Download pdf - bahan dapus 2

Transcript

29

LAPORANCOMMUNITY HEALTH ANALYSIS

Upaya Menurunkan Insidensi Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja Periode Januari 2011 Juni 2012

Pembimbingdr. Nendyah Roestijawati, MKK dr. Sugeng Rahadi

Disusun OlehI Gede Ketut Alit S.N G1A210111Laras Dyah PermaningtyasG1A211005

KEPANITERAAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITASILMU KESEHATAN MASYARAKATFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATANJURUSAN KEDOKTERANPURWOKERTO

2012LEMBAR PENGESAHAN

LAPORANCOMMUNITY HEALTH ANALYSISUpaya Menurunkan Insidensi Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja Periode Januari 2011 Juni 2012

Disusun untuk memenuhi sebagian syarat dari Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kesehatan MasyarakatJurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu KesehatanUniversitas Jenderal Soedirman

Disusun OlehI Gede Ketut Alit S.N G1A210111Laras Dyah PermaningtyasG1A211005

Telah dipresentasikan dan disetujuiTanggal ....................................

Preseptor Lapangan

dr. Sugeng RahadiNIP.19601028.198912.1.001Preseptor Fakultas

dr. Nendyah Roestijawati, MKKNIP. 19701110.200801.2.026

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangTB Paru ialah suatu penyakit infeksi kronik jaringan paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosae. Sebagian besar basil Mycobacterium tuberculosae masuk ke dalam jaringan paru melalui airborne infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai fokus primer dari Ghon (CDC, 2008). Hampir 10 tahun lamanya Indonesia menempati urutan ketiga sedunia dalam hal jumlah penderita Tuberkulosis (TB). Pada tahun 2012, mengalami penurunan peringkat ke peringkat V dan masuk dalam Milestone atau pencapaian kinerja satu tahun kementerian kesehatan (PPTI,2012). Berdasarkan data badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2007 menyatakan jumlah penderita TB di Indonesia sekitar 528.000 orang atau berada di posisi tiga dunia setelah India dan China. Laporan WHO tahun 2009 mencatat peringkat Indonesia menurun ke posisi V dengan jumlah penderita TB sebesar 429.000 orang. Lima Negara dengan jumlah terbesar kasus insiden pada tahun 2009 adalah India, China, Afrika Selatan, Nigeria dan Indonesia (WHO, 2009). Pada Global Report WHO 2008 didapatkan data TB di Indonesia total seluruh kasus TB tahun 2007 sebanyak 294.731 kasus, dimana 169. 213 adalah kasus TB baru BTA(+), 108.616 adalah kasus TB BTA(-), 11.215 adalah kasus TB ekstra paru, 3709 adalah kasus TB kambuh dan 1978 adalah kasus pengobatan ulang diluar kasus kambuh (re-treatment, exc. Relaps) (PPTI,2012) Sementara itu untuk keberhasilan pengobatan dari tahun 2003 sampai tahun 2008 (dalam persen), tahun 2003, 87%, tahun 2004 90%, tahun 2005-2008 semuanya sama 91% (Depkes, 2009). Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di New York pada Panti penampungan orang-orang gelandangan menunjukkan bahwa kemungkinan mendapat infeksi tuberkulosis aktif meningkat secara bermakna sesuai dengan umur, status gizi dan perilaku kesehatan yang buruk. Insiden tertinggi tuberkulosis paru biasanya mengenai usia dewasa muda. Di Indonesia diperkirakan 75% penderita TB Paru adalah kelompok usia produktif yaitu 15-50 tahun (Depkes, 2009).

B. Tujuan1) Tujuan UmumMengupayakan menurunkan insidensi TB Paru di wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja.2) Tujuan KhususA. Manganalisis permasalahan kesehatan komunitas yang terjadi di kecamatan I Sokaraja, khususnya wilayah cakupan Puskesmas 1 Sokaraja difokuskan pada prioritas permasalahan yang telah ditentukan. B. Mencari hubungan faktor risiko dari prioritas permasalahan tersebut yang terjadi pada periode dilakuknannya Analisis Kesehatan Komunitas. C. Mencari alternatif pemecahan permasalahan yang telah diprioritaskanD. Melakukan intervensi terhadap permasalahan yang telah diprioritaskan sehingga diharapkan dapat memberikan promosi kesehatan yang lebih baik untuk menurunkan kejadian permasalahan di wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja.

C. Manfaat1) Manfaat PraktisA. Memberikan informasi pada warga masyarakat di wilayah Puskesmas 1 Sokaraja tentang prioritas masalah yang telah ditentukan B. Membantu Puskesmas dalam menjalankan salah satu dari enam program pokok yang ada ke masyarakat terutama di bidang promosi kesehatan.2) Manfaat TeoritisMenjadi dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang permasalahan kesehatan yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja.

