Click here to load reader

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI · PDF file3.1.2.1 Faktor Pendorong Manajemen Rantai Pasok ... pendorong yang sangat penting dalam rantai pasok sebab merubah ... mempengaruhi antar

  • View
    252

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI · PDF file3.1.2.1 Faktor Pendorong Manajemen Rantai Pasok...

  • TUGAS MATA KULIAH

    SISTEM INFORMASI MANAJEMENKajian E-Business System pada PT. Indoturbine

    Oleh:Kelompok III

    Agung Wibowo P056100423.36E

    Amita Rizka W. P056100443.36E

    Andromeda Aristi P056100453.36E

    Daniel Edward P056100493.36E

    Fitri Nurdiyani P056100553.36E

    Dosen:

    Prof. Ir. Kudang B. Seminar, MSc, PhD.

    PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    2011

  • I. PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Ketatnya persaingan bisnis mendorong setiap perusahaan untuk

    berlomba menjadi yang tercepat dan yang terbaik. Pada umumnya semakin

    besar sebuah perusahaan maka semakin besar juga organisasinya. Dengan

    besarnya organisasi membuat sebuah perusahaan menjadi semakin sulit

    bergerak yang mengakibatkan kendala dalam persaingan bisnis perusahaan.

    Jika dahulu perusahaan menggunakan data processing secara terpisah maka

    perusahaan membutuhkan banyak petugas penginput data dan data yang telah

    dimasukkan tersebut sebatas hanya dalam divisi tersebut, tidak dapat diakses

    oleh divisi lain secara real time. Hal tersebut menyebabkan perusahaan banyak

    kehilangan kesempatan serta memiliki biaya yang tinggi sehingga perusahaan

    sulit bersaing.

    Dengan adanya kemajuan teknologi informasi secara pesat memungkinkan

    perusahaan bekerja secara efektif dan efisien serta bersinergi antar bagian

    menjadi sebuah kolaburasi yang sangat baik guna membantu perusahaan dalam

    peningkatan bisnis.

    Gambar 1. Era Teknologi Komputer

    Penggunaan sistem teknologi informasi komputer secara otomatis dan

    semi otomatis dalam dunia bisnis dapat juga disebut E-bisnis. Istilah e-bisnis

    pertama kali dipopulerkan oleh Lou Gerstner seorang CEO perusahaan IBM. E-

    bisnis memungkinkan suatu perusahaan berhubungan dengan sistem

    pemerosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan

  • fleksibel. E-bisnis juga berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis

    termasuk value chain seperti, pembelian secara elektronik, manajemen rantai

    suplai, pemerosesan order, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan serta

    kerja sama dengan mitra bisnis. Dengan pemerosesan secara teknologi

    komputer terpadu dapat mengurangi kerugian serta meningkatkan efektifitas

    pekerjaan serta dapat meningkatkan daya saing perusahaan secara signifikan

    Terkait dengan hal tersebut, PT. Indoturbine sebagai salah satu

    perusahaan yang bergerak dibidang engineering, procurement, construction, dan

    installation turbine untuk pengolahan minyak dan gas dalam kegiatan

    operasionalnya telah menggunakan e-bisnis dalam mempermudah kegitan

    bisnisnya baik itu dalam hal system ERP (Enterprise Resource Planinning), CRM

    (Customer Relationship Management), SCM (Supply Chain Management)

    Dengan e-bisnis PT. Indoturbine yang memiliki kantor pusat di Jalan T.B.

    Simatupang dapat secara real time memantau pekerjaannya serta bisnisnya

    yang pada umumnya dilakukan di offshore/dilapangan dan juga dapat

    berinteraksi secara langsung dengan para stakeholders sehingga kegiatan bisnis

    dapat berjalan secara efisien dan efektif.

    1.2 Perumusan Masalah dan Pembatasannya

    Atas dasar latar belakang tersebut, maka dalam makalah ini penulis

    mencoba menjabarkan penerapan E-business sistem di PT. Indoturbine serta

    upaya global management dalam rangka meningkatkan performa dan daya saing

    perusahaan, dengan pembatasan masalah yakni hanya mencangkup ruang

    lingkup CRM, SCM dan ERP di PT. Indoturbine.

    1.3 Maksud dan Tujuan

    Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai salah

    satu tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen dan juga mengkaji

    penerapan dan pengidentifikasian sistem lintas fungsi perusahaan berkaitan

    dengan enterprise resource planning (ERP), manajemen rantai pasokan (SCM),

    Integrasi aplikasi perusahaan, sistem pemrosesan transaksi, serta sistem kerja

    sama diperusahaan PT. Indoturbine. Selain itu pada makalah ini penulis juga

    mencoba untuk memberikan alternatif pengembangan sistem e-bisnis untuk

    kemajuan pada perusahaan PT. Indoturbine.

  • II. DESKRIPSI PERUSAHAAN

    PT. Indoturbine terbentuk pada tahun 1973, bersamaan dengan

    dimulainya eksplorasi minyak dan gas bawah laut di Indonesia. Dimulai sebagai

    agen dari produk Solar Turbine (USA), PT. Indoturbine melihat ini sebagai bisnis

    yang meningkat pesat. Pemasarannya sebagai merek kelas dunia, membuat

    respon yang sangat baik dari Pertamina maupun perusahaan minyak dan gas

    dunia lainnya. Kesuksesan PT. Indoturbine ini tidak terlepas dari efisiensi unit

    Solar Gas Turbine, yang telah mengkombinasikan teknologi mutakhir dan

    jaringan pendukung dari pihak pekerja yang kompeten dan berdedikasi.

