Tugas Biologi Sel Jadi

  • View
    252

  • Download
    15

Embed Size (px)

Text of Tugas Biologi Sel Jadi

Tugas Biologi Sel 1. Struktur dan fungsi sel 2. Kimia sel dan bioenergitika (mitokondria dan kloroplast) 3. DNA dan sistesa protein 4. Membrane sel dan organel 5. Peran dan fungsi mitokondria dan kloroplast 6. Kompartemen intersel dan transport Pendahuluan Sel merupakan unit funsional terkecil penyusun makhluk hidup. Setiap sel memiliki karakteristik dasar yang mirip yaitu :

Sel sangat kompleks namun teratur Sel memiliki program genetic dan memiliki cara untuk menggunakannya. Sel mampu memperbanyak diri Sel membutuhkan, memperoleh dan menggi Sel melaksanakan berbagai reaksi kimiawi Sel terlibat dalam berbagai aktivitas mekanis Sel mampu merespon terhadap berbagai rangsang.

Berdasarkan keadaan inti sel sel digolongkan menjadi sel prokariotik dan sel eukariotik. sel prokaritik intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang memiliki satu sistem membrane). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bakteri dan alga biru sel eukariotik intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu sistem membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup kecuali bakteri dan alga biru Sel prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut : Sel Prokariotik Tidak memiliki inti sel yang jelas karena Sel Eukariotik Memiliki inti sel yang dibatasi oleh

tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan nucleoid Organel-organelnya tidak dibatasi membrane Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglika Diameter sel antara 1-10mm Mengandung 4 subunit RNA polymerase

membran inti dan dinamakan nucleus

Organel-organelnya dibatasi membrane

Membran selnya tersusun atas fosfolipid

Diameter selnya antara 10-100mm Mengandungbanyak subunit RNA polymerase

Susunan kromosomnya sirkuler

Susunan kromosomnya linier

Sel Hewan (Campbel 8th ed)

Sel Hewan (Campbel 8th ed) Perbandingan sel hewan dengan sel tumbuhan No 1 2 Bagian sel a. Dinding sel b. membran plasma Organel sel a. Nukleus b. RE c. Ribosom d. Badan Mikro Peroksisom Glioksisom e. Kompleks Golgi f. Mitokondria g. Lisosom h. Sentriol i. Plastida Vakuola Sel tumbhan Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada (disebut diktiosom) Ada Ada Ada Ada Ada Sel hewan Tidak ada Ada Ada Ada Ada Ada Tidak ada Ada Ada Ada Ada Tidak ada Kecil / tidak ada

3

BAB I KIMIA SEL DAN BIOENERGITIKA KIMIA SEL Sel merupakan unit terkecil dari mahluk hidup, berisi zat kimia dalam bentuk unsur, ion ataupun senyawa. Tabel berikut menunjukan persentase masing-masing zat yang terdapat secara alamiah dalam tubuh manusia.

Gambar 1.1 unsur yang secara alamiah tubuh manusia. Unsur-unsur tersebut menyusun kita dalam bentuk senyawa ataupun organik senyawa

Unsurtedapat dalam

tubuh

anorganik. Secara suatu senyawa digolongkan dalam senyawa organik gugus C-H atau senyawa hidrokarbon.

umum jika mengandung

Dengan demikian tidak heran jika dari tabel diatas atom karbon; C dan atom Hidrogen; H menempati urutan kedua dan ketiga. Sedangkan Oksigen menempati urutan pertama karena atom oksigen terdapat dalam molekul air sedangkan tubuh kita mengandung air sekitar 70%, disamping

