Click here to load reader

Ulkus Lidah

  • View
    70

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kedokteran

Text of Ulkus Lidah

  • Ulkus LidahOleh :dr. Jimmy H. Widjaja, Sp.PA

  • Lidah yang tidak nyaman bisa dihasilkan dari iritasi oleh makanan tertentu, khususnya yang asam (misal, nanas) rasa tertentu di dalam pasta gigi, pencuci mulut, permen, atau permen karet obat-obatan infeksi umum yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada lidah : candidiasis

  • Sariawan gejala erosi pada kulit mulut, yakni di bagian dinding dalam pipi atau lidah. kekurangan vitamin C, alergi, mengkonsumsi makanan / minuman yang terlalu panas, kekurangan asupan zat besi, atau bisa juga disebabkan oleh penurunan daya tahan tubuh.

  • Leukoplakia bercakputihpadamukosamulutataulidah, bentuknyatidakteraturdenganbatasyangtegasdankadang-kadangmenonjol Histologislesiinimenunjukkangambaranyangbervariasidarihiperkeratosisringan,tanpadisplasiaepiteliumdibawahnyasampaidisplasiasedanghinggaberat mendekatikarsinomainsituLekoplakiamerupakanlesiprekankerpenyebabnyabelumdiketahuisecarajelas kebiasaanmerokok,sertakebiasaanmengunyahsirih,iritasigigipalsuyangtidakpas,kecanduanalcoholdanmakananyangiritatif

  • Ulkus adalah sebuah lobang yang terbentuk di dalam mukosa bila lapisan paling atas dari sel mukosa itu hancur dan rusak, sehingga jaringan dibawahnya terlihat.Suatu ulkus tampak putih karena adanya sel-sel yang mati dalam lobang tersebut.Ulkus mulut sering terjadi karena perlukaan atau iritasi pada jaringan, misalnya jika secara tidak sengaja bagian dalam dari pipi tergigit atau tergores.Penyebab lain adalah sariawan dan bahan-bahan iritan, seperti aspirin yang dihisap di gusi.

  • Neoplasma malignant dari lidah biasanya timbul dari jaringan epitel mukosa mulut dan sebagian besar merupakan karsinoma epidermoid, yang merupakan salah satu tumor ganas pada rongga mulut yang paling sering dijumpai diklinik dan mempunyai tingkat kematian yang tinggi

  • Waspada

    1. Bercak putih, bersisik, persisten. 2. Bintik pigmen yang tiba- tiba ukurannya membesar. 3. Ulser yang tidak sembuh-sembuh. 4. Gusi bengkak dan berdarah yang tidak dihubungkan dengan obat-obatan. 5. Asimetri wajah yang progresif. 6. Gigi yang tanggal secara tiba-tiba, tanpa adanya riwayat trauma pada rahang. 7. Parastesi, anestesi dan mati rasa di rongga mulut. 8. Trismus dan sakit sewaktu menggerakkan rahang. 9. Adanya gumpalan pada leher, wajah atau jaringan mulut. 10. Luka pencabutan yang tidak sembuh-sembuh.

  • Pemeriksaan

    1. Perubahan warna, apakah mukosa mulut berwarna abnormal, misalnya putih, merah atau hitam. 2. Konsistensi, apakah jaringan keras, kenyal, lunak, fIuktuan atau nodular. 3. Kontur, apakah permukaan mukosa kasar, ulserasi, asimetri atau pembengkakan. 4. Temperatur. 5. Fungsi, apakah pasien dapat membuka mulut dengan sempurna. 6. Lymphnode servikal.

  • DefinisiKanker lidah adalah suatu neoplasma malignat yang timbul dari jaringan epitel mukosa lidah dengan selnya berbentuk squamous cell carcinoma (cell epitel gepeng berlapis) dan terjadi akibat ransangan menahun, juga beberapa penyakit-penyakit tertentu (premalignant).Kanker ganas ini dapat menginfiltrasi ke daerah sekitarnya, di samping itu dapat melakukan metastase secara limfogen dan hematogen

  • InsidenKanker ganas dari lidah berkisar antara 25 sampai dengan 50 % dari semua kanker ganas didalam mulut. Dari 441 kanker ganas lidah yang dilaporkan oleh Ash dan Millar, 25 % terjadi pada wanita dan 75 % terjadi pada pria dengan umur rata-rata 63 tahun. Pada 330 kasus pada kanker ganas pada lidah yang dilaporkan oleh Gibbel dan Ariel rata-rata penderita tersebut berumur 53 tahun dengan jarak umur 32 tahun sampai dengan 87 tahun

  • Insiden kanker ganas tertinggi terdapat pada bagian lidah (2/3 anterior lidah), jika dibandingkan dengan bagian belakang lidah (1/3 posterior lidah).

