Click here to load reader

Vonny Lbm 1 Enterohepatik Sgd 5

  • View
    249

  • Download
    12

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sdasd

Text of Vonny Lbm 1 Enterohepatik Sgd 5

LBM 1 ENTEROHEPATIKSTEP 31. Anatomi dan fisiologi dari organ organ enterohepatik ? Triple Hallery, gambar, ligamentum MorfologiBentuknya seperti baji, warnanya merah kecoklatan, konsistensinya lunak, brt 1,5 kg.Terletak di cavum abdomen region Hypocondrica dextra-Epigastrium-Hypocondriaca sinistra.Secara anatomi dari anterior Hepar dibagi menjadi 2 lobus; dextra dan sinistra; dari anterior oleh lipatan peritoneum lig. Falciforme, sedangkan dari posterior oleh lig. Venosum dan lig. Teres Hepatis di fissula sagitalis sinistra. Secara fisiologis hepar dibagi menjadi lobus dextra dan sinistra oleh fossa sagitalis dextra. Pembagian s ecara fisiologis ini disesuaikan dengan distribusi percabangan utama dextra dan sinistra dari a. hepatica propria, V. porta hepatis, V. hepatica, ductus hepaticus, limfe, dan saraf. Jadi, secara Anatomis lobus caudatus dan lobus quadrates ada di lobus sinistra tampak viscera.Facies Hepar:1. Diaphragmatica Pars SuperiorImpreesio cardiac dan area nuda hepatis Pars AnteriorLig. Falciformis Pars DextraMenempel pada costa2 kanan bawah Pars PosteriorTerdapat bangunan seperti lobus caudatus hepar,1. VisceralMenimbulkan impressio2 karena bersentuhan dengan organ viscera lainnya seperti colon, ren, supra ren, duodenum, oesophagus, dan gaster.

Penggantung1. Lig. Falciformis1. Lig. Venosum1. Lig. Teres Hepatis1. Omentum MinusDari tepi porta hepatis dan fissure sagitalis sinistra dan berjalan ke bawah menuju curvature minor gaster.

Vaskularisasi1. A. hepatica communis A. hepatica dextra et sinistra A. Cystica dr. dextra V. centralis V. hepatica dextra et sinistra VCI Jantung Seluruh tubuh1. V. Porta hepatis (V. Lienalis dan V. Mesenterica superior) V. Interlobularis V. Centralis V. Hepatica VCI Jantung Seluruh tubuh

Innervasi SimpatisNervi spinals segmen T6-T10 ParasimpatisTruncus vagalis anterior dari N. XSITUS ABDOMINIS FK UNISSULA, 2010

1.2. Anatomi Vesica Biliaris (Kandung Empedu)Kedudukan kandung empedu bervariasi terhadap kedudukan hati. Fundus kandung empeduterletak khas pada tepi lateral m. Rektus abdominis kanan, agak di bawah tepi kosta.vesicabiliaris memiliki kemampuan menampung empedu sebanyak 30-50 ml dan menyimpannya,serta memekatkannya dengan cara mengabsorspi air.Vesica biliaris dibagi menjadi :1. Fundus vesicae biliaris, berbentuk bulat dan biasanya menonjol dibawah margoinferior hepar, penonjolan ini merupakan tempat fundus bersentuhan dengandinding anterior abdomen setinggi ujung kartilago costalis IX dextra.2. Corpus vesicae biliaris, terletak dan berhubungan dengan facies visceralis hepardan arahnya ke atas, belakang, dan kiri.3. Collum vesicae biliaris, melanjutkan diri sebagai ductus cysticus yang berbelok kedalam omentum minus dan bergabung dengan sisi kanan ductus hepaticus comunisuntuk membentuk ductus choledochus