itu atom Oksigen juga terdapat dalam senyawa organik ataupun anorganik. Senyawa anorganik Senyawa anorganik penyusun tubuh manusia diantaranya air; H2O, mineral, dan garam-garam. Air adalah pelarut yang baik, bersifat polar. Dan memungkinkan terjadi ikatan hydrogen yang dapat melarutkan seyawa organik ataupun mineral yang diperlukan oleh mahluk hidup. Senyawa anorganik lainnya diantaranya adalh O2 dan CO2 keduan senyawa ini terlibat dalam respirasi sel. Senyawa organik Senyawa organik adalah senyawa yang mengandung gugus C-H. senyawa organic dalam tubuh mahluk hidup berada bentuk protein, lipid, karbohidrat, dan beberapa komponen-komponen spesifik lainnya seperti enzim, vitamin, dan hormon. Protein adalah makromolekul yang disusun oleh asam amino yang saling berikatan dengan ikatan kovalen. Karbohidrat adalah substansi yang terdiri atas atom-atom C, H, dan O. Rumus empiris dari karbohidrat adalah Cn(H2O)n. Karbohidrat sering disebut sakarida Table berikut merupakan contoh rumus nbangun senyawa organic yang dapat member gambaran bahwa senyawa organic tersusun olh gugus C-H dalam bentuk ikatan rantai terbuka atau rantai tertutup (siklik). Gambar 1.2 contoh senyawa organik Senyawa Organik Rumus Bangun

Hormon Testosteron

Glukosa

Fosfolipid

Steroid

Asam amino

BIOENERGITIKA Bioenergitika merupakan pengetahuan tentang perubahan energi yang menyertai reaksi biokimia. Berdasarkan pemenuhannya, bioenergitika membagi dua macam reaksi yaitu reaksi eksergenik dan reaksi endergenik. Reaksi eksergonik adalah reaksi yag menghasilkan energi. Dalam prosesnya, reaksi eksergonik membutuhkan energi sebagai energy aktivasi untuk mengubah reaktan dari bentuk stabil menjadi konfigurasi senyawa tidak stabil berenergi tinggi (ATP). Biasanya reaktan berupa molekul kompleks yang dapat dipecah menjadi produk yang lebih sederhana sambil melepas ATP. Pada manusia reaktan yang paling terkenal adalah glukosa. Keseluruhan reaksi eksergonik adalah reaksi katabolik (katalisis = memecah ikatan) dimana G reaksinya bernilai negatif (berlangsung spontan) karena energi hilang dari ikatan yang membentuk produk. Reaksi endergonik adalah reaksi yang memerlukan energi. Endergonik menyerap energi dalam bentuk ATP. Reaksi endergonik memiliki G reaksi positif karena energi bertambah pada ikatan yang membentuk produk. Contoh reaksi endergonik di dalam sel tubuh manusia adalah glukoneogenesis yaitu reaksi pembentukan molekul glukosa baru (glukoneo = glukosa-baru, genesis = pembentukan) dari prekursor nonkarbohidrat yang banyak mengonsumsi ATP. BAB II DNA DAN SISTESA PROTEIN Kode genetik susunan asam asam amino dari suatu protein disimpan dalam DNA. DNA terdapat dalam kromosom dari inti sel, berikatan dengan protein sederhana histon (banyak gen), pada mitokondria molekul DNA berbentuk sirkuler (sedikit gen). DNA terdiri dari dua rantai polinukleotida yang berbentuk heliks ganda, bentuk ini dipertahankan oleh ikatan hidrogen dari pasangan basa purin dan pirimidin tertentu .

FUNGSI DNA DNA berperan penting dalam mewariskan kode genetik pada mahluk hidup. DNA organisme ini. 1. DNA harus mampu menyimpan informasi genetik dan dengan tepat generasi. dapat meneruskan informasi tersebut dari generasi ke Fungsi ini merupakan fungsi genotipik, yang melalui replikasi. Inilah materi yang akan dibahas di sebagai harus materi genetik pada sebagian besar dapat menjalankan tiga macam fungsi pokok berikut

dilaksanakan dalam bab ini.

2. DNA harus mengatur perkembangan fenotipe organisme. Artinya, materi genetik harus mengarahkan pertumbuhan dan diferensiasi organisme mulai dari zigot hingga individu dewasa. Fungsi ini merupakan fungsi fenotipik, yang dilaksanakan melalui ekspresi gen 3. DNA sewaktu-waktu harus dapat mengalami perubahan sehingga organisme yang bersangkutan akan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah.

