of 184 /184
STRUKTUR MUSIK, PENGGUNAAN, DAN FUNGSI DRUM BAND CANKA DHIRA DHARMA YON ZIPUR I/DD KODAM I BUKIT BARISAN SKRIPSI SARJANA O L E H NAMA: H.A. MARTHIN TAMBUNAN NIM: 090707021 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU BUDAYA

· Web viewSeperti contoh, pawai tahunan, pawai MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) dari kecamatan, undangan main dari luar, keikutsertaan dalam festival m arching band, dan kegiatan-kegiatan

Embed Size (px)

Text of · Web viewSeperti contoh, pawai tahunan, pawai MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) dari...

STRUKTUR MUSIK, PENGGUNAAN, DAN FUNGSI DRUM BAND CANKA DHIRA DHARMA YON ZIPUR I/DD KODAM I BUKIT BARISAN

SKRIPSI SARJANA

O

L

E

H

NAMA: H.A. MARTHIN TAMBUNAN

NIM: 090707021

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

DEPARTEMEN ETNOMUSIKOLOGI

MEDAN

2013

STRUKTUR MUSIK, PENGGUNAAN, DAN FUNGSI MARCHING BAND CANKA DHIRA DHARMA YON ZIPUR I/DD

SKRIPSI SARJANA

O

L

E

H

NAMA: H.A. MARTHIN TAMBUNAN

NIM: 090707021

Disetujui

Pembimbing I,Pembimbing II,

Dra. Heristina Dewi, M.Pd.Drs. Muhammad Takari, M.Hum., Ph.D.

NIP 196605271994032010 NIP 196512211991031001

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

DEPARTEMEN ETNOMUSIKOLOGI

MEDAN

2013

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Drum band merupakan sebuah ansambel[footnoteRef:2] yang memainkan sejumlah kombinasi alat musik tiup dan pukul (perkusi). Drum band berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris yaitu drum dan band. Drum berarti sebuah alat musik yang dipukul atau ditabuh, biasanya menggunakan stik (pemukul). Sedangkan band adalah bentuk gabungan alat musik yang berfungsi sebagai melodi dalam suatu lagu yang terdiri dari alat musik tiup, alat musik perkusi yang bernada, serta ditambah dengan cymbal. Beberapa alat yang digunakan adalah bellyra, trumpet, pianika, maupun rekorder. Dalam permainannya terdapat aksi baris-berbaris (military style) yang membentuk formasi dengan pola tertentu (seperti bentuk bintang dan lingkaran) dan diiringi tarian oleh pembawa bendera dan mayoret.[footnoteRef:3] Pada umumnya drum band dapat kita jumpai pada angkatan militer, kepolisian, sekolah-sekolah, dan organisasi seperti PDBI (Persatuan Drum Band Indonesia). Oleh sebab itu, pada zaman sekarang ini, drum band bukanlah hal yang asing untuk kita lihat atau dengar. [2: Menurut Virginia Tech Multimedia Music Dictionary, ansambel adalah A group of musicians that perform as a unit. (www. music,vt.edu/musicdictionary). Maknanya dalam bahasa Indonesia yaitu pertunjukan sekelompok musisi sebagai suatu kesatuan. Dalam bentuk ensambel ini diperlukan kerjasama permainan yang bersifat paduan ritmis dan melodis atau bahkan harmoni sekali gus. Di Sumatera Utara terdapat juga berbegai jenis ensambel musik seperti Ensambel Bukit Barisan, Drum Band Sinar Husni, ensambel musik tradisional seperti gondang sabangunan (Batak Toba), ensambel gonrang bolon (Simalungun), dan lain-lainnya.] [3: Mayoret adalah pemimpin atau komandan dari semua anggota drum band yang memiliki tugas untuk memberikan aba-aba atau isyarat kepada para pemain untuk memainkan alat musiknya.]

