of 8 /8
IKD II (BLOK II) SOSIOLOGI & ANTROPOLOGI KESEHATAN A. Identitas Mahasiswa 1. Nama : Frindi Maki 2. NRI : 13011104055 3. SEMESTER : 1 (satu) 4. KELAS : A1 A2 (beri tanda √ (cek) pada kolom yang tersedia) B. SOAL: 1. Pengertian Antropologi Kesehatan 2. Sejarah Antropologi Kesehatan 3. Pengertian Ekosistem 4. Karakteristik lingkungan yang mempengaruhi evolusi 5. Pengertian Sosiologi secara harafiah

Tugas Email Frindi

  • Upload
    frindi

  • View
    215

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

yrgtru

Citation preview

IKD II (BLOK II) SOSIOLOGI & ANTROPOLOGI KESEHATANA. Identitas Mahasiswa1. Nama

: Frindi Maki2. NRI

: 130111040553. SEMESTER

: 1 (satu)4. KELAS : A1 A2 (beri tanda (cek) pada kolom yang tersedia)B. SOAL:

1. Pengertian Antropologi Kesehatan

2. Sejarah Antropologi Kesehatan

3. Pengertian Ekosistem

4. Karakteristik lingkungan yang mempengaruhi evolusi

5. Pengertian Sosiologi secara harafiah

6. Pengertian Sosiologi Kesehatan

7. Penerapan Sosiologi di bidang KeperawatanJawaban:1.Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budya dari tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3).2. Sejarah Perkembangan Antropologi KesehatanUraian sejarah muncul dan perkembangan antropologi kesehatan dibuat menurut urutan waktu cetusannya: -Tahun 1849Rudolf Virchow, ahli patologi Jerman terkemuka, yang pada tahun 1849 menulis apabila kedokteran adalah ilmu mengenai manusia yang sehat maupun yang sakit, maka apa pula ilmu yang merumuskan hukum-hukumsebagai dasar struktur sosial, untuk menjadikan efektif hal-hal yang inheren dalam manusia itu sendiri sehingga kedokteran dapat melihat struktur sosial yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit, maka kedokteran dapat ditetapkan sebagai antropologi. Namun demikian tidak dapat dikatakan bahwa Vichrow berperan dalam pembentukan asal-usul bidang AntropologiKesehatan tersebut., munculnya bidang baru memerlukan lebih dari sekedar cetusan inspirasi yang cemerlang.

-Tahun 1953Sejarah pertama tentang timbulnya perhatian Antropologi Kesehatan terdapat pada tulisan yang ditulis Caudill berjudul Applied Anthropology in Medicine. Tulisan ini merupakan tour the force yang cemerlang , tetapi meskipun telah menimbulkan antusiasme, tulisan itu tidaklah menciptakan suatu subdisiplin baru. -Tahun 1963Sepuluh tahun kemudian, Scoth memberi judul Antropologi Kesehatan dan Paul membicarakan Ahli Antropologi Kesehatan dalam suatu artikel mengenai kedokteran dan kesehatan masyarakat. Setelah itu baru ahli-ahli antropologi Amerika benar-benar menghargai implikasi dari penelitian-penelitian tentang kesehatan dan penyakit bagi ilmu antropologi. Pengesahan lebih lanjut atas subdisiplin Antropologi Kesehatan ini adalah dengan munculnya tulisan yang dibuat Pearsall (1963) yang berjudul Medical Behaviour Science yang berorientasi antropologi, sejumlah besar (3000 judul) dari yang terdaftar dalam bibliografi tersebut tak diragukan lagi menampakan pentingnya sistem medis bagi Antropologi.3. Ekosistem adalah tatanan dari satuan unsur-unsur lingkungan hidup dan kehidupan (biotik maupun abiotik) secara utuh dan menyeluruh, yang saling mempengaruhi dan saling tergantung satu dengan yang lainnya. Ekosistem mengandung keanekaragaman jenis dalam suatu komunitas dengan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan interaksi kehidupan dalam alam (Dephut, 1997).4. Secara umum evolusi menjelaskan terjadinya perubahan pada mahluk hidup yang menyimpang dari struktur alam dalam jumlah yang banyak serta beraneka ragam dan kemudian menyebabkan terjadinya dua kemungkinan adalah mahkluk berubah akan mampu bertahan dan tidak punah atau disebut juga istilah evolusi progresif, sedangkan kemungkinan yang kedua mahluk hidup berubah atau berovolusi dan gagal bertahan hidup yang akhirnya punah atau disebut juga dengan evolusi regresif.

Dalam teori evolusi Darwin, hal yang sangat berpengaruh dalam evolusi adalah seleksi alam yang secara tidak langsung berhubungan dengan lingkungan. Lingkungan sebagai tempat hidup mempengaruhi frekuensi suatu sifat yang dapat diturunkan dalam populasi.

