of 25 /25
1. Bagaimana efek jangka panjang pada penyakit skizofrenia ? Jawab : a. Aktifitas hidup sehari-hari Klien tidak mampu melakukan fungsi dasar secara mandiri, misalnya kebersihan diri, penampila dan sosialisasi. b. Hubungan interpersonal Klien digambarkan sebagai individu yang apatis, menarik diri, terisolasi dari teman-teman dan keluarga. Keadaan ini merupakan proses adaptasi klien terhadap lingkungan kehidupan yang kaku dan stimulus yang kurang. c. Sumber koping Isolasi social, kurangnya system pendukung dan adanya gangguan fungsi pada klien, menyebabkan kurangnya kesempatan menggunakan koping untuk menghadapi stress. d. Harga diri rendah Klien menganggap dirinya tidak mampu untuk mengatasi kekurangannya, tidak ingin melakukan sesuatu untuk menghindari kegagalan (takut gagal) dan tidak berani mencapai sukses. e. Kekuatan Kekuatan adalah kemampuan, ketrampilan aatau interes yang dimiliki dan pernah digunakan klien pada waktu yang lalu. f. Motivasi Klien mempunyai pengalaman gagal yang berulang. g. Kebutuhan terapi yang lama Klien disebut gangguan jiwa kronis jika ia dirawat di rumah sakit satu periode selama 6 bulan terus menerus dalam 5 tahun tau 2 kali lebih dirawat di rumah sakit dalam 1 tahun. 2. Apa gejala positif dan negative dari skizofrenia ?

Yanita Lbm 4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

askep skizoprenia

Citation preview

1. Bagaimana efek jangka panjang pada penyakit skizofrenia ?Jawab :a. Aktifitas hidup sehari-hariKlien tidak mampu melakukan fungsi dasar secara mandiri, misalnya kebersihan diri, penampila dan sosialisasi.b. Hubungan interpersonalKlien digambarkan sebagai individu yang apatis, menarik diri, terisolasi dari teman-teman dan keluarga. Keadaan ini merupakan proses adaptasi klien terhadap lingkungan kehidupan yang kaku dan stimulus yang kurang.c. Sumber kopingIsolasi social, kurangnya system pendukung dan adanya gangguan fungsi pada klien, menyebabkan kurangnya kesempatan menggunakan koping untuk menghadapi stress.d. Harga diri rendahKlien menganggap dirinya tidak mampu untuk mengatasi kekurangannya, tidak ingin melakukan sesuatu untuk menghindari kegagalan (takut gagal) dan tidak berani mencapai sukses.e. KekuatanKekuatan adalah kemampuan, ketrampilan aatau interes yang dimiliki dan pernah digunakan klien pada waktu yang lalu.f. MotivasiKlien mempunyai pengalaman gagal yang berulang.g. Kebutuhan terapi yang lamaKlien disebut gangguan jiwa kronis jika ia dirawat di rumah sakit satu periode selama 6 bulan terus menerus dalam 5 tahun tau 2 kali lebih dirawat di rumah sakit dalam 1 tahun.

2. Apa gejala positif dan negative dari skizofrenia ?Jawab :a. Gejala NegatifGejala negatif skizofrenia menggambarkan hilangnya sifat dan kemampuan tertentu yang biasanya ada dalam diri orang yang normal. Sedangkan gejala positif menggambarkan tanda-tanda psikotik yang muncul dalam diri seseorang akibat menderita skizofrenia.Gejala negatif skizofrenia biasanya sudah muncul beberapa tahun sebelum penderitanya mengalami episode akut pertama dari kondisi tersebut. Gejala negatif berkembang secara bertahap atau perlahan-lahan, hingga akhirnya menjadi semakin memburuk. Gejala negatif bisa berupa : Rasa enggan untuk bersosialisasi dan tidak nyaman berada dekat dengan orang lain sehingga lebih memilih untuk berdiam di rumah. Kehilangan konsentrasi. Pola tidur yang berubah. Kehilangan minat dan motivasi baik dalam menjalin hubungan dengan orang lain maupun dalam hidup secara keseluruhan.