Replikasi Replikasi merupakan proses penggandaan DNA ketika sel akan membelah diri. Pada setiap sel, kecuali sel gamet, pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan memiliki informasi genetik yang sama. Pada dasarnya, proses replikasi memanfaatkan fakta bahwa DNA terdiri dari dua rantai dan rantai yang satu merupakan "konjugat" dari rantai pasangannya. Rantai tunggal yang diperoleh dari DNA sebelumnya bertindak sebagai "cetakan". Replikasi diawali dengan pembukaan untaian ganda DNA pada titik-titik tertentu di sepanjang rantai DNA. Proses pembukaan rantai DNA ini

dibantu oleh enzim helikase yang dapat mengenali titik-titik tersebut, dan enzim girase yang mampu membuka pilinan rantai DNA. Setelah cukup ruang terbentuk akibat pembukaan untaian ganda ini, DNA polimerase masuk dan mengikat diri pada kedua rantai DNA yang sudah terbuka secara lokal tersebut. Proses pembukaan rantai ganda berlangsung disertai dengan pergeseran DNA polimerase mengikuti arah membukanya rantai ganda. Monomer DNA ditambahkan di kedua sisi rantai yang membuka setiap kali DNA polimerase bergeser. Transkripsi Transkripsi merupakan proses pembentukan mRNA dari salah satu pita DNA dengan bantuan enzim RNA polymerase. 1. RNA polymerase melekat pada molekul DNA sehingga menyebabkan sebagian dari double helix terbuka.2. Akibat terbukanya pita DNA, basa-basa pada salah satu pita menjadi

bebas,

sehingga

member

kesempatan

basa-basa

pasangannya

menyusun mRNA. Misalnya: Timin (T) dari DNA membentuk Adenin (A) dari mRNA, sitosin dari DNA membentuk guanine pada mRNA, dan seterusnya. Oleh karena enzim RNA polymerase bergerak sepanjang pita DNA menjadi model, maka jumlah mRNA yang dihasilkan dari transkripsi dapat melebihi DNA. DNA yang melakukan transkripsi adalah DNA sense/template.3. mRNA yang sudah dicetak akan meninggalkan inti sel menuju

sitoplasma dan melekat pada ribosom. Ribosom adalah granulagranula dalam sitoplasma yang berperan dalam sintesis proein. Translasi Ribosom akan membaca kode yang ada pada mRNA dengan bantuan RNA transfer (tRNA). Dalam sitoplasma banyak terdapat tRNA, asamasam amino dan lebih dari 20 enzim amino asil sintetase. Translasi terdiri dari tahap-tahap berikut : 1.Inisiasi

Pemindahan asam amino dari sitoplasma ke ribosom dilakukan oleh tRNA. Asam amino terlebih dahulu diaktifkan dengan dengan ATP, proses ini dipengaruhioleh enzim amino asil sintetase. Hasilnya berupa Aminoasil Adenosin monofosfat 2.Elongasi Ujung bebas tRNA memiliki tiga basa nitrogen pada salah satu sisi yang dapat mengikat asam amino tertentu yang yangtelah diaktifkan. Bagian itu disebut antikodon, yang nantinya berhubungan dengan tiga basa yang disebut kodon pada pita mRNA.mRNA telah melekat pada ribosom. Antikodon harus sesuai dengan pasangan basa dari kodon 3.Terminasi tRNA yang telah melepaskan asam amino kemudian meninggalkan ribosom, bebas dari sitoplasma untuk selanjutnya mengikat asam amino lain yang telah diaktifkan oleh ATP. tRNA dengan asam amino ini datang ke ribosom, melepas asam amino ke mRNA

BAB III MEMBRANE SEL DAN ORGANEL Membran sel atau membrane plasma adalah lapisan tipis bilayer yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan luar. Membran plasma disusun oleh senyawa fosfolipid yang terdiri dri bagian kepala yang besifat hidrofilik (polar) karena mengandung gugus fosfor, dengan dua ekor yang bersifat hidrofobik (nonpolar). Karena sitoplasma dalan lingkungan luarsel sebagian besar terdiri dari air yang bersifat polar, maka fosfolipd yang membangun membrane plasma akan membenetuk lapisan lemak ganda atau bilayer diman bagian yang hidrofilik masing masing menghada ke bagian dalam sel dan bagian luar sel.

