Tugas Neuroanatomi Nervus XI (Asesorius), Nervus XII (Hipoglosus) dan Sistem Motorik MAR

  • Published on
    20-Oct-2015

  • View
    354

  • Download
    16

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Anatomi dan Pemeriksaan Nervus XI, XII, dan Sistem Motorik.

Transcript

<p>Tugas Neuroanatomi N XI dan XII dan Sistem Motorik</p> <p>Tugas NeuroanatomiN XI, XII dan Sistem MotorikOleh: dr. MargaretaPembimbing: dr. Widodo MS, Sp. S1Nervus Asesorius(N.XI)</p> <p>2</p> <p>Anatomi dan Fisiologi N XIBersifat motorik.</p> <p>Radiks Cranial:Asal: Nukleus AmbiguusMempersarafi: Otot-otot laring dan faring</p> <p>Radiks Spinal: Asal: Sel-sel kornu anterius dari C2-C6. Mempersarafi m. Sternokleidomastoideus dan m. Trapezius.</p> <p>3Gangguan N XIDapat disebabkan:Cedera iatrogenic sbg komplikasi tindakan pembedahan pada segitiga lateral leher (biopsi kelenjar limfe), Tekanan, Radiasi, Trauma, Tumor basis cranii (regio foramen magnum).Menyebabkan: Paresis Sentral: Kelemahan m. Sternocleidomastoideus dan m.Trapezius kontralateral.Kerusakan ramus eksterneus setelah keluar dari foramen jugulare: Paralisis m. SCM, &amp; paresis bag atas m. Trapezius.Cedera N XI di distal m. SCM: hanya kelemahan m.trapezius</p> <p>4Teknik Pemeriksaan N.XIPenilaian Fungsi Muskulus SternocleidomastoideusPasien disuruh memutarkan kepalanya (gerakan fleksi lateral) dengan penahanan yang dilakukan oleh si pemeriksa pada rahang bawah pasien. Otot yang menarik oksiput tampak jelas dan konsistensinya keras.</p> <p>5Penilaian Fungsi Muskulus TrapeziusPasien diminta untuk mengangkat kedua bahunya, sedangkan pemeriksa menahan elevasi bahu (menekan kedua bahu pasien ke bawah).Kelumpuhan otot trapezius dapat diketahui dari kelemahan gerakan elevasi bahu dan hilangnya kontur otot, juga elevasi lengan melewati tingkat bahu sangat terganggu. </p> <p>Teknik Pemeriksaan N.XI6</p> <p>PEMERIKSAAN N.XI (VIDEO)7Penyakit Gangguan N. XI</p> <p>Disfungsi unilateral muskulus sternocleidomastoideus dan trapesius menyebabkan kepala miring dengan wajah menoleh ke salah satu sisi dengan dagu sedikit terangkat disebut tortikolis. 8 NERVUS HYPOGLOSSUS (N. XII)</p> <p>9</p> <p>Anatomi &amp; Fisiologi N XIIAsal: Nukleus N. XII di medula.Sifat: Eferen somatik (motor)</p> <p>Gerakan volunter lidah dipersarafi: traktus kortikonuklearis capsula interna bersama traktus kortikospinalis n. Hipoglosus.</p> <p>N XII canalis hipoglosus mempersarafi m. Stiloglosus, m.hioglosus &amp; genioglosus</p> <p>10Nukleus nervus hipoglosus mendapatkan input aferennya terutama dari hemisfer serebri kontralateral, meskipun terdapat pula beberapa input ipsilateral. </p> <p>Nucleus ini mendapatkan input lainnya dari formasio retikularis, nucleus traktus solitaries (rasa), mesensefalon (traktus tektospinalis), dan nuclei trigeminalis. Hubungan-hubungan tersebut berperan pada reflex yang berhubungan dengan menelan, mengunyah, menghisap, dan menjilat.</p> <p>11LESI N XII (UMN)</p> <p>Kelumpuhan nervus hipoglosus unilateral, lidah berdeviasi kearah sisi yang paresis ketika dijulurkan. Musculus genioglosus berperan pada protrusi lidah. Jika m. genioglosus pada satu sisi lemah, dorongan dari otot antagonisnya menjadi dominan dan mendorong lidah ke sisi lesi. 12LESI N XII (LMN)Lesi nuclear N XII : paralisis flaccid bilateral pada lidah dengan atrofi dan fasikulasi, karena nuclei kedua sisi terletak sangat berdekatan</p> <p>Penyebabnya antara lain adalah kelumpuhan bulbar progresif, ALS, siringobulbi, poliomyelitis, dan proses vascular </p> <p>13Sindroma Wallenberg (Sindroma medularis dorsolateralis/ Lateral Medullary Syndrome/ Posterior Inferior Cerebellar artery)</p> <p>Suatu sindroma neurologik karena lesi pada bagian lateral medula, menyebabkan iskemia jaringan dan nekrosis. Disebabkan oleh oklusi atau embolisme di teritori arteri serebeli inferior posterior atau arteria