Ketika penderita sedang mengalami gejala negatif, dia akan terlihat apatis dan datar secara emosi. Karena tidak sadar atau tidak tahu mengenai gejala negatif skizofrenia ini, kadang-kadang orang lain bisa menyalahartikan itu sebagai sikap malas atau tidak sopan. Mereka juga menjadi tidak peduli terhadap penampilan dan kebersihan diri mereka serta semakin menarik diri dari sosial. Karena itu gejala negatif skizofrenia bisa menjadi pemicu rusaknya hubungan penderita dengan keluarganya atau pun dengan teman-temannya.

b. Gejala positif Halusinasi. Terjadi pada saat panca indera seseorang terangsang oleh sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Fenomena halusinasi terasa sangat nyata bagi si penderita. Delusi. Yaitu kepercayaan kuat yang tidak didasari logika atau kenyataan yang sebenarnya. Pikiran kacau dan perubahan perilaku. Penderita sulit berkonsentrasi dan pikirannya seperti melayang-layang tidak tentu arah sehingga kata-kata mereka menjadi membingungkan. Penderita juga bisa merasa kehilangan kendali atas pikirannya sendiri. Perilaku penderita skizofrenia juga menjadi tidak terduga dan bahkan di luar norma. Misalnya, mereka menjadi sangat gelisah atau mulai berteriak dan memaki tanpa alasan.Penting untuk mengenali gejala-gejala skizofrenia seperti di atas. Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke dokter. Makin dini skizofrenia ditangani, peluang sembuhnya akan makin besar.

3. Bagaimana mencegah kekambuhan skizoprenia ?Jawab :Karena kekambuhan lebih mungkin terjadi jika obat antipsikotik dihentikan atau tidak digunakan secara rutin, maka sangat penting bagi orang dengan skizofrenia untuk sepakat dengan dokter mereka dan keluarga mengenai rencana terapi dan pencegahan kekambuhan yang cocok untuk mereka. Hal ini penting untuk mendapatkan dukungan supaya individu dapat meneruskan rencana yang disepakati nantinya. Jika menggunakan obat minum, penting untuk menggunakan obat yang diresepkan pada dosis yang tepat dan waktu yang tepat setiap hari, menghadiri pertemuan di klinik dan mengikuti prosedur perawatan lainnya dengan cermat. Jika menggunakan suntikan kerja panjang, penting untuk menghadiri pertemuan di klinik sehingga obat digunakan pada waktu yang tepat setiap bulan.Meski mungkin hal ini sulit, ada strategi dan terapi yang dapat sangat meningkatkan hasil untuk menuju kualitas hidup yang lebih baik. Selama kekambuhan orang suka menyendiri, memiliki perasaan melambung dan merasa kalau orang di sekitar mereka tidak mampu memahami apa yang sedang terjadi. Kemampuan seseorang untuk membedakan ide tentang realitas antara mereka dan orang lain juga mungkin berkurang. Orang mengetahui ketika mereka menjadi sakit lagi - tapi tidak selalu mampu berbuat sesuatu. Teman dan kerabat sering dapat membantu dalam memperhatikan tanda peringatan awal kekambuhan. Beberapa contoh dari tanda ini mungkin berupa kurang tidur, kurang makan, menjadi lebih gugup, cemas atau lebih 'waspada', tidak mampu bangun atau tidak mampu berkonsentrasi sebaik biasanya. Jika gejala ini dapat ditangani dari awal sangat mungkin bahwa orang tersebut akan membaik lebih cepat dan bisa melanjutkan hidup mereka.