Keterangan gambar :2. Fundus biliaris 14. Ampulla hepatopancreatica3. Corpus biliaris 15. Sphincter ampullae4. Collum biliaris 16. Ductus choledochus132.8. Ductus hepatica 128.18. M. sphincter ductuscommunis pancreatici.10. Ductus cysticus11. Plica spiralis12. M. ductus choledochus13. M. sphincter ductus choledochi.1.2.1. PerdarahanArteri cystica merupakan arteri yang memperdarahi vesica biliaris yang bercabang dariarteri hepatica dextra. Dan vena cystica mengalir darah langsung ke vena portae. Sejumlaharteri dan venae kecil juga berjalan diantara hepar dan vesica biliaris.111.2.2. PersarafanSaraf simpatis dan parasimpatis membentuk plexus coeliacus. Vesica biliaris berkontraksisebagai respons terhadap hormone kolesistokenin yang dihasilkan oleh tunika mukosaduodenum karena masuknya makanan dari gaster.

Anatomi PankreasPancreas merupakan organ yang memanjang dan terletak pada epigastrium dan kuadrankiri atas. Strukturnya lunak, berlobulus, dan terletak pada dinding posterior abdomen dibelakang peritoneum sehingga termasuk organ retroperitonial kecuali bagian kecilcaudanya yang terletak dalam ligamentum lienorenalis.

Pankreas dapat dibagi dalam :1. Caput Pancreatis berbentuk seperti cakram dan terletak di dalam bagian cekungduodenum. Sebagian caput meluas ke kiri di belakang arteria san vena mesentericasuperior serta dinamakan Processus Uncinatus.2. Collum Pancreatis merupakan bagian pancreas yang mengecil dan menghubungkancaput dan corpus pancreatis. Collum pancreatis terletak di depan pangkal venaportae hepatis dan tempat dipercabangkannya arteria mesenterica superior dariaorta.3. Corpus Pancreatis berjalan ke atas dan kiri, menyilang garis tengah. Pada potonganmelintang sedikit berbentuk segitiga.4. Cauda Pancreatis berjalan ke depan menuju ligamentum lienorenalis danmengadakan hubungan dengan hilium lienale.1.3.1. Hubungan Pankreas dengan organ lain1. Ke anterior : dari kanan ke kiri: colon transversum dan perlekatan mesocolontransversum, bursa omentalis, dan gaster.2. Ke posterior : dari kanan ke kiri: ductus choledochus, vena portae hepatis dan venalienalis, vena cava inferior, aorta, pangkal arteria mesenterica superior, musculuspsoas major sinistra, glandula suprarenalis sinistra, ren sinister, dan hilum lienale.1.3.2. Vaskularisasi dan LimfatikArteriae1. Arteri pancreaticoduodenalis superior (cabang a.gastroduodenalis )2. Arteri pancreaticoduodenalis inferior (cabang a.mesenterica cranialis)3. Arteri pancreatica magna dan arteri pancretica caudalis dan inferior cabang arterilienalisVenaeVenae yang sesuai dengan arteriaenya mengalirkan darah ke sistem porta.Aliran LimfatikKelenjar limfe terletak di sepanjang arteria yang mendarahi kelenjar. Pembuluh eferenakhirnya mengalirkan cairan limfe ke nodi limfe coeliaci dan mesenterica superiores.1.3.3. PersarafanBerasal dari serabut-serabut saraf simpatis (ganglion seliaca) dan parasimpatis (vagus).1.3.4. Ductus Pankreaticus1. Ductus Pancreaticus Mayor (Wirsungi)Mulai dari cauda dan berjalan di sepanjang kelenjar menuju ke caput, menerimabanyak cabang pada perjalanannya. Ductus ini bermuara ke pars desendens duodenumdi sekitar pertengahannya bergabung dengan ductus choledochus membentuk papilladuodeni mayor Vateri. Kadang-kadang muara ductus pancreaticus di duodenumterpisah dari ductus choledochus.2. Ductus Pancreaticus Minor (Santorini)Mengalirkan getah pancreas dari bagian atas caput pancreas dan kemudian bermuarake duodenum sedikit di atas muara ductus pancreaticus pada papilla duodeni minor.

