21
TINJAUAN TEORITIS A. Pengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai sel informasi, dasar penyakit ini adalah hiper aktifitas bronkus dalam berbagai tingkat, obstruksi jalan napas, dan gejala pernapasan (mengi dan sesak) obstruksi jalan napas umumnya bersifat reversible namun dapat menjadi kurang reversible bahkan relatif non reversible tergantung berat dan lamanya penyakit (Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 1). B. Etiologi 1. Allergen, utamanya debu rumah, spora jamur dan tepung sari rerumputan. 2. Iritan seperti asap, bau-bauan, palutan. 3. Infeksi saluran napsa, terutama oleh virus. 4. Perubahan cuaca yang berlebihan. 5. Lingkungan kerja. 6. Obat-obatan

karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

  • Upload
    others

  • View
    9

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian

Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang

melibatkan berbagai sel informasi, dasar penyakit ini adalah hiper aktifitas

bronkus dalam berbagai tingkat, obstruksi jalan napas, dan gejala

pernapasan (mengi dan sesak) obstruksi jalan napas umumnya bersifat

reversible namun dapat menjadi kurang reversible bahkan relatif non

reversible tergantung berat dan lamanya penyakit (Kapita Selekta

Kedokteran Edisi 3 Jilid 1).

B. Etiologi

1. Allergen, utamanya debu rumah, spora jamur dan tepung sari

rerumputan.

2. Iritan seperti asap, bau-bauan, palutan.

3. Infeksi saluran napsa, terutama oleh virus.

4. Perubahan cuaca yang berlebihan.

5. Lingkungan kerja.

6. Obat-obatan

7. Emosi

C. Manifestasi Klinis

Gejala yang timbul biasanya berhubungan dengan beratnya derajat

hiperaktivitas bronkus. Obstruksi jalan napas dapat reversible secara

spontan maupun dengan pengobatan. Gejala-gejala asma bronchiale :

1. Bising mengi (wheezing) yang terdengar dengan atau tanpa stetoskop.

Page 2: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

2. Batuk produktif, sering pada malam hari.

3. Napas atau dada seperti tertekan.

Gejala yang bersifat proksimal yaitu membaik pada siang hari dan

memburuk pada malam hari.

D. Patofisiologi / Penyimpangan KDM

Allergen masuk dalam tubuh

Merangsang sel plasma

Menghasilkan Ige yang menempel pada reseptor dinding sel

Mengalami degranulasi

Page 3: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

Pelepasan mediator, histamine, bradikinin,

dan prostaglandin

Merespon saraf pusat / hipotalamus

Peningkatan permebialitas kapika

sehingga timbul edema

Ketidakseimbangan suhu tubuh

Peningkatan produksi mukus

Hipertermi Bersihan jalan napas tidak efektif

Ras meningkat

Sesak napas Rem menurun

Pusat jaga meningkat

Gangguan pola istirahat tidur

E. Pemeriksaan Penunjang

1. Anamnesis; riwayat perjalanan penyakit, faktor-faktor yang

berpengaruh terhadap asma, riwayat keluarga dan riwayat alergi, serta

gejala klinis.

2. Pemeriksaan fisik

3. Pemeriksaan laboratorium; darah (terutama eosinofil, ge total, ige

spesifik), sputum (eosinofil, seperti cursuman, kristal (narcot-leyden)

Page 4: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

4. Tes fungsi paru dengan spirometri atau peak flow meter untuk

menentukan adanya obstruksi jalan napas.

F. Pengkajian Keperawatan

1. Batuk berlendir atau batuk produktif pada malam hari.

2. Sesak napas.

3. Napas atau dada seperti tertekan.

4. Faktor keturunan atau adanya riwayat alergi.

5. Bising mengi (wheezing) yang terdengar dengan atau tanpa stetoskop.

6. Membaik pada siang hari dan memburuk pada malam hari.

G. Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan pola napas tidak efektif b/d adanya penumpukan sekret pada

jalan napas.

2. Gangguan pola istirahat tidur b/d sesak napas, batuk.

H. Intervensi Keperawatan

1. a. Kaji sputum terhadap warna, kekentalan, dan jumlahnya, agar

mengetahui keadaan sputum dan mempermudah untuk melakukan

tindakan selanjutnya.

b. Kaji auskultasi bunyi napas; untuk mengetahui adanya bunyi

wheezing dan ronchi.

c. Beri minum air hangat; untuk dapat membantu melancarkan sekret.