4. Dapatkah skizofrenia disembuhkan ?Jawab :Saat ini, skizofrenia tidak mungkin untuk disembuhkan secara permanen. Namun, terapi saat ini memungkinkan pasien untuk dapat mengendalikan gejala dan membantu pasien untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Terapi skizofrenia mungkin diperlukan untuk jangka panjang dan bahkan mungkin untuk seumur hidup.

5. Apakah orang yang menderita skizofrenia dapat hidup normal di masyarakat ?Jawab :Skizofrenia dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang. Gejala psikotik dari skizofrenia dan gangguan yang dapat mereka akibatkan pada kehidupan sehari-hari individu adalah jelas, tetapi sering kesehatan fisik mereka juga dapat terpengaruh. Tujuan terapi dan pemulihan adalah untuk mengurangi atau menghentikan gejala sehingga memungkinkan individu untuk terlibat dalam kegiatan sehari-hari dan mengurangi jumlah kekambuhan. Dengan bantuan obat antipsikotik dan terapi lainnya, gejala skizofrenia seringkali dapat diatasi sedemikian rupa sehingga akan memungkinkan orang dengan skizofrenia untuk kembali ke aktivitas sehari-hari mereka. Ada banyak langkah yang bisa diambil oleh orang dengan skizofrenia untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

6. Bagaimana dukungan yang bisa diberikan keluarga kepada klien dengan skizofrenia ?Jawab :Dukungan anggota keluarga sangat penting bagi orang dengan skizofrenia karena dukungan keuangan, emosional dan sosial yang dapat mereka berikan. Ini bisa berupa bantuan praktis dalam kegiatan rumah tangga seperti membersihkan, memasak dan kebersihan pribadi, menemani mereka ke dokter atau memotivasi mereka untuk melanjutkan terapi mereka sesuai dengan yang sudah diresepkan. Dengan terus berobat dan mengunjungi dokter secara teratur, pasien dapat mengontrol banyak gejala psikotik sehingga dapat melanjutkan kehidupan sehari-hari normal mereka.Pasien dengan skizofrenia yang memiliki dukungan keluarga sering mendapatkan keterampilan hidup (berfungsi) yang lebih baik dibandingkan mereka yang terisolasi. Bahkan mereka yang hidup sendiri akan masih perlu dukungan dari keluarga dan teman. Sebuah lingkungan yang stabil dapat membantu pasien mempertahankan terapi dan tetap menjaga komunikasi secara rutin dengan dokter mereka dan tenaga kesehatan.

RENTANG RESPON SKIZOFRENIA

RENTANG RESPON SKIZOFRENIA

PENATALAKSANAAN SKIZOFRENIA1. Terapi Somatik (Medikamentosa)Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Skizofrenia disebut antipsikotik. Antipsikotik bekerja mengontrol halusinasi, delusi dan perubahan pola fikir yang terjadi pada Skizofrenia. Pasien mungkin dapat mencoba beberapa jenis antipsikotik sebelum mendapatkan obat atau kombinasi obat antipsikotik yang benar-benar cocok bagi pasien. Antipsikotik pertama diperkenalkan 50 tahun yang lalu dan merupakan terapi obat-obatan pertama yang efekitif untuk mengobati Skizofrenia. Terdapat 3 kategori obat antipsikotik yang dikenal saat ini, yaitu antipsikotik konvensional, newer atypical antipsycotics, dan Clozaril (Clozapine)a. Antipsikotik KonvensionalObat antipsikotik yang paling lama penggunannya disebut antipsikotik konvensional. Walaupun sangat efektif, antipsikotik konvensional sering menimbulkan efek samping yang serius. Contoh obat antipsikotik konvensional antara lain : Haldol (haloperidol) 5. Stelazine ( trifluoperazine) Mellaril (thioridazine) 6. Thorazine ( chlorpromazine) Navane (thiothixene) 7. Trilafon (perphenazine) Prolixin (fluphenazine)Akibat berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan oleh antipsikotik konvensional, banyak ahli lebih merekomendasikan penggunaan newer atypical antipsycotic.Ada 2 pengecualian (harus dengan antipsikotok konvensional). Pertama, pada pasien yang sudah mengalami perbaikan (kemajuan) yang pesat menggunakan antipsikotik konvensional tanpa efek samping yang berarti. Biasanya para ahli merekomendasikan untuk meneruskan pemakaian antipskotik konvensional. Kedua, bila pasien mengalami kesulitan minum pil secara reguler. Prolixin dan Haldol dapat diberikan dalam jangka waktu yang lama (long acting) dengan interval 2-4 minggu (disebut juga depot formulations). Dengan depot formulation, obat dapat disimpan terlebih dahulu di dalam tubuh lalu dilepaskan secara perlahan-lahan. Sistem depot formulation ini tidak dapat digunakan pada newer atypic antipsychotic.

