of 8 /8
IKD II (BLOK II) SOSIOLOGI & ANTROPOLOGI KESEHATAN A. Identitas Mahasiswa 1. Nama : Fricillia Kawengian 2. NRI : 13011104061 3. SEMESTER : 1 (satu) 4. KELAS : A1 A2 (beri tanda √ (cek) pada kolom yang tersedia) B. SOAL: 1. Pengertian Antropologi Kesehatan 2. Sejarah Antropologi Kesehatan 3. Pengertian Ekosistem 4. Karakteristik lingkungan yang mempengaruhi evolusi 5. Pengertian Sosiologi secara harafiah 6. Pengertian Sosiologi Kesehatan 7. Penerapan Sosiologi di bidang Keperawatan

Tugas Email Fricilia

  • Upload
    frindi

  • View
    215

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

knkl

Citation preview

IKD II (BLOK II) SOSIOLOGI & ANTROPOLOGI KESEHATANA. Identitas Mahasiswa1. Nama

: Fricillia Kawengian2. NRI

: 130111040613. SEMESTER

: 1 (satu)4. KELAS : A1 A2 (beri tanda (cek) pada kolom yang tersedia)1. SOAL:

2. Pengertian Antropologi Kesehatan

3. Sejarah Antropologi Kesehatan

4. Pengertian Ekosistem

5. Karakteristik lingkungan yang mempengaruhi evolusi

6. Pengertian Sosiologi secara harafiah

7. Pengertian Sosiologi Kesehatan

8. Penerapan Sosiologi di bidang Keperawatan1. Antropologi Kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran (medical), sejarah kedokteran (medico-historical), hukum kedokteran (medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social) dan masalah-masalah kesehatan manusia (Hasan dan Prasad, 1959; 21-22)2. Tahun 1984 Rudolf Virchow, menulis apabila kedokteran adalah ilmu mengenai manusia yang sehatmaupun yang sakit, maka apa pula ilmu yang merumuskan hukum-hukumsebagai dasar struktur sosial, untuk menjadikan efektif hal-hal yang inherendalam manusia itu sendiri sehingga kedokteran dapat melihat struktur sosialyang mempengaruhi kesehatan dan penyakit, maka kedokteran dapatditetapkan sebagai antropologi. Tahun 1953, Sejarah pertama tentang timbulnya perhatian Antropologi Kesehatan terdapat pada tulisan yang ditulis berjudul Appied Anthopology. Tulisan ini merupakan tour the force yang cemerlang , tetapi meskipun telah menimbulkan antusiasme, tulisan itu tidaklah menciptakan suatu subdisiplin baru.

Tahun 1963, Sepuluh tahun kemudian, Scoth memberi judul Antropologi Kesehatan dan membicarakan Ahli Antropologi Kesehatan dalam suatu artikel mengenai kedokteran dan kesehatan masyarakat. Setelah itu baru ahli-ahli antropologi Amerika benar-benar menghargai implikasi dari penelitian-penelitian tentang kesehatan dan penyakit bagi ilmu antropologi. Pengesahan lebih lanjut atas subdisiplin Antropologi Kesehatan ini adalah dengan munculnya tulisan yang dibuat Pearsal (1963) yang berjudul Medical Behaviour Sciene yang berorientasi antropologi, sejumlah besar (3000 judul) dari yang terdaftar dalam bibliografi tersebut tak diragukan lagi menampakan pentingnya sistem medis bagi Antropologi.

3.Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi (UU Lingkungan Hidup Tahun 1997). Unsur-unsur lingkungan hidup baik unsur biotik maupun abiotik, baik makhluk hidup maupun benda mati, semuanya tersusun sebagai satu kesatuan dalam ekosistem yang masing-masing tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa hidup sendiri, melainkan saling berhubungan, saling mempengaruhi, saling berinteraksi, sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan.

4. . Secara umum evolusi menjelaskan terjadinya perubahan pada mahluk hidup yang menyimpang dari struktur alam dalam jumlah yang banyak serta beraneka ragam dan kemudian menyebabkan terjadinya dua kemungkinan adalah mahkluk berubah akan mampu bertahan dan tidak punah atau disebut juga istilah evolusi progresif, sedangkan kemungkinan yang kedua mahluk hidup berubah atau berovolusi dan gagal bertahan hidup yang akhirnya punah atau disebut juga dengan evolusi regresif.