Gambar 3.1 lapisan bilayer membrane plasma Fosfolipid dan kolestrol merupakan struktur dasar membrane plasma, sedangkan protein mempunyai tugas-tugas khusus membantu pengangkutan molekul-molekul melewati membran sel. Selain membran sel, organel-organel lain dalam sitoplasma juga terdiri atas dwilapisan fosfolipid, sehingga bagian dalam sel sebenarnya mempunyai hubungan antara satu sama lain melalui sistem mebran sel.

Kedudukan kolestrol, glikoprotein, glikolipid, protein reseptor, protein pengcam dan protein pengangkut pada membran . berperanan dalam pengangkutan melalui membran. Bahan-bahan ini

Gambar 3.2 Membran plasma dan organel

Tugas membran plasma

adalah membentuk perbatasan luar sel.

Membran plasma adalah struktur yang kompleks. Meskipun tugasnya adalah memisahkan sitoplasma dari bagian luar sel (yang umumnya terdiri dari cairan ekstrasel), membrane plasma juga menyediakan system transportasi untuk sebagian bahan-bahan agar dapat masuk dalam sitoplasma. Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.

Transpor pasif Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya. Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein

transpor.

Transpor aktif Transpor aktif bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.

Gambar 3.3 transport pasif dan transport aktif pada membrane plasma

BAB IV MITOKONDRIA DAN KLOROPLAST DESKRIPSI Organisme mengubah bentuk energi yang ada disekitarnya menjadi bentuk energi yang dapat digunakan oleh sel penyusunnya. Mitokondria merupakan tempat terjadinya respirasi sel , proses metabolik yang menghasilkan ATP dengan cara mengambil energy dari makanan berupa gula, lemak dan bahan bakar lain dengan bantuan oksigen. Sedangkan kloroplast terdapat pada tumbuhan tempat berlangsungnya fotosistesis. Kloroplas menyerap energi sinar matahari untuk membatu prose pembentukan pati dari air dan karbon dioksida.

MITOKONDRIA

Mitokondria terdapat pada hampir semua sel eukariot; tumbuhan, hewan, fungi dan sebagian besar protista. Mitokondria berukuran panjang 110m. Mitokondria diselimuti oleh dua membran yang masing-masing merupakan lapisan ganda fosfolipid dengan beberapa protein yang tertanam pada membrane tersebut. Membrane luar menutupi mitokondria dan bertindak sebagai batas luar. Membrane luar mengandung porin, suatu protein integral, tidak selektif sehingga molekul dengan ukuran 10.000 dalton dapat dengan bebas masuk kealam ruang antar membran dengan demikian ruang antar membran berhubungan dengan sitisol. Membran luar bertekstur mulus sedangkan membrane dalam berlipat-lipat, lipatan kedalam disebut Krista (crista).

Gambar 3.1 struktur tiga dimensi membrane mitokondria Membrane luar mengandung enzim transferase, kinase, ATP asetil koenzim A syntetase, sitokrom B, NADH sitokrom reductase, fosfotidase fosfatase dan fosfolipase. Membrane dalam terdiri dari : Enzim yang berperan dalam transit metabolit

Enzim

yang

bertanggung

jawab

pada

reaksi

oxydase

yang

membebaskan energy untuyk fosforilase oksidatif (ATP dari ADP) Transferase Enzim yang berperan dalam system pemanjanagan asam lemak dan beta oksidase lemak.

MATRIKS MITOKONDRIA Membran dalam membagi mitikondria menjadi dua kompartemen internal. Kompartemen pertama adalah ruang antar membrane, wilayah sempit di antara kedua membrane. Kompartemen kedua adalah matrik mitokondria (mitochondria matrix), diselubungi oleh membrane dalam.

Gambar 3..2 Mitokondria dan bagian-bagiannya

Matriks umumnya berisi: Molekul DNA, Mitoribosome (mtRNA), Granula padat yang tidak beraturan, Enzim yang terlibat dalam siklus Krebs dan sintesa asam lemak. Metabolisme oksidatif berlangsung dalam sitosol dan mitokondria. Proses dimulai dengan glukosa yang dioksidasi oleh enzim-enzim glikolisis yang berlangsung di mitokondria.

