Tugas Rasionalitas obat

  • View
    219

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Tugas Rasionalitas obat

  • 7/25/2019 Tugas Rasionalitas obat

    1/24

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Obat adalah salah satu factor penting dalam pelayanan kesehatan. Akan

    tetapi, World Health OrganizationWHO! memperkirakan terdapat sekitar "#$

    dari seluruh penggunaan obat yang tidak tepat dalam peresepan, penyiapan, dan

    pen%ualannya. &ekitar "#$ lainnya tidak digunakan secara tepat oleh pasien

    World Health Organization, '##'!. (enggunaan obat yang tidaktepat akan

    menimbulkan banyak masalah. )asalah*masalah tersebut diantaranya meliputi

    segi efekti+itas, efek samping, interaksi, ekonomi dan penyalahgunaan

    obat(harmaceutical are -etork /urope, '##0!. Oleh karena itu, dalam

    penggunaan obat diperlukan pertimbangan yang tepat agar penggunaannya efektif

    dan efisien. (ada tahun 12", konferensi WHO di 3enya melahirkan gagasan

    mengenai penggunaan obat yang rasional Hogerzeil, et al., 10!. (enggunaan

    obat dikatakan rasional bila pasien mendapatkan obat yang sesuai dengan

    kebutuhan klinis, sesuai dosis dan durasi pemberian, serta biaya yang dikeluarkan

    untuk obat tersebut terbilang rendah bagi pasien dan komunitasnya. (enggunaan

    obat rasional bertu%uan untuk menghindari masalah yang dapat timbul terkait obat

    4rug 5elated (roblem! World Health Organization, 12"!. (enilaian rasionalitas

    penggunaan obat ditin%au dari tiga indikator utama yaitu peresepan, pelayanan

    pasien, dan fasilitas World Health Organization, 10!. 5esep dapat

    menggambarkan masalah 6masalah obat seperti polifarmasi, penggunaan obat

    yang tidak tepat biaya, penggunaan antibiotik dan sediaan in%eksi yang berlebihan,

    serta penggunaan obat yang tidak tepat indikasi World Health Organization,

    10!. 3etidaktepatan peresepan dapat mengakibatkan masalah seperti tidak

    tercapainya tu%uan terapi, meningkatnya ke%adian efek samping obat,

    meningkatnya resistensi antibiotik, penyebaran infeksi melalui in%eksi yang tidak

    steril, dan pemborosan sumber daya kesehatan yang langka World Health

    Organization, '##!.

    1

  • 7/25/2019 Tugas Rasionalitas obat

    2/24

    )asalah yang memprihatinkan adalah banyak hasil penelitian yang

    menun%ukan ketidaktepatan peresepan ter%adi di banyak negara terutama negara*

    negara berkembang seperti di 7ndonesia Hogerzeil, et al., 10!. (ada tahun

    10, peresepan di 7ndonesia masih dikategorikan tidak rasional. Hal tersebut

    dilihat dari banyaknya polifarmasi 0," obat per pasien!, penggunaan antibiotik

    yangberlebihan 80$!, serta in%eksi yang tidak tepat dan berlebihan 1#*2#$!

    Hogerzeil, et al., 10!. Akibatnya, banyak ter%adi masalah terkait penggunaan

    obat di 7ndonesia yang merugikan secara klinis maupun ekonomi. (emerintah

    telah melakukan banyak inter+ensi untuk merasionalkan penggunaan obat pada

    segala tingkat pelayanan kesehatan di 7ndonesia termasuk puskesmas sebagai

    fasilitas primer pelayanan kesehatan di 7ndonesia Arustiyono, 1!. 9saha*

    usaha tersebut diantaranya meliputi penyusunan 4aftar Obat /sensial -asional

    4O/-! dan pedoman pengobatan dasar di puskesmas yang harus di%adikan

    standar peresepan pada puskesmas Arustiyono, 1 dan Handayani, &upardi,

    5aharni, : &usyanty, '#1#!.

    2

  • 7/25/2019 Tugas Rasionalitas obat

    3/24

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    '.1 (enggunaan Obat 5asional

    Obat memiliki dua sisi yang bertolak belakang. (emberian obat yang

    benar dapat memberikan manfaat menyembuhkan. Akan tetapi, penggunaan obat

    yang tidak benar dapat merugikan. 3esalahan dalam penggunaan obat dapat

    berakibat pada bertambahnya biaya pengobatan, tidak tercapainya tu%uan

    pengobatan hingga membahayakan kehidupan pasien World Health Organization,

    '##'!. Berikut adalah beberapa contoh dampak dari kesalahan dalam penggunaan

    obat ;

    a. 4ampak kesehatan

    3esalahan penggunaan obat dapat menyebabkan timbulnya efek samping

    hingga memperparah penyakit yang diderita pasien. (enelitian &uh et al '###!

    memperoleh data baha pasien lebih lama diraat di rumah sakit tanpa adanya

    perhatian untuk mencegah timbulnya efek samping obat. &elain itu, pasien

    %ugamenghabiskan lebih banyak biaya untuk mengatasi efek samping yang timbul

    &uh, et al., '###!.

    b. 4ampak ekonomi

    Biaya yang dihabiskan untuk pengobatan infeksi diperkirakan sebesar 8 * "

    %uta dolar Amerika

  • 7/25/2019 Tugas Rasionalitas obat

    4/24

    gagasan mengenai penggunaan obat yang rasional Hogerzeil, et al ., 10!.