vertebralis.Gambaran klinis: onset mendadak disertai vertigo, nistagmus (nukleus vestibularis inferior dan pedunkulus serebeli inferior), nausea dan muntah (area postrema), disartria dan disfonia (nukleus ambiguus), singultus (pusat respirasi formasio retikularis). </p> <p>14</p> <p>15</p> <p>Teknik Pemeriksaan N XIIInspeksiSaat Lidah Diam pasien diminta untuk membuka mulut kemudian dilihat sikap lidahnya, apakah ada penyimpangan.Kelumpuhan unilateral UMN tampak seperti lidah orang normal. Kelumpuhan unilateral LMN tampak atrofi &amp; fasikulasi pada lidah yang lumpuh. </p> <p>16Saat lidah digerakkan, pasien diminta mengeluarkan lidahnya. Pada kelumpuhan LMN, perhatikan apakah ada tremor/ mioklonus yaitu gerakan ritmis bolak-balik yang tidak bertujuan; dapat disertai bunyi gerakan lidah. Pada kelumpuhan UMN sesisi lidah (unilateral) lidah akan menyimpang ke sisi yang lumpuh karena terdorong oleh otot yang sehat. Sedangkan kelumpuhan yang bilateral lidah tidak bisa digerakkan. </p> <p>Teknik Pemeriksaan N XII</p> <p>17Kekuatan LidahCara: ujung jari pemeriksa ditempatkan pada salah satu pipi pasien, kemudian pasien diminta mendorong ujung jari tersebut dengan ujung lidahnya dari dalam pipi, kemudian pemeriksa melakukan palpasi dari luar, dan dibandingkan kekuatan dorongan kanan dan kiri.</p> <p>Teknik Pemeriksaan N XII18Sistem Motorik</p> <p>19</p> <p>Anatomi &amp; Fisiologi Sistem MotorikTraktus piramidal Korteks motorik bersama traktus kortikobulbar melalui korona radiata krus posterior kapsula interna krus serebri</p> <p>20</p> <p>Anatomi &amp; Fisiologi Sistem MotorikTraktus piramidal (lanjt) Krus posterior kapsula interna krus serebri pons&amp;basal medulla (bagian anterior) piramis menyilang 80-85% di dekusatio piramidum.</p> <p>Sekitar 90% dari semua serabut traktus piramidalis berakhir membentuk sinaps dengan interneuron, yang kemudian menghantarkan impuls motorik ke neuron motor dan . </p> <p>UMNLMN21</p> <p>Anatomi &amp; Fisiologi Sistem MotorikLMNDari inti-inti motorik di kornu anterior medula spinalis, menuju radiks anterior, saraf spinalis, mengikuti perjalanan saraf tepi, menuju ke otot-otot tubuh dan anggota gerak.</p> <p>Fungsi jaras piramidalis berkaitan dengan gerakan-gerakan tangkas otot-otot tubuh dan anggota gerak.</p> <p>UMNLMN22KORTEKS MOTORIK</p> <p>Korteks motorik primer di girus presentralis (area 4) dan area korteks di sekitarnya (terutama korteks premotor, area 6).Girus presentralis merupakan lokasi neuron piramidalis (sel Betz) besar yang khas, yang mengirimkan aksonnya yang bermielin tebal dan berdaya konduksi cepat ke traktus piramidalis. Neuron motorik area 4 memediasi gerakan volunteer halus pada sisi tubuh kontralateral; oleh sebab itu, traktus piramidalis menyilang</p> <p>23Area yang merepresentasikan tenggorokan dan laring terletak pada ujung inferior korteks motorik primer; di bagian atasnya secara berkesinambunganadalah area yang merepresentasikan wajah, ekstremitas atas, badan, dan ekstremitas bawah. </p> <p>HOMUNCULUS24</p> <p>Anatomi &amp; Fisiologi Sistem MotorikBeberapa serabut traktus piramidalis membentuk cabang.Traktus kortikonuklearis, traktus kortikomesensefalikus, berasal dari area 8 lapang mata frontal memediasi gerakan mata konjugat.Traktus motorik di medulla spinalis: kelompok lateral (traktus kortikospinalis dan rubrospinalis) dan kelompok medial (traktus retikulospinalis, vestibulospinalis, dan tektospinalis).</p> <p>25</p> <p>Gangguan Sistem Motorik</p> <p>UMNLMNParalisis atau paresisTonus otot menurun (flaksid)Refleks tendon fisiologik menurun (hiporefleksia) atau hilang sama sekali (arefleksia).Tidak dijumpai adanya refleks patologik.Atrofi disertai fasikulasi (gerakan sekelompok serabut otot).</p> <p>Kelumpuhan (paraplegi) atau kelemahan (paresis) spastik.Tonus otot yang meningkat (spastik)Refleks tendon fisiologik meningkat (hiperefleksia).Adanya refleks-refleks patologik (tanda-tanda Hoffman-Tromner, Babinski, Chaddock, dll).Disuse atrophy.