Click here to load reader

Zaman Prasejarah Sundaland

  • View
    75

  • Download
    17

Embed Size (px)

DESCRIPTION

atalantis

Text of Zaman Prasejarah Sundaland

  • Populasi Sundaland, 60 ribu tahun lalu

    Prasejarah Sundaland 60.000 t.y.l.

    Tempat asal-muasal peradaban manusia, yang dikenal dengan sebutan benuaATLANTIS, kemungkinan besar adalah kawasan dataran rendah di kepulauanAsia Tenggara, yang saat ini sebagian besar dataran tersebut telah tenggelamdan berada di bawah laut sejak ribuan tahun yang lalu (lebih tepatnya tenggelamakibat kenaikan permukaan air laut).

    Setidaknya ada tiga paper menarik yang terbit awal tahun ini berkaitan dengansejarah populasi Indonesia. Walaupun data yang diungkap hanya parsial, namundata-data tersebut bisa melengkapi puzzles yang selama ini belum muncul,sehingga big picture-nya menjadi lebih jelas.

    Paper pertama adalah penelitian Gomes et al. (2015) yang mengkaji sebaranmtDNA haplogroup P di Sunda dan Sahul dengan fokus pada populasi Timor-Leste. Dari penelitian ini kita dapat mengetahui sebaran mtDNA haplogroup P diWallacea dan Sahul serta Filipina.

    Paper kedua adalah penelitian Karmin et al. (2015) yang mengkaji bottleneckgaris keturunan pria (y-DNA) di era Holosen, termasuk terdeteksinya subcladebaru y-DNA haplogroup C (C7 dan C9) pada populasi Dayak Borneo selatan dantimur.

    Dan yang terakhir adalah ilmuwan asal negeri sendiri, Pradiptajati Kusuma et al.(2015), yang menganalisis mtDNA dan y-DNA populasi orang laut asal Indonesiadalam konteks pendudukan Madagascar, yang sedikitnya memberi gambaran

  • tentang beberapa mtDNA dan y-DNA terbaru dari populasi Dayak dan orang lautNusantara.

    Ketiga paper ini menarik dalam konteks mencari struktur populasi pertama Sundadan Sahul, khususnya era Plestosen Sundaland. Big picture yang dimaksud diatas adalah bahwa Sundaland pertama kali dihuni oleh populasi yang terkaitdengan populasi Negrito yang saat ini menyebar di Semenanjung Malaysia,Thailand, dan daratan Indocina, serta kemungkinan sisa-sisa populasi Negritotersebut terdeteksi di Sumatra, Borneo dan Jawa.

    Lalu di mana posisi populasi yang mendiami Sahul? Sepertinya, populasi yangbergerak ke arah timur adalah keturunan dari populasi Negrito yang lebih dulumendiami Sundaland ribuan tahun. Setidaknya itulah gambaran umum yangdiungkap oleh penanda genetik garis keturunan manusia (mtDNA dan y-DNA).

    Peta sebaran mtDNA khusus Australasia digambarkan lebih jelas oleh ToomasKivisild (2015), juga pernah dikaji Mannis van Oven (2010) dan disempurnakanoleh usulan Kong et al. (2010)

    tentang beberapa mtDNA dan y-DNA terbaru dari populasi Dayak dan orang lautNusantara.

    Ketiga paper ini menarik dalam konteks mencari struktur populasi pertama Sundadan Sahul, khususnya era Plestosen Sundaland. Big picture yang dimaksud diatas adalah bahwa Sundaland pertama kali dihuni oleh populasi yang terkaitdengan populasi Negrito yang saat ini menyebar di Semenanjung Malaysia,Thailand, dan daratan Indocina, serta kemungkinan sisa-sisa populasi Negritotersebut terdeteksi di Sumatra, Borneo dan Jawa.

    Lalu di mana posisi populasi yang mendiami Sahul? Sepertinya, populasi yangbergerak ke arah timur adalah keturunan dari populasi Negrito yang lebih dulumendiami Sundaland ribuan tahun. Setidaknya itulah gambaran umum yangdiungkap oleh penanda genetik garis keturunan manusia (mtDNA dan y-DNA).