BAB IIANALISIS SITUASI

A. Kecamatan I Sokaraja1. Keadaan Geografi Kecamatan I SokarajaPuskesmas 1 Sokaraja berada di wilayah Kecamatan I Sokaraja. Wilayah Puskesmas 1 Sokaraja meliputi 10 desa dari sejumlah 18 desa yang ada di kecamatan I Sokaraja. Luas wilayah Kecamatan I Sokaraja 29,92 Km2. Puskesmas ini merupakan salah satu puskesmas yang letaknya sangat strategis di tengah Kabupaten Banyumas serta dekat dengan Ibu Kota Kabupaten Banyumas yakni Purwokerto. Wilayah Kecamatan I Sokaraja dibatasi oleh :Sebelah Utara: KembaranSebelah Selatan: Kecamatan KalibagorSebelah Timur: Kabupaten PurbalinggaSebelah Barat: Kecamatan Purwokerto TimurPenggunaan lahan di wilayah Kecamatan I Sokaraja dapat dirinci sebagai berikut :Tanah sawah: 3.129,871 HaTanah pekarangan: 1.317,227 HaTanah perkebunan: 733.752 HaKolam: 28.484 HaLain-lain: 73 Ha2. Keadaan Demografia. Pertumbuhan PendudukBerdasarkan data dari kecamatan I Sokaraja pada akhir tahun 2011, jumlah penduduk di wilayah Puskesmas I Sokaraja sebanyak 52.174 jiwa yang terdiri dari 26.141 laki-laki (50,1%) dan 26.033 perempuan (49,9%) tergabung dalam 14,464 rumah tangga / KK.Jumlah penduduk tertinggi di Desa Kulon sebesar 8.305 jiwa sedangkan terendah di Desa Karang Kedawung sebesar 2.716 jiwa.b. Jumlah Penduduk Menurut Golongan UmurJumlah penduduk di wilayah Puskesmas I Sokaraja berdasarkan golongan umur dan jenis kelamin pada tahun 2011 dapat dilihat pada tabel berikut :Tabel 2.1. Jumlah Penduduk Menurut Golongan Umur Di Wilayah Puskesmas I I Sokaraja Tahun 2011NoGolongan UmurJumlah PendudukJumlah

Laki-lakiPerempuan

10-4124714192666

25-9192920523981

310-14192019183838

415-19215022634413

520-24225523854640

625-29231522934508

730-34237822444622

835-39212321334256

940-44185318663719

1045-49184717813628

1150-54137813832761

1250-54142713222749

1360-64129710972394

1465-698677781645

1570-746665661232

16 75+ 489 533 1022

Jika dilihat dari jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur pada tabel di atas, maka jumlah penduduk dalam kelompok umur 20-24 tahun adalah tertinggi yaitu sebesar 4640 jiwa atau sebesar 8,9%.c. Kepadatan PendudukPenduduk di wilayah Puskesmas I Sokaraja adalah bervariasi kepadatannya. Desa terpadat penduduknya adalah Desa Wiradadi dengan tingkat kepadatan sebesar 6.792 jiwa setiap kilometer persegi, sedangkan yang tingkat kepadatannya paling rendah adalah Desa Karang Kedawung yaitu sebesar 1.676 jiwa setiap kilometer persegi.d. Tingkat pendidikanData pendidikan penduduk di Wilayah Puskesmas I Sokaraja dapat dilihat pada tabel 2.Tabel 2.2 data pendidikan penduduk Puskesmas I Sokaraja tahun 2012 (10 tahun ke atas)NoJenis PendidikanDesa