b. Newer Atypcal AntipsycoticObat-obat yang tergolong kelompok ini disebut atipikal karena prinsip kerjanya berbda, serta sedikit menimbulkan efek samping bila dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. Beberapa contoh newer atypical antipsycotic yang tersedia, antara lain : Risperdal (risperidone) Seroquel (quetiapine) Zyprexa (olanzopine)

c. ClozarilClozaril mulai diperkenalkan tahun 1990, merupakan antipsikotik atipikal yang pertama. Clozaril dapat membantu 25-50% pasien yang tidak merespon (berhasil) dengan antipsikotik konvensional. Sangat disayangkan, Clozaril memiliki efek samping yang jarang tapi sangat serius dimana pada kasus-kasus yang jarang (1%), Clozaril dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi. Ini artinya, pasien yang mendapat Clozaril harus memeriksakan kadar sel darah putihnya secara reguler. Para ahli merekomendaskan penggunaan. Clozaril bila paling sedikit 2 dari obat antipsikotik yang lebih aman tidak berhasil.

Sediaan Obat Anti Psikosis dan Dosis Anjuran

No.Nama GenerikSediaanDosis

1Klorpromazin Tablet, 25 dan 100 mg,Injeksi 25 mg/ml 150 - 600 mg/hari

2Haloperidol Tablet, 0,5 mg, 1,5 mg, 5 mgInjeksi 5 mg/ml5 - 15 mg/hari

3PerfenazinTablet 2, 4, 8 mg12 - 24 mg/hari

4Flufenazin Tablet 2,5 mg, 5 mg 10 - 15 mg/hari

5Flufenazin dekanoat Inj 25 mg/ml25 mg/2-4 minggu

6Levomeprazin Tablet 25 mg, Injeksi 25 mg/ml25 - 50 mg/hari

7Trifluperazin Tablet 1 mg dan 5 mg10 - 15 mg/hari

8Tioridazin Tablet 50 dan 100 mg 150 - 600 mg/hari

9Sulpirid Tablet 200 mgInjeksi 50 mg/ml 300 - 600 mg/hari1 - 4 mg/hari

10Pimozid Tablet 1 dan 4 mg 1 - 4 mg/hari

11Risperidon Tablet 1, 2, 3 mg2 - 6 mg/hari

Pemilihan Obat untuk Episode (Serangan) PertamaNewer atypical antipsycoic merupakn terapi pilihan untuk penderita Skizofrenia episode pertama karena efek samping yang ditimbulkan minimal dan resiko untuk terkena tardive dyskinesia lebih rendah. Biasanya obat antipsikotik membutuhkan waktu beberapa saat untuk mulai bekerja. Sebelum diputuskan pemberian salah satu obat gagal dan diganti dengan obat lain, para ahli biasanya akan mencoba memberikan obat selama 6 minggu (2 kali lebih lama pada Clozaril)

