastricus, glandula parotis dan pembuluh darah

carotis.