  • EtiologiMartin melaporkan bahwa 33 % penderitanya yang menderita kanker ganas lidah juga mengalami penyakit syphilis. Ada beberapa penyakit lain yang merupakan penyebab terjadinya kanker ganas pada lidah diantaranya adalah hygiene mulut yang jelek, trauma kronik dan gangguan alkohol serta tembakau. Sejumlah kasus telah diobservasi dimana kanker ganas lidah timbul pada tempat yang sesuai dengan sumber iritasi kronik seperti caries gigi atau gigi busuk dengan calculus yang banyak, dan juga biasanya karena pemasangan gigi palsu atau prothesa yang posisinya tidak cocok.

  • PatogenesaLidah mempunyai susunan pembuluh lymphe yang kaya, hal ini akan mempercepat metastase kelenjar getah bening regional dan ini juga dimungkinkan oleh susunan pembuluh lymphe yang saling berhubungan kanan dan kiri Walaupun terdapat penyebaran lokal yang besar, tetapi anak sebar biasanya berjalan melalui lymph node colli. Metastase haematogenus terjadi pada tahap selanjutnya. Tumor paling ganas menyebar cukup dalam serta cepat ke jaringan didekatnya dengan penyebaran permukaan yang kecil, terlihat sebagai ulser nekrotik yang dalam.

  • Tanda-tanda yang sering muncul pada kanker lidah adalah suatu massa atau ulkus yang tidak nyeri Menjadi nyeri, tentunya hal ini terjadi jika timbul infeksi skunder Tumor tersebut dapat bermula sebagai ulkus yang mengalami indurasi superfisial dengan pinggir yang sedikit menonjol dan dapat berlanjut menjadi menginfiltrasi bagian dalam

  • Lesi yang khas timbul pada pinggir lateral atau permukaan ventral lidah. Sedangkan pada sejumlah kecil kasus kanker lidah timbul pada permukaan dorsum lidah

  • Pemeriksaan PenunjangIncisional biopsy dengan cara mengambil sampel dari daerah carcinoma dan daerah yang sehat, sehingga diketahui batas jelas dari carcinoma FNAB

  • PatologiGambaran makroskopis : Tumor berbentuk terdapat papiler, noduler, difus bersifat fisura atau berulserasi dengan daerah leukoplakia yang sering kali terlihat diperifer.

    Gambaran Mikroskopis : Biasanya dapat terjadi suatu karsinoma sel skuamosa keratinisasi, dengan tipe well sampai berdiferensiasi buruk

  • TerapiTerapi kanker ganas lidah merupakan suatu masalah yang sulit, oleh karenanya ada beberapa sistem terapi yang dikerjakan baik dengan secara pengobatan (sitostatika), atau secara pembedahan serta penyinaran (radiasi), maupun dikombinasikan antara penyinaran dengan pembedahan

  • T1 = Tumor dengan penampang kurang atau sama dengan 2 cm superficial/exophhytic.T2 = Tumor dengan penampang kurang atau sama dengan 2 cm dengan infiltrasi dangkal.T3 = Tumor dengan penampang lebih dari 2 cm dengan infiltrasi dalam.T4 = Infiltrasi tumor sudah mengalami fiksasi tanpa melihat besar tumor dan sudah mengenai jaringan sekitarnya.No = Kelenjar-kelenjar leher yang palpable tidak ada.N1 = Sudah ada kelenjar leher yang palpable, mobile serta homolateral.N2 = Kelenjar leher yang palpable, mobile serta heterolateral/bilateral.N3 = Kelenjar leher ini sudah fixed, baik homo/bi-lateralM0 = Metastase jauh tidak ada.M1 = Metase jauh sudah ada

  • Secara garis besarnya terapi pada carcinoma lidah dibagikan menjadi 2 bagian berdasarkan lokalisasinya : - 1/3 posterior : dengan radio terapi dengan menggunakan radiasi radon seeds.- 2/3 anterior : dengan surgical therapy dengan cara V excision, sehingga ujung lidah dapat berfungsi untuk artikulasi.

  • 1. Radio Therapy :Radio therapy dilakukan bila : Tumor Inoperable, T3 atau lebih, N3, M0 M1 Tumor di 1/3 lidah posterior (karena karsinoma lidah 1/3 posterior satu grup denganhypopharynx) 2. Cytostatica theraphy :Metotrexate (Mtx). 3. Surgical/Hemiglosectomy (total glossectomy)

  • T1N0M0 : Dengan therapy surgical

    T1N1M0 :Dapat dilakukan end block (tumor primer dan matestasenya diangkat bersama-sama)Sebagai contoh : Helmiglossectomy + RND yang disebut dengan COMMANDO OPERASI (Combined Mandibular and Neck Dissection Operation).

    T3N0M0 : Dengan surgical therapy + radio therapy.

    T4N3M1 : Keadaan sudah inoperable incurable, therapy ke interne

  • PrognosisPrognosis pada carsinoma lidah ini adalah tidak baik, meskipun angka statistik penyakit bervariasi diantara kelompok penderita angka penyembuhan selama lima tahun adalah umumnya < 25 %.Carsinoma lidah yang terjadi pada bagian 1/3 dorsum lidah (20 30 %) keadaannya lebih ganas dan kasusnya lebih sedikit, jika dibandingkan dengan 2/3 anterior lidah (70 80 %).