    Peta sebaran mtDNA khusus Australasia digambarkan lebih jelas oleh ToomasKivisild (2015), juga pernah dikaji Mannis van Oven (2010) dan disempurnakanoleh usulan Kong et al. (2010)

    tentang beberapa mtDNA dan y-DNA terbaru dari populasi Dayak dan orang lautNusantara.

    Ketiga paper ini menarik dalam konteks mencari struktur populasi pertama Sundadan Sahul, khususnya era Plestosen Sundaland. Big picture yang dimaksud diatas adalah bahwa Sundaland pertama kali dihuni oleh populasi yang terkaitdengan populasi Negrito yang saat ini menyebar di Semenanjung Malaysia,Thailand, dan daratan Indocina, serta kemungkinan sisa-sisa populasi Negritotersebut terdeteksi di Sumatra, Borneo dan Jawa.

    Lalu di mana posisi populasi yang mendiami Sahul? Sepertinya, populasi yangbergerak ke arah timur adalah keturunan dari populasi Negrito yang lebih dulumendiami Sundaland ribuan tahun. Setidaknya itulah gambaran umum yangdiungkap oleh penanda genetik garis keturunan manusia (mtDNA dan y-DNA).

    Peta sebaran mtDNA khusus Australasia digambarkan lebih jelas oleh ToomasKivisild (2015), juga pernah dikaji Mannis van Oven (2010) dan disempurnakanoleh usulan Kong et al. (2010)

  • Maternal ancestry Toomas Kisivild (2015)

    Australasian mtDNA by Kong et al. (2010)

    Pemahaman populasi Sundaland yang lebih luas dan kredibel bisa kita dapat jikakita mengetahui populasi awal dengan kebudayaan, bahasa, DNA, dan lingkunganekologisnya. Kunci pemahaman tersebut ada pada siapa orang pribumi (OrangAsli), yang sering disebut dengan Negrito, yang saat ini sebagian masihmenghuni Semenanjung Melayu (yang dulunya bagian dari Sundaland).

    Bayangkan, sekitar 70,000-45,000 tahun yang lalu, sekelompok kecil manusiaprasejarah pemburu-pemulung, diam-diam berjalan di bawah hutan kerangasdengan pepohonan tinggi, rimbun, luas menghijau, tak terputus. Merekamenyusuri sungai-sungai purba Sundaland, melewati lautan lumut hijau, pakis,tanaman rotan berduri yang merambat tinggi, ephipytes yang menempel dipepohonan, dan riam daun yang tampaknya tak berujung dengan berbagai ukurandan jenis. Mereka menyusuri hutan, melangkah sekitar banir kayu kerasmenjulang besar, mata mereka memindai ke bawah untuk mengamati jejak-jejaktersembunyi dalam semak belukar, untuk mencari daun tanaman yang dapatdimakan atau obat, dan menikmati indahnya pemandangan di depan mereka,seperti binatang arboreal yang sering bergelantungan di ranting-rantingpepohonan, berpesta buah. Telinga mereka juga sangat terlatih mendengarkantanda-tanda gangguan alam, mencari di mana lokasi binatang-binatang besarseperti babi, rusa, dan sapi liar. Di antara mereka mungkin hanya terdengar suaraobrolan ringan tentang lingkungan yang baru mereka temukan, layaknya obrolanpemburu tentang peralatan mencari makan seperti tombak, pisau dan tongkatpenggali, terbuat dari kayu, bambu dan rotan.

  • Lalu, siapakah Orang Asli ini dan apa yang mereka lakukan di hutan tropisPleistocene Sundaland?

    Manusia prasejarah pertama kali hadir di Semenanjung Melayu ketika permukaanlaut surut di era Pleistosen, dan paparan dasar laut bagian barat Asia Tenggaramulai terekspos. Paparan ini dikenal dengan paparan Sunda, atau Sundaland,membentang ke arah timur dari Kalimantan sampai Bali, ke arah utara dariPalawan di Filipina dan Vietnam di Indochina, sampai Jawa di bagian selatan.