Pemilihan Obat untuk keadaan relaps (kambuh)Biasanya timbul bila pendrita berhenti minum obat, untuk itu, sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa penderita berhenti minum obat. Terkadang penderita berhenti minum obat karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut. Apabila hal ini terjadi, dokter dapat menurunkan dosis menambah obat untuk efek sampingnya, atau mengganti dengan obat lain yang efek sampingnya lebih rendah. Apabila penderita berhenti minum obat karena alasan lain, dokter dapat mengganti obat oral dengan injeksi yang bersifat long acting, diberikan tiap 2- 4 minggu. Pemberian obat dengan injeksi lebih simpel dalam penerapannya. Terkadang pasien dapat kambuh walaupun sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran. Hal ini merupakan alasan yang tepat untuk menggantinya dengan obat obatan yang lain, misalnya antipsikotik konvensonal dapat diganti dengan newer atipycal antipsycotic atau newer atipycal antipsycotic diganti dengan antipsikotik atipikal lainnya. Clozapine dapat menjadi cadangan yang dapat bekerja bila terapi dengan obat-obatan diatas gagal.

Pengobatan Selama fase PenyembuhanSangat penting bagi pasien untuk tetap mendapat pengobatan walaupun setelah sembuh. Penelitian terbaru menunjukkan 4 dari 5 pasien yang behenti minum obat setelah episode petama Skizofrenia dapat kambuh. Para ahli merekomendasikan pasien-pasien Skizofrenia episode pertama tetap mendapat obat antipskotik selama 12-24 bulan sebelum mencoba menurunkan dosisnya. Pasien yang mendertia Skizofrenia lebih dari satu episode, atau balum sembuh total pada episode pertama membutuhkan pengobatan yang lebih lama. Perlu diingat, bahwa penghentian pengobatan merupakan penyebab tersering kekambuhan dan makin beratnya penyakit.

Efek Samping Obat-obat AntipsikotikKarena penderita Skizofrenia memakan obat dalam jangka waktu yang lama, sangat penting untuk menghindari dan mengatur efek samping yang timbul. Mungkin masalah terbesar dan tersering bagi penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional gangguan (kekakuan) pergerakan otot-otot yang disebut juga Efek samping Ekstra Piramidal (EEP). Dalam hal ini pergerakan menjadi lebih lambat dan kaku, sehingga agar tidak kaku penderita harus bergerak (berjalan) setiap waktu, dan akhirnya mereka tidak dapat beristirahat. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tremor pada tangan dan kaki. Kadang-kadang dokter dapat memberikan obat antikolinergik (biasanya benztropine) bersamaan dengan obat antipsikotik untuk mencegah atau mengobati efek samping ini. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tardive dyskinesia dimana terjadi pergerakan mulut yang tidak dapat dikontrol, protruding tongue, dan facial grimace. Kemungkinan terjadinya efek samping ini dapat dikurangi dengan menggunakan dosis efektif terendah dari obat antipsikotik. Apabila penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional mengalami tardive dyskinesia, dokter biasanya akan mengganti antipsikotik konvensional dengan antipsikotik atipikal.

Obat-obat untuk Skizofrenia juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual, sehingga banyak penderita yang menghentikan sendiri pemakaian obat-obatan tersebut. Untuk mengatasinya biasanya dokter akan menggunakan dosis efektif terendah atau mengganti dengan newer atypical antipsycotic yang efek sampingnya lebih sedikit. Peningkatan berat badan juga sering terjadi pada penderita Sikzofrenia yang memakan obat. Hal ini sering terjadi pada penderita yang menggunakan antipsikotik atipikal. Diet dan olah raga dapat membantu mengatasi masalah ini. Efek samping lain yang jarang terjadi adalah neuroleptic malignant syndrome, dimana timbul derajat kaku dan termor yang sangat berat yang juga dapat menimbulkan komplikasi berupa demam penyakit-penyakit lain. Gejala-gejala ini membutuhkan penanganan yang segera.