    Pada tahun 1987, PT. Indoturbine memulai untuk bekerjasama dengan

    IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) yang sekarang bernama PT.

    Dirgantara Indonesia dalam overhaul mesin turbin ini. Pada mulanya kegiatan

    overhaul ini hanya dapat dilakukan di USA. Biaya yang tadinya dibutuhkan untuk

    pengiriman maupun service kini dapat dikurangi seiring berjalannya kemajuan

    teknologi dan komunikasi yang telah dilakukan dengan para stakeholders. Dalam

    mengembangkan usahanya, PT. Indoturbine memiliki visi dan misi sebagai

    berikut :

    Visi: Pengakuan sebagai mitra terbaik dalam pengembangan industri dan energi

    di seluruh Indonesia. Misi PT. Indoturbine adalah:

    1. Fokus dalam solusi kebutuhan konsumen.

    2. Mengembangkan sinergi dan menciptakan nilai tambah.

    3. Menjunjung kepercayaan konsumen melalui performa yang berkualitas.

    4. Mendapatkan healthy return dalam berinvestasi.

    Sedangkan nilai utama yang dikembangkan:

    1. Karyawan adalah aset yang paling berharga.

    2. Komitmen dan kerjasama adalah kunci kesuksesan.

    3. Kami tumbuh dan makmur bersama

    Produk solar turbine ini digunakan oleh hampir seluruh perusahaan

    minyak dan gas di Indonesia dimana PT. Indoturbine bergerak sebagai penjual

    dan operator dari mesin ini. Perusahaan pemakai yang terkait adalah BP

    Indonesia, VICO, UNOCAL, ConocoPhilips, Total E&P Indonesie, Petrochina

    International, ExxonMobil Oil, Premier Oil Natuna, Kondur Petroleum dan

    sebagainya. Untuk perusahaan yang bergerak di bidang industri lainnya adalah

  • Styrindo Mono Indonesia, Miwon, Asia Tile, Indo Bharat Rayon, Riau Andalan

    Pulp & Paper, Asean Aceh Fertilizer dan Pupuk Iskandar Muda.

    PT. Indoturbine tidak berjalan sendiri dalam menjalankan usahanya, dia

    membutuhkan beberapa stakeholder dalam mewujudkan visi dan misinya.

    Berikut adalah beberapa stakeholders dan juga peranannya :

    1. ITT Barton& Neodyn, Rosemount, Allen Bradley( pemasok suku cadang )

    2. PT. Dirgantara Indonesia ( overhaul )

    3. Pelita, Ekanuri dan Pan Marine ( transportasi )

    4. Indocater ( catering di offshore )

    5. PT. Telkom ( jasa telekomunikasi )

    6. RS. Mitra Internasional dan Medicare ( jasa kesehatan )

    7. Hotel Kartika Chandra ( penginapan bagi pekerja lapangan luar kota )

  • III. TINJAUAN PUSTAKA

    3.1 E-Business System

    E-business didefinisikan oleh OBrien (2001) sebagai Penggunaaan

    teknologi internet untuk menghubungkan dan memperkuat proses-proses bisnis,

    perdagangan elektronis (e-commerce), dan komunikasi serta kolaburasi antara

    sebuah perusahaan dengan para pelanggan, pemasok, dan mitra kerja bisnis

    elektronis lainnya. E-business didalam penerapannya dapat dijabarkan secara

    lebih mendalam sebagai berikut ini :

    3.1.1 Customer Relationship Management (CRM)

    Sebuah CRM mengintegrasikan strategi perusahaan, metodologi bisnis

    dan teknologi untuk mencapai tujuan perusahaan. CRM sendiri merupakan

    sebuah konsep bisnis sejalan dengan proses bisnisnya sendiri. Tidak ada bisnis

    yang dapat bertahan lama tanpa memahami konsumennya dan berupaya

    membangun hubungan yang positif dengan mereka. CRM menyediakan

    dukungan bagi konsumen dari awal hingga akhir proses.

    3.1.1.1 Proses Hubungan dengan Konsumen

    Peraturan dalam CRM adalah untuk menyeimbangkan kebutuhan

    perusahaan dengan kesuksesan pemenuhan kebutuhan konsumen. SRM

    memerlukan integrasi ketat dengan proses bisnis yang melibatkan konsumen.

    Penelitian dalam proses hubungan dengan konsumen menunjukkan bahwa

    secara garis besar keseluruhan proses dalam CRM dapat dikategorikan menjadi

    tiga ruang lingkup, yaitu : proses penyampaian, proses pendukung dan proses

    analisa.

    3.1.1.2 Proses Penyampaian CRM

    Proses ini berkonsentrasi pada kontak secara langsung dengan

    konsumen untuk mendukung aktivitas dalam memecahkan berbagai masalah

    secara spesifik.

    1. Campaign Management

    Tujuan utama dari proses ini adalah untuk mengembangkan klien yang

    potensial bagi perusahaan. Di dalamnya melibatkan perencanaan, realisasi,

  • control dan pengawasan terhadap hubungan yang ditujukan bagi konsumen

    saat ini dan yang berpotensi menjadi konsumen.

    2. Manajemen Penjualan

    Tujuan dari manajemen penjualan adalah untuk mengkonversi klien yang

    telah disasar pada manajemen kampanye (campaign management) menjadi

    konsumen yang potensial.

    3. Manajemen Pelayanan

    Tujuan manajemen pelayanan adalah menyediakan dukungan sepanjang

    proses bagi klien dan mendampingi proses operasional terhadap produk dan

    jasa yang dibeli konsumen. Tujuan yang mendasarinya adalah untuk

    mengelola hubungan berkelanjutan dengan konsumen dan memastikan

    konsumen puas terhad

Search related