    Populasi yang pertama kali mendiami Sundaland menyebar ke segala penjuru,awalnya mereka kembali ke utara dan juga bergerak ke pesisir timur benua,mengeksplorasi, kemudian mendiami berbagai tempat yang dianggap nyaman danaman. Menjelajahi Sundaland kemungkinan tidak akan memakan waktu lebih dariseribu tahun.

    Sebagai pembanding, untuk sampai ke ujung selatan benua Amerika, manusiamemerlukan waktu beberapa ribu tahun dengan jalan kaki atau dengan perahu.Jarak dari Alaska sampai ujung selatan kira-kira lima kali jarak Bangkok ke Bali.Karena Sundaland tidak memiliki gunung atau gurun, maka tidak akan sesulitmengarungi dataran rendah Sundaland. Mereka yang bergerak ke arah Indocinaatau Palawan akan menyusuri dataran rendah tersebut. Beberapa dari mereka jugaakan melintasi dataran rendah yang sekarang menjadi Laut Jawa. Jika pusatnya diantara Jawa dan Sumatra, maka ketika beberapa area Sundaland mulai menjadilaut dangkal, sebaran mereka tidak akan jauh dari tanah air mereka, misalnyaSemenanjung Melayu, Jawa, Sumatra, Borneo dan Bali.

    Bukti arkeologi adanya hunian di Semenanjung Melayu ditemukan di KotaTampan, di bagian utara Malaysia, diperkirakan berumur 40.000 sampai 75.000tahun, yaitu dengan ditemukannya alat-alat dari batu. Fosil Tam Pa Ling di Laosberumur 45.000 sampai 63.000 tahun, merupakan fosil manusia modern tertua diAsia Tenggara. Kemudian, alat batu juga ditemukan di gua Lang Rongrien, diThailand selatan, diperkirakan berumur 43.000 tahun. Temuan artefak di GuaNiah, Serawak berumur 46.000 tahun menambah bukti bahwa manusia moderntelah menghuni Sundaland sebelum mereka migrasi ke Australia. Gua Tabon diPalawan ditemukan bukti hunian manusia modern berupa deposit berumur 37.000sampai 58.000 tahun.

    Di luar Sundaland, potongan peralatan yang memungkinkan manusiamenyeberang dari Wallacea ke Sahul ditemukan berumur 42.000 tahun, di Timor.Temuan lukisan dinding di Leang Timpuseng membuktikan bahwa manusia sudahmencapai Sulawesi Selatan 40.000 tahun yang lalu. Dari mana manusia tersebut?Mungkinkah mereka dalam perjalanan menuju Sahul?

    Berdasarkan data genetik, yang diwakili salah satunya oleh mitokondrial DNA(mtDNA; diturunkan oleh ibu kepada anak-anaknya), menunjukkan bahwapopulasi di Semenanjung Melayu dan sekitarnya memiliki diversitas yang tinggi.

  • Keberadaan garis keturunan maternal yang cukup tua pada populasi Orang Asli,menunjukkan bahwa sejarah hunian manusia di Semenanjung Melayu lebih lamadibanding daerah di sebelah utara atau timur semenanjung. Penanda basal genetikdi Asia Tenggara juga ditunjukkan oleh perbedaan keragaman di sebagian besarDNA (nucleus DNA) pada populasi Orang Asli. Mereka ini juga bisa dibilangyang pernah menghuni Sundaland. Mereka menyebar dan menjelajah wilayahyang sebagian besar hutan tropis ini, mulai dari seantero Sumatra, dari Borneosampai Bali, dan dari Palawan sampai Jawa.

    Jaman es berlangsung dari 100.000 sampai 10.000 tahun yang lalu di luar daerahtropis. Hal ini menjadikan area tropis Sundaland sebagai area paling ideal sebagaitempat tinggal dengan iklimnya yang sejuk bagi tumbuhan, hewan, dan manusia.

    Jaman es terjadi dalam dua fase, fase pertama berlangsung dari 57.000 sampai28.000 tahun yang lalu, diikuti periode singkat yang stabil, dan puncaknya yangdikenal dengan Last Glacial Maximum (LGM)

Search related