2. Terapi Psikososiala. Terapi perilakuTeknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan ketrampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial, kemampuan memenuhi diri sendiri, latihan praktis, dan komunikasi interpersonal. Perilaku adaptif adalah didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan, seperti hak istimewa dan pas jalan di rumah sakit. Dengan demikian, frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang, berbicara sendirian di masyarakat, dan postur tubuh aneh dapat diturunkan.

b. Terapi berorintasi-keluargaTerapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial, keluraga dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). Setelah periode pemulangan segera, topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan, khususnya lama dan kecepatannya. Seringkali, anggota keluarga, didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena skizofrenia untuk melakukan aktivitas teratur terlalu cepat. Rencana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat skizofreniadan dari penyangkalan tentang keparahan penyakitnya. Ahli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti skizofrenia tanpa menjadi terlalu mengecilkan hati. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. Didalam penelitian terkontrol, penurunan angka relaps adalah dramatik. Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga sebesar 25-50 % dan 5 - 10 % dengan terapi keluarga.

c. Terapi kelompokTerapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana, masalah, dan hubungan dalam kehidupan nyata. Kelompok mungkin terorientasi secara perilaku, terorientasi secara psikodinamika atau tilikan, atau suportif. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial, meningkatkan rasa persatuan, dan meningkatkan tes realitas bagi pasien skizofrenia. Kelompok yang memimpin dengan cara suportif, bukannya dalam cara interpretatif, tampaknya paling membantu bagi pasien skizofrenia.

d. Psikoterapi individualPenelitian yang paling baik tentang efek psikoterapi individual dalam pengobatan skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi alah membantu dan menambah efek terapi farmakologis. Suatu konsep penting di dalam psikoterapi bagi pasien skizofrenia adalah perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien sebagai aman. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi, jarak emosional antara ahli terapi dan pasien, dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. Hubungan antara dokter dan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan di dalam pengobatan pasien non-psikotik. Menegakkan hubungan seringkali sulit dilakukan; pasien skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga, cemas, bermusuhan, atau teregresi jika seseorang mendekati. Pengamatan yang cermat dari jauh dan rahasia, perintah sederhana, kesabaran, ketulusan hati, dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada informalitas yang prematur dan penggunaan nama pertama yang merendahkan diri. Kehangatan atau profesi persahabatan yang berlebihan adalah tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan, manipulasi, atau eksploitasi.

3. Perawatan di Rumah Sakit (Hospitalization)Indikasi utama perawatan rumah sakit adalah untuk tujuan diagnostik, menstabilkan medikasi, keamanan pasien karena gagasan bunuh diri atau membunuh, prilaku yang sangat kacau termasuk ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar. Tujuan utama perawatan dirumah sakit yang harus ditegakkan adalah ikatan efektif antara pasien dan sistem pendukung masyarakat. Rehabilitasi dan penyesuaian yang dilakukan pada perawatan rumahsakit harus direncanakan.

Dokter harus juga mengajarkan pasien dan pengasuh serta keluarga pasien tentang skizofrenia. Perawatan di rumah sakit menurunkan stres pada pasien dan membantu mereka menyusun aktivitas harian mereka. Lamanya perawatan rumah sakit tergantung dari keparahan penyakit pasien dan tersedianya fasilitas pengobatan rawat jalan. Rencana pengobatan di rumah sakit harus memiliki orientasi praktis ke arah masalah kehidupan, perawatan diri, kualitas hidup, pekerjaan, dan hubungan sosial. Perawatan di rumah sakit harus diarahkan untuk mengikat pasien dengan fasilitas perawatan termasuk keluarga pasien. Pusat perawatan dan kunjungan keluarga pasien kadang membantu pasien dalam memperbaiki kualitas hidup.