Dalam teori evolusi Darwin, hal yang sangat berpengaruh dalam evolusi adalah seleksi alam yang secara tidak langsung berhubungan dengan lingkungan. Lingkungan sebagai tempat hidup mempengaruhi frekuensi suatu sifat yang dapat diturunkan dalam populasi.

Dalam proses perkembangan manusia lingkungan ini merupakan factor yang penting setelah factor pembawaan. Tanpa adanya dukungan dari factor lingkungan, maka proses perkembangan dalam mewujudkan potensi pembawaan kenyataan nyata tidak akan terjadi. Oleh karena itu, fungsi atau peranan lingkungan ini dalam proses perkembangan dapat dikatakan sebagai factor ajar, yaitu factor yang akan mempengaruhi perwujudan suatu potensi secara baik atau tidak baik sebab pengaruh lingkungan dalam hal ini dapat bersifat positif yang berarti pengaruh yang baik dan sangat menunjang perkembangan suatu potensi atau bersifat negative yaitu pengaruh lingkungan itu tidak baik dan akan menghmbat atau merusak perkembangan. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas utama seorang pendidik (orang tua atau pendidik) untuk menciptakan atau menyediakan lingkungan yang positif agar dapat menunjang perkebangan si anak dan berusaha untuk mengawasi dan menghindarkan pengaruh lingkungan yang negative yang dapat menghambat perkembangan anak.

5.Secara etimologis, kata sosiologi berasal dari dua kata, yaitu socious (bahasa latin) yang berarti temandan logos (bahasa Yunani) yangb berarti ilmu, kata, perkataan, atau pembicaraan, secara harfiah, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pertemanan. Pengertian tersebut dapat diperluas dengan menjadi ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pergaulan hidup manusia dari masyarakat. 6.Sosiologi kesehatan merupakan cabang sosiologi yang relative baru. Di masa lalu dalam sosiologi telah lama dikenal cabang sosiologi, sosiologi medis, yang merupakan pendahulu sosiologi kesehatan dan terkait erat dengannya.pertumbuhan sosiologi medis berlangsung melalui 6 tahap.

Menurut Mechanic tugas medis hanya dapat dilaksanakan secara efektif manakala yang dipertimbangkan baik factor biologis maupun factor social dan psikologis. Mulai dikajinya peran factor social budaya dalam keberhasilan pelaksanaan tugas medis menjadi dasar bagi tumbuh danberkembangnya sosiologi medis.

Menurut Straus membedakan antar sosiologi mengenai bidang medis dan sosiologi dalam bidang bidang medis. Menurutnya sosiologi mengenai bidang medis terdiri atas kajian sosiologis terhadap factor di bidang medis yang dilaksanakan oleh ahli sosiologi yang menempati posisi mandiri di luar bidang medis dan bertujuan mengembangkan sosiologi serta untuk menguji prinsip dan teori sosiologi.

Menurut Kendall dan Reader, sosiologi mengenai bidang medis mengulas masalah yang menjadi perhatian sosiologi profesi dan sosiologi organisasi.

7. Penerapan dalam praktik keperawatan menurut Leininger (1983) :1. Mengambil langkah keputusan kognitif ekspresi stimulus kepercayaan budaya, nilai, dan praktik.2. Berusaha mempertahankan integrity nilai budaya, kepercayaan, praktik.3. Kreatif restructure dan reorganise berbeda budaya, pola baru keperawatan. Seorang perawat kesehatan selayaknya mempunyai kemampuan untuk mengerti dan memahami bahwa setiap tindakan pelayanan perawatan kepada pasien ada proses lintas budaya yang mempengaruhi. Pelayanan perawatan dilakukan terhadap pasien / klien yang tidak membedakan ras, agama, pendidikan, bangsa, jenis kelamin, golongan, suku. Pelayanan perawatan untuk memenuhi kebutuhan pasien tidak dapat dilepaskan dengan field of experience ( pengalaman masa lampau hidupnya ) yang sangat dipengaruhi oleh internalisasi nilai-nilai budaya yang sudah menyatu dalam diri pasien. Model pemenuhan harapan pasien bukan hanya dari sisi metode pelayanan klinis teknis keperawatan namun pendekatan nilai-nilai budaya yang beraneka ragam yang menjadi milik pasien harus dimengerti dan difahami, agar harapan pasien sebagai manusia dapat dipenuhi secara komprehensif dan holistik.