01020304050607080910

1Tidak Sekolah

2Belum Tamat SD56528801959231313841169133277111131073

3Tamat SD/MI9131966125015448851183235714521425978

4Tamat SMP/MTS35079937839830611481347859784515

5Tamat SMU/SLTA6395463532583051271142710747969335

6Diploma9951331429145137889094

7Universitas8155511632146142998945

Berdasarkan data yang ada di kecamatan Sokaraja, jumlah penduduk yang berusia 10 tahun ke atas mengikuti pendidikan di Wilayah Kecamatan I Sokaraja yang termasuk wilayah kerja Puskesmas I Sokaraja sebanyak 44.780 orang; meliputi penduduk yang tamat SD sebanyak 14.603 (31,61 %), yang tamat SMP sebanyak 6.884 (15,37%), sedang yang tamat SMU sebanyak 7.004 (15,64%) tingkat perguruan tinggi sebanyak 1.538 (3.43%) sedangkan yang tidak atau belum tamat SD adalah 14.751 (32,94%).3. Situasi Derajat KesehatanSebagai salah satu cara mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan diperlukan indikator, antara lain Indikator Indonesia Sehat dan indikator kinerja Standar Pelayanan Minimal di bidang kesehatan. Berikut akan dibahas dan diuraikan menurut indikator-indikator seperti diatas:a. Indikator Indonesia Sehat 1) Mortalitasa) Angka kematian BayiJumlah bayi lahir mati di wilayah Puskesmas I Sokaraja pada tahun 2011 = 9, terdiri dari bayi laki-laki dan 4 bayi perempuan (angka lahir mati = 7,3) sedangkan jumlah lahir mati pada tahun 2010 = 1, ini berarti terjadi kenaikan, sedangkan target IS 2010 sebesar 40 per 1.000 kelahiran hidup. Jumlah bayi lahir hidup pada tahun 2011 sebanyak 1224 bayi. Sedangkan jumlah lahir hidup pada tahun 2010 sebanyak 951 bayi ini berarti terjadi kenaikan angka kelahiran sebanyak 273 bayi.b) Angka kematian Ibu melahirkan maternalJumlah angka kematian ibu melahirkan maternal di wilayah Puskesmas I Sokaraja Tahun 2011 sebanyak 0 orang atau sebesar 0 % dan pada tahun 2010 tidak ada kematian ibu melahirkan. c) Kejadian Kecelakaan Lalu LintasPada tahun 2011 di wilayah Puskesmas I Sokaraja kecelakaan yang ada sebanyak 16 orang.2) Morbiditasa) Diare Jumlah kasus diare yang ditemukan di wilayah Puskesmas 1 Sokaraja pada tahun 2011 sebanyak 1059 kasus. Angka kejadian tertinggi berasal dari Desa Karang Nanas yaitu sebanyak 220 kasus lalu diikuti oleh desa I Sokaraja Wetan dan desa Wiradadi masing-masing sebanyak 99 kasus dan 96 kasus. Kejadian diare pada wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja banyak terjadi pada balita dengan presentase sebesar 41,76 % dari seluruh kejadian.b) ISPAJumlah kasus ISPA yang ditemukan di wilayah Puskesmas 1 Sokaraja pada tahun 2011 sebanyak 5917 kasus. Angka kejadian tertinggi berasal dari Desa Karang Nanas.c) DBDJumlah kasus DBD yang ditemukan di wilayah Puskesmas I Sokaraja sebanyak 22 kasus atau sebesar 10,69 per 100.000 penduduk sedangkan pada tahun 2009 kasus DBD yang ditemukan di wilayah Puskesmas I Sokaraja adalah sebanyak 73 kasus, dan pada ahun 2011 sebanyak 20 kasus, dengan demikian maka terjadi penurunnan kasus.i. Penderita DBD yang ditanganiJumlah penderita DBD yang ditangani di wilayah Puskesmas I Sokaraja adalah sebanyak 22 kasus atau sebesar 100%. Target IS 2010 adalah 100%ii. Angka kematian DBD/CFRKematian karEna DBD di wilayah Puskesmas I Sokaraja adalah 0, sedangkan target IS 2010 adalah 0%.d) Malariai. Malaria positifTidak ditemukan kasus malaria posotif di wilayah Puskesmas I Sokaraja tahun 2010 dan tahun 2011. Sedangkan kasus malaria positif tahun 2009 adalah sebanyak 1 kasus. Dengan demikian terjadi penurunan kasus.ii. Malaria klinisTidak ditemukan kasus malaria klinis pada tahun 2010 dan 2011. Sedangkan jumlah kasus malaria klinis yang ditemukan di wilayah Puskesmas I Sokaraja pada tahun 2009 adalah sebanyak 8 kasus atau sebesar 16 per 100.000 penduuduk. Sedangkan pada tahun 2008 adalah sebanyak 6 kasus.iii. Penderita malaria yanng diobatiJika ada kasus malaria maka akan diobati secara tuntas.e) TB ParuJumlah kasus penderita TB paru Positif di wilayah Puskesmas I Sokaraja pada tahun 2011 sebanyak 81 kasus. Sedangkan jumlah kasus penderita TB paru pada tahun 2010 adalah sebanyak 47 kasus. Dengan demikian terjadi peningkatan penemuan kasus TB. Adapun target perkiraan jumlah penderita TB paru BTA postif yaitu sebanyak 115/100.000 x 49,594 = 56 kasus. Pada angka kejadian di wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja didapatkan angka sesuai laporan bulanan TB adalah sebanyak 47 kasus / 40.000 penduduk artinya terjadi angka kejadian yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan jumlah penderita TB sesuai petunjuk Departemen Kesehatan. Pada periode Januari 2011 sampai Juni 2012 didapatkan angka kejadian TB Paru adalah sebesar 140 kasus dari 10 desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas I Sokaraja. Desa terbanyak yang menyumbang angka penyakit TB Paru tertinggi adalah Desa Karang Nanas yang berjumlah 29 kasus dengan 14 kasus TB Paru pada dewasa dan 15 kasus TB Paru pada anak (