Dalam proses perkembangan manusia lingkungan ini merupakan factor yang penting setelah factor pembawaan. Tanpa adanya dukungan dari factor lingkungan, maka proses perkembangan dalam mewujudkan potensi pembawaan kenyataan nyata tidak akan terjadi. Oleh karena itu, fungsi atau peranan lingkungan ini dalam proses perkembangan dapat dikatakan sebagai factor ajar, yaitu factor yang akan mempengaruhi perwujudan suatu potensi secara baik atau tidak baik sebab pengaruh lingkungan dalam hal ini dapat bersifat positif yang berarti pengaruh yang baik dan sangat menunjang perkembangan suatu potensi atau bersifat negative yaitu pengaruh lingkungan itu tidak baik dan akan menghmbat atau merusak perkembangan. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas utama seorang pendidik (orang tua atau pendidik) untuk menciptakan atau menyediakan lingkungan yang positif agar dapat menunjang perkebangan si anak dan berusaha untuk mengawasi dan menghindarkan pengaruh lingkungan yang negative yang dapat menghambat perkembangan anak.5.Pengertian sosiologi secara harafiahSecara etimologis, kata sosiologi berasal dari dua kata, yaitu socious (bahasa latin) yang berarti temandan logos (bahasa Yunani) yang berarti ilmu, kata, perkataan, atau pembicaraan, secara harfiah, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pertemanan. Pengertian tersebut dapat diperluas dengan menjadi ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pergaulan hidup manusia dari masyarakat.6.Pengertian sosiologi kesehatan Sosiologi kesehatan adalah studi tentang perawatan kesehatan sebagai suatu sistem yang telah terlembaga dalam masyarakat, kesehatan (health) dan kondisi rasa sakit (illness) hubungannya dengan faktor-faktor sosial (Ruderman : 1981).

Menurut ASA (American Sociological Association; 1986) Sosiologi kesehatan : merupakan sub bidang yang mengaplikasikan perspektif, konsep-konsep dan teori-teori serta metodologi di bidang sosiologi untuk melakukan kajian terhadap fenomena yang berkaitan dengan penyakit dan kesehatan manusia.

Sebagai suatu bidang yang spesifik sosiologi kesehatan diartikan pula sebagai bidang ilmu yang menempatkan permasalahan penyakit dan kesehatan dalam konteks sosio kultural dan perilaku. Termasuk dalam kajian bidang ini antara lain; deskripsi dan penjelasan atau teori-teori yang berhubungan dengan distribusi penyakit dalam berbagai kelompok masyarakat; perilaku atau tindakan yang diambil oleh individu dalam upaya menjaga atau meningkatkan serta menanggulangi keluhan sakit, penyakit dan cacat tubuh; perilaku dan kepercayaan/ keyakinan berkaitan dengan kesehatan, penyakit, cacat tubuh, dan organisasi serta penyedia perawatan kesehatan; organisasi dan profesi atau pekerjaan di bidang kesehatan, system rujukan dari pelayanan perawatan kesehatan, pengobatan sebagai suatu institusi sosial dan hubungannya dengan institusi sosial yang lainnya; nilai-nilai budaya dan masyarakat kaitannya dengan kesehatan, keluhan sakit dan kecacatan serta peran faktor sosial dalam kaitan dengan penyakit, khususnya ketidakteraturan emosi dan persoalan stress yang dikaitkan dengan penyakit.7. Penerapan dalam praktik keperawatan menurut Leininger (1983) : 1. Mengambil langkah keputusan kognitif ekspresi stimulus kepercayaan budaya, nilai, dan praktik. 2. Berusaha mempertahankan integrity nilai budaya, kepercayaan, praktik. 3. Kreatif restructure dan reorganise berbeda budaya, pola baru keperawatan.Seorang perawat kesehatan selayaknya mempunyai kemampuan untuk mengerti dan memahami bahwa setiap tindakan pelayanan perawatan kepada pasien ada proses lintas budaya yang mempengaruhi. Pelayanan perawatan dilakukan terhadap pasien / klien yang tidak membedakan ras, agama, pendidikan, bangsa, jenis kelamin, golongan, suku. Pelayanan perawatan untuk memenuhi kebutuhan pasien tidak dapat dilepaskan dengan field of experience ( pengalaman masa lampau hidupnya ) yang sangat dipengaruhi oleh internalisasi nilai-nilai budaya yang sudah menyatu dalam diri pasien. Model pemenuhan harapan pasien bukan hanya dari sisi metode pelayanan klinis teknis keperawatan namun pendekatan nilai-nilai budaya yang beraneka ragam yang menjadi milik pasien harus dimengerti dan difahami, agar harapan pasien sebagai manusia dapat dipenuhi secara komprehensif dan holistik.