    (enggunaan obat dikat akan rasional bila pasien diberikan obat sesuai dengan

    kebutuhan klinisnya. Obat yang diberikan kepada pasien harus sesuai dari segi

    pemilihan, indikasi, cara pemberian, dosis, lama pemberian, informasi yang

    diberikan kepada pasien, e+aluasi serta biayanya World Health Organization,

    12"!. u%uan dari penggunaan obat yang rasional adalah meminimalisasi masalah

    yang timbul akibat penggunaan obat yang tidak tepat World Health Organization,

    10!.

    abel '.1. 7ndikator utama penilaian rasionalitas penggunaan obat

    World Health Organization, 10

    Banyak faktor yang mempengaruhi kerasionalan penggunaan obat. Akan

    tetapi, WHO menyimpulkan tiga faktor utama adalah pola peresepan, pelayanan

    yang diberikan bagi pasien, dan tersedianya fasilitas untuk merasionalkan

    penggunaan obat World Health Organization, 10!. aktor peresepan

    berpengaruh langsung pada ketepatan pemberian obat yang akan dikonsumsi oleh

    pasien. aktor pelayanan pasien berpengaruh pada ketepatan diagnosis dan terapi

    untuk pasien, serta informasi yang seharusnya diterima oleh pasien agar pasien

    4

  • 7/25/2019 Tugas Rasionalitas obat

    5/24

    mengerti akan tu%uan terapinya dan paham tentang penggunaan obatnya. aktor

    fasilitas yaitu ketersediaan obat esensial dan daftarnya men%adi penun%ang bagi

    tenaga kesehatan untuk dapat men%alankan penggunaan obat yang rasional World

    Health Organization, 10!. 3etiga faktor tersebut berperan penting pada

    tercapainya kerasionalan penggunaan obat.

    '.1.1. (enggunaan Obat 5asional di 7ndonesia

    (ada tahun 10, peresepan di 7ndonesia masih dikategorikan tidak

    rasional. )asalah yang ter%adi adalah tingginya tingkat polifarmasi 0," obat per

    pasien!, penggunaan antibiotik yang berlebihan 80$!, serta in%eksi yang tidak

    tepat dan berlebihan 1#*2#$! Hogerzeil, et al., 10!. (ada tahun 1C, hasil

    penelitian lain di 80 puskesmas di 2 kabupaten

  • 7/25/2019 Tugas Rasionalitas obat

    6/24

    memiliki target kerasionalan penggunaan obat berdasarkan parameter peresepan

    WHO. Berikut adalah target kemenkes terkait parameter indikator peresepan

    )utiarani, '#11! ;

    a. 5ata*rata %umlah obat tiap pasien ; ',@.

    b. (ersentase obat yang diresepkan menggunakan nama generik ; 1##$.

    c. (ersentase peresepan antibiotik pada 7&(A non pneumonia ; '#$.

    d. (ersentase peresepan antibiotik pada diare non spesifik ; 2$.

    e. (ersentase in%eksi pada myalgia ; 1$.

    f. (ersentase obat yang diresepkan dari 4O/- ; 1##$.

    3emenkes melakukan pengaasan untuk penilaian terhadap penggunaan

    obat di puskesmas menggunakan standar target tersebut. -ilai*nilai tersebut tidak

    ditetapkan sebagai standar penggunaan obat rasional dikarenakan kemenkes

    menyadari baha tidak seluruh puskesmas memiliki kondisi pelayanan kesehatan

    yang memadai )utiarani, '#11!.

    2.2 Indikator Peresepan

    (enentuan parameter yang akan digunakan dalam penilaian rasionalitas

    penggunaan obat merupakan hal penting. (ada tahun 10, WHO mengeluarkan

    panduan indikator utama untuk penilaian kerasionalan penggunaan obat. 7ndikator

    tersebut digunakan sebagai lini pertama dalam penilaian penggunaan obat.

    7ndikator tersebut terutama digunakan di negara 6 negara berkembang. 7ndikator

    peresepan digunakan untuk melihat pola penggunaan obat dan dapat

    menggambarkan secara langsung tentang penggunaan obat yang tidak sesuai

    World Health Organization, 10!.

    '.'.1 5esep

    5esep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter hean

    kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai

    peraturan perundangan yang berlaku 4epartemen 3esehatan 57, '##@!. 5esep

    dapat menggambarkan masalah*masalah penggunaan obat seperti polifarmasi,

    penggunaan obat yang tidak tepat biaya, penggunaan antibiotik dan sediaan

    6

  • 7/25/2019 Tugas Rasionalitas obat

    7/24

    in%eksi yang berlebihan, dan penggunaan obat yang tidak tepat indikasi World

    Health Organization, 10!. 3etidaktepatan peresepan dapat mengakibatkan

    masalah berupa tidak tercapainya tu%uan terapi, meningkatnya ke%adian efek

    samping obat, meningkatnya resistensi antibiotik, penyebaran infeksi melalui

    in%eksi yang tidak steril dan pemborosan sumber daya kesehatan yang langka

    World Health Organization, '##!.

    '.'.' (arameter dari 7ndikator (eresepan

    (ada indikator peresepan, terdapat lima parameter yang harus dinilai.

    (arameter tersebut dibuat berdasarkan masalah penggunaan obat yang umum

    ter%adi yaitu polifarmasi, pemilihan obat yang mahal, penggunaan antibiotik dan

    in%eksi yang berlebihan serta pemilihan obat yang tidak sesuai dengan standar

    terapi yang ada World Health Organization, 10!. )asalah 6 masalah tersebut

    dapat ditin%au dari peresepan yang dilakukan oleh dokter maupun tenaga

    kesehatan lain di fasilitas pelayanan kesehatan.

    '.'.'.1 5ata*rata %umlah obat yang diresepkan untuk tiap pasien

    a. u%uan ; mengukur tingkat p