KLOROPLAS Kloroplas mengandung pigmen hijau yang bernama klorofil, bebagai enzim dan molekul lain yang berfungsi untuk memproduksi gula secara fotosintesis. Pigmen ini mampu mengubah energi cahaya dari sinar matahari menjadi energi kimia. Fotosintesis berlangsung pada semua bagian daun yang berwarna hijau termasuk batang dan buah yang masih muda dan berwarna hijau utamanya terjadi pada jaringan mesofil daun. Bagian daun yang berwarna hijau tersebut memiliki kloroplas yang menjadi tempat berlangsungnya fotosintesis. Kloroplas memiliki ukuran lebar 2-4 m dan panjang 5-10 m umumnya tersusun dekat vakuola sentral. Jumlah berkisar 20-40 buah per sel.

part of outermost stroma granum 0.5

the inner membrane membrane m layers (two) system (thylakoid membrane)

Gambar 3.3 Struktur kloroplas Kloroplas erutama ditemukan dalam sel mesofil, jaringan di interior daun. Oksigen dan karbon dioksida kelur dan memasuki daun melalui pori-pori daun yang disebut stomata. Didalam kloroplas terdapat system bermembran dalam bentuk kantong-kantong pipih saling berhubungan yang disebut tilakoid.

Dua Tahap Fotosintesis

Reaksi fotosintesis merupakan gabungan dari dua reaksi berkelanjutan yaitu reaksi terang dan siklus calvin. Reaksi terang merupakan tahapa fotosintesis yang memanfaatkan energy matahari.

Gambar 3.4 Fotosintesis merupakan gabungan antara reaksi terang dan siklus calvin REAKSI TERANG Tahap pertama dari fotosintesis adalah reaksi terang. Pada tahap ini energy matahari diubah menjadi energy kimia. Cahaya yang diserap berfungsi untuk mentransfer elektron hidrogen dari air menuju penerima elektron yang disebut dengan NADP+ (nikotiamin adenine dinukleotida fosfoat) yang menyimpan elektron berenergi tinggi ini untuk sementara. Karena hydrogen melepaskan elektronnya maka molekul air terurai menjadi ion H+ dan dibebaskan gas Oksigen; O2. Electron yang terlepas diangkut oleh molekul pembawa menuju kompleks sitokrom, pada saat yang bersamaan empat proton dipindahkan melintasi membrane menuju tylakoid. Hasil akhir dari reaksi terang adalah Oksigen

yang dibebaskan ke udara, NADPH dan ATP keduanya masuk kedalam siklus calvin. Proses terjadinya reaksi terang digambarkan sebagai berikut :

Gambar 3.5 Reaksi terang yang menghasilkan gas Oksigen, NADPH, dan ATP Siklus Calvin Siklus calvin bersifat anabolic, membangun karbohidrat dari molekulmolekul yang lebih kecil H2O dan CO2 dengan memanfaatkan energi yang berasal dari reaksi terang. Siklus calvin terdiri dari tiga fase yaitu fiksasi karbon, reduksi dan pembentukan kembali penerima CO2. Siklus calvin dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 3.6 Siklus calvin terdiri dari 3 fase Hasil akhir dari siklus calvin adalah senyawa 3 karbon, sejenis gula dengan melibatkan sejumlah besar energy. Fase yang terjadi adalah sebagai berikut : Fase 1. Fiksasi karbon. Pada tahap fiksasi karbon, siklus carnot menggabungkan atom carbon dari molekul CO2 satu persatu. Dengan cara melekatkannya dengan molekul gula berkarbon 5 (ribulosa bifosfat /RuBP). Enzim yang berfungsi sebagai katalis adalah RuBP karboksilase . hasil akhir dari fase I adalah intermediate berkarbon 6 yang tidak stabil yang segera pecah menjadi dia senyawa 3 karbon (3-fosfogliserat) untuk setiap gas CO2 yang difiksasi.

Fase 2. Reduksi Setiap gugus 3-fosfogliserat mengikat gugus fosfat dari ATP membentuk 1,3 bifosfogliserat. Selanjutnya 1,3 bifosfat direduksi oleh NADPH sehingga mengahasilkan Gliseraldehida-3-Phosfat (G3P). Fase 3. Regenerasi penerima CO2 (RuBP). Rangka karbon lima molekul G3P disusun ulang menjadio 3 molekul RuBP dengan 3 gugus fosfat dari ATP. 5 molekul G3P menjadi 3 Molekul RuBP, 3 ATP menjadi 3 ADP.

