Download pptx - Fisiologi Reproduksi Pria

Transcript

Fisiologi Reproduksi Pria

Fisiologi Reproduksi Pria121 0211 151Putra MahardikaSpermatogenesisPendahuluanTestis memiliki fungsi ganda ; menghasilkan sperma & mengeluarkan testosteron80% dari testis terdiri dari tubulus seminiferus, tempat berlangsungnya spermatogenesisSel Leydig (di jar. Interstisial tubulus) berfungsi menghasilkan testosteron, suatu prekursor kolestrolTestosteron lalu mengalir ke lumen tubulus seminiferus untuk memproduksi spermaUltrastruktur

SpermatogenesisSuatu proses kompleks dimana sel germinativum primordial yang relatif belum berdiferensiasi, spermatogonia (diploid (46k)), berproloferasi dan diubah menjadi spermatozoa (haploid (23k))Spermatogonium sperma matang dalam 64 hariSpermatogenesis menghasilkan beberapa ratus juta sperma per hariDidalam tubulus seminiferus terdapat 2 sel penting dalam spermatogenesis :Sel germinativumSel sertoliTahap tahapProliferasi mikotikMeiosisPengemasan / spermiogenesis

Proliferasi mikotikSpermatogonia di lapisan terluar tubulus terus bermitosis (46k) menjadi 2 anak sel :Sel yang tetap di tepi tubulus mempertahankan sel germinativumSel yang bergerak ke arah lumen menjadi spermaSel yang masuk ke lumen akan bermitosis 2x menghasilkan 4 spermatosit primer identikSetelah pembelahan mikotik terakhir, spermatosit primer masuk ke fase istirahat

MeiosisSetiap spermatosit primer (46k diploid) membentuk spermatosit sekunder (23k haploid) selama pembelahan meiosis pertamaLalu menghasilkan 4 spermatid (masing2 23k haploid) saat pembelahan meiosis keduaSetiap spermatid mengalami remodeling menjadi spermatozoaSetiap spermatogonium dapat menghasilkan 16 spermatozoa, namun biasanya beberapa sel dapat lenyap dalam berbagai tahap

Pengemasan / spermiogenesisSpermatozoa memiliki 4 bagian : kepala, akrosom, bag. tengah, ekorKepala nukleus (mengandung informasi genetik)Akrosom - vesikel berisi enzim yang menutup ujung kepala, sebagai bor enzim untuk menembus ovum- akrosom dibentuk oleh agregasi vesikel2 yang diproduksi oleh RE/golgi, sebelum organel ini disingkirkanEkor mobilitas sperma, berbentuk seperti cambukSampai pematangan lengkap, sel2 germinativum dihubungkan oleh jembatan sitoplasma, yang terbentuk karena pembelahan yang tidak sempurna, memungkinkan 4 sperma saling bertukar sitoplasma (X&Y)Tanpa adanya hubungan sitoplasma, semua germinativum haploidSpermatozoa

Fungsi sel sertoliTaut erat antara sel sertoli membentuk sawar darah testis mencegah bahan2 dalam darah masuk ke lumen tubulus seminiferusMemberi nutrien pada sel spermaFungsi fagositik menelan sitoplasma yang dikeluarkan dari spermatid selama proses remodelingMengeluarkan cairan tubulus seminiferus ke dalam lumen mendorong sperma dari tubulus ke dalam epididimisMemiliki protein pengikat androgen, sehingga kadar dalam lumen tubulus tetap tinggiTempat kerja untuk kontrol spermatogenesis oleh FSH dan testosteronSepanjang perkembangannya, sperma berhubungan erat dengan sel sertoli yang terdapat di tubulus seminiferusSel sertoli terletak berjajar dan membentuk suatu cincin yang terbentang dari permukaan luar tubulus ke lumenSperma yang sedang terbentuk berada diantara sel2 sertoliSitoplasma sel sertoli membungkus sel sperma yang bermigrasi sambil melakukan pembelahanKontrol fungsi testis

Testis dikontrol oleh 2 hormon gonadrotopik dari hipofisis anterior :Leutenizing hormone (LH)Folicle stimulating hormone (FSH)EpididimisSetelah diproduksi di tubulus seminiferus, sperma berpindah ke epididimis akibat terdorong oleh sekresi terus menerus cairan tubulus oleh sel sertoliFungsi epididimis :Mengeluarkan protein defensin pertahanan terhadap serangan mikroorganismePenguat motilitas sperma pematangan bagian ekor dan akrosomMemekatkan sperma menyerap sebagian cairan tubulus seminiferusProses pematangan ini dirangsang oleh testosteronSperma secara lambat didorong bergerak melewati epididimis ke duktus deferens oleh kontraksi ritmik otot polos di dinding saluran iniSperma dialirkan ke duktus deferen vesica seminalis uretra