Dalam tulisan ini, drum band yang dimaksud akan dibahas adalah drum band yang terdapat di dalam intitusi militer. Namun dalam pembahasan ini, istilah drum band yang digunakan atau yang disebutkan oleh para militer (dalam kasus ini oleh anggota militer Yon Zipur Kodam I Bukit Barisan,[footnoteRef:4] lazim menyebutkan nama kelompoknya sebagai Drum Band Yon Zipur I Dhira Dharma) menurut penulis sudahlah merupakan ensambel marching band. Alasannya adalah dalam pengaplikasian permainan yang ditampilkan oleh kelompok musik militer ini, format yang digunakan adalah format marching band.[footnoteRef:5] [4: Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam rangka pertahanan dan keamanan nasionalnya, maka secara organisasi militer, dibagi ke dalam 13 Kodam (Komando Daerah Angkatan Militer) dan didukung oleh Kodim-kodim (Komando Daerah Inti Militer), yang diperinci sebagai berikut. 1. Kodam Iskandar Muda, 2. Kodam I Bukit Barisan, 3. Kodam II Sriwijaya; 4. Kodam Jaya; 5. Kodam III Siliwangi, 6. Kodam IV Diponegoro, 7. Kodam V Brawijaya; 8. Kodam VI Mulawarman; 9. KodamVII Wirabuana; 10. Kodam IX Udayana; 11. Kodam XII Tanjungpura; 12. Kodam XVI Patimura, dan 13. Kodam XVII Cendrawasih. Kodam I Bukit Barisan terdiri dari: Korem 022 Pantai Timur; Kodim 0202; Kodim 0203 Langkat; Kodim 0204 Deli Serdang; Kodim 0207 Simalungun; Kodim 0208 Asahan; Kodim 0209 Labuhan Batu; Korem 023 Kawal Samudera; Kodim 0205 Tanah Karo; Kodim 0206 Dairi; Kodim 0210 Tapanuli Utara; Kodim 0211 Tapanuli Tengah; Kodim 0212 Tapanuli Selatan; Kodim 0213 Nias; Korem 031 Wirabima; Kodim 0301 Pekanbaru; Kodim 0302 Indragiri Hulu; Kodim 0303 Bengkalis; Kodim 0313 Kampar; Kodim 0314 Indragiri Hilir; Korem 032 Wirabraja; Kodim 0304 Agam; Kodim 0305 Pasaman; Kodim 0306 Limapuluh Kota; Kodim 0307 Tanah Datar; Kodim 0308 Padang Pariaman; Kodim 0309 Solok; Kodim 0310 Sawahlunto; Kodim 0311 Pesisir Selatan; Kodim 0312 Padang; Kodim 0319 Mentawai; Kodim 0320 Bukittinggi; Kodim 0321 Pasaman Barat; Korem 033Wira Pratama; Kodim 0315 Kepulauan Riau; Kodim 0316 Batam; Kodim 0317 Karimun; Kodim 0318 Natuna Tanjung Pinang; Kodim 0201 BS Medan (Sumber: Kodam I Bukit Barisan, 2013).] [5: Kita tahu bahwa marching band merupakan sebuah ansambel yang terdiri dari drum section (kelompok alat musik pukul) dan brass section (kelompok alat musik tiup). Sedangkan drum band merupakan sebuah ansambel yang terdiri dari drum section saja. Permainan yang ditampilkan oleh kelompok militer ini merupakan gabungan dari kedua drum section dan percution section. Oleh sebab itu, berdasarkan pertunjukannya bahwa kelompok musik militer ini merupakan sebuah kelompok marching band, yakni Marching Band Yon Zipur I Dhira Dharma, walau juga lazim menyebutkan kelompoknya sebagai Drum Band Yon Zipur I Dhira Dharma.]

Sejarah kemiliteran Indonesia sendiri dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945. Angkatan perang pertama Indonesia yang disebut Tentara Keamanan Rakyat (TKR) ini, kemudian diganti menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada tanggal 24 Januari 1946. Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 5 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam sejarahnya, TNI pernah digabungkan dengan Polisi Republik Indonesia (POLRI). Gabungan ini disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Namun sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI, pada tanggal 19 Oktober 2004 TNI dan POLRI telah sah dipisahkan (www.anri.com).

Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini dibagi atas tiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Sedangkan TNI Angkatan Darat ini sendiri memiliki tiga kekuatan, yakni Kekuatan Terpusat (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat dan Komando Angkatan Khusus), Kekuatan Kewilayahan (Komando Daerah Militer, Komando Resort Militer, Komando Distrik Militer), dan Kekuatan Badan Pelaksana Pusat. Di Indonesia, terdapat tiga belas Komando Daerah Militer (Kodam) yang salah satunya merupakan Kodam1 Bukit Barisan yang terdapat di Medan.

Yon Zipur 1 Dhira Dharma yang terdapat di Kecamatan Helvetia ini merupakan satuan dari Kodam Bukit Barisan. Kelompok batalion tentara ini merupakan tempat dimana marching band Zipur 1 Dhira Dharma berada.

Menurut sejarahnya, marching band yang dulu dikenal sebagai musik perang atau musik militer ini dipercaya dapat menginspirasi dan mendukung jiwa para prajurit dalam berperang. Seperti yang ditulis oleh Camus (1993):

Music has been used to encourage the troops and to raise their spirits both in battle and during the difficult moments before and after the conflict. [Musik telah digunakan untuk mendorong pasukan dan untuk meningkatkan semangat mereka baik dalam pertempuran dan pada saat-saat sulit sebelum dan setelah konflik] (Camus,1993: 3).

Dari penjelasan tersebut, dapat kita lihat bahwa marching band memiliki penggunaan dan fungsi. Namun dalam hal ini penggunaan itu adalah dalam konteks perang. Pertanyaannya adalah jika marching band itu awalnya digunakan saat perang zaman dulu, lantas apakah marching band itu masih digunakan pada saat perang masa kini atau untuk keperluan di luar perang? Tentu saja jawabannya masih ada, dan bahkan berkembang semakin banyak tidak hanya di kalangan militer saja tetapi sudah ada di kalangan masyarakat biasa seperti di sekolah-sekolah dan organisasi-organisasi marching band di luar sekolah. Setelah pertanyaan di atas, muncul pertanyaan berikutnya yang mana kita jelas tahu bahwa zaman dulu penggunaan marching band itu semata-mata untuk tujuan perang yakni untuk mendukung semangat jiwa prajurit dalam berperang agar tidak takut dan mundur. Pertanyaannya adalah, untuk apa dan apa penggunaan dan fungsi marching band (dalam hal ini yang ada di militer, sesuai dengan judul) yang ada sekarang ini, terutama di Yon Zipur I Dhira Dharma?

Dalam kenyataannya, rasa semangat atau rasa nasionalisme yang diungkapkan para militer menunjukkan bahwa musik yang dimainkan marching band ini mempunyai daya sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa atau emosi pada anggota militer tersebut. Hal ini dapat kita jumpai ketika suatu upacara berlangung. Lebih tepatnya lagi saat baris-berbaris menuju lapangan, atau ketika bubar dari lapangan. Seluruh anggota militer akan ikut bernanyi dan bersorak-sorai dengan semangat sementara marching band tersebut dimainkan. Selain itu fungsi hiburan juga merupakan salah satu fungsi dari permainan drum band yang ada pada militer saat ini. Pengaplikasiannya di lapangan dapat kita lihat ketika marching band ini melakukan pawai yaitu bermain berkeliling di lingkungan masyarakat sekitar. Jelas bahwa ketika marching band itu dimainkan di depan kalangan umum, masyarakat yang menonton dengan antusias menyaksikannya karena mereka merasa terhibur. Bahkan masih dalam konteks pawai tersebut, kita dapat menemukan fungsi musik yang lain. Kadang kala mereka (marching band Zipur I Dhira Dharma