BAB V

KOMPARTEMEN DAN TRANSPORT INTRASELULER Semua sel diselimuti oleh pelindung yang disebut membrane. Fungsi utama membran adalah untuk melindungi sitoplasma dan organel yang ada didalamnya terhadap lingkungan luar sel. Membrane sel bukan merupakan sesuatu yang kaku , membrane selalu bergerak dan bias ditembus oleh partikel-partikel tertentu olah karena itu membra bersifat semi permeable. Pada sel prokaryota telah terdapat kompartemen yang dibatasi oleh membran dan memiliki fungsi khusus. Contoh adalah kompartemen yang bernama inti dan berisi DNA yang dapat membelah, mitokondria yang berfungsi untuk respirasi. Ekspansi membran dan adanya kompartemen menyebabkan sel memiliki kapasitas volume yang meningkat 1000 sampai 10.000 kali dibanding jikalau tidak terdapat kompartemen. Juga terjadi efisiensi fungsi karena pemisahan lokasi untuk berlangsungnya reaksi tertentu. Proses utama dari komunikasi antar kompartemen yang kemudian berlanjut dengan lingkungan luar sel dilakukan melalui tansport vesikula. Dalam proses ini vesikula berisi kargo yang berasal dari kompartemen donor dan dibantu oleh penutup khusus dan protein adaptor seperti COPI, COPII dan clathrin. Vesikula ini kemudian ditargetkan menuju kompartemen aseptor. Menempel ke kompartemen dengan pertolongan tether dan menyatu dengan kompartemen dengan bantuan SNARE. Transport vesikula memungkinkan suatu protein yang berada di dalam vesikula terbungkus membran bergerak diantara kompartemen di dalam sel dan bahkan menempel pada membran sel (membran plasma). Jalur pergerakan materi utama di dalam sel ada dua yaitu ke dalam dan keluar. Jalur eksosiklik atau exocylic yaitu synthesa protein yang terjadi di sitoplasma mengalami translokasi ke endoplasma reticulum (ER). ER kasar adalah tempat utama berlangsungnya synthesa protein yang disekresikan dan juga protein tetap dari semua kompartemen, dan ER kasar ini dihubungkan ke tempat lain melalui vesicular. ER juga

merupakan tempat terjadinya synthesa lipid. Dari ER vesicula membawa muatan atau kargo ke apparatus golgi melalui cis citern dan bergerak lewat median dan trans cistern. Di dalam apparatus golgi ini, protein yang akan disekresikan atau yang akan diarahkan ke membran sel dikemas ke dalam vesicular sekretori yang dapat menyatu (fused) dengan membran sel tersebut. Penggabungan ini dapat berlangsung permanen atau dapat disekresikan, menunggu signal eksternal. Apparatus golgi merupakan kompartemen utama untuk melakukan sorting atau pemilihan sebab muatan yang masuk ke kompartemen ini tidak hanya diperuntukkan bagi bagian dari membran sel (membran plasma) atau disekresikan tetapi juga untuk endosom dan lysosom atau kembali ke ER. Pada jalur endositik (endocytic), protein (nutrisi) dan membran sel ditelan ke dalam sel dengan perantaraan endosom, endosom mula dan lanjut, menuju lysosom. Lysosom merupakan lokasi degadrasi utama bagi protein yang ditelan ataupun yang ada di sel. Protein seluler dapat masuk ke dalam lysosom melalui endosom ataupun dari membran plasma melalui jalur endositik atau darisitoplasma melalui autophagy dan jalur target sitoplasma-vakuola. TRANSPORT Transpor mikromolekul melintasi membrane dapat berlangsung melalui dua cara, yaitu trasnport pasif dan transport aktif. Transpor pasif berlangsung karena factor gradien elektrokimia. Artinya materi atau subtansi yang ditranspor berpindah dari konsentrasi yang tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah. Pada transport aktif, materi yang ditanspor membutuhkan energi dalam bentuk ATP. Oleh sebab itu pada peristiwa transport aktif melibatkan hidrolisis ATP. Materi yang ditranspor bergerak melawan gradien konsentrasi, yaitu dari konsentrasi konsentrasi yang lebih tinggi. yang rendah ke