</p> <p>2626</p> <p>Lesi pada korteks serebri: tumor, infark, cedera traumatik. Menyebabkan kelemahan sebagian tubuh sisi kontralateral. Lesi iritatif pada korteks serebri dapat menimbulkan kejang fokal (jacksonian). (b) Lesi pada kapsula interna: perdarahan atau iskemia, akan terjadi hemiplegia spastik kontralateral. Traktus kortikonuklearis juga terkena, sehingga terjadi paresis N VII dan N XII kontralateral tipe sentral. 27</p> <p>(c) Lesi setingkat pedunkulus serebri: tumor, proses vascular perdarahan, menimbulkan hemiparesis spastik kontralateral yang dapat disertai kelumpuhan nervus okulomotorius ipsilateral. (d) Lesi setingkat pons yang melibatkan traktus piramidalis: tumor, iskemia batang otak, perdarahan, menyebabkan hemiparesis kontralateral atau mungkin bilateral. (e) Lesi pada piramid medula: tumor, dapat terjadi hemiparesis flasid kontralateral 28</p> <p>(f) Lesi traktus piramidalis di servikal: tumor, mielitis, trauma, menyebabkan hemiplegia spastic ipsilateral. Lesi bilateral di medula spinalis servikalis bagian atas dapat menyebabkan kuadriparesis atau kuadriplegia.</p> <p>(g) Lesi traktus piramidalis di medula spinalis torasika: trauma, mielitis, menimbulkan monoplegia ipsilateral pada ekstremitas bawah. Lesi bilateral menyebabkan paraplegia.29</p> <p>Teknik Pemeriksaan Motorik30</p> <p>INSPEKSI</p> <p>1. Memperhatikan sikap, bentuk, ukuran dan gerak abnormal yang tidak terkendali.Melihat sikap saat pasien berdiri, duduk berbaring, bergerak dan berjalan, sikap: Ape hand, Claw hand, Drop hand, Drop Foot, dsb</p> <p>a. Wrist drop, b. Claw hand, c. Pope blessing, d. Ape Hand</p> <p>312. Bentuk dan ukuran anggota gerak : diperhatikan adanya deformitas, dilihat besar, kontur, atropi, hipertropi, pseudohipertropi dsb.</p> <p>3. Gerakan abnormal : tremor, khorea, atetose, dystonia, hemiballismus, spasme, asterixis, tic, fasikulasi, mioklonus, stereotipi, kejang tonik, kejang klonik, kejang mioklonik, non organik hiperkinesia.</p> <p>INSPEKSI</p> <p>32PEMERIKSAAN ATROPI &amp; FASIKULASI (VIDEO)</p> <p>33Mempersilahkan pasien merelaksasi ototnya, kemudian ototnya dipalpasi untuk menentukan konsistensi, serta nyeri-tekan. </p> <p>Palpasi juga berguna untuk mengetahui apakah ada edema, inflamasi, spasme karena nyeri atau pseudohipertropi. </p> <p>Dilakukan ketukan pada otot dengan menggunakan hammer reflek, otot akan berkontraksi jika diperkusi, bersifat setempat dan berlangsung hanya 1 atau 2 detik saja.</p> <p>PALPASI</p> <p>PERKUSI</p> <p>34 Pemeriksaan Tonus dan Gerakan Pasif</p> <p>Teknik Memeriksa SpastisitasTeknik memeriksa Klonus ankle</p> <p>Rigiditas Deserebrasi dan Dekortikasi35PEMERIKSAAN TONUS OTOT (VIDEO)</p> <p>36</p> <p>37PEMERIKSAAN TONUS OTOT (VIDEO)Tingkat Kekuatan Otot 5 Normal kekuatan otot (muscle strength) 4+ Kekuatan gerakan dan pergerakan sendi penuh melawan gravitasi dan resistensi sub maksimal 4 Kekuatan gerakan dan pergerakan sendi sedang melawan gravitasi dan resistensi sedang atau kelemahan ringan 4- Kelemahan ringan pada kekuatan gerakan dan pergerakan sendi sedang melawan gravitasi dan resistensi sedang atau kelemahan ringan 3 Gerakan sendi dengan adanya gravitasi tetapi tanpa ada tahanan 2 Gerakan sendi dengan tanpa gravitasi 1 Sedikit / tanpa ada pergerakan sendi 0 Tidak ada kontraksi Pemeriksaan Gerakan Aktif dan Kekuatan Motorik</p> <p>Kekuatan Otot berdasarkan Medical Research Council</p> <p>38PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT (VIDEO)</p> <p>39</p> <p>PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT (VIDEO)40</p> <p>PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT (VIDEO)41</p> <p>42PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT (VIDEO)PEMERIKSAAN MOTOR EXAM DRIFT (VIDEO)</p> <p>43</p> <p>44</p>