Page 5: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

2. a. Kaji waktu dan lamanya tidur; untuk mempermudah melakukan

tindakan keperawatan selanjutnya.

b. Memberi terapi sesuai dengan anjuran; agar kebutuhan klien

terpenuhi.

c. Kaji penyebab adanya tidur yang tidak sesuai; membantu

membandingkan pola tidur saat ini dengan sebelum dirawat

sehingga mempermudah dalam menentukan intervensi yang

dilakukan.

I. Evaluasi

1. Klien dapat bernapas normal kembali.

2. Klien dapat tidur dengan nyaman.

Page 6: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

DAFTAR PUSTAKA

Arief Mansjoer, dkk. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I Edisi 3. Jakarta: Penerbit Media Aesculapius FKUI.

Marylin E. Doenges. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Syaifoellanoer. 1996. Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Page 7: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

FORMAT PENGKAJIAN

Tgl. Pengkajian : 18-2-2010No. Register : 200948Dx. Medis : Asma

BronchialRuang : Polik Dalam

I. Biodata

a. Identitas Klien

Nama : Tn. F

Umur : 47 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Agama : Islam

Alamat : Jl. Jamur No. I

b. Identitas Penanggung Jawab

Nama :

Umur :

Jenis Kelamin :

Agama :

Alamat :

Hub. Dengan Klien :

ASKES

Page 8: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

II. Riwayat Kesehatan

1. Keluhan utama : Sesak Napas

2. Riwayat keluhan utama : Klien berobat ke Polik dengan

keluhan sesak napas, keluhan ini

dirasakan sejak ± 2 hari yang lalu dan

sifat keluhan hilang timbul, jika

cuaca dingin atau berabu keluhannya

kembali kambuh. Keluhan yang

menyertai yaitu batuk berlendir.

Lokasi pada bronkus dan keluhannya

tidak hilang-hilang akhirnya ia pergi

konsul ke polik dalam BRSU

Anutapura Palu.

3. Keluhan saat dikaji : Klien mengeluh sesak napas, klien

nampak sesak dan batuk berlendir.

4. Riwayat kesehatan masa lalu : Klien mengatakan tidak pernah

menderita penyakit yang sama yang

sedang dialaminya sekarang ini.

5. Riwayat kesehatan keluarga : Klien mengatakan diantara

keluarganya ada yang menderita

penyakit yang sama dengan klien

yaitu asma bronchial.

Page 9: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

III. Pemeriksaan Fisik

a. Keadaan umum : Sedang

b. Kesadaran : Composmentis

c. TTV : TD : 130/80 mmHg

d. Kepala

Inspeksi : Bentuk kepala bronchecepalus, warna rambut hitam,

keadaan rambut bersih, dengan penyebaran merata.

e. Mata

Inspeksi : Bentuk simetris antara kiri dan kanan, konjungtiva tidak

anemis, sclera tidak ikterus, tidak ada gangguan

penglihatan.

f. Telinga

Inspeksi : Bentuk telinga seperti huruf C, simetris antara kiri dan

kanan, kebersihan cukup.

g. Hidung

Inspeksi : Bentuk simetris antaran kiri dan kana, keadaan hidung

bersih.

h. Mulut

Inspeksi : Bibir atau mukosa mulut tampak lembab, tidak terdapat

stomatitis, keadaan mulut bersih.

i. Leher

Inspeksi : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada struma,

tidak ada pembesaran pada vena jungularis.

Page 10: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

j. Dada

Inspeksi : Bentuk dada simetris kiri dan kanan, tidak terdapat lesi

atau benjolan, pergerakan dada seimbang waktu

bernapas.

k. Abdomen

Inspeksi : Bentuk perut datar, warna kulit sawo matang, tidak ada

luka bekas operasi, tidak ada lesi.

l. Ekstremitas atas

Inspeksi : Jumlah jari-jari kiri dan kanan lengkap 10 buah, kuku

pendek dan bersih.

m. Ekstremitas bawah

Inspeksi : Jumlah jari-jari kiri dan kanan lengkap 10 buah, kuku

pendek dan bersih.

n. Kulit

Inspeksi : Warna kulit sawo matang, terdapat lesi atau luka, turgor

kulit baik.