G. Pohon Masalah Skizofrenia

PATHWAY SKIZOFRENIA

DIAGNOSA KEPERAWATAN SKIZOFRENIA1. Isolasi sosial b.d harga diri rendah2. Resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi pendengaran b.d menarik diri3. Kurang perawatan diri b.d menarik diri

1. Diagnosa keperawatan: Isolasi sosial b.d harga diri rendahDiagnosa KeperawatanPerencanaanIntervensiRasional

TujuanKriteria Hasil

Isolasi sosial b.d harga diri rendahTujuan umumKlien dapat melakukan hubungan sosia secara bertahap---

Tujuan khusus 1Klien dapat membuna hubungan saling percaya1. Klien dapat mengungkapkan perawaannya2. Ekspresi wajah bersahabat3. Ada kontak mata4. Menunjukkan rasa senang5. Mau berjabat tangan6. Mau menjawab salam7. Klien mau duduk berdampingan8. Klien mau mengutarakan masalah yang dihadapia. Bina hubungan saling percaya Sapa klien secara ramah baik secara verbal maupun nonverbal Perkenalkan diri dengan sopan Tanya nama lengkap klien dan nama panggilanyang disukai Jelaskan tujuan pertemuan, jujur dan menepati janji Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya Beri perhatian kepada klienb. Beri kesempatan untuk mengungkapkan perawaannya tentang penyakit yang dideritac. Sediakan waktu untuk mendengarkan kliend. Katakana pada klien bahwa dia adalah seorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiriHubungan saling percaya akan menimbulkan kepercayaan klien kepada perawat sehingga akan memudahkan dalam pelaksanaan tindakan selanjutnya

Tujuan khusus 2Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimilikiKlien mampu mempertahankan aspek yang positifa. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimilikiklien dan beri reinforcement atas kemampuan mengungkapkan perasaannyab. Saat bertemu klien hindarkan memberi penilaian negatifc. Utamakan memberi pujian yang realistisReinforcement positif akan meningkatkan harga diri klien

Tujuan khusus 3Klien dapat menilai kemampuan yang data digunakana. Kebutuhan klien terpenuhib. Klien dapat melakukan aktivitas terasaraha. Diskusikan kemampuan klien yang masih dapat digunakan selama sakitb. Diskusikan juga kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaan di rumah sakit dah di rumah nantinya

Peningkatan kemampuan klien akan mendorong klien untuk madiri

Tujuan khusus 4Klien dapat menetapkan dan merencanakan kegiatan sesuai kemampuana. Klien mampu beraktivitas sesuai kemampuanb. Klien mengikuti TAKa. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan, kegiatan mandiri, kegiatan dengan bantuan minimal, kegiatan dengan bantuan totalb. Tingkatkan kegiatan klien sesuai toleransi kondisi klienc. Berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan (sering klien takut melaksanakannya)Pelaksanaan kegiatan secara mandiri menjadi modal awal untuk meningkatkan harga diri

Tujuan khusus 5Klien dapat melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi sakit dan kemampuannyaKlien mampu beraktivitas sesuai kemampuana. Berikan kesempatan kepada klien mencoba kegiatan yang telah direncanakanb. Beri pujian atas usaha dan keberhasilan klienc. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumahMelalui aktivitas, klien akan mengetahui kemampuannya

Tujuan khusus 6Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang adaa. Klien mampu melakukan apa yang diajarkanb. Klien mau memberikan dukungana. Beri pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang cara merawat klien dengan isolasi social dan harga diri rendahb. Bantu kelluarga memberi dukungan selama klien dirawatc. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan dirumahPerhatian keluarga dan pengertian keluarga akan membantu meningkatkan harga diri klien

2. Diagnosa keperawatan: resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi pendenganran b.d menarik diriDiagnosa KeperawatanPerencanaanIntervensiRasional

TujuanKriteria Hasil

Resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi pendengaran b.d isolasi sosialTujuan umumKlien dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga tidak terjadi halusinasi---

