Ulum Lbm 1 Sgd 1 Modul Jiwa

  • View
    287

  • Download
    22

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ulum Lbm 1 Sgd 1 Modul Jiwa

Text of Ulum Lbm 1 Sgd 1 Modul Jiwa

LBM 1 MODUL PERILAKU DAN JIWA(TINGKAH LAKU ANEH)STEP 11. Katalepsi : gerakan aneh yang dipertahankan dlam waktu lama; suatu keadaan menurunnya daya tanggap biasanya ditandai dengan keadaan seperti kerasukan dan kekakuan sehingga pasien bertahan pada sikapyang diberikan kepadanya : seperti dalam keadaan duduk pasien akan duduk dalam waktu yang lama.2. NAPZA : Narkotika Alkohol Psikotropika Zat Aktif lainnya.3. GAF (Global Functional Assessment) : penilaian psikologi .4. Psikotik : orangnya tidak bisa menilai suatu kenyataan, seperti berhalusinasi dan waham .STEP 21. Mengapa 2 bulan ini pasien sering melamun dan banyak mengurung diri dikamar ,berbicara dan tertawa sendiri?(termasuk jenis perilaku seperti apa?apakah termasuk gangguan psikologi?)2. Faktor apa saja yang menyebabkan perilaku pasien yang seperti itu?3. Mengapa bisa terjadi katalepsi?4. Apa saja macam-macam gangguan kejiwaan?5. Apa yang dimaksud dengan halusinasi?apa bedanya dengan ilusi?Halusinasi persepsi panca indera tanpa rangsangan pada panca indera, persepsi tanpa objek.Ilusi suatu persepsi panca indera disebabkan adanya rangsangan panca indera yang ditafsirkan salah. Ex : melihat kabel seperti ular6. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada pasien tersebut?

STEP 31. Mengapa 2 bulan ini pasien sering melamun dan banyak mengurung diri dikamar ,berbicara dan tertawa sendiri?(termasuk jenis perilaku seperti apa?apakah termasuk gangguan psikologi?)Melamun gejala handaya (asik dengan dunianya sendiri) misalnya seseorang yang etos kerjanya bagus lalu menurun, orang yang tidak mandi Handaya :a. Psikososialb. Perilakuc. Pembersihan dirid. Berbicara dan tertawa sendiri termasuk halusinasi2. Faktor apa saja yang menyebabkan perilaku pasien yang seperti itu?1. Gangguan mental organik : a. Gangguan simtomatik, b. Gangguan akibat alkohol atau zat 2. Gangguan psikotik : a. Skizofrenia, b. Gangguan afektifSyarat gangguan psikotik (kriteria diagnostiknya)??1. Halusinasi2. Waham3. Bizar : perilaku yang aneh4. Disorganisasi5. Irritablity :emosinya tidak terkontrol, labil Berapa kriteria yang harus dipenuhi dalam menegakkan gangguan psikotik??Gangguan jiwa dimana tidak mampu memahami sekitarnya Psikotik akut : waktunya terjadi selama 2 minggu atau kurang, mendengar suara yang tidak bersumber, mengalami kebingungan, menyendiri, mengancam diri sendiri dan sekitarnya, marah dan berbicara atau tertawa sendiri, keadaan emosional yang labildan tidak stabil, adanya stress akutyang berkaitan, adanya sindrom yang khas seperti polimorfik yaitu beraneka ragam dan cepat, gejala skizofrenia like : halusinasi dll. Psikotik kronik :

