of 29 /29
TROPIS PENGECATAN SCHAEFFER FULTON

tropis mikro

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pemeriksaan mikrobiologi

Citation preview

  • TROPISPENGECATAN SCHAEFFER FULTON

  • Bakteri seperti Bacillus dan Clostridium memproduksi struktur yang memungkinkan bertahan hidup didalam waktu yang lama di lingkungan yang tidak mendukung. Struktur tersebut disebut : ENDOSPORA

  • PEWARNAAN

  • ENDOSPORABACILLUS- BACILLUS ANTHRACIS2. CLOSTRIDIUM- C. BOTULINUM- C. TETANI

  • ENDOSPORAmemungkinkan bakteri bertahan hidup didalam waktu yang lama di lingkungan yang tidak memungkinkan.

    Terminal pada C. tetanisubTerminal pada C. botulinumSentral pada bacillus antraxis

  • BACILLUSC. TETANIC. BOTULINUMENDOSPORASENTRALTERMINALSUBTERMINALTOKSIN-TETANOSPASMINBOTULININGANGGUANCutaneus: ulkus spasme pada ototNeurotoksik ke otak

  • Fungsi endospora

    Pada bakteri : untuk melindungi diri dari keadaan ekstrim/ keadaan yang tidak memungkinkan. Pada jamur : untuk perkembangbiakan secara vegetatif

  • BACILLUS ANTRHACIS

  • Aerob.Gram positif.Non- motil.Koloni granula besar dan tekstur kasarBerasal dari hewan herbivoraendospora : sentral.Spora tumbuh di jaringan tempat bakteri masuk berkembang edema dan kongesti.Bacili menyebar melalui kelenjar limfe lalu menuju dan mengikuti aliran darah.Toxin anthrax :Protective antigen (PA)Edema factor (EP)Lethal factor (LF)

  • PATOGENESISPada manusia :Spora masuk melalui kulit yang terluka (cutaneous anthrax), membrane mucus (gastrointestinal anthrax), inhalasi spora ke dalam paru.Spora berkembang di jaringan tempat ia masuk berkembang menyebabkan edema dan kongesti.Bacili menyebar melalui kelenjar limfe lalu masuk dan mengikuti aliran darah.Toxin :PA (protective antigen) berikatan dengan sel yang mempunyai reseptor spesifik proteolitik membentuk membrane yang memediasi masuknya Edema Factor dan Lethal Factor ke dalam sel.EF adalah sebuah adenilat siklase+PA edema toxin.LF + PA lethal toxin, sebagai virulen terbesar dan menyebabkan kematian pada manuia yang terinfeksi.

  • Gambaran KlinisPapul berkembang 1-7 hari setelah bakteri masuk vesikel ulser nekrotik.Limfangitis dan limfadenopati, demam, malaise, sakit kepala.Pada inhalation anthrax inkubasi 6 minggu mediastinitis hemoragik dan sepsis.

  • Day 2Day 6Day 4Day 6Day 6Day 10

  • *C. TETANI

  • Obligat anaerobEndospora: terminalHeat resistantChemical agent resistantTetanus diseaseNeurotoxin tetanospasminToxin mula-mula berikatan dengan reseptor pada membrane presinaptik dari neuron motoric bermigrasi ke badan sel dari neuron sampai saraf spinal dan batang otak toxin berdifusi ke glycinergic interneuron dan gama aminobutiric acid (GABA) mendegradasi synaptobrevin (protein yang docking neurotransmitter pada membrane presynaptic) hiperreflexia, spasme otot, dan paralisis.

  • PATOGENESISC tetani bukan organisme yang invasive, infeksi terjadi pada lokasi/area yang jaringannya rusak (luka, luka bakar, umbilical stump, jahitan operasi). Toxin keluar lalu mencapai SSP dan berikatan dengan reseptor saraf spinal dan batang otak.

  • C. BOTULINUM

  • Anaerobic bacillusEndospora : subterminalRacun botulininNeurotoksikResisten pada pemanasan (100 derajat C dalam beberapa jam) dihilangkan pada pH asam dan konsentrasi garam yang tinggi.Menyebabkan botulism, tetanus, gas gangrene, pseudomembranous colitis.Mempunyai Protective AntigenType A,B, E, FD menyebabkan penyakit pada manusia.Type C penyakit pada burung.Type D botulism pada manusia.Type G tidak berhubungan dengan penyakit.

  • PATOGENESISBotulism toxin diabsorbsi dari usus dan berikatan dengan reseptor dari membrane presynaptic neuron motoric pada sistem saraf perifer dan SSP menghambat keluarnya asetilkolin di sinaps kontraksi otot tidak adekuat dan lumpuh.SNARE protein : synaptobrevin, SNAP 25, dan syntaxin.Lethal dosis : 1,2 microgram/kg.- Gejala muncul 18-24 jam setelah memakan makanan yang ada racunnya, gangguan penglihatan (inkoordinasi otot mata, double vision), kesulitan mengunyah, dan susah berbicara.

  • Pengecatan SCHAEFFER FULTONTujuan : Pewarnaan untuk mengetahui ada atau tidaknya spora beserta letaknya pada bakteri.

  • Alat dan bahan:Material kumanGelas objekOse sterilLampu spiritusMikroskopMinyak emersiMalachite green 5%Air fuchsin/gram D/safraninAquadest

  • Cara kerja1. dengan ose steril kita ambil material kuman yang telah dilarutkan dalam larutan garam fisiologis, dan ratakan pada gelas obyek2. Preparat dipanaskan dengan lampu spiritus3. Genangi preparat dengan malachite green 5% sambil dipanasi sampai timbul uap (jangan sampai mendidih) tunggu 5menit4. Buang sisa cat, cuci dengan air mengalir5. Genangi preparat dengan air fuchsin/safranin selama 1-8 menit6. Buang sisa cat, cuci dengan air mengalir, keringkan 7. Periksa dengan mikroskop 1000x

  • Faktor faktor yang mempengaruhiFiksasiSmear terlalu tebalWaktu pengecatan tidak tepatKonsentrasi reagenUmur bakteriNutrisi

  • Apa tujuan pemanasan pada pewarnaan spora bakteri?

    Untuk memudahkan penetrasi cat

  • Pada Schaeffer-Fulton apa yang menjadi cat utama? Apa yang menjadi counterstain?

    Cat utama : Malachite greenCounterstain(warna pembanding): Air fuchsin / safranin / gram D

  • Sebutkan 2 penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang memiliki spora!

    Anthrax Bacillus anthraxisTetanus Clostridium tetaniKeracunan makanan C. botulinum

  • Apa fungsi endospora? Perkembiakan vegetatifPertahanan tubuh saat koloni tidak menguntungkan

  • Mengapa endospora sulit diwarnai?Karena melindungi dinding selPunya coat / mantel pada struktur dinding sel yang berasal dari keratin sehingga sangat kuat, relatif tahan terhadap pengaruh luar.

  • TERIMA KASIH

    This slide shows the progression of a cutaneous case. Head, forearms, and hands are most often affected.

    [Images from CDC: http://www.bt.cdc.gov/agent/anthrax/anthrax-images/cutaneous.asp]