HEPARUnit fungsional dasar hati adalah lobulus hati, yang berbentuk silindris. Lobulus hati mengelilingi sebuah vena centralis yang mengalir ke vena hepatica dan kemudian mengalir ke vena cava. Loblus sendiri terdiri dari banyak lempeng sel hati yang menyebar dari vena centralis seperti jeruji roda. Masing masing-masing lempeng hati tebalnya 2 sel, dan diantara sel yang berdekatan terdapat kanalikuli biliaris kecil yang mengalir ke ductus biliaris di dalam septum fibrosa yang memisahkan lobulus hati yang berdekatan. Di dalam septum terdapat venula porta kecil yang menerima darah terutama dari vena saluran pencernaan melalui vena porta. Dari venula ini darah mengalir ke sinusoid hati gepeng dan bercabang yang terletak diantara lempeng-lempeng hati dan kemudian ke vena centralis. Denga de,ikian sel hepar terus terpapar dengan darah vena porta.Fungsi hati1. Hati berfungsi sebagai penyimpan darahVolume darah normal hati=450 ml (hampir 10% dari total volume darah tubuh). Bila tekanan tinggi di dalam atrium kanan menyebabkan tekanan balik di dalam hati, hati meluas dan oleh karena itu 0,5 sampai 1 liter cadangan darah kadang-kadang disimpan dalam vena hepatica dan sinus hepatica. Keadaan ini terjadi terutama pada gagal jantung disertai dengan kongesti perifer. Jadi, hati adalah organ yang besar, dapat meluas, dan organ venosa yang mampu bekerja sebagai tempat penampungan darah yang bermakna di saat volume darah berlebihan dan mampu menyuplai darah ekstra di saat kekurangan volume darah.1. System makrofag hepatisDarah yang melalui kapiler usus mengandung banyak bakteri dari usus. Di dalam hepar, terdapat makrofag fagositik besar yang membatasi sinus venosus hati, menunjukkan bahwa sel-sel ini secara efisien membersihkan darah sewaktu darah melewati sinus. Bila satu bakteri berhubungan sementara dengan sel kuppfer, dalam waktu kurang dari 0,01 detik bakteri akan masuk menembus dinding sel kupfer dan menetap permanen sampai bakteri tersebut dicernakan. Mungkin kurang dari 1 persen bakteri yang masuk ke darah porta dari usus berhasil melewati hati ke dalam sirkulasi sistemik.1. Fungsi metabolik hati1. Metabolism karbohidratDalam metabolism karbohidrat, hati melakukan fungsi berikut Menyimpan glikogen dalam jumlah besarHati terutama penting untuk mempertahankan konsentrasi glukosa darah normal. Penyimpanan glikogen memungkinkan hati mengambil kelebihan glukosa dari darah, dan menyimpannya, kemudian mengembalikannya kembali ke darah bila konsentrasi glukosa darah mulai turun terlalu rendah. Fungsi ini di sebut fungsi penyangga glukosa hati. Pada orang dengan fungsi hati yang buruk, konsentrasi glukosa setelah memakan makanan tinggi karbohidrat dapat meningkat dua atau tiga kali lebih tinggi dibanding pada orang dengan fungsi hati normal. Konversi galaktosa dan fruktosa menjadi glukosa GlukoneogenesisPenting untuk mempertahankan konsentrasi normal glukosa dalam darah, karena glukoneogenesis hanya terjadi secara bermakna apabila konsentrasi normal glukosa darah mulai menurun di bawah normal. Pada keadaan demikian sejumlah besar asam amino dan gliserol dari trigliserid diubah menjadi glukosa, dengan demikian membantu mempertahankan konsentrasi glukosa darah. Pembentukan banyak senyawa kimia dari produk antara metabolism karbohidrat1. Metabolisme lemak Oksidasi lemak untuk menyuplai energy bagi fungsi tubuh yang lain Sintesis kolesterol, fosfolipid, dan sebagian besar lipoprotein Sintesis lemak dari protein dan karbohidratUntuk memperoleh energy dari lemak netral, lemak pertama-tama dipecah menjadi gliserol dan asam lemak kemudian asam lemak dipecah oleh