Tujuan khusus 1Klien dapat membuna hubungan saling percayaKlien dapat mengungkapkan perasaan dan keberadaannya secara verbala. Klien mau menjawab salamb. Klien mau berjabat tanganc. Mau menjawab pertanyaand. Ada kontak matae. Klien mau duduk berdampingan dengan perawata. Bina hubungan saling percaya Sapa klien secara ramah baik secara verbal maupun nonverbal Perkenalkan diri dengan sopan Tanya nama lengkap klien dan nama panggilanyang disukai Jelaskan tujuan pertemuan, jujur dan menepati janji Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya Beri perhatian kepada klienb. Beri kesempatan untuk mengungkapkan perawaannya tentang penyakit yang dideritac. Sediakan waktu untuk mendengarkan kliend. Katakana pada klien bahwa dia adalah seorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong diri sendiriHubungan saling percaya akan menimbulkan kepercayaan klien kepada perawat sehingga akan memudahkan dalam pelaksanaan tindakan selanjutnya

Tujuan khusus 2Klien dapat menyebutkan penyabab menarik diriKlien dapat menyebutkan penyebab menarik diri yang berasal dari :a. Diri sendirib. Orang lainc. Lingkungana. Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda-tandanyab. Beri kesempatak kepada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri atau tidak mau bergaulc. Diskusikan dengan klien tentang perilaku menarik diri, tanda dan gejalad. Berikan pujian tentang kemampuan klien mengungkapkan perasaannyaDengan mengetahui tanda dan gejala menarik diri akan menentukan langkah intervensi selanjutnya

Tujuan khusus 3Klien dapat menyebutkan keuntungan bersosialisasi dengan orang lain dan kerugian todak bersosialisasi dengan orang lainKlien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain, misalnya banyak teman, tidak sendiri, bias berdiskusi, terasa ramai, dapat bercandaa. Kaji pengetahuan klien tentang keuntungan dan manfaat bergaul dengan orang lainb. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya tentang keuntungan berhubungan dengan orang lainc. Diskusikan dengan klien tentang manfaat berhubungan dengan orang laind. Kaji pengetahuan klien tentang kerugian bila todak bergaul dengan orang laine. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lainf. Diskusikan dengan klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang laing. Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang lainReinforcement positif dapat meningkatkan harga diri

3. Diagnosa keperawatan: Kurang perawatan diri b.d menarik diriDiagnosa KeperawatanPerencanaanIntervensiRasional

TujuanKriteria Hasil

Kurang perawatan diri b.d menarik diriTujuan umumPasien mengungkapkan keinginan untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari---

Tujuan khusus 1Klien mampu melakukan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri dan mendemontrasikan suatu keinginan untuk melakukannyaKlien mampu melakukan aktivitas sehari-haria. Pasien makan sendiri tanpa bantuan.b. Pasien memilih pakaian yang sesuai, berpakaian merawat dirinya tanpa bantuan.c. Pasien mempertahankan kebersihan diri secara optimal dengan mandi setiap hari dan melakukan prosedur defekasi dan berkemih tanpa bantuan. a. Dukung pasien untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari sesuai tingkat kemampuan pasienb. Dukung kemandirian pasien, tapi berikan bantuan saat pasien tidak dapat melakukan beberapa kegiatanc. Perlihatkan secara konkret, bagaimana melakukakn kegiatan yang menurut pasien sulit melakukannyad. Bantu dalam menyiapkan perlengkapan ADLse. Berikan pengakuan dan penghargaan positif untuk kemampuannya mandiriKegiatan mandiri dapar meningkatkan kemampuan aktivitas yang dapat dilakukan klien

Daftar PustakaMaramis, Willy F. 2009. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Ed 2. Surabaya. Airlangga University Press Stuart, Gail W. 2006. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Ed 5. Jakarta. EGCSchizophrenia. www.merck.com diakses tanggal 15 Oktober 2011Schizophrenia. www.emedicine.com diakses tanggal 15 oktober 2011