IV. Pengumpulan Data

- Klien mengeluh sesak.

- Klien mengeluh batuk berlendir.

- Klien nampak sesak.

- Klien tampak batuk berlendir.

Page 11: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

- TTV

TD : 130/80 mmHg

N : 84 x/mnt.

S : 360C

R : 24 x/mnt.

V. Klasifikasi Data

DS :

- Klien mengeluh sesak.

- Klien mengeluh batuk berlendir.

DO :

- Klien nampak sesak.

- Klien nampak batuk berlendir.

- TTV

TD : 130/80 mmHg

N : 84 x/mnt.

S : 360C

R : 24 x/mnt.

Page 12: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

VI. Analisa Data

No. Data Etiologi Masalah

1. Gangguan pola napas

tidak efektif b/d

berhubung adanya

penumpukan sekret di

jalan napas, yang

ditandai dengan:

DS :

- Klien mengeluh

sesak.

- Klien mengeluh

batuk berlendir.

- DO :

- Klien tampak

sesak.

- Klien tampak

batuk berlendir.

- TTV

TD : 130/80

mmHg

N : 84 x/mnt.

S : 36,30C

R : 24 x/mnt

Proses peradangan

bronkus

Mekanisme pertahan

tubuh mikroorganisme

Meningkatkan

produktif mukus

sepanjang saluran

napas

Penumpukan sekresi

mukus pada jalan

napas

Gangguan pola napas

tidak efektif

Gangguan

pernapasan tidak

efektif

Page 13: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

VII. Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan pola napas tidak efektif b/d adanya penumpukan sekret di

jalan napas yang ditandai dengan :

DS :

- Klien mengeluh sesak

- Klien mengeluh batuk berlendir.

DO :

- Klien nampak sesak.

- Klien nampak batuk berlendir.

- TTV

TD: 130/80 mmHg

N : 84 x/mnt.

S : 36,30C

R : 24 x/mnt.

VIII. Perencanaan

a. Tujuan

Klien dapat mempertahankan pola napas, sesak dan batuk teratasi,

pernapasan normal yaitu 20 x/mnt.

b. Intervensi

- Kaji fungsi pernapasan untuk minum air hangat.

- Anjurkan pada klien untuk minum air hangat.

- Ajarkan pada klien teknik batuk efektif.

Page 14: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

c. Rasional

- Penurunan bunyi napas dapat menunjukkan akumulasi sekret /

ketidakmampuan untuk membersihkan jalan napas.

- Untuk melancarkan sekret atau sputum yang menghambat jalan

napas.

- Untuk mencegah terjadinya luka pada saat batuk.

d. Implementasi

- Mengkaji bunyi pernapasan dengan hasil bunyi ronchi dengan

kecepatan 26 x/mnt.

- Menganjurkan pada klien untuk minum air hangat yaitu untuk

dapat melancarkan sekret atau sputum yang menghambat jalan

napas.

- Mengajarkan pada klien teknik batu efektif yaitu untuk mencegah

terjadinya luka pada saat batuk.

IX. Evaluasi

S : Klien mengatakan masih batuk dan sesak berkurang.

O : Klien tampak masih batuk.

A : Masalah belum teratasi.

P : Intervensi dilanjutkan di rumah dan kontrol kembali

Page 15: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

LAPORAN PENDAHULUAN DI RUANG POLIK DALAM DENGAN KASUS “ASMA BRONCHIAL”

BRSU ANUTAPURA PALU

Disusun Oleh :

NI WAYAN LILIK SURYANTINIM: 09408104

AKADEMI KEPERAWATAN JUSTITIA PALUTAHUN 2010

Page 16: karyatulisilmiah.comkaryatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/ASKEP... · Web viewPengertian Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai

RESUME

DENGAN KASUS “ASMA BRONCHIAL” DI RUANG POLIK DALAM BRSU ANUTAPURA PALU

Disusun Oleh :

NI WAYAN LILIK SURYANTINIM: 09408104

AKADEMI KEPERAWATAN JUSTITIA PALUTAHUN 2010