Kenapa disebut psikotik??3. Gangguan neurotik dan gangguan kepribadian4. Gangguan perkembangan : dari kecil sampe dewasaDILENGKAPI YA.....Skizofrenia (definisi dll)3. Mengapa bisa terjadi katalepsi? Kemungkinan karena adanya gangguan dari neurotransmiternya yaitu adanta peningkatan dopaminergik (D2)Gangguan jiwa secara umum adanya gangguan di otak (hipotalamus, sistem limbik dll) danjuga adanya gangguan pada sistem neurotransmiternya , tumor, stressor, post partum;Gangguan psikotik : 1. Fungsional : Stressor psikoneuro endokrin koretex hipotalamus ptuitari adrenal dan kortex simpato medulla adrenal mempengaruhi kortisol merubah glikogen menjadi glukosa bisa menyebabkan hipertensi, glukosa meningkat dapat menyebabkan toxic (diabetic neuropati )Adrenal akan terangsang untuk sekres nor epinefrin menyebabkan kecemasan meningkatkan halusinasi2. struktural : adanya gangguan struktur otak (sistem limbik)4. Apa yang dimaksud dengan halusinasi?apa bedanya dengan ilusi?a. Halusinasi persepsi panca indera tanpa rangsangan pada panca indera, persepsi tanpa objek.Halusinasi auditorik : misalnya seseorang yang seolah2 mendengar sesuatuHalusinasi visual : seseorang yang seolah2 melihat sesuatuHalusinasi olfatorik : seseorang yang seolah2 membaui sesuatuHalusinasi gustatorik : seseotang yang seolah2 merasakan sesuatu di lidah (rasa lidah)Halusinasi taktil : seseorang yng seolah2 merasakan rabaan atau adanya rangsangan sentuhanHalusinasi haptik : seseorang yang seolah2 tubuhnya bersentuhan atau bersinggungan dengan orang lainHalusinasi kinestetik : seseorang yang seolah2 merasa bagian tubuhnya terlebpas atau bergerak sendiri atau berubah bentukHalusinasi autoskopi : seseorang yang seolah2 melihat dirinya sendirib. Ilusi suatu persepsi panca indera disebabkan adanya rangsangan panca indera yang ditafsirkan salah. Ex : melihat kabel seperti ularIlusi visualIlusi akustikIlusi olfaktorikIlusi gustatorikIlusi taktil5. Apakah mungkin adanya ilusi dan halusinasi dalam kejadian yang bersamaan?

6. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada pasien tersebut?GAF :100-91 : gejala tidak ada, berfungsi maksimal dan tidak masalah yang tak tertanggulangi90-81 : gejala minimal, fungsinya baik80-71 : gejala sementara, masih dapat diatasi, terdapat diaabillity dalam sekolah maupun sosial dan pekerjaan 70-61 : gejala ringan fan menetap, fungsi secaraumum masih baik tapi ada disabillity dalam fungsinya60-51 : gejala sedang, disability sedang50-41 : gejala berat dan disability berat40-31 : disabilitasnya dalam hubungan dengan realita dan komunikasi, disabilitasnya berat dalam beberapa fungsi30-21 : disabilitasberat dalam komunikasi dan daya nilai, tidak mampu berfungsi dalam semua bidang 20-11 : bisa mencederai diri sendiri dan orang lain, disabilitas sangat berat dalam berkomunikasi dan mengurus diri sendiri10-1 : persisten dan lebih serius0 : informasi tidak adekuat

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7Beberapa contoh simptomatologi pada beberapa gangguan jiwa:1) Gangguan Kesadaran/conciousnessJenis-jenis gangguan kesadaran:a. gangguan kesadaran kuantitatif Suf, kesadarannya seperti orang yang mengantuk. Somnolen, kesadarannya seperti orang tidur, tidak acuh terhadap sekelilingnya, apatis, tetapi masih dapat memberikan jawaban dan reaksi. Sopor, kesadarannya seperti orang yang tidur lelap, dimana ingatan, orientasi, dan pertimbangannya sudah hilang. Kalau dirangsang hanya sedikit memberikan respon, dengan tidak acuh atau dengan membuka mata sebentar kemudian tidur lagi. Apati, kesadarannyabaik, bisa berkomunikasi dengan baik tetapi memerlukan intensitas yang tinggi. Koma, keadaan pingsan, tidak memberikan respon sedikitpun terhadap rangsang dari luar. Refleksi pupil sudah tidak ada. Kesadaran yang meninggi, kesadaran dengan respon yang meninggi terhadap rangsang, suara-suara terdengar lebih keras, warna-warna kelihatan lebih jelas atau terang.b. gangguan kesadaran kualitatif Stupor, kesadaran yang menyempit. Keadaan dini, kesadarannya mengabur, sering disertai dengan halusinasi lihat dan dengar. Bingung/confusion, keadaan yang disifatkan dengan adanya gangguan-gangguan asosiasi, disorientasi, kesulitan mengerti, dan ketidaktahuan apa yang harus diperbuat, tercengang dan penuh pertanyaan. Disorientasi, kesadaran pemehaman diri dalam lingkungan seperti disorientasi diri, tempat, waktu, dan situasi. Delirium, pengaburan kesadaran, ribut-gelisah, inkoheren, ilusi dan halusinasi, sering disertai dengan cemas dan takut. Disosiasi, pemisahan diri secara psikologik dari kesadarannya, diikuti dengan amnesia sebagian. Kesadaran berubah, kesadarannya tidak normal, tidak menurun, tidak meninggi, tetapi kemampuan mengadakan hubungan dan pembatasan terhadap dunia luardan dirinya sendiri sudah terganggu dalam taraf tidak sesuai dengan kenyataan.2) Gangguan PerhatianJenis-jenis gangguan perhatian:a. Distractbility, yaitu ketidakmampuan mengarahkan perhatian dirinya, perhatian mudah teralihkan pada rangsang atau stimuli yang tidak berarti. Biasanya ditemukan pada pasien ADHD.b. Aprosexia, yaitu ketidaksanggupan untuk memperhatikan secara tekun dalam waktu yang singkat terhadap suatu situasi, dengan tidak memandang pentingnya situasi itu.c. Selective, yaitu perhatian yang kurang selektif sehingga mudah lupa dan sulit mengenali.d. Hipervigilance/hiperprosexia, yaitu konsentrasi yang berlebih-lebihan, sehingga lapangan persepsi menjadi sangat sempit. Terjadi pada pasien paranoid dan cemas.3) Gangguan EmosiJenis-jenis gangguan emosi:a. Afek Inappropiate, yaitu gangguan emosi ditandai dengan jelas adanya perbedaan antara sifat emosi yang ditunjukkan dengan situasi yang minumbulkannya. Blunted, yaitu kemiskinan afek dan emosi secara umum, afek/emosinya datar, tumpul, atau dingin. Flat, yaitu datar, tidak ada perubahan roman muka. Labil, yaitu mudah berubah terbawa faktor eksternal. Restricted, yaitu terbatas/menyempit. Depresi, yaitu perasaan sedih tertekan.b. Mood Expansive, yaitu perasaan menguasai lingkungan. Irritable, yaitu perasaan mudah tersinggung. Elevated Euphoria, yaitu emosi yang menyenangkan dalam tingkatan sedang, mudah melambung. Exaltasi, yaitu elasi yang berlebih-lebihan, sering disertai dengan waham kebesaran. Euthymia, yaitu perasaan wajar. Dysphoric, yaitu perasaan sedih, bersalah. Ectasy, yaitu emosi senang disertai dengan rasa hati yanhg aneh, penuh kegairahan, perasaan aman, damai, dan tenang. Merasa hidup baru kembali. Anhedonia, yaitu ketidakmampuan merasakan kesenangan,tidak timbul senang dengan aktivitas yang biasanya menyenangkan.4) Gangguan PsikomotorJenis-jenis gangguan psikomotor:a. Katatonia Katalepsi, yaitu mempertahankan secara kaku posisi badan tertentu, sekalipun hendak diubah orang lain. Stupor, yaitu reaksi terhadap lingkungan sangat berkurang, gerakan dan aktivitas menjadi sangat lambat. Rigiditas, yaitu pengkakuan pada bagian tubuh tertentu. Posturing Fleksibilitas cerea, yaitu kelenturan dalam menggerakkan anggota badan tetapi masih ada hambatan. Kataplexia, yaitu kehilangan tonus otot secara mendadak. Stereotipi, yaitu gerakan yang berulang-ulang. Echopraxia, yaitu menirukan gerakan orang lain pada saat dilihatnya. Echolalia, yaitu menirukan apa yang diucapkan orang lain.b. Hiperaktif TIC, yaitu gerakan-gerakan muncul ketika cemas. Grimace Akatisia, yaitu gerakan bibir yang muncul